Winwin

Winwin
“Cinta Dalam Diam"



🌼 Bagian Yeri~


Memilih untuk diam, memperhatikan dari kejauhan, bahkan mendoakan dalam diam-diam. Namun bukan berarti aku sudah tak menyukaimu lagi.


Hati ini terbakar ketika sering melihat Jefry dengan Kekasihnya itu, tapi aku juga tak memiliki hak untuk cemburu padanya.


"Jadi ... siapa kah aku ini? Aku adalah orang yang sedang patah hati kepada seseorang yang belum sempat aku miliki."


Sebelum mengetahui Jefry sedang menjalin kasih dengan seseorang, aku sempat berimajinasi kami akan berpacaran dan bahagia bersama. Tetapi itu hanya salah satu fatamorgana yang tak bisa ku wujudkan dan dia hanya ilusi yang tak bisa ku kejar.


Jennie yang tak tahu bahwa harapanku telah sirna masih terus menggoda agar aku segera menyatakan perasaan kepada pria itu.


“Sudah bilang belum?” tanya Jennie padaku.


Willy ikut-ikutan bertanya penasaran, “Bilang apa?”


“Dia suka sama orang,” tutur Jennie kepada Willy.


“Wahhh yang benar?” tanya kaget Willy. “Siapa? Siapa? Enggak nyangka banget, ini orang bisa suka juga sama cowok,” tutup dia.


Ekspresiku berubah menjadi cemberut setelah mendengar ejekan Willy. Jennie membelaku, dia memukul Willy dan memintanya untuk diam.


“Bilang! Apa yang terjadi?” tanya Jennie padaku.


“Aku sudah menguburnya,” jawaban seramku.


“Apa?” ucap kaget Jennie.


"Siapa yang kamu kubur?" tanya Willy.


“Perasaan ku,” balasku dengan lemas.


“Kenapa? Belum juga memulai?” lanjut Jennie.


Ku jawab, “Dia udah punya pacar.”


Karena Jennie orang yang cepat tanggap dan pekaan. Ia bertanya, “Jangan bilang kalau cowok itu--” (terputus karena seseorang menyergah ucapannya)


"Siapa?" tanya Willy.


“Eyy, enggak mungkin dia, kan?” sambung Jennie yang tak percaya dengan pemikirannya sendiri.


Aku bertanya, “Siapa?”


“Benar,” balasku.


Willy sontak kaget mendengar jawabanku. Sedangkan Jennie yang dari awal sudah tidak menyukai Jefry, jadi dia mendukung keputusan ku.


Willy berucap, “Seharusnya kamu enggak boleh nyerah begitu saja. Selama janur kuning belum melengkung, masih bisa ditikung!”


Ucapannya langsung mendapat insiden tak terduga, Jennie memukul bagian belakang kepalanya dengan tangan kosong.


“Wejangan macam apa itu?” ungkap Jennie setelah mengeksekusi Willy.


Aku tak akan menyerah perihal rasa, tapi sebagai perempuan aku tak akan melakukan sesuatu yang bisa membuat perempuan lain terluka.


Aku cukup mencintainya dalam diam tanpa harus melukai perasaan orang yang mencintainya. Walaupun pada akhirnya orang yang mencintai diam-diam itu hanya bisa merelakan, menerima kenyataan, dan seperti yang selalu mereka lakukan yaitu jatuh cinta sendirian.


***


Dosen memberikan tugas kelompok, masing-masing beranggotakan 2 orang saja. Aku sedikit berharap agar bisa menjadi rekan satu tim Jefry.


“Jefry, kamu satu kelompok sama ...” tutur dosen yang belum selesai berbicara sambil melihat-lihat mahasiswa lain.


"Aku," harapku yang hanya terucap dalam benak.


“Mikha,” sebut dosen. “Jefry kamu satu kelompok dengan Mikha,” sambungnya.


Begitu jadwal mata kuliah berakhir, Mikha merangkul Jefry yang sudah lebih dulu berjalan di depan.


"Andai aku ini seorang pria. Setidaknya aku bisa berteman dengannya," harapku yang lagi-lagi terucap dalam benak karena iri dengan yang Mikha lakukan.


Jennie dan Willy menungguku di depan kelas, mereka mengajak pergi bersama. Aku tahu mereka melakukan ini hanya untuk menghiburku.


“Aku jarang sayang sama orang, tapi sekalinya sayang malah salah orang,” tuturku yang hanya bisa aku sampaikan kepada mereka berdua.


Jefry dan Rose datang menyusul ke kafe yang sama dengan kami, namun berada di meja yang berbeda. Aku bahkan bisa merasakan atmosfer Jefry yang selalu menikmati hari-hari ketika bersama dengannya.


“Sudahi cemburu pada yang bukan hak kamu. Atau jika kamu memaksa, silakan dinikmati sesaknya,” ucap Willy karena aku terus memperhatikan mereka berdua.


"Singkat nya begini, aku cemburu, aku menangis, aku sedih dan kecewapun dia enggak akan pernah tahu dengan perasaanku. Itulah risiko jika mencintai dalam diam."


“Kamu harus percaya. Dengan cara yang entah bagaimana Tuhan pasti akan mendatangkan orang yang lebih dari sekedar baik,” sambung Jennie menghiburku.


Yang aku hanya perlu lakukan adalah mendoakanmu dalam diam maka itu akan melatihku untuk mencintai dengan tulus, ikhlas tanpa tapi.