
"Makasih suster cantik"ucap Alira
"Sama-sama cantik, yaudah saya permisi dulu ya,jangan lupa jaga kesehatan nya jangan sampai datang lagi ke sini jadi pasien"ucap suster nya
"Kenapa nggak boleh?"tanya Alira
"Kamu aneh,hahahaha dadah"ucap Suster menertawakan Alira kemudian langsung menutup pintu dan pergi
"Masa aku aneh si? suster itu yang aneh"tanya Alira pada dirinya sendiri,Tak lama kemudian Bu Tina datang.
"Sayang,,,,kok administrasi nya sudah di lunasin semua,kamu yang nge lunasin?"tanya Bu Tina
"Nggak"ucap Alira menggeleng
"Alira kan di sini Bu,nggak kemana-mana"sambung Alira karena memang Alira merasa tidak melunasi administrasi nya
"Terus siapa dong?"tanya Bu Tina
"Alira juga nggak tau Bu"jawab Alira yang memang benar-benar tidak tahu,mereka berdua berpikir keras siapa yang melunasi administrasi nya,dan yah mereka menemukan siapa orang nya.
"Orang misterius"ucap mereka bersama an,mereka berpikir kalau yang bawa Alira ke rumah sakit adalah orang misterius tadi mungkin yang melunasi nya juga orang misterius.
"Dahlah Bu,Alira malah pusing ayo pulang saja"ucap Alira yang tidak mau berpikir tentang orang misterius itu.
"Yaudah ayo,kamu bisa jalan kan?"tanya Bu Tina yang tidak yakin dengan kondisi nya Alira.
"Bisa kok,ibu tenang aja"jawab Alira kemudian Alira berdiri dan bersiap-siap untuk jalan.
"Ayo Bu"sambung Alira kemudian mereka pergi meninggalkan rumah sakit Harapan Kita,mereka di jemput oleh sopir pribadi nya.
**
Sopir nya bernama pak Harto dan bibi nya bernama bi nimah yya guys,maaf baru ngasih tau sekarang heheheh
**
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Bu Tina,mereka sampai di rumah hampir magrib.Alira di antar Bu Tina menuju ke kamar nya yang ada di lantai atas setelah mengantar Alira,Bu Tina juga langsung pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri.
Setelah Bu Tina membersihkan diri dan melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim,kemudian pergi ke dapur untuk memasak makan malam yang di bantu oleh Bi Nimah.
**
Sedangkan di sisi lain Reyhan yang baru selesai dengan pekerjaan nya di kantor,dia langsung pulang,tapi sebelum pulang Reyhan harus membeli makan malam untuk Karin dan adiknya.sudah rutinitas Reyhan membelikan makan malam setelah Reyhan pulang dari kantor semenjak Karin menjadi korban tabrak lari,Karin juga lagi di masa penyembuhan lukanya yang ada di tangan dan juga kakinya.
Setelah mendapat kan makan malam nya Reyhan langsung menuju ke rumah Karin.
"Tok,,,,tok,,,, tok,,,,"suara pintu di ketuk
"Assalamualaikum "Reyhan mengucap salam
"Iya sebentar"ucap Aya dari dalam rumah
"Eh kak Reyhan,silahkan masuk kak"ucap Aya yang mempersilahkan Reyhan masuk ke dalam rumah.
Reyhan langsung masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
"Sebentar ya kak,saya panggil kan kak Karin"ucap Aya menyuruh Reyhan menunggu nya sebentar,Reyhan hanya mengangguk kemudian Aya pergi memanggil Karin.
"Kak,di luar ada kak Reyhan"ucap Aya begitu masuk ke dalam kamar Karin.
Karin yang sedang mengoles salep di lukanya pun menoleh pada Aya,
"Baru saja,cepat Kaka temuin sana gih"ucap Aya menyuruh Karin cepat-cepat menemui Reyhan karena Aya nggak enak jika Reyhan menunggu lama.
"Iya,iya ah"ucap Karin kemudian langsung menutup salepnya dan menaruhnya di meja,lalu pergi keluar kamar untuk menemui Reyhan.
"Lama nunggu nya?"tanya Karin basa basi kemudian duduk di samping Reyhan
"Nggak lama,baru satu abad"ucap Reyhan yang sedikit kesal dengan basa basi nya Karin.
