
"Gimana?udah lihat-lihat ruko nya?"tanya bapak nya
"Udah pak"jawab Andi sambil menganggukan kepala
"Apa kalian ingin melihat dalam nya?"tanya bapak nya pada mereka
"Boleh pak"kali ini yang jawab Alira
"Baiklah, mari masuk"ucap bapak nya kemudian mengeluarkan kunci dari saku nya dan membuka pintu ruko tersebut.
Setelah pintu ruko di buka oleh bapak nya Alira, Dara,Aldo,dan Andi masuk ke dalam ruko.mereka melihat lihat dalam ruko ternyata dalam nya juga cukup luas.
"Cukup luas ya dalam nya"ucap dara pada Alira
"Iya Dar,gue kira tadi kecil eh ternyata dalam nya cukup luas dan bangunan nya tinggi,ini kalau di renovasi bisa di tambah lantai dua"jelas Alira pada Dara sambil mata nya melihat-lihat ruangan nya
"Gimana nak?"tanya bapak nya yang ingin mendengar kan pendapat dari Alira, Dara, Aldo dan Andi
"Bagus pak,ruangan nya juga luas dan tinggi"ucap Alira yang memberikan pendapat nya
"Baik pak, kalau gitu kita sewa ini untuk satu tahun ya nanti kalau kafe kita rame akan perpanjangan kontrak kalau boleh nanti kita beli aja ini ruko nya pak"ucap Andi pada bapak nya
"Baiklah nak"ucap bapak nya
"Nanti biar om saya ya pak yang urus semua biaya nya dan juga dokumen nya"ucap Andi lagi
"Kalau boleh tau siapa nama nya nak?"tanya bapak nya
"Pak Atdmaja"jawab Andi menyebutkan nama om nya
"Ouh,nak Atdmaja itu mah bapak kenal"ucap bapak nya yang ternyata sudah kenal dengan om Andi
"Loh ternyata bapak udah kenal toh"ucap Andi yang sedikit terkejut
"Baiklah pak,kita permisi terlebih dahulu ya"ucap Alira berpamitan pada bapak nya,kemudian mereka ber empat pergi dari sana.
"Kita mau kemana lagi nih?"tanya Aldo yang mendadak buka suara,karena dari tadi pada saat survei tempat Aldo hanya diam saja.
"Tumben tadi lo nggak banyak omong do"ucap dara pada Aldo yang merasa kalau Aldo tadi tidak ngomong sekata pun pada saat survei tempat.
"Iya tadi gue males ngomong,gue ngikut kalian aja lah gimana enak nya kalau tempat mah"jelas Aldo alasan kenapa dia tidak banyak bicara pada saat nyurvei tempat tadi,mereka menganggap i nya hanya dengan anggukan kepala kalau bertanda mereka mengerti.
"Gimana kalau ke rumah gue?"ucap Alira mengusulkan tempat di rumah nya
"Ide yang bagus"ucap Aldo sambil tersenyum
"Senyam senyum pasti pengen makan banyak kan di rumah Alira"ucap Dara seketika melihat senyuman Aldo
"Kok lo tau si Dar? masakan Bu Tina emang paling the best deh,maka gue doyan"jawab Aldo sambil mengacungkan kedua jempol
"Bukan doyan tapi lebih ke rakus"ucap dara ketus
Di sisi lain
Reyhan duduk di kursi kebesaran nya dengan memijat pelipis nya,saat ini kepala Reyhan sangat pusing karena hari ini ada masalah besar.orang kepercayaan nya yang mengambil alih tentang administrasi sekarang menghilang dengan membawa semua dana perusahaan.
Flashback#
Reyhan tergesa-gesa masuk ke dalam kantor perusahaan nya setelah di kabar i bahwa ada masalah besar yang menimpa perusahaan nya pada saat dia di jalan menuju ke kantor perusahaan nya.
Reyhan berlari menuju lift,namun lift nya tidak terbuka-buka kini Reyhan semakin panik karena dia tidak tahu apa masalah besar yang menimpa perusahaan nya ini.
