ALIRA

ALIRA
episode 23



Alira memang seorang author terkenal di dunia pernovelan pengikut nya sudah sekitar satu juta orang dan views nya bisa mencapai 1,0 M per novelnya.


"Em,,,gue kasih uang patungan buat cafe dari hasil nulis novel aja ya"gumam Alira


"Bentar gue cek dulu aja deh saldonya"sambung gumaman Alira


Alira ngecek saldo penghasilan penulis novel dari dia kls 1 SMA ,ternyata sudah cukup banyak untuk patungan buat cafe bersama Dara, Aldo dan Andi.


posisi Alira sekarang berbaring di karpet rumput menatap langit-langit dan menikmati sunset di sore hari,Alira sangat suka memandangi langit-langit ketika sunset sore karena menurutnya itu sangat menenangkan kan pikiran nya dan dapat mengurangi rasa lelahnya.


Alira juga berpikir dunia sangat kejam untuk dirinya yang masih remaja ketika dia teringat saat di usir oleh ibu dan ayahnya dari rumah,hanya karena fitnah dari adiknya.


"Apa gue bales dendam aja ya ke Dina,masa iya si sekarang gue jadi jahat begini,arghhhh pusing gue lama-lama"pikir Alira


Alira menutup mata sejenak dan menarik nafas panjang melalui hidung lalu di buang kasar,Alira merasa sudah cukup lebih baik dari sebelumnya.


Tak lama kemudian Bu Tina datang menyusul Alira di halaman belakang untuk mengajak Alira supaya masuk ke dalam rumah karena hari sudah mulai gelap


"Al,,,ayo masuk ke dalam hari sudah semakin sore dan mulai gelap,nggak baik di luar rumah sendirian"ucap Bu Tina menghampiri Alira


Alira yang mendengar suara Bu Tina pun menoleh ke sumber suara


"Iya Bu sebentar lagi"ucap Alira menatap Bu Tina lalu kembali lagi menatap langit-langit sebelum masuk ke dalam rumah.


Alira berdiri dan langsung masuk ke dalam rumah kemudian pergi ke kamar nya.


Saat ini pukul 19.00 (jam 7 malam)waktu nya makan malam,alarm Alira sudah berbunyi dia sengaja mensetting jam nya di pukul tujuh malam supaya kalau dia ketiduran nanti bisa bangun dengan bunyi alarm nya.


"Hoam,,,,,cepet banget jam tujuh nya perasaan tadi baru lima menit tidur deh"ucap Alira sambil mengucek mata


Alira diam sejenak untuk mengembalikan nyawa-nyawa nya yang berterbangan setelah itu dia langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Setelah selesai mencuci muka Alira langsung turun ke lantai bawah untuk makan malam,ternyata di sana sudah ada Bu Tina dan Reyhan.


"Tumben kak udah stay di meja makan"ucap Alira menarik kursi


"Tumben-tumben,kamu aja yang telat turun"ucap Reyhan sedikit ngegas


"Masa sih, perasaan masih jam tujuh deh"ucap Alira


"Jam pitu batukmu,noh wes jam setengah wolu"ucap Reyhan dengan logat Jawa


Reyhan yang sebagai CEO di perusahaan nya,dia juga sering mendapatkan klien yang berasal dari berbagai daerah.jadi,dia bisa sedikit-sedikit bahasa klien nya mayoritas si klien nya orang Jawa.


"Oh iyo (oh iya)"balas Alira dengan logat Jawa juga


"Loh jebule iso ngomong bahasa jawa to?(loh ternyata bisa ngomong bahasa Jawa ya?)"ucap Reyhan dengan sedikit kaget karena Alira bisa bahasa Jawa


"Yo iso no,Alira gitu loh(ya bisa dong, Alira gitu loh)"jawab Alira


"Kalian ini ngomong apa sih?"tanya Bu Tina dengan bingung karena hanya Bu Tina sendiri yang tidak bisa bahasa Jawa


"Rahasiaaaa"jawab Reyhan


"Ya terserah kalian lah,ayo cepat makan keburu dingin nanti makanan nya"ajak Bu Tina


Reyhan dan Alira mengambil piring,nasi,lauk pauk lalu makan dengan tenang hanya ada suara sendok saja yang terdengar.


Setelah selesai makan malam di lanjut dengan mengobrol di ruang keluarga dan menonton tv bersama.


"Al nanti kamu kuliah mau ambil jurusan apa?"tanya Bu Tina


Alira yang kaget dengan pertanyaan Bu Tina mengenai per kuliahan langsung sedikit Tremor menjawab nya,masalah nya dia masih nggak enak jika di biaya i kuliah karena biaya kuliah itu tidak sedikit.


"I-tu Bu,,,,,a-anu"jawab Alira Tremor


"Anu apa Al?"potong Bu Tina


"Alira nggak usah kuliah,langsung kerja aja Bu"jawab Alira menundukkan kkepala sedikit takut dengan reaksi Bu Tina,kali ini dia benar-benar tidak enak dengan Bu Tina.


"Nggak boleh,kamu harus kuliah"ucap Bu Tina


"Tapi Bu,,,,"ucap Alira


"Tapi apa Al?ayo katakan sama ibu,nggak papa,nggak usah takut sama ibu,ibu kan nggak gigit"potong Bu Tina bisa-bisa nya masih ngelawak ya guys.


"Alira masih nggak enak sama ibu, Alira bahkan sudah sangat bersyukur karena sekarang Alira bisa menjadi putri ibu, Alira nggak mau minta lebih"jawab Alira yang masih menunduk kan kepala


"Nggak enak gimana?kan sekarang kamu sudah menjadi putri ibu kan?,sudah seharusnya ibu menyekolahkan mu sampai selesai, walaupun kamu bukan darah daging ibu tetap saja kamu itu putri ibu"ucap Bu Tina panjang lebar


"Hiks,,,,hiks,,,,hiks,,,,Alira sangat beruntung di pertemukan dengan ibu dan bisa menjadi putri ibu"ucap Alira yang malah menangis haru dan langsung memeluk Bu Tina


"Ibu juga sangat beruntung bisa mempunyai Putri seperti kamu"ucap Bu Tina


Kini mereka berpelukan, Reyhan yang melihat Bu Tina dan Alira berpelukan menjadi bingung pasalnya saat Bu Tina dan Alira mengobrol Reyhan memang tidak ada di situ karena dia pergi ke dapur untuk mengambil jadi dia tidak tau apa-apa minuman dingin di kulkas.


"Ada apa nih?kok peluk-pelukan,biasa kalau peluk-pelukan Reyhan nggak pernah di ajak"ucap Reyhan meletakkan minuman dingin yang baru saja di ambilnya tadi di atas meja kemudian dia duduk di samping Alira.


Sedangkan Alira masih memeluk Bu Tina dan menyembunyikan wajah nya,karena dia malu tadi kan habis menangis.