ZAF

ZAF
Bagian 15- Wafer atau Baper?



Pagi suntuk, matahari mungkin lelah menampakkan sinarnya hingga suasana jadi terasa muram. Seperti rutinitas biasanya, Zigo berjalan di koridor sambil menguap-nguap. Tudung jaketnya menutup wajah, anak itu mendelik ke arah tongkrongan cewek IPS yang ributnya bisa ngalahin orang berebut nasi maulid.


Sejenak Zigo terkejut, dia nyaris menubruk seseorang. Cewek berambut sepinggang itu menghindar cepat tapi malah terpeleset.


"Eh, lo gak apa?" cemas Zigo segera berjongkok membantu cewek itu.


Deg.


Kata-katanya habis di ujung mulut. Zigo terdiam tanpa berpaling menatapnya. Aurel membulatkan bola matanya takut, seperti tahu ia akan berhadapan langsung dengan Zigo.


Zigo berdiri, dia menggaruk tengkuknya kasar.


"Sorry," tandasnya kembali berjalan. Aurel segera bangun seraya menggapai lengan cowok itu.


"Igo!"


Hati Zigo berdenyut perih. Nama panggilan itu membuatnya kesal. "Gue bukan Igo lu lagi. Rel, lepasin gue."


Perlahan-lahan cengkraman di lengan Zigo mengendur. Cewek itu menunduk membuat anak rambutnya berurai di pundaknya.


"Igo... Gue minta maaf.."


Keramaian koridor membuat Aurel beberapa kali ditubruk, ia tetap memegang lengan Zigo walaupun cowok itu berusaha melepas.


"Gue sibuk. Urusin aja doi lu sana."


Derap kakinya bergerak cepat, membelah keramaian yang berasal dari celotehan cewek dan teriakan cowok yang tengah berlarian lasak. Pelupuk mata Aurel menghangat, menatapi punggung Zigo yang tertutup jaket hitam lusuh miliknya.


"Seandainya gue gak ninggalin lo waktu itu.. Go, gue kangen canda tawa lo."


Pintu kayu terdobrak brutal, Zigo muncul di sana dengan wajah kesal. Anak-anak juga pada gak peduli mau itu pintu copot atau enggak, paling nanti kalau disuruh benerin mereka tinggal maksa Zigo nyopot pintu ruang kepsek.


"Eh monyong, coba sini lu!"


"Em? Apa?" ketusnya. Ia mengambil asal kursi dan duduk berhadapan dengan Julio.


"Menurut lu yg tipe cowok idamannya cewek tomboi itu kek mana?"


"Yang pasti gak kaya elu!" gas Zigo gak tanggung-tanggung. Julio auto mewek di bawah lantai. Melihatnya Gavin yang hatinya hello kitty similikity gak tega. Dielusnya punggung Julio menguatkan.


"Dia lagi nanya-nanya tentang Farad, Gong."


"Kenal aja gue kagak! Kalau lu tanya tipe cowok idaman si Medi gue tau!"


"Kek mana?" sekarang David menimbrungi.


"Kek elu, monyoooooong.."


"Bangke laknatullah kau Gong!!" seru David memasang wajah dongkol plus sewot.


Zigo terdiam, suasana hatinya semakin buruk. Menyadari itu Gavin segera menengahi.


"Udah jangan ganggu dia mulu, diamukin bisa beres nyawa lu."


Gavin membuang pandangan ke luar jendela, David memilih kembali ke bangkunya buat tidur.


Zigo menatap Julio.


Julio mengibaskan tangan sambil membuang muka.


"Hmph!"


"Jijik ******!"


"Gak da otak!"


"Lo pengen deket kaga sama Farad?" tanya Zigo membuat Julio antusias, khas seorang Julio, setiap ia tertarik membahas sesuatu matanya akan melotot bergerak liar tak keruan ke sana kemari.


"Seriusan lu? Gimana?" Anak itu berkata sambil memajukan kursinya tanpa berpaling.


"Ke bengkel Ling.."


"Buat bengkel muka lu, sapa tau bakal ganteng!"