"Hehehehe"ucap Karin dengan cengengesan.
"Nih gue bawain makan malam,harus di makan sebelum tidur tidak ada lagi ada alasan ketiduran pokok nya harus di makan"ucap Reyhan dengan penuh penekaan,sebab pernah waktu itu Reyhan membelikan makan malam tapi tidak di makan oleh Karin dengan alasan ketiduran,karena Reyhan tipe orang yang tidak suka membuang-buang makanan, meskipun sudah basi pasti Reyhan berikan pada ayam nya.
"Iya,iya bawel lo"ucap Karin pasrah dan tidak mau debat dengan Reyhan
"Yaudah gue pulang dulu,mau istirahat capek,kamu juga harus istirahat"ucap Reyhan yang mau pulang karena badannya memang benar-benar pegal-pegal semua
"Gue seharian juga di rumah,lo suruh istirahat mulu,capek juga gue tiduran di rumah terus"protes Karin
"Kan lo lagi sakit kar,ya gue suruh lo istirahat lah"ucap Reyhan yang membela dirinya sendiri
"Gue sakit nya juga nggak parah kok"ucap Karin ngenyel,mereka sudah mulai berdebat,memang tiada hari tanpa berdebat jika mereka saling bertemu.
"Tetep aja lo sakit"ucap Reyhan yang keras kepala bilang kalau Karin sakit
"Ya,ya,ya sudah sana pulang udah malem"ucap Karin menyuruh Reyhan pulang
"Lo ngusir gue?"ucap Reyhan yang menganggap bahwa Karin mengusir nya
"Astagfirullah,lo mau nya pa sih?"ucap Karin yang kesal dengan Reyhan.
"Ya gue pulang"ucap Reyhan yang akhirnya mengatakan pulang sebelum ada singa yang mengamuk
"Nanti sampai rumah berendam air hangat di tambah garam sedikit ya, setidak nya bisa mengurangi rasa pegal-pegal nya"ucap Karin menyarankan Reyhan untuk berendam air hangat,karena air hangat yang di campur dengan sedikit garam bisa mengurangi rasa pegal-pegal di badan.
"Siap bos"ucap Reyhan sambil memberi hormat pada Karin,Karin mengantar Reyhan sampai ke depan
"Hati-hati,awas kalau ngebut-ngebut"ucap Karin mengawasi,karena Reyhan kalau naik mobil suka mengebut,Reyhan pergi meninggalkan rumah Karin.
**
Beberapa menit kemudian Reyhan sudah sampai di rumah,Reyhan langsung memarkirkan mobil nya di garansi,Reyhan langsung masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum"ucap Reyhan salam ketika memasuki rumah
"Waalaikumsalam"jawab Bu Tina,kebetulan Bu Tina lagi di ruang tamu setelah memasak makan malam tadi,Bu Tina memang menunggu Reyhan pulang supaya nanti bisa makan malam bersama.
"Loh tumben tuh anak nggak kelihatan batang hidung nya Bu"ucap Reyhan lalu duduk di samping Bu Tina dan menyalam i nya.
"Alira lagi di kamar istirahat kamu nggak usah ganggu,tadi dia habis keluar dari rumah sakit"ucap Bu Tina memberitahu Reyhan
"Ha? Alira tadi di rumah sakit?kok nggak ada yang bilang sama Rey si"ucap Reyhan dengan sangat kaget,pasalnya tidak ada yang memberi tahu nya.
"Iya tadi pagi habis pulang sekolah dia ketemu sama ibu kandung nya,katanya dia sangat merindukan ibu nya dan langsung ingin memeluk nya tapi keadaan tidak mendukung nya.Jadi Alira melampiaskan nya dengan menangis dan hujan-hujanan,dan akhirnya dia pingsan di pinggir jalan kemudian ada seseorang yang menolong Alira dan membawa nya ke rumah sakit,di lunasin semua administrasi nya pula"jelas Bu Tina panjang lebar pada Reyhan
"Siapa Bu orang nya?"tanya Reyhan penasaran,kenapa sampai melunasi administrasi nya segala.
"Ibu juga nggak tau,tadi si Alira menelpon nya tapi saat Alira tanya nama nya siapa malah langsung di matiin sambungan telepon nya"jawab Bu Tina,hingga sekarang pun Bu Tina masih kepikiran dengan orang misterius itu.