
Cintya berlari kecil masuk ke dalam kantor milik George, sejak satu jam lalu ketika dia di telfon Cintya segera pergi meninggalkan apartemen dan mencari makanan untuk George.
"Siang mba," sapa resepsionis di kantor George.
"Siang, saya mau bertemu Tn. George."
"Apa mba udah ada janji?" tanya dini resepsionis itu yang melihat Cintya dari atas sampai bawah.
"Iya," jawab Cintya mantap.
"Tunggu sebentar iya mba, aku telfon sekertaris Tn. George dulu."
Cintya hanya menganggukkan kepalanya, menunggu di ruang tunggu. Sebenarnya cintya risih datang ke kantor milik Geeorge, dia takut di sangka sebagai wanita murahan yang mengejar-ngejar pria kaya yang sudah beristri pula.
Walau tak di pungkiri dia memang hanya sebagai budak nafsu George, tapi dia memilih tak pakai hati di hubungan ini.
"Mba, silahkan sudah di tunggu Tn. Hadvards di atas." dini mempersilahkan Cintya untuk naik ke atas, "Terima kasih, Dini." Cintya pergi meninggalkan Dini dengan senyum yang masih mengembang, sedangkan Dini hanya mengernyitkan dahinya.
Cintya masuk ke dalam lift dan memencet angka 3, kali ini hatinya terasa berdebar kencang. Cintya tak tahu kenapa seperti ini, tapi yang pasti ada rasa senang dan gelisah.
Cintya tertawa kecil dirinya terlihat seperti wanita yang di gambarkan dalam novel, wanita buruk rupa yang mendapatkan pangeran.
Ting.
1Massage.
From : Yuna.
Mam, where are you? I miss you.
Melihat pesan yang masuk membuat senyumnya semakin lebar, Cintya semakin gemas dengan tingkah putri nya. Dan dia ingin segera pulang ke rumah untuk bertemu malaikat kecilnya. "Sabar sayang, mamah janji semua akan fiselesaikan dengan cepat."
* * *
Tok...tok..tok...
George sudah tahu siapa yang datang karena dia memang menunggu wanita itu sejak tadi,
"Masuk," perintah George.
Cintya masuk ke dalam ruangan itu, menakjubkan ini ruangan yang sangat nyaman. Jika pria lain memilih warna dominan putih atau hitam, tapi berbeda dengan George. Dia memilih tembok di cat berwarna biru laut tenang dan nyaman, seakan menandakan jika pemiliknya pun memilikk keperibadian seperti ini.
"Kenapa hanya berdiri saja?" tanya George. "Masuk aku sudah lapar," lanjutnya
"Apa yang kau bawa untukku? Hm,"
"Nasi padang," jawab Cintya singkat.
George mengernyitkan dahinya, apa nasi padang? Apa wanita ini tidak tahu jika dirinya belum sepenuhnya bisa makan-makanan indonesia.
"Aku tidak bisa makan itu,"
"Kenapa? Ini enak kok."
Cintya membuka bungkusan nasi padang itu dan seperti nya air liurnya akan menetes, karena dia penggemar berat nasi padang. dan memberikannya pada George, Tapi berbeda dengan reaksi George dia terlibat ingin muntah karena melihat porsi yang banyak dan segala macam sayur menjadi satu.
"Apa kau mau membunuhku,ini sampah buang dari hadapanku."
"Tuan George, ini makanan dan aku membeli pakai uang. Apa kau tahu banyak orang yang membutuhkan makanan, jadi makanlah apa yang sudah aku bawa." Cintya sangat tidak suka dengan sifat orang kaya semacam George, karena mereka selalu meremehkan apapun termasuk makanan yang di beli dengan hasil keringat.
"Makan ini,"
Cintya akhinya menyuapi George, agar George bisa merasakan dahulu rasanya tanpa mencela bentuknya.
"Bagaimana?"
"Hm, ternyata ini sangat enak." George merasa sensasi aneh setiap mencoba masakan indonesia, "Apa kau menyukainya, kau tahu ini makanan terkenal dari indonesia . daging rendang, jadi kau harus ingat itu." celoteh Cintya.
"Apa kau tidak makan?hm."tanya George, George menyuapi Cintya hingga membuat suasana berubah sedikit informal.
" Makanlah bersamaku, aku bosan selalu makan sendiri." lanjut George dengan tatapan hangat.
"Baiklah, jangan salahkan aku jika semua habis." canda Cintya.
Selama mereka bersama percakapan hangat terjadi, mereka saling bercanda dan tertawa, Seakan mereka berdua sudah sejak lama saling mengenal dan saling dekat.
"Jadi, apa bisa aku meminta makanan penutupnya." lanjut George dengan nada yang nakal.
Cintya terdiam, dia tahu apa maksud dari makanan penutup itu. apakah di waktu seperti ini pria itu harus merusak mood nya, kata-kata itu seakan mengingatkan jika dia tak lebih dari pemuas nafsu.
Setelah George mengatakan itu, seketika wajah Cintya berubah menjadi dingin, Dia tak mengatakan apapun hanya.
"Baiklah, apa aku harus membuka pakaian ini." Cintya mengatakan dengan ketus.
"Tentu," ujar George, dia memang selalu bernafsu jika berada di samping Cintya. Seakan selalu ingin menerkamnya hidup-hidup.
George mendekatkan wajahnya hingga bersentuhan dengan bibir wanita ini, dia mengecupnya dengan lembut. Dia selalu ingin melakukannya dengan pelan dan lembut agar bisa merasakan kelembaban bibir Cintya dan tubuhnya yang seksi.
Tapi berbeda dengan si wanita yang hanya membalasnya dengan malas-malasan, dia hanya mengikuti yang George lakukan. Dia tak sedang tak bergairah untuk melayani pria itu.
George menciumnya semakin dalam dan lembut