ALIRA

ALIRA
episode 117



Mama Lena bernafas lega,setidak nya kondisi Alga sudah mulai membaik meskipun belum stabil.Setelah memastikan ruang kamar inap Alira Bu Tina pergi menghampiri mama Lena yang masih di depan ruang operasi.


"Jeng,gimana keadaan Alga"tanya Bu Tina


"Alhamdulillah, Alga kondisi nya sudah membaik tapi belum stabil dia harus kembali ke ruang ICU"jawab mama Lena,lalu Bu Tina memeluk mama Lena untuk memberikan kekuatan pada mama Lena supaya lebih sabar dan tegar.


"Keadaan Alira gimana jeng?"tanya mama elna setelah melepas pelukan nya dengan Bu Tina


"Alira sudah di pindahkan di ruang kamar inap jeng"ucap Bu Tina


"Syukurlah kalau Alira baik baik saja"ucap mama Lena


**~~~~**


Keesok hari nya,,,,,


Bu Tina,mama Lena,papa Hendara dan Reyhan pulang ke rumah untuk mengambil barang barang Alira dan Alga papa Hendara dan Reyhan harus ke kantor hanya Karin saja yang menemani Alira.


Karin menatap wajah Alira yang pucat itu dengan iba,Alira masih belum sadar kan diri "Alira kamu harus kuat ya"ucap Karin memegang tangan Alira.


Tak lama kemudian tangan Alira mulai sedikit gerak mata nya mulai bergerak,Karin yang merasakan tangan Alira yang bergerak langsung antusias berdiri dari duduk nya.


"Al kamu sudah sadar"ucap Karin


"Kak Karin"ucap Alira dengan suara serak nya


"Iya ini kakak, syukurlah kamu sudah sadar"ucap Karin penuh dengan syukur


"Kak, Alga di mana?"tanya Alira teringat dengan Alga


"Aduh aku harus jawab apa ini"batin Karin terdiam


"Kak"panggil Alira ketika Karin tidak menjawab pertanyaan Alira


"Alga di ruang ICU Al"jawab Karin


Alira seketika tubuh Alira langsung bergetar ketakutan kalau Alga akan meninggalkan nya sendirian air mata nya mengalir tanpa aba aba,"kak a-ku mau ke-temu sama al-ga"ucap Alira tercekat,Alira berusaha bangun dari tidur nya.


"Tapi kamu baru sadar Alira,nanti aja ya"bujuk Karin dan berusaha mencegah Alira bangun


"Nggak bisa kak,alira harus temani alga hiks,,,hiks,,,hiks"ucap Alira yang akhir nya tangis nya pecah


"Iya kakak tau,tapi kamu harus sehat dulu biar bisa nemenin Alga nanti"ucap Karin yang masih berusah membujuk Alira


"Hiks,,,hiks,,,hiks"Alira hanya bisa menangis,Karin memeluk Alira untuk menenangkan nya


Beberapa saat kemudian Alira sudah mulai tenang "kak aku mau bertemu Alga sebentar saja"ucap Alira sambil mengahapus kasar air mata nya.


"Baiklah kakak coba bicara sama dokter nya dulu ya,kamu tunggu di sini sebentar"ucap Karin yang akhir nya meng iya kan permintaan Alira,alira mengangguk paham kemudian Karin keluar untuk mencari dokter yang menangani Alira.


Tak butuh waktu lama Karin kembali dengan dokter dan juga suster yang mendorong sebuah kursi roda "dokter tolong bawa saya untuk bertemu suami saya,sebentar saja"ucap Alira ketika melihat dokter yang menghampiri diri nya.


"Baiklah,suster akan mengantar kamu kesana tapi kamu harus tenangin diri kamu dulu"ucap dokter nya,alira sekali lagi hanya mengangguk.