"ANAK ANJENG TAK BEROTAK!!"


"HAHAHA!!"


Zigo berlarian lunggang-langgung dikejar Julio. Anak itu ngamuk sejadi-jadinya, kalau pakai efek film sih, mata Julio bakal jadi kemerahan dengan efek sinar laser serta otot berurat besar yang bisa ngebuat Hulk pun berkecil hati.


Wahyu masuk ke kelas lalu menahan lari Zigo. "Gong, lu ke lapangan sana gih! Gak denger anak OSIS baru dipanggil ke sana?"


"Ribet ah!" keluh Zigo mengacak rambutnya frustrasi. Julio berhenti mengejar, ia menjitak kepala Zigo penuh dendam. Zigo hanya bisa membalas dengan umpatan. Cowok itu melenggang pergi dari kelas, tiba di lapangan ternyata sudah ramai anak kelas satu yang ngumpul. Rata-rata sih mukanya pada alim semua. Zigo merasa tersesat.


"Wajah kampret kek gue bisa nyatu kagak sih sama mereka? Ini nih yang gue gak demen." Zigo bergumam kecil, dia memilih barisan terakhir.


"Nyadar muka lo kek kampret?"


Zigo menoleh. "Ck! Elu lagi Ka!"


"Kenapa? Gak suka?"


"Heleh," Zigo mencebik. Fika meniup poninya beberapa kali, udara panas membakar kepala mereka.


Alex datang didampingi waketos untuk menerangkan kepada anggota baru OSIS tentang visi dan misi mereka dan ide-ide inovatif yang akan dijalankan satu tahun ke depan.


Mereka digiring ke sebuah ruangan putih dengan desain yang benar-benar elit. Katanya bakal ada rapat. Seumur-umur Zigo hidup baru hari ini dia kenal sama yang namanya rapat. Yang dia tahu sih cuma repet. Iya, merepet.


****


"Gak sempat jajan kan gue!" omel Zigo setelah keluar ruangan, cuma buat denger ocehan gak jelas gitu dia sampai kehilangan waktu istirahat. Fika yang di sampingnya mendengus kecil.


"Yaudah jajan sana."


"Udah abis duluan palingan," celanya lagi. Zigo berjalan di depan sambil mengacak rambut. Jam pelajaran sudah dimulai sejak tadi.


"Go," panggil Fika ragu-ragu. Cewek itu antara takut dan malu, Zigo melirik tepat di iris kelabunya.


"Kenapa?" tanya Zigo.


"Gue punya wafer.. lo laper kan?"


Terdiam. Zigo terpaku. Beneran gak salah dengar dia nih?


"G-gue cuma mau balas budi karena lo udah nganterin gue pas hujan itu!" Fika membuang mukanya menatap ke arah lain, ia meremas jarinya kalut dengan rasa gengsi menjadi-jadi.


"Pfft..."


Fika mendelik secepat kilat.


"Gue gak butuh kata terima kasih lo, Ka. Udah ya, gue mau balik ke kelas."


Diam-diam pipi Fika bersemu merah. Apa salahnya sih nawarin wafer cokelat ke cowok? Lagian kan niatan Fika baik, apa si tuyul berambut merah itu lagi sok jaim?


Fika terpaku dengan pikiran yang sibuk menerka-nerka.


"Gak jadi deh, gue laper beut nih, buat gue ya wafernya!" Zigo mencomot wafer cokelat itu cepat, lalu lari pontang-panting sebelum si leopard mengamuk.


"Ish... ZIGO KAMPRET!"


"HAHAHAHAH!!!" tertawaan ngakak anak itu terdengar menyebalkan, namun belakangan jadi sangat mendebarkan.


Fika tahu ia salah memberi wafer ke cowok tengil macam Zigo. Atau lebih dari wafer? Perhatian misalnya.


***


crazy up kan gw😂mksi bnyk buat yg dah komen dan like, gw seneng banget klo klian mau ninggalin jejak aplgi berkomentar yg bikin gw ngakak dan semangat🔥


arigatou, see u next