
"Oh iya Al,kok kita bisa lupa sih"ucap Reyhan
"Terus gimana dong"sambung Reyhan
"Yaudah gini aja kakak kembali aja ke kamar kak Karin biar Alira aja yang beli buahnya,kalau kita berdua yang beli kasian ibu nanti nunggu lama"ucap Alira bijak
"Oke"ucap Reyhan
kemudian mereka berpisah di lobby rumah sakit,Alira pergi ke toko buah terdekat yang ada di rumah sakit Harapan Kita
"Mbak mau beli buah yang sudah di parsel satu ya"ucap Alira pada karyawan toko buah
"Mau yang ukuran berapa kak?"tanya karyawan toko buah
"Yang sedang aja mbak"jawab Alira
Karyawan toko buah mengambil kan satu parsel buah yang ada di etalase kemudian Alira melakukan pembayaran
"Mbak di sini bisa bayar lewat via dana?"tanya Alira pada karyawan toko buah
"Bisa kak, silahkan ini kode QR nya"jawab karyawan toko buah menyerahkan papan kertas yang ber- isi kode QR
Setelah selesai melakukan pembayaran Alira membawa parsel nya dan langsung kembali ke rumah sakit
"Assalamualaikum"Alira mengucap salam ketika membuka pintu kamar rawat inap Karin
"Waalaikumsalam"jawab Reyhan, Bu Tina dan Karin
"Ini Bu buah nya"ucap Alira sambil meletakkan buah yang sudah di belinya tadi
"Al tadi kan kakak lupa ngasih kamu uang terus kamu bayar nya gimana?"tanya Reyhan
"Sudah kakak tenang aja Alira sudah bayar kok tadi"jawab Alira
"Al kok kamu nggak beli sarapan?"tanya ibu Tina
Alira menyusul Bu Tina yang duduk di sofa dan ikut duduk di samping nya Bu Tina
"Alira sudah kenyang Bu"jawab Alira
"Loh emang kamu makan apa?kok sudah kenyang,makan angin?"tanya Bu Tina heran kok Alira sudah kenyang pasalnya dia tadi belum sempat buat sarapan
"Tante Lena?"tanya Bu Tina,Bu tina merasa seperti tidak asing dengan nama itu
Alira mengangguk
"Dia baik banget sama Alira Bu"ucap Alira
"Kok bisa?"tanya Bu Tina
Alira menceritakan semua kejadian saat dia ada di taman tadi pagi
"Ouh jadi gitu"ucap Bu Tina sambil mengangguk-ngangguk an kepala
"Kapan-kapan boleh kan Bu kalau tante Lena main ke rumah?"tanya Alira
"Boleh dong,ajakin aja main kerumah"jawab Bu Tina
Sedangkan di sisi lain Reyhan sedang mengupas kan buah untuk karin tapi Karin tidak mau makan buahnya
"Cepat makan kar,gimana mau sembuh kalau lo nggak mau makan buah"ucap Reyhan
"Mana ada luka ringan begini bisa sembuh hanya karena makan buah"ucap Karin
"Kan buah ini ada kasiat nya,setidaknya kan,,,,udah lah makan aja nih"ucap Reyhan sambil menyodorkan buah ke mut karin
Sedangkan Karin yang di suapi menutup mulutnya dengan tangannya sambil geleng-geleng
"Kalau lo nggak mau makan oke gak papa,tapi lo gak bakalan pulang hari ini mungkin besok atau lusa pulangnya"ancam Reyhan
Karin yang merasa di ancam pun langsung menurunkan tangannya,dia nggak mau berlama-lama di rumah sakit bagi dirinya rumah sakit adalah tempat yang sangat menyeramkan walaupun Karin bisa bela diri tapi dia takut dengan jarum suntik, ketika dia di suntik pasti memikirkan yang tidak-tidak seperti jarumnya patah di dalam ketika lagi di suntik.
Seharusnya Karin tidak perlu di rawat atau di infus karena lukanya tidak terlalu parah tapi Reyhan yang keras kepala itu ngotot pada dokter supaya Karin di infus.
Karin sudah sangat malas dengan Reyhan
"Nah gitu dong"ucap Reyhan kemudian langsung menyuapi Karin dengan buah
Karin dengan terpaksa makan semua buah yang di kupas Reyhan
"Tunggu aja gue bakal bales,apaan main nya ngancam-ngancam mana buah yang di kupas banyak lagi"grutu Karin di dalam hati.