
"Nggak main dulu Al"ucap Tante Lena
"Lain kali aja tan,maaf ya Alira buru buru"ucap Alira
"Ya udah makasih ya,ucap kan makasih juga dari Tante untuk momy kamu"ucap Tante Lena
"Baik Tan,Alira pamit dulu ya"ucap Alira
"Iya hati hati"balas Tante Lena
Setelah Alira berpamitan dengan Tante Lena lalu buru buru masuk mobil lagi karena dia harus pergi ke kantor nya Reyhan.
Sekitar lima belas menit kemudian Alira sudah sampai di kantor milik Reyhan,Alira buru buru turun dari mobil.
"Pak tinggal aja gak papa nanti Alira pulang nya naik gojek aja"ucap Alira sebelum turun dari mobil
"Nggak saya tungguin aja non?"tanya pak Harto
"Nggak usah pak seperti nya Alira lama nanti kasian bapak kalau nunggu nya kelamaan"jawab Alira kemudian langsung turun dari mobil dan tidak lupa membawa rantang nya.
"Baiklah non"balas pak Harto meski Alira tidak mendengar nya
"Selamat pagi mbak,ada yang bisa saya bantu"ucap resepsionis dengan muka malas ketika melihat penampilan Alira,karena Alira tadi tidak sempat ber dandan.
"Pagi,saya mau bertemu dengan pak Reyhan mbak"balas Alira
"Maaf mbak,untuk saat ini pak Reyhan tidak bisa di ganggu kalau urusan nya tidak terlalu penting"ucap resepsionis sedikit jutek.
"Tapi ini penting mbak"ucap Alira
"Kalau penting bisa sampaikan ke saya dulu mbak nanti saya sampaikan ke pak Reyhan"ucap resepsionis
"Nggak bisa mbak,soal nya ini urusan pribadi"ucap Alira kekeh tapi masih dengan nada yang ramah
"Ni orang siapa sih,sok penting banget"batin resepsionis
"Mbak punya telinga kan?saya bilang nggak bisa ya nggak bisa ngeyel banget si jadi orang"ucap resepsionis yang sudah mulai marah
"Loh mbak nya kok marah si,nggak ramah banget si jadi resepsionis"ucap Alira mengatai
"Sudah sana pergi ngapain di sini,sok penting banget"ucap resepsionis menyuruh Alira untuk pergi
"Saya tetap ingin bertemu dengan pak Reyhan mbak"ucap Alira kekeh
"Kalau Mbak nya tidak mau pergi saya panggil kan satpam biar di seret keluar oleh satpam"ucap resepsionis mengancam.
"Panggil aja sana"ucap Alira mempersilahkan resepsionis untuk memanggil satpam.
Resepsionis kemudian menghubungi satpam dan beberapa detik kemudian satu satpam datang.
"Ada apa mbak?"tanya satpam pada resepsionis
"Ini loh pak ada orang gila,usir aja pak dari sini"ucap resepsionis yang mengatai Alira orang gila
"Heh mbak jaga ya mulut mbak,seperti nya mulut mbak butuh di sekolah kan biar bisa ngomong yang bener"ucap Alira tak terima sambil menunjuk ke muka resepsionis.
"Kamu tuh yang harus ke dokter biar telinga nya dapat berfungsi dengan baik"ucap resepsionis juga yang tidak terima.
Johan yang turun ke lantai dasar pun tak sengaja melihat keributan di meja resepsionis.
"Ada apa ini"ucap Johan ketika menghampiri meja resepsionis
"Eh pak Johan, ini loh pak ada orang gila yang kekeh mau ketemu sama pak Reyhan"ucap resepsionis pada Johan.
"Aduh mbak mulut nya di jaga dong,masa cantik cantik mulut nya kek gitu"ucap Alira yang tidak terima di katai gila.
"Alira"panggil Johan ketika melihat Alira
"Kamu Alira kan?"tanya Johan sekali lagi untuk memastikan
"Iya saya Alira,bapak ini siapa ya?"tanya Alira balik
"Saya Johan, sekretaris nya pak Reyhan"jawab Johan
"Apakah kamu ingin bertemu dengan pak Rey?"tanya Johan yang masih dengan nada formal
"Iya"jawab Alira singkat
"Baiklah ayo saya antar kan"ucap Johan kemudian mempersilahkan Alira untuk berjalan dulu tapi Alira hanya mengekor di belakang nya Johan.
"Padahal gue udah tau ruangan nya,tapi nggak papa lah berkat dia juga gue bisa masuk,dasar resepsionis sialan"batin Alira ketika lagi di dalam lift.
