
"Atau jangan-jangan, om-om lagi yang bawa kamu ke sini hahahaha" ucap Bu Tina
"Hihhh ibu kok gitu si"ucap Alira cemberut
"Hahahah siapa tau,kan kita nggak tau"ucap Bu Tina
"Yaudah deh Alira coba telpon aja"ucap Alira
Alira mencoba menelpon nomor yang di kasih oleh suster tadi.
"Nggak di angkat Bu"ucap Alira ketika telpon nya tidak di angkat
"Coba lagi Al"ucap Bu Tina
Alira mencoba menelpon nya lagi
📞"Hallo"ucap Alga dari sebrang sana
"Bu,sudah di angkat"ucap Alira pelan dan menutup spiker nya
📞"H-hallo"ucap Alira
📞"Dengan siapa ya?"tanya Alga
📞"Em,saya mau mengucapkan terima kasih banyak karena sudah menolong saya dan membawa saya ke rumah sakit"ucap Alira
📞"Oh,kamu sudah sadar,baguslah"ucap Alga
📞"Kalau gitu boleh tau nggak siapa nama kamu"ucap Alira
Tut,,,,Tut,,,Tut,,,
Sambungan telpon nya malah sudah terputus.
"Isshhh,ini orang gak jelas kali ya"ucap Alira kesal
Sedangkan di sisi lain Alga langsung mematikan telpon nya karena dia tidak ingin jika gadis yang di tolong nya tadi tau nama nya.
Alga langsung menghubungi resepsionis rumah sakit Harapan Kita untuk menyelesaikan administrasi Alira,pikir Alga kalau dia yang bawa Alira ke rumah sakit maka dia lah yang harus nanggung semua administrasi nya. Alga juga orang yang tidak peduli dengan uang asalkan untuk kebaikan,Setelah semua urusan selesai dia langsung pulang.
Di rumah sakit:
"Ibu,,,siapa si pria misterius itu?"ucap Alira
"Mana ibu tau"ucap Bu Tina mengangkat bahu
"Huft"desah Alira
Alira senderan di brankar rumah sakit,badan nya juga sudah mendingan.
"Ibu,,,Alira pengen pulang"rengek Alira pada Bu Tina
"Nanti aja"ucap Bu Tina belum memperbolehkan Alira untuk pulang sekarang
"Ibuu,,,Alira pengen pulang sekarang,Alira udah kembali sehat kok"rengek Alira dengan memelas
"Yaudah bentar ibu panggil dokter nya dulu"ucap Bu Tina kemudian memencet bel yang ada di samping brankar,Tak lama kemudian dokter nya datang.
"Ada keluhan apa?"ucap dokter
"Dok saya pengen pulang,badan saya udah enak an kok dok"ucap Alira
"Semua sudah normal,kamu boleh pulang sore ini ya"ucap dokter nya yang memperbolehkan Alira pulang di sore ini.
"Horeee,,,"ucap Alira bersorak senang seperti anak kecil
"Baik saya permisi dulu ya,nanti ada Suster yang akan membantu melepaskan infus nya"pamit dokter nya
"Baik dok, terima kasih "ucap Bu tina
"Sama-sama"ucap dokter kemudian pergi meninggalkan ruangan Alira
"Kamu tunggu sebentar ya Al,ibu mau ngurus administrasi nya dulu"ucap Bu Tina kemudian pergi juga.
"Huft,,,, akhir nya pulang juga"ucap Alira lega karena Alira sudah tidak tahan berlama-lama di rumah sakit,Tak lama kemudian suster datang.
"Permisi"ucap suster nya
"Silahkan sus"ucap Alira tersenyum lebar
"Aduh senang nya ya kak udah di perbolehkan pulang"ucap suster sambil melepaskan infus yang ada di tangan Alira
"Oh iya dong sus,di rumah sakit tuh rasanya sedikit tersiksa tau"ucap Alira
"Sus"panggil Alira
"Iya kak?"ucap suster nya
"Aku tau baca artikel itu kan kalau suster sudah bekerja lama nanti bisa naik pangkat menjadi dokter loh"ucap Alira mencairkan suasana
"Mana ada kayak gitu"ucap suster nya
"Ada,tapi kalau menjadi pengurus jenazah nanti bisa naik pangkat menjadi jenazah,ihhhh kan serem"ucap Alira semakin ngelantur
"Hahaha,kamu ini ada-ada aja"ucap suster nya sambil tertawa
"Hahahatapi kalau di pikir-pikir itu benar tapi tidak benar"ucap Alira, Suster nya hanya menggeleng-gelengkan kepala
"Suster"panggil Alira lagi
"Hem"saut suster nya
"Gak jadi deh, Alira nggak tau mau ngomong apa"ucap Alira yang rada-rada.
"Kamu ini ya"ucap suster nya.
"Hehehehe"ucap Alira cengengesan
"Sudah selesai"ucap suster nya kemudian membereskan semua alat-alat nya.
"Makasih suster cantik"ucap Alira
"Sama-sama cantik, yaudah saya permisi dulu ya,jangan lupa jaga kesehatan nya jangan sampai datang lagi ke sini jadi pasien"ucap suster nya
"Kenapa nggak boleh?"tanya Alira
"Kamu aneh,hahahaha dadah"ucap Suster menertawakan Alira kemudian langsung menutup pintu dan pergi
"Masa aku aneh si?"tanya Alira pada dirinya sendiri