
Madam memutar mutar bola mata nya untuk mencari pasangan yang sangat serasi di malam hari ini sedangkan Alira tidak berharap di tunjuk kerena diri nya memang tidak berpasangan.
"miss please stand up (nona silahkan berdiri)"ucap madam sambil menunjuk ke arah Alira sednagakan Alira yang merasa di tunjuk tidak sadar kalau diri nya itu di tunjuk oleh madam.
"Once again miss please stand up (sekali lagi,nona silahkan berdiri)"ucap madam
"Saya?"ucap Alira sambil menunjuk diri nya sendiri
"Yes"jawab madam,Alira dengan terpaksa harus berdiri karena madam yang meminta nya
"and the master who is next to her miss also please stand up (dan tuang yang ada di sebelah nya nona di mohon berdiri juga)"ucap madam lagi sambil menunjuk Alga.
Alga mengisyaratkan apakah diri nya yang di tunjuk,madam menganggukkan kepala kemudian Alga langsung berdiri di sebelah Alira,tak di sangka mereka berdua memang memakai pakaian yang senada orang yang tidak tau mungkin mereka berpikir bahwa Alga dan Alira adalah pasangan yang sangat serasi.
"All right, you two will get dinner coupons at a famous restaurant in Paris (baiklah,kalian berdua akan mendapat kan hadiah kupon makan malam bersama di restoran terkenal di Paris)"ucap madam di iringi tepukan tangan yang bergemuruh ketima mengumumkan hadiah yang akan di berikan oleh Alira dan Alga,
Mereka berdua mendapat kupon makan malam bersama seketika terkejut dengan apa yang di umumkan oleh madam,Alira dan Alga juga ikut tepuk tangan dengan malas.
"Kenapa harus gue si,gue mau nolak tapi nggak enak sama madam gimana nih"batin Alira,kemudian Alira menatap alga dengan tatapan malas.
**~~~~**
Malam berikut nya pun tiba,malam ini adalah dimana Alira dan Alga akan dinner bersama mau tidak mau Alira harus mau, Alira datang sendiri sedangkan Dewi berada di hotel.
Dinner malam ini di buat seromantis mungkin oleh pihak restoran atas permintaan madam,dua kursi yang saling berhadapan,pemandangan yang memperlihatkan semua kota di Paris,angin yang spoy spoy sehingg membuat rambut Alira bertebangan dengan anggun.
Sejenak Alga terpesona dengan Alira namun ia langsung tersadar"astaghfirullah Alga, istighfar nggak mungkin lo suka sama ni cewek"ucap Alga dalam batin untuk menyadarkan diri nya.
Mereka berdua sedikit canggung,karena belum pernah di situasi seperti ini.
"Cepat makan nya gue mau pulang"ucap Alira pada Alga supaya makan nya tidak lambat
"Lo pikir cuma lo doang yang mau pulang,gue juga kali"ucap Alga sambil menyuapkan makanan nya ke dalam mulut nya.
"Gue yakin nggak ada cowok yang mau sama lo"ucap Alga memulai pembicaraan nya yang meremehkan Alira
"Terus yang di depan gue ini apa?cewek ya"balas Alira yang menyebut Alga seorang cewek
"Gue terpaksa ya"ucap Alga
"Gak cuma lo yang terpaksa"balas Alira
"Gue udah selesai makan nya,gue mau pulang bayy!"ucap Alira meletakkan gelas nya dengan sedikit kasar lalu bangkit dari tempat duduk nya untuk pergi pulang.
"Sial"umpat Alga setelah melihat Alira pergi
Kini waktu menunjukkan pukul setengah 11 malam Alira sedang dalam perjalanan menuju bandara bersama Dewi,lalu Alira langsung membuka ponsel nya untuk mengabari Bu Tina kalau diri nya akan pulang malam ini.Alira selalu menghubungi Bu Tina ketika akan pulang dari luar negeri seperti ini.
Sampai nya di dalam pesawat Alira langsung tertidur karena badan nya merasa pegel semua,karena besok Alira ada meeting dengan costumer nya.
**~~~~**
Satu minggu kemudian Alira,Bu Tina, Reyhan dan juga Karin lagi makan malam bersama di sebuah restoran karena Alira lah yang mengajak Mereka.
"Alira sayang momy mau ngomong sesuatu sama kamu"ucap Bu Tina dengan serius
"Mau ngomong apa mom?kok kayak nya serius banget"ucap Alira lalu langsung meletakkan sendok yang di pegang nya
"Jadi gini momy, sama Tante halena rencana nya mau nejodohin kamu sama Alga tapi kalau kamu nggak mau juga nggak papa kok sayang,momy nggak maksa"ucap Bu Tina memberitahu Alira,Bu Tina juga memang tidak memaksa kalau Alira tidak mau,namun Alira hanya diam saja tidak menjawab.
"Momy tidak memaksa sayang,momy hanya ingin yang terbaik buat anak gadis nya momy ini karena momy tau Alga orang yang tepat buat kamu,secara kan momy sudah kenal dengan Alga sejak lama bahkan sudah momy anggap anak momy juga"ucap Bu Tina lagi.
"Dasar Alga pencitraan"batin Alira
"Terima gak ya,ogah banget nikah sama dia tapi gue juga nggak enak sama momy,kalau gue tolak kesan nya kaya anak tidak tau diri gue kan anak yang di pungut dari jalanan sama momy,kayak nya momy juga sangat ingin gue sama Alga"batin Alira.
Bu Tina memang sengaja diam membiarkan Alira untuk berpikir dan mengambil keputusan nya sendiri.
"Baiklah gue terima aja deh,lagi pula gue juga udah waktu nya untuk nikah semoga memang ini yang terbaik buat gue"batin Alira yang mantap dengan pilihan nya.
"Baiklah mom,Alira terima"ucap Alira yang akhir nya membuka mulut nya untuk bicara
"Yakin sayang?kamu nggak terpaksa kan?"ucap Bu Tina dengan senang
"Nggak kok mom,Alira yakin pilihan momy pasti yang terbaik buat Alira"ucap Alira sambil tersenyum
"Cie,,,cie,,,cie yang mau married nih"ucap Reyhan menggoda Alira
"Apasih kak"ucap Alira yang malu malu kucing
"Hahahaha,pipi nya merah lagi"ucap Reyhan yang masih menggoda Alira,mereka semua tersenyum melihat tingkah Reyhan dan Alira.
"Momy,,,,lihat kak Rey"rengek Alira pada Bu Tina karena Reyhan tak berhenti henti nya menggoda Alira
"Hahahaha,tapi memang merah lo pipi kamu Al"ucap Bu Tina
"Nggak ada ih"ucap Alira lalu mengusap usap Pi punya berharap warna merah nya hilang.