"Ini lift kenapa sih,di pincet nggak bisa"ucap Reyhan sambil memencet tombol lift dengan kasar dan panik yang membuat nya marah karena pintu lift tidak terbuka-buka.
"Arghhh"teriak Reyhan sambil mengusap rambut nya kasar,setelah beberapa saat pintu lift terbuka Reyhan pun langsung cepat-cepat masuk dan menuju ke lantai paling atas.
Setelah sampai di lantai atas dan pintu lift pun langsung terbuka Reyhan langsung lari ke ruangan nya,karena di sana sudah ada Johan yang menunggu nya.
"Brakkkk"suara pintu terbuka dengan keras
"Rey"panggil Johan,Reyhan langsung menghampiri Johan yang duduk di shofa.
"Huh,huh,huh,huh "suara nafas Reyhan yang memburu akibat lari-lari
"Ada masalah besar apa?"tanya Reyhan dengan nafas yang masih memburu
"Gita dan Rizki membawa kabur semua uang perusahaan"ucap Johan to the points pada Reyhan
"What,lo serius?"ucap Reyhan yang sangat-sangat terkejut dengan berita yang di katakan oleh Johan
"Iya gue serius"jawab Johan
"Jadi gini,kemarin malam waktu gue ke kantor karena ingin mengambil sesuatu yang tertinggal gue nggak sengaja ngelihat ada jejak sepatu yang habis kena tanah liat.terus gue ikutin itu jejak sampailah ke ruang penyimpanan uang perusahaan,pintu ruang penyimpanan uang kan di desaign hanya terbuka dengan sidik jari lo dan kata sandi.yang mengetahui kata sandi nya kan lo,gue terus Gita,gue awal nya nggak curiga ke siapa-siapa si pada saat gue masuk ke ruangan itu dan mengecek brankas ternyata semua brankas-brankas nya udah kosong nggak tersisa sepeser pun"jelas Johan
"gue kaget siapa yang ngambil semua uang nya,pada saat gue ingin mengecek cctv tiba-tiba listrik nya mati,akhir nya gue nggak jadi ngecek cctv dan gue keluar tanya sama satpam apakah ada orang yang masuk ke perusahaan sebelum gue dia jawab nggak ada ya udah gue suruh satpam benerin listrik perusahaan.gue sebenarnya juga ingin ngecek cctv lewat ponsel tapi gue ingat lalu ponsel gue ketinggalan di apartemen, ya udah gue pulang setelah sampai di apartemen gue langsung buka ponsel tapi nggak bisa buat ngecek cctv"lanjut Johan
gue kira pasti pencuri nya sudah nge setting kalau cctv nya nggk bisa di lihat dari ponsel,tadi pagi gue buru-buru buat ke ruang cctv buat ngecek awal nya itu rekaman udah di hapus sama pencuri nya setelah gue ingat-ingat gue pernah di ajarin temen gue buat ngebalik in rekaman cctv yang sudah terhapus dan ternyata pelaku nya Gita dan Rizki,gue otomatis langsung kaget dan bertanya-tanya kenapa Gita dan Rizki membawa kabur semua uang perusahaan"jelas Johan yang sangat panjang lebar pada Reyhan
Reyhan yang mendengar kan penjelasan dari Johan hanya bisa memijat pelipisnya,seketika kepala Reyhan langsung terasa pusing.
"Gue pengen lihat rekaman cctv nya"ucap Reyhan dingin
"Kenapa suara dingin ini muncul lagi di diri lo Rey"batin Johan saat mendengar suara dingin Reyhan
"Baiklah gue ambil in laptop lo"ucap Johan,kemudian saat Johan ingin berdiri dari duduk nya Reyhan lebih dulu berdiri dan pindah dibkursi kebesaran nya.
Johan yang melihat Reyhan berdiri pun juga langsung berdiri dan menancapkan flashdisk di laptop Reyhan kemudian memutar video cctv untuk di perlihat kan oleh Reyhan,Reyhan mengamati video cctv itu dengan tajam.
Johan yang tau keadaan kurang baik dia pergi meninggalkan Reyhan sendiri dulu untuk sementara waktu,Karena Johan tahu betul gimana sikap dan sifat Reyhan.