
"Kok kamu gitu si?"ucap ibu nya Alira
"Mama lupa apa yang di perbuat dia beberapa Minggu yang lalu?"ucap Dina
"Tapi,,,,"ucap ibu nya Alira belum selesai
"Udah ayo samperin ma"ajak Dina
Dina mau nyamperin Alira hanya karena ingin menghina nya, Dina merasa kehidupan nya sudah berubah dan jauh lebih baik dari Alira.
Kemudian Ibu nya Alira dan Dina pergi nyamperin Alira yang ada di halte.
"Hai kakak ku tersayang,apa kabar?"ucap Dina basa-basi,namun Alira hanya diam saja
"Kok diam si?pasti malu ya?"ucap Dina lagi
Sebenar nya Alira sangat kangen dengan ibu nya rasa nya ingin langsung memeluk nya,tapi itu sangat tidak mungkin karena sekarang ibu nya sudah membenci nya.
Alira beranjak dari tempat duduk nya dan ingin pergi supaya dia tidak terbawa suasana karena sangat rindu dengan ibu nya, Alira berpikir kalau dia tidak boleh lemah di depan semua orang apalagi di depan Dina.
Sedangkan ibunya malah tambah kecewa karena Alira mengabaikan nya begitu saja.
"Tuh liat anak kebanggaan mama,dia sekarang sudah mengabaikan mama dan tidak peduli lagi dengan mama,apa mama mau ingin dia kembali lagi ke rumah?"tanya Dina sedikit mengkompori ibu nya.
Bukannya menjawab ibu nya Alira malah langsung kembali pergi ke mobil nya dan di susul oleh Dina.
"Hahahah yes akhirnya mama semakin membenci Alira,dengan begitu dia tidak akan pernah kembali ke rumah"ucap Dina dalam hati Kemudian tersenyum licik.
"Ibu Alira kangen banget sama ibu"ucap Alira sambil melihat tempat parkir mobil ibu nya Alira tadi,Alira menyeka air matan nya yang hampir saja jatuh membasahi pipi nya.
"Ayo semangat Alira jangan lemah,hidup ini memang kejam tapi jangan pernah menyerah"ucap Alira menyemangati dirinya sendiri,kemudian Alira mengatur nafas nya supaya kembali rileks.
Alira kembali berjalan,kini cuaca nya mendung dan hampir ingin hujan.Alira berjalan menyusur i jalan raya itu tanpa arah dan tanpa semangat hidup.Alira berjalan sambil meratap i nasib nya,dia berpikir bahwa Tuhan itu tidak adil pada nya.
"Kenapa harus aku ya Allah"ucap Alira
Beberapa saat kemudian langsung turun lah hujan yang sangat deras,Alira tetap saja berjalan dan tak terasa air matanya kembali jatuh.dengan berhujan hujan maka orang tidak akan melihat kalau Alira sedang menangis,Alira juga tidak peduli dengan keadaan tubuh nya yang sudah mulai menggigil kedinginan.
Alira sudah lelah menangis dan sudah capek berjalan tapi dia tetap melanjutkan jalan nya.Alira merasa sangat pusing pandangan nya mulai kabur dan badan nya sempoyongan,akhirnya Alira pingsan di pinggir jalan dengan bibir yang sudah mulai membiru.
Tak lama kemudian ada mobil yang berhenti tepat di depan Alira yang lagi pingsan, seseorang keluar dari mobil nya karena ingin mengecek nadi yang ada di tangan apakah Alira masih hidup atau tidak.
Mau tidak mau orang itu harus membawa Alira ke rumah sakit terdekat.
"Apa wanita ini sudah gila? Hujan-hujan nan sampai pingsan tidak sadarkan diri begini,pasti habis di putus sama pacar nya, huhft anak zaman sekarang"ucap orang yang membawa Alira ke rumah sakit
Beberapa menit kemudian Alga sudah sampai di rumah sakit,ya jadi orang nolongin Alira adalah Algana Frans Mahendra.
"Sus,tolong bawa ke IGD"ucap Alga mengangkat tangan nya ke atas pertanda dia meminta pertolongan pada suster,suster langsung mengambil brankar dan menghampiri Alga
"Di sebelah mana mas?"ucap suster,pasalnya suster nya tidak melihat siapa-siapa.
"Eh ini sus,maaf salah buka pintu"ucap Alga yang malah membuka pintu mobil bagian depan padahal Alira ada di bagian belakang.