"Kamu tunggu di sini dulu ya,nanti kalau saya bilang masuk baru kamu masuk"ucap Johan yang meminta Alira untuk menunggu di depan pintu ruangan nya Reyhan,Alira hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Rey ada yang mau ketemu sama lo tuh"ucap Johan yang sudah masuk ke dalam ruangan nya Reyhan
"Siapa?"tanya Reyhan yang masih sibuk dengan laptop nya
Alira yang mendengar kan teriak Johan meminta Alira untuk masuk pun Alira langsung masuk ke dalam.
"Kak Rey sayang"ucap Alira saat masuk ke dalam
Reyhan yang mendengar suara Alira pun langsung menoleh, Reyhan kaget kenapa tiba tiba Alira memanggil nya begitu.
"Gue bawain sesuatu nih"ucap Alira lagi sambil menuju ke sofa
"Najis gue,lo manggil kek gitu"balas Reyhan dengan ekspresi yang jijik
"Yakin kaks?ya udah gue bawa pulang lagi nih bekal dari momy udah untung gue anter ke sini sampai gue cek cok dulu tuh sama resepsionis sialan itu"ucap Alira yang sudah mulai kesel.
"Eh jangan gitu dong adik ku sayang,masak udah di bawa ke sini mau di bawa pulang lagi si"ucap Reyhan yang panik kalau nanti Alira benar benar membawa pulang bekal nya.
"Dihh"balas Alira
"Noh buruan di makan,ajakin sekalian tuh sekretaris kakak"ucap Alira menyuruh Reyhan
"Iya,iya bawel ayo Jon makan sekalian udah di bawain bekal tuh sama cewek cantik"ucap Reyhan dengan ekspresi wajah yang muntah.
Johan kaget dengan percakapan mereka yang seperti Tom and Jerry tidak pernah akur.
"Gue kira hubungan adek kakak mereka saling menyayangi,baik tapi gue salah mereka kaya Tom and Jerry"batin Johan.
Reyhan dan Johan duduk sambil menikmati makanan yang Alira bawa tadi.
"Ngomong ngomong tadi lo di apain sama resepsionis Al?"tanya Reyhan penasaran karena tadi Alira bilang kalau dia sempat ber cek cok dengan resepsionis.
"Sumpah kak gue kesel banget tuh sama resepsionis masa gue di bilang orang gila si, emang mata nya buta udah jelas jelas cantik gini kok di bilang orang gila"jawab Alira yang kembali kesal teringat kejadian tadi sama resepsionis.
"Hahahaha, berarti kamu itu cantik cantik tapi gila dong"ucap Reyhan meledek.
"Nggak lucu"balas Alira sinis
"Kalau gitu gue ogah kesini lagi"ucap Alira kemudian bangkit dari tempat duduk
"Eh eh mau kemana?"tanya Reyhan yang melihat Alira berdiri
"Mau pulang lah"jawab Alira jutek
"Ngapain pulang?"tanya Reyhan gak jelas
"Suka suka aku dong,udah gue mau pulang ada urusan bye"jawab Alira yang masih jutek.
"Oh iya kak nanti itu rantang nya jangan lupa pulangin ke momy ya,awas aja kalau lupa"ucap Alira teringat dengan rantang nya saat ia ingin berjalan ke luar ruangan sambil mengepalkan tangan nya lalu di tunjuk in ke Reyhan.
"Hemm"balas Reyhan,Alira sudah pergi dari ruangan Reyhan
"Buset,adek lu sebelas dua belas dengan ibu ya"ucap Johan yang akhir nya membuka suara.
"Ya begitu lah,tapi gue seneng si dengan kehadiran nya ibu sekarang tidak kesepian lagi di rumah,ada yang nganter in bekal ke sini,ada yang merhatiin gue selain ibu,dia juga membuat senang semua orang pokok nya gue beruntung deh punya adek seperti dia walaupun dia bukan adek kandung gue tapi gue dan ibu tetep menyayangi nya dengan sepenuh hati"balas Reyhan yang malah jadi terharu.
"Jadi terhura gue"ucap Johan
"Jon,lo nyari resepsionis kek gitu di mana si gak punya attitude banget"ucap Reyhan yang teringat kalau Alira di bilang orang gila sama resepsionis.
"Gue asal milih aja"jawab Reyhan
"Emang pilihan lo nggak ada yang bener"ucap Reyhan
"Terus gue harus cari yang gimana?"ucap Johan yang malah bertanya pada Reyhan
"Emang resepsionis yang kemarin kemana si?"tanya Reyhan
"Dia kemarin kan mengajukan cuti menikah gue kira paling lama satu Minggu,eh malah jadi 2 bulan katanya sekalian mau honey moon"jawab Johan.
"Buset dah,ya udah pokok nya lo cari lagi resepsionis yang kaya kemarin"ucap Reyhan
"Terus yang ini di apa in?"tanya Johan
"Ya pecat lah,simpel kan"jawab Reyhan
-
-
-
-
-
Apa novel nya kebanyakan dialog ya?
tolong di komen dong🙏