Yesseh: Y System'S Core

Yesseh: Y System'S Core
18F5425414.481811



"Biarkan aku mematahkan lehernya."


Aku mendengar Yesseh marah dan Bang Yohan sedang menahan amarahnya. Aku co consciousness sangat jauh di belakang jadi hanya mampu mendengar mereka.


"Sembilan menit."


Bang Yohan tahu Yesseh tak suka dihentikan, jadi dia menantangnya menyelesaikan itu dalam sembilan menit. Masalahnya, sembilan menit terlalu lama untuk bermain-main dengan nyawa orang lain.


Pertanyaanku adalah mereka sedang ada di mana. Setidaknya Bang Yohan bersama Yesseh, jadi dia akan menghentikannya. Sembilan menit hanyalah pengalihan isu.


Sayang sekali aku tak bisa ikut melihat adegan baku hantam. Live action. Aku merasa jidat ini terpukul, dan tendangan Yesseh jadi dua kali lebih kuat. Kurasa Bang Yohan marah karena adeknya terpukul dan ikut menendangnya juga. Mereka co-fronting. Aku merasakan tangan ini berhasil menjerat sesuatu, "apa Yesseh berhasil mendapatkan lehernya?" batinku.


"Sembilan menit abis, Yes."


Yesseh tak melepaskan jeratannya.


"CCTV!" Bang Yohan menghempaskan adeknya.


"Gak ada."


Yesseh punya kebiasaan memeriksa sudut-sudut setiap dia masuk ke dalam suatu tempat.


"Kamera tersembunyi."


Aku tertawa mendengar Bang Yohan masih berusaha menghentikannya. Setidaknya dia berhasil membuat Yesseh lupa dengan orang yang lehernya dia incar tadi. Yesseh kesal karena tahu Bang Yohan sengaja mengalihkan perhatiannya. Mana ada kamera tersembunyi di tempat yang tidak menyimpan benda berharga. Bahkan nyawa seseorang yang berani mengganggunya pun tidak berharga bagi gadis yang sangat tempramental ini.


Karena dia sangat marah, kusimpulkan orang itu mungkin mengganggu abangnya. Yesseh biasanya sedikit mentoleransi kalau itu tentang dirinya.


Tadi aku merasakan dia menarik benda dengan permukaan yang pipih, berarti Bang Yohan yang fronting dan main ke luar. Yesseh biasanya membawa sesuatu yang lain yang selalu dia selipkan di pengait ikat pinggangnya, sedangkan tadi dia langsung menggunakan ikat pinggang.


Aku mendengar suara seseorang berteriak. "YES!"


Dia memanggil Yesseh. Entah Yesseh atau aku yang sedang dipanggilnya.


"Bang?"


"Telat, Reyn." Bang Yohan terkekeh.


Ada langkah dua orang lari yang berlari.


Aku mendengar suara Bang Rudra yang protes.


Bang Reyndra meminta maaf karena meninggalkan Bang Rudra dan Kayana.


"Jidatmu luka, Bang."


Pantas Bang Yohan ikut marah tadinya, ternyata dia berhasil melukai tubuh ini. Aku mendengar bunyi plastik.


"Tadi kami lama karena beli ini."


Bang Yohan menerimanya.


"Untuk Yessi."


Aku benar-benar bisa terhubung lagi dengan dunia luar saat sore hari. Aku melihat plastik yang berisi es tebu. Aku memfotonya dan mengirimkan pesan pribadi ke nomor Bang Reyndra dan mengucapkan terima kasih.


"Sama-sama."


Kebetulan dia yang fronting jadi aku bertanya tadi mereka ada di mana. Ternyata mereka ada di tempat skate. Wajar, Bang Yohan memang menyukai skate. Ternyata mereka memang bermain dengan Bang Yohan.


"Kenapa ninggalin Bang Yohan sendirian?"


Sebenarnya itu bukan masalah.


"Kami tidak tahu kalau Yesseh akan berkelahi." Dia menjelaskan kalau Bang Yohan merasa pusing makanya mereka bertiga keluar membeli minum. Kebetulan antri lama karena membeli es tebu untukku.


Sepertinya ada orang nakal dan jahil yang mengganggu abangnya. Makanya Yesseh sangat marah. Hanya Yesseh yang boleh mengganggu Bang Yohan. Bang Reyndra bertanya sebenarnya Yesseh itu kenapa.


"Mungkin dia lagi PMS." Aku sengaja tidak menceritakan apapun tentang ini karena kami juga tidak tahu dia itu kenapa. Apa alasan di balik sifat yang sangat tempramentalnya itu.


Akhir-akhir ini pengendalian emosi Yesseh semakin memburuk. Makanya dia tak pernah suka kontak dengan orang asing. Kalau begini terus, bagaimana dia bisa keluar kastil es yang dia bangun sendiri.


Aku menyedot es tebu pemberian Bang Reyndra sambil melihat video Yesseh di Tiktok. Aku membuka kolom komentar dan melihat akun dengan username 18F5425414.481811.


Komentar dari akun itu selalu mencuri perhatianku, padahal komentarnya tidak ada yang aneh juga tidak terkesan genit sama sekali. Hanya menyarankan Yesseh membuat video di detik sekian atau menit sekian dari lagu yang sama yang menjadi backsound videonya. Dari caranya mengetik, aku yakin pemilik akun tanpa profil itu adalah laki-laki. Aku selalu merasa sedang berebut Yesseh dengannya.


Kemampuan stalking wanita yang digadang-gadang bisa mengalahkan agen FBI pun menjadi tidak berguna saat aku mencoba menstalking akun yang kosong ini.