ALIRA

ALIRA
episode 44



Bu Tina membatu Alira hingga duduk di kursi meja makan,tak lama kemudian Reyhan datang.


"Loh Al,kamu bisa sakit juga ya"ucap Reyhan meremehkan Alira


"Eh kak,Alira ini manusia ya bukan robot,kalau robot pun bisa rusak apalagi manusia ya bisa sakit lah"ucap Alira menimpali Reyhan.


"kakak kira kamu nggak bisa sakit"ucap Reyhan lagi mengusil i Alira


"ibu,,,,,kak Rey nyebelin"rengek Alira mengadu pada Bu Tina.


"Udah ah,kamu ni Rey selalu aja ganggu in adek mu,dia lagi sakit jangan di ganggu"ucap Bu Tina sedikit memarahi Reyhan


"Hahaha, iya,iya nggak lagi"ucap Reyhan akhir nya.


Setelah selesai dengan perdebatan kecil nya mereka makan malam dengan tenang.


"Bu Alira ke kamar dulu ya"ucap Alira begitu selesai dengan makan malam nya


"Iya sayang"jawab Bu Tina meng iya kan


"Wleeee"Alira menjulurkan lidah nya pada Reyhan,Reyhan hanya menatap nya sinis kemudian Alira segera pergi dari meja makan sebelum Reyhan memulai argumen nya lagi.


**


Di kamar Alira


Begitu sampai di kamar nya Alira langsung pergi wudhu dan melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim yaitu sholat isya'.


Setelah selesai semua kemudian Alira berbaring dan bermain ponsel nya,seketika Alira langsung senyum-senyum sendiri saat ingat suara laki-laki misterius itu.


"Kalau di pikir-pikir suara nya berdamage ya,pasti orang nya ganti hihihi"ucap Alira berbicara pada diri nya sendiri.


"Astagfirullah Alira,sadar"ucap Alira seketika saat sadar dengan apa yang di bicarakan tadi.


"Bentar-bentar gue cek dulu deh WhatsApp nya siapa tau ada Poto profil nya"ucap Alira kemudian membuka WhatsApp nya dang nge cek apakah orang misterius itu ada Poto profil nya atau tidak,ternyata ada tapi hanya Poto kucing anggora putih.


"Kenapa nggak Poto nya dia aja sih"ucap Alira sedikit kesel karena poto profil orang misterius itu hanya seekor kucing anggora putih


"Tapi imut juga si,pasti kaya orang nya gue semakin kepo deh siapa orang misterius itu,oh iya kan tadi di grup Dara bilang kalau ada cowok ganteng yang nolongin orang pingsan di jalan,secara kan yang pingsan di jalan itu gue jadi,,,,,yups cowok yang di maksud Dara adalah orang misterius itu"ucap Alira yang semakin ngelantur gak jelas.


"Ishhh,,,gue mikir apa sih,sadar Alira sadar"ucap Alira menyadarkan diri nya sendiri.


"Mending gue tidur aja deh,kalau nggak nanti bisa-bisa ngelantur nya sampai kemana-mana"ucap Alira kemudian langsung persiapan tidur,mematikan lampu kamar nya dan menyalakan lampu tidurnya.


"Semoga mimpi indah"ucap Alira kemudian membaca doa sebelum tidur.


**


Keesokan harinya


Seperti biasa rutinitas keluarga Bu Tina,Reyhan berangkat ke kantor,alira ke sekolah dan Bu Tina stay di rumah.


**


Di sekolah SMA Tunas Bangsa


"Tak terasa ya,kita udah mau lulus SMA aja"ucap Aldo memulai pembicaraan nya setelah mereka duduk di kursi kantin


"Iya padahal perasaan baru kemarin deh kita masuk ke SMA, tau-tau udah mau lulus aja"ucap Andi menimpali


"Iya kalau kalian lulus gimana kalau tidak?"ucap Dara sambil menaikkan satu alisnya


"Wah parah,,,lo kok ngedo'a in gue nggak lulus si Dar"sautan Aldo dari omongan dara tadi


"Eh,kunyuk gue nggak ngedo'a in lo nggak lulus ya,gue kan cuma ngomong iya kalau lulus gimana kalau nggak,itu namanya tanya bego"ucap Dara emosi,udah tadi ujian mikir itung-itungan kini malah Aldo malah nambah-nambah in


"Sama aja"ucap Aldo nggak mau ngalah


"Udah ah,lo berdua pada kenapa si?"akhirnya Alira bersuara sambil memijat pelipisnya,Alira merasa tambah pusing kepala nya ketika mendengar kan Dara dan Aldo berdebat,karena mereka tadi debat nya hal yang sangat tidak penting.


"Al,kok muka lo pucat si?"tanya Andi yang melihat wajah nya Alira yang memang sedikit pucat


"Iya Al"ucap Dara juga ketika melihat wajah Alira


"Udah gue nggak papa kok,cuma pusing aja tadi gara-gara mikir matematika"jawab Alira, sebenarnya Alira merasa lelah dan sangat ingin beristirahat.


"Yaudah,gue anter lo pulang ya"ucap Dara yang ingin mengantar Alira pulang,karena Dara tidak ingin Alira kenapa-napa.


"Nggak usah Dar,gue di jemput sama pak Harto kok"ucap Alira menolak tawaran Dara


"Siapa pak Harto Al?sugar Daddy lo?"ucap Dara ngelantur


"Sugar Daddy kepala lo,pak Harto itu sopir gue yakali gue mau sama bapak-bapak"ucap Alira sambil menonyor kepala Dara


"Siapa tau Lo tertarik"ucap Dara lagi


"Pikiran lo emang sudah kagak waras ya Dar"ucap Aldo menyaut


"Maksud lo apa-apaan?menurut lo gue gila?"ucap Dara yang kagak terima di katain tidak waras


"Ya begitulah"ucap Aldo sambil mengangkat bahu nya


"Lo emang benar-benar ngeselin ya"ucap Dara yang mau mengambil ancang-ancang untuk melempar i Aldo dengan sendok yang di pegang nya


"Oke, oke nggak Dar, gue tarik deh omongan gue udah ya turunin tuh sendok nya"ucap Aldo saat melihat dara yang ingin melempar i nya sendok.


"Lo berdua kok suka sekali ribut si,awas hati-hati nanti kalau jodoh loh"ucap Andi menggoda Dara dan Aldo supaya berhenti debat.


"Dih najis"ucap Dara


"Dih amit-amit"ucap Aldo


Mereka mengucapkan nya secara bersamaan


"Hahahaha"Andi tertawa puas.


"Guys,,,gue cabut duluan ya,gue udah di jemput"ucap Alira berpamitan pada dara, Aldo dan Andi


"iya hati-hati ya Al"ucap Dara sebelum Alira pergi