ALIRA

ALIRA
episode 65



"Baiklah saya rasa pertemuan hari ini kita akhiri saja,besok kalian sudah bisa mulai kelas sesuai jadwal nya sekian dari saya selamat pagi"ucap Alga kemudian pergi dari panggung.


"Alga,kok lo nggak bales sapaan Maba tadi si wah lo kurang ramah ni"ucap Tania


"Lo kan tau gue gk suka dengan sifat sok ramah,udan untung ya tadi gue bisa berusaha bersifat ramah"jawab Alga


"Iya itu di awal doang"balas Tania


"Bodo amat"ucap Alga kemudian pergi meninggalkan Tania


"Baru kalau ini ketua BEM kaya gini,heran gue kenapa tu anak bisa kepilih ya jadi ketua BEM"gerutu Tania.


**~~~~**


Johan sudah di lantai dasar tempat Karin bekerja.


"Kar,kamu di panggil sama pak Reyhan untuk keruangan nya sekarang juga ya"ucap Johan pada Karin


"Baiklah pak,saya akan segera ke sana"jawab Karin


"Segera ya"ucap Johan sebelum pergi meninggalkan Karin


"Baik pak"balas Karin


"Ada apa kar?lo bikin masalah apa sampai sampai di panggil sama pak Rey?"tanya Bella yang kebetulan Karin lagi bersama Bella.


"Gue juga nggak tau Bell, perasaan gue nggak bikin masalah apa apa deh"jawab Karin.


"Ya udah kamu cepat kesana,temuin pak Rey nanti kalau nggak cepat cepat kesana bisa tambah berabe deh"ucap Bella menyuruh Karin cepat pergi menemui Reyhan.


"Iya iya ah"balas Karin kemudian bangkit dari duduk nya dan pergi ke lantai atas untuk menemui Reyhan.


"Ada apa sih Reyhan panggil gue segala,perasaan gue malah jadi nggak enak"ucap Karin saat berada di dalam lift.


"Ting"Lift yang di tumpangi Karin sudah sampai di lantai paling atas tempat ruangan Reyhan berada.


Karin buru buru pergi ke ruang Reyhan dia juga penasaran Kenapa Reyhan memanggil nya padahal Karin tidak melakukan kesalahan.


"Tok,,,tok,,,tok"suara pintu yang di ketuk Karin


"Iya masuk"suara Reyhan dari dalam,Karin membuka pintu dan segera masuk ke dalam


"Ada apa bapak panggil saya?"tanya Karin dengan nada bicara formal


"Saya mau minta tolong sama kamu"ucap Reyhan yang masih sibuk dengan laptop nya


"Minta tolong apa pak?"tanya Karin penasaran


"Nggak usah formal gitu ah bicara nya,aneh tau"ucap Reyhan


"Ini jam kerja pak"balas Karin


"Di sini siapa bos nya?saya kan?ya udah nurut apa kata bos kalau di suruh bicara santai ya santai aja nggak usah formal formal"ucap Reyhan dengan sedikit kesal.


"Hem ya udah nurut,lo mau minta tolong apa?"tanya Karin sambil duduk di sofa.


"Lo mau nggak jadi pasangan gue buat ke acara pembukaan perusahaan?"ucap Reyhan


"Nggak ah,kan masih banyak yang lain kenapa harus gue"tolak Karin


"Lo mau nggak mau ya harus mau karena ini perintah bos"ucap Reyhan yang sedikit memaksa


"Mentang mentang bos jadi seenaknya ngatur karyawan nya"nyinyir Karin dengan suara pelan yang nyaris hampir tak terdengar namun Reyhan tetap mendengar nya.


"Lo tadi bilang apa?"tanya Reyhan yang mendengar nyinyir an karin


"Nggak tadi gue bilang,,,,em anu itu loh gue mau kok dengan senang hati"ucap Karin panik kemudian tersenyum masam.


"Nah gitu dong baru karyawan yang baik"ucap Reyhan kemudian mengelus pucuk rambut Karin.


"Udah nggak usah pegang pegang,gue tau kok kalau gue itu orang baik"ucap Karin ketika Reyhan mengelus pucuk rambut Karin.


"Sorry reflek"ucap Reyhan yang malu dengan perilaku nya


"Baru aja di puji udah melayang aja hati hati ntar jatuh,sakit"ucap Reyhan membalas ucapan Karin yang menurut nya kepedean.


"Biarin"ucap Karin acuh


"Udah kan?nggak ada yang mau di bicara kan lagi,kalau gitu gue keluar dulu byee"ucap Karin kemudian beranjak dari tempat duduk nya dan ingin pergi dari ruangan Reyhan.


"Dasar Karyawan nggak sopan"ucap Reyhan


"Baiklah pak Reyhan Putra Dewata saya permisi dulu"ucap Karin yang mendengar ucapan Reyhan yang mengatai nya kalau ia karyawan tidak sopan.


"Dasar atasan nggak tau diri,terpaksa deh gue harus mau jadi pasangan nya"gerutu Karin serah keluar dari ruangan Reyhan.


