ALIRA

ALIRA
episode 37



"Hari ini kalian ujian kelulusan ibu harap di antara kalian tidak ada yang mencontek,jika ketahuan mencontek kalian akan menanggung konsekuensi nya sendiri yaitu kalian tidak boleh mengerjakan ujian kelulusan hari ini dan hari berikut nya hingga ujian kelulusan nya selesai,paham?"ucap pengawas


"Paham Bu"ucap seluruh siswa yang ada di kelas XII MIPA 1


Semua siswa mengerjakan ujian kelulusan dengan khidmat,begitu juga dengan Aldo, Andi dan Dara mereka bisa tidak bisa harus mengerjakan.


Waktu istirahat telah tiba para siswa berhamburan keluar kelas untuk pergi ke kantin karena ujian hari pertama sangat menguras pikiran.


Alira, Dara,Aldo dan Andi juga pergi ke kantin untuk mengisi perut biar mempunyai tenaga lagi,Saat mereka asik memakan tiba-tiba Zoya dan Abel datang dan menggebrak meja.


"Brakkk,,,,"suara meja di pukul oleh Zoya


"Lo semua minggir,gue mau duduk di sini"ucap Zoya dengan seenak nya


"Kalau lo mau duduk ya duduk aja"ucap Alira dengan santai menikmati bakso nya,padahal di tempat ini hanya ada 4 kursi saja


Zoya yang geram dengan tingkah Alira yang tidak mau pergi dan nampak santai itu langsung mengambil air meneral yang di bawa oleh Abel kemudian langsung mengguyur wajah Alira.


"Byurrrr,,,,"


"Maksut lo apa?ha?"ucap Alira tetap santai walaupun dia sebenar nya sangat marah


"Makanya kalau di suruh minggir ya minggir,salah lo sendiri si"ucap Zoya dengan senyum kemenangan


"Kan gue udah bilang Kalau lo mau duduk ya duduk aja,nggak harus duduk di kursi kan?duduk di bawah sini kan bisa"ucap Alira menyekak zoya


"Brengsek lo ya,lo kira gue gembel apa yang mau duduk di bawah"ucap Zoya kemudian ingin menyiram Alira lagi tapi Alira langsung berdiri dan menyiram Zoya dengan es jeruk nya sebelum Zoya menyiram Alira.


Aksi itu di kantin itu di lihat oleh banyak siswa kemudian mereka bertepuk tangan atas keberanian Alira,Zoya merasa sangat malu kemudian pergi meninggalkan kantin.


"Tunggu pembalasan gue"ucap Zoya dengan mengancungkan jari tengah sebelum pergi meninggalkan kantin.


"Oke,,gue tunggu"ucap Alira


Alira kembali duduk untuk mengeringkan wajah nya yang di siram oleh Zoya tadi menggunakan tissue.


"Wow,,,,lo emang hebat Al"ucap Dara memberikan dua jempol untuk Alira


"Orang seenak nya kaya gitu harus di berani in kalau nggak ya nanti bisa-bisa ngelunjak kan bahaya"ucap Alira


"Eh Dar,emang siapa si cewek itu?tadi gue juga ketemu dia di lobby gue di tabrak sama dia tapi malah dia yang marah-marah emang gak jelas deh tu anak dan juga gue di suruh minta maaf dengan berlutut di depan nya ya gue ogah lah emang dia siapa "gerutu Alira yang masih mengelap wajah nya dengan tissue.


"Itu cewek pindahan Minggu lalu,kalau nggak salah itu namanya,,,,ah Zoya iya Zoya namanya,kayaknya dia itu di keluarin dari sekolah an sebelumnya gara-gara suka membully deh"jelas Dara


"What?tapi kok bisa ya di terima di sekolah kita"ucap Alira


"Apasih yang gak bisa di lakuin sama konglomerat"ejek Dara


"Ouh jadi dia anak nya konglomerat,pantes an berbuat seenak nya, ternyata sekolah kita mata duitan ya,,,ups!"ucap Alira kemudian menutup mulutnya


"Hahahaha"mereka ber empat tertawa bersama


"Hari ini mapel nya cuma satu kan?"tanya Aldo


Alira mengangguk begitu juga dengan Dara


"Yaudah gue cabut duluan ya"ucap Aldo


"Gue juga"ucap Andi kemudian menyusul Aldo


"Arghh,gue malas pulang"ucap Dara


Dara membuka hp nya dan ingin mengajak Alira bermain permainan Ludo bersama,tapi mata Dara terbelalak karena ada pesan dari mama nya isi pesan tersebut adalah Dara di suruh pulang oleh mama nya untuk menemani mama nya belanja.


"Ngapain si mama gue nyuruh pulang,gue paling nggak suda deh nemenin dia belanja,gimana ya Al?"ucap Dara minta saran sama Alira


"Lo hilang aja ada ekstrakulikuler"ucap Alira


"Oh iya,,,,eh tapi jangan itu alasan nya soalnya mama gue tau kalau ekstrakurikuler nya itu hari Sabtu,arghh gimana ini"ucap Dara gusar


"Dari dulu perasaan kalau gue ngasih lo saran nggak berguna semua deh,Yaudah pulang aja temenin tante Vivi belanja nanti lo nggak di kasih uang jajan loh"ucap Alira


"Ya lo bener,yaudah deh gue pulang aja daripada nanti gue nggak di kasih uang jajan kan bisa berabe"ucap Dara


"Eh tapi kalau lo nggak di kasih uang jajan sama tante Vivi lo minta aja sama om-om pasti di kasih hahahaha"ucap Alira


"Enak aja,tapi kalau gue mau dari dulu gue udah kaya kali ya"ucap Dara ngelantur


"Siapa suruh nggak dari dulu mau"ucap Alira menanggapi ucapan gila Dara


"Masalah nya gue nggak mau sama om-om,bayangin aja udah hihhhh ogah ah"ucap Dara kemudian beranjak dari duduknya


"Udah gue mau pulang duluan,bayyy"pamit Dara


"Hahahaha,hati-hati ya"ucap Alira dengan tawanya


"Dara, Dara"ucap Alira sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Uhhh,gue juga bosen kalau nggak ada teman nya gini,gue cabut aja lah"ucap Alira kemudian bangkit dari duduk nya


"Oh ya kan gue nggak di jemput,yaudah lah naik kendaraan umum aja,udah lumayan lama juga nggak naik kendaraan umum jadi kangen deh"ucap Alira saat berjalan menuju ke luar sekolah


Alira pergi ke halte depan sekolah untuk menunggu bus datang,selang beberapa menit Alira tak sengaja melihat ada ibu nya yang sedang menjemput Dina dengan menggunakan mobil.


"Sekarang kehidupan ibu,ayah,sama Dina sudah berubah ya"ucap Alira dalam hati


Alira juga merasa sedih.


Ibu Alira juga tak sengaja melihat Alira ada di halte


"Eh Din tuh lihat kakak kamu lagi nungguin bus"ucap ibu nya Alira


"Yuk kita samperin"ajak ibu nya Alira


"Ngapain si ma nyamperin anak yang nggak tau diri itu"ucap Dina mengkompori ibunya Alira


"Kok kamu gitu si?"ucap ibu nya Alira


"Mama lupa apa yang di perbuat dia beberapa Minggu yang lalu?"ucap Dina


"Tapi,,,,"ucap ibu nya Alira belum selesai


"Udah ayo samperin ma"ajak Dina


Dina mau nyamperin Alira hanya karena ingin menghina nya, Dina merasa kehidupan nya sudah berubah dan jauh lebih baik dari Alira.