Alira di bantu oleh suster dan dokter untuk duduk di kursi roda lalu suster membawa Alira ke ruang ICU,hati Alira terasa kelu katika melihat kepala Alga berbalut perban dengan wajah yang pucat tubuh nya berbaring lemah tidak sadarkan diri di atas berankar.


Alira hanya bisa menangis tanpa suara,menyesal i semua yang terjadi andai Alira tau akan kejadian seperti ini mungkin Alira tidak akan pergi ke taman hanya untuk makan es krim,tapi Alira juga senang karena waktu itu lah Alga menyatakan perasaan nya pada Alira.


"Ga,gue mohon bangun hiks,,,hiks,,,hiks"ucap Alira yang masih menangis,alga masih tidak bergerak merespon Alira.


"Baiklah kalau lo nggak mau bangun,gue yang akan pergi ninggalin lo"ucap Alira menghapus kasar air mata nya mengancam Alga supaya Alga bangun,namun sang empu masih tak bergeming sederhana pun.


"Hiks,,,, hiks,,, hiks"tangis Alira semakin pecah sampai sesegukan,Alira sudah cukup lama di dalam ruang ICU suster menghampiri Alira untuk kembali ke kamar nya.


"Nona ayo kembali ke kamar"ucap suster sambil memegang gagang kursi roda bersiap untuk mendorong nya


Alira hanya diam saja tidak merespon perkataan suster nya,lalu Alira di bawa keluar dari ruang ICU ternyata di luar ICU sudah ada Bu Tina,mama Lena yang sudah menunggu Alira,tadi Karin sempat mengubungi bu Tina dan juga mama Lena bahwa Alira sudah sadar.


Alira keluar dari ruang ICU dengan mata sembab dan tatapan kosong berusa menerima apa yang terjadi pada diri nya"astaghfirullah Alira"ucap Bu Tina ketika melihat wajah anak nya,Bu Tina segera menghampiri Alira untuk memeluk Alira.


"Hiks,,,hiks,,,hiks, Alga mom ini semua gara gara Alira,coba aja Alira nggak nerima ajakan Alga pasti alga masih baik baik saja"ucap Alira dalam tangis nya,Alira menyalahkan diri nya sendiri.


"Alira kamu nggak boleh begitu,ini semua sudah takdir kamu nggak perlu nyalahin diri kamu sendiri"ucap mama Lena yang ada di samping Alira.


"Hiks,,,hiks,,,hiks Alira nggak sanggup lagi mom, Alir,,,,"ucap Alira tercekat karena mendadak sesak nafas.


"Alira,kamu kenapa sayang, Alira"ucap Bu Tina yang panik karena Alira tiba tiba sesak nafas


"Suster ayo cepat bawa ke kamar nya"ucap Bu Tina yang masih panik,suster langsung mendorong cepat kursi roda Alira menuju ke kamar nya sementara Karin pergi memanggil dokter.


Bu Tina,mama Lena dan juga Karin menunggu di luar kamar Alira dengan keadaan masih panik "ya Allah Alira,semoga kamu nggak kenapa napa nak"ucap Bu Tina mondar mandir.


Setelah itu dokter keluar "gimana keadaan Alira dok?"tanya Bu Tina


"Alira baik baik saja,dia hanya mengalami syok berat sekarang dia lagi tidur biarkan dia istirahat dulu"jawab dokter menjelaskan keadaan Alira.


"Syukurlah kalau alira baik baik saja"ucap Bu Tina bersyukur


"Kita boleh masuk dok?"tanya mama Lena


"Silahkan"ucap dokter mempersilahkan untuk masuk


"Saya belum pernah melihat Alira nangis seperti tadi jeng,saya jadi kasihan sama Alira"ucap Bu Tina sambil memandangi wajah Alira yang terlihat sembab karena manangis.


"Alira pasti kuat kok jeng"ucap mama Lena


-


-


-


-


-


-


maaf kalau ada yang typo ya,mohon di maklumi 🙏


jangan lupa untuk like and komen nya yaa🙏❤️❤️❤️