"Teman kantor jangan sampai ada yang tau tentang gue yang akan jadi pasangan Reyhan di acara nanti,semoga pas acara nggak ada teman satu kantor yang dateng kalau beneran ada dan ketemu gue dengan Reyhan bisa jadi berabe deh urusan nya,pasti gue di introgasi banyak orang dih ogah banget"gerutu Karin sepanjang lift yang membawa nya untuk turun ke bawah.


Karin sudah sampai di lantai dasar dia kembali lagi ke ruangan nya,ternyata Bella masih menunggu Karin di ruangan nya Karin.


"Loh bell,lo ngapain masih di sini?"tanya Karin begitu masuk ke ruangan yang masih mendapat i Bella yang duduk di kursi nya Karin.


"Gue nunggu lo lah,ya tadi lo di apain sama pak Rey?"tanya Bella


"Di apain apanya?"ucap Karin malah balik bertanya


"Itu,,,,"


"Udah nggak usah berpikir an yang aneh aneh"ucap aktin memotong pembicaraan Bella


"Apasih kar,orang gue cuma nanya tadi kenapa kamu di panggil sama pak Rey udah itu doang"ucap Bella kesal pada Karin yang menuduh nya berpikiran yang aneh aneh.


"Ohh,,,,ya maap,tadi itu pak Rey mau minta tolong jelasin proposal kemarin yang gue kerjain"ucap Karin ngasal.


"Oooo,,,"ucap Bella sambil menganggukkan kepala


"Tapi nggak biasanya pak Rey minta tolong buat ngejelasin"lanjut Bella


"Udah ah nggak tau lagi bell, jangan banyak tanya inti nya gitu udah sana kembali ke meja lo ini waktu nya kerja Bella"ucap Karin yang mulai kesal dengan pertanyaan Bella


"Iya iya si paling rajin kerja"ucap Bella menyindir Karin kemudian berlari pergi dari ruangan Karin,Karin hanya melihat nya dengan kesal.


**~~~~**


Sekarang Alira dan Dara lagi singgah di kafe nya,karena memang kafe nya dekat dengan kampus.


Dan karena itu lah salah satu Alira memilih untuk kuliah di kampus yang dekat dengan kafe nya.


Alira dan Dara kalau ingin datang ke kafe nya lebih suka duduk di kursi pengunjung dari pada tempat yang sudah di sediakan untuk para owner nya.


"Dar lo tunggu di sini dulu gue mau ke ruangan untuk ngambil buku keuangan"ucap Alira lalu di balas anggukan oleh Dara kemudian Alira beranjak dari tempat duduk nya untuk pergi ke ruangan nya mengambil buku keuangan.


Ya Alira lah yang memegang buku keuangan,tentang pemasukan,pengeluaran,tabungan dan juga keuntungan.


Uang keuntungan nya sementara untuk membayar kekurangan baiaya renovasi dan juga meng gaji para barista.


"Al bilang sama Gilang buat bikinin es cappucino ya"ucap Dara ketika Alira ingin turun ke bawah.


"Ya"jawab Alira


Alira menuruni tangga sebelum dia pergi ke ruangan nya Alira harus pergi menemui Gilang untuk di buat kan minum untuk Dara dan diri nya.


"Lang,tolong bikini capuccino satu matcha satu ya"ucap Alira pada Gilang


"Ice or hot mbak?"tanya Gilang


"Ice"jawab Alira


"Gue tinggal ke dalam dulu ya,semisal udah selesai tolong ater in ke Dara aja,tuh dia lagi di atas"sambil nunjuk dara yang ada di lantai atas


"Baik mbak,tapi ini lumayan rame mbak antrian nya kalau saya bikinin nanti nggak papa kan mbak?"tanya Gilang sedikit nggak enak.


"Iya nggak papa Lang sans lah,lo layanin pelanggan dulu aja nanti gue bisa bikin sendiri kok kalau nunggu lo kelamaan"ucap Alira


"Maaf ya mbak"ucap Gilang


"Udah gak papa nggak usah minta maaf,gue malah seneng ni kafe tambah rame"balas Alira


"Iya mbak ini semakin rame pengunjung"ucap Gilang


"Ya udah gue ke dalam dulu ya"pamit Alira untuk pergi ke dalam


"Iya mbak"ucap Gilang


Alira langsung pergi ke ruangan nya untuk mengambil buku keuangan nya stelah dapat Alira langsung kembali menghampiri Dara.


"Dar,kafe kita semakin rame nih gimana kalau kita merekrut waiter atau waiters?"ucap Alira meminta persetujuan dari Dara.


"Iya Al,gue lihat ni kafe juga semakin hari semakin rame"jawab Dara


"Kalau lo mau merekrut waiter atau waiters gue si fine fine aja,tapi lo juga harus ngabarin si dua kunyuk itu secara ini kan kafe kita ber empat,supaya nanti di antara kita nggak ada konflik"ucap Dara memberi nasehat


"Tumben otak lo bisa bijak Dar"ucap Alira


"Siapa dulu gue gitu loh"balas Dara membanggakan diri nya sendiri