
"Mulut kau,emang gue cewek apaan"ucap Karin
"Ya udah nanti biar Johan yang ngirim semua ini ke rumah lo "ucap Reyhan yang akhir nya menyuruh Johan lagi.
"Okey,kalau gitu gue keluar dulu mau lanjut kerja"ucap Karin kemudian ingin keluar dari ruangan nya Reyhan.
"Nanti malam gue jemput lo jam tujuh"ucap Reyhan sebelum Karin pergi ke luar ruangan
"Hemmm"jawab Karin yang sudah mulai males bicara lagi dengan Reyhan.
"Jangan lupa,awas aja lo sampai lupa"ucap Reyhan memperingati Karin
"Iya iya ah bawel"ucap Karin dengan nada kesal,Karin kali ini benar benar sudah pergi dari ruangan Reyhan dan menuju ke tempat kerja nya lagi.
**~~~~**
Sedangkan Alira kini sudah berada di kafe nya untuk melakukan rekapan pada bulan ini dan mempersiapkan gaji para barista nya.
Alira memotret buku laporan nya kemudian di kirim kan di grup supaya Dara, Aldo dan Andi pada tau penghasilan di bulan ini.
Tadi ponsel Alira yang di bawa Bu Tina di titipkan Bu Tina pada pak Harto ya guys jadi Alira tidak perlu pulang lagi, setelah dari kantor Reyhan Alira langsung minta sama pak Harto untuk di antar kan ke kafe nya dulu.
Setelah selesai semua Alira istirahat sejenak di ruangan nya,sambil melamun dan merenungkan diri.
Tiba tiba Alira teringat pada ibu nya dan juga ayah nya,gimana kabar mereka sekarang begitu lah pikiran Alira saat ini.
"Seandainya gue nggak di usir sama ibu dan ayah,mungkin gue nggak bisa berada di titik ini gue bangga pada diri gue sendiri"ucap Alira yang memang bangga pada diri nya sendiri
"Gue juga sangat bersyukur di pertemukan pada orang yang baik sekali seperti momy Tina dan juga kak Rey,gue janji bakal balas semua kebaikan mereka suatu saat nanti"lanjut Alira
"Apa bener ibu udah nggak sayang lagi sama gue ya,gue nggak pernah tu dapat kabar kalau ibu nyariin gue kek atau apa kek,sebenci itukah ibu pada diri gue padahal gue nggak pernah ngelakuin hal yang membuat mereka kecewa"
"Dengan gampang nya Dina memfitnah gue sampai sampai ibu dan ayah percaya,kalau di pikir pikir gue juga nggak habis pikir deh,huft sudah lah mungkin emang ini takdir gue,gue harus bersyukur dengan keadaan gue yang sekarang ini"ucap Alira lalu membuang nafas nya kasar.
"Gue harus bisa sukses,yah semangat Alira ayo semangat "ucap Alira menyemangati diri nya sendiri.
Setelah Alira selesai dengan semua masalah yang ada di pikiran nya pun langsung menutup mata nya sejenak, merilekskan pikiran dan juga tubuh nya yang merasa bagitu capek dengan kehidupan yang keras ini.
Setelah di rasa baikan Alira langsung bangkit dari tempat duduk nya dan ingin pulang,Alira ingin berendam air dingin di rumah untuk melanjutkan merilekskan tubuh nya yang amat penat ini.
"Lang gue pulang dulu ya,gue nitip ni kafe"ucap Alira sebelum pergi dari kafe senja
"Baik mbak,aman pokok nya mah"jawab Gilang
"Ya udah gue balik dulu ya"ucap Alira berpamitan
"Iya mbak,hati hati"balas Gilang
Saat keluar kafe ternyata ojol yang di pesan Alira tadi sudah sampai,Alira sedikit kaget kenapa bisa cepet sampai nya tapi ya bodo lah buat Alira yang penting dia bisa pulang dan tak sabar untuk segera berendam di rumah.
**~~~~**
Malam kini sudah tiba di sisi lain Reyhan sedang mengendarai mobil nya menuju rumah Karin untuk menjemput nya pergi ke acara nya Arnold.
Beberapa menit kemudian Reyhan sudah sampai tepat di depan rumah Karin, Reyhan langsung turun dari mobil nya dan mengetuk pintu rumah nya Karin.
"Tok,,,tok,,,tok,,,tok,,,tok"suara pintu yang di ketuk oleh Reyhan
"Iya sebentar"jawab seseorang dari dalam
"Eh kak Rey,ayo silahkan masuk dulu kak"ucap Aya yang kebetulan membuka kan pintu untuk Reyhan.
"Lagi dandan kak,paling bentar lagi selesai"jawab Aya yang hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Reyhan.
"Bentar ya kak,Aya bikinin minuman dulu"ucap Aya lalu ingin berdiri untuk membuat kan minuman untuk Reyhan.
"Udah nggak usah kamu duduk aja,kakak sedikit buru buru si tapi kakak mu nggak selesai selesai dandan nya"ucap Reyhan.
"Emang gitu kak kalau sekali nya dandan pasti nggak selesai selesai"timbuh Aya
Beberapa menit kemudian Karin sudah selesai dengan dandanan nya,Karin segera keluar dari kamar nya tadi Aya sudah memberitahu kan bahwa Reyhan sudah datang.
Reyhan yang melihat penampilan Karin seketika bengong, Reyhan terpana dengan kecantikan Karin baru kali ini Reyhan melihat Karin memakai dress dan berdandan.
Apalagi dress yang sekarang di kenakan oleh Karin berwarna merah,itu membuat aura Karin semakin terpancar.
Karin juga menata rambut nya dengan indah tak seperti biasanya yang hanya di kuncir kuda atau di gerai saat pergi ke kantor.
"Ternyata Karin cantik juga"batin Reyhan
"Yuk berangkat"ucap Karin namun tidak ada sautan dari Reyhan karena Reyhan masih bengong.
"Rey?"panggil Karin sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Reyhan
"H-ha?oh ayo"jawab Reyhan ketika tersadar
"Ya,kakak pergi dulu ya semisal kakak nanti sampai jam 10 belum pulang kamu kunci aja pintu nya kakak bawa kunci cadangan kok"ucap Karin pada Aya sebelum pergi.
"Iya kak,kakak hati-hati ya"jawab Aya, kemudian di balas anggukan oleh Karin
Reyhan dan Karin masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah Karin menuju ke tempat acara nya Arnold.
ini visual nya Karin ya gaess
sedangkan ini visual nya Reyhan.
Mereka memakai pakaian yang senada yaitu merah sehingga mereka terlihat seperti pasangan yang romantis.
padahal nyata nya tidak, jangan kan pasangan ketemu aja kaya Tom and Jerry,tapi mereka bisa profesional kalau menyangkut masalah pekerjaan.
bagi Karin ini juga termasuk dalam pekerjaan jadi dia mau tidak mau harus menuruti perkataan Reyhan.
"Jangan lupa kita harus bersikap romantis selayaknya pasangan"ucap Reyhan sebelum turun dari mobil
"Iya iya"jawab Karin
"Awas aja kalau lo nggak bisa bersikap romantis gue potong gaji lo"ucap Reyhan mengancam Karin.
"Main nya ngancem mulu"ucap Karin dengan sangat pelan.
"Gue denger ya"balas Reyhan
"Ha?gue gak ngomong apa apa kok"elak Karin
"Udah ayo cepat turun,ingat harus bersikap romantis"ucap Reyhan sekali lagi mengingat kan Karin untuk bersikap romantis.
tolong di komen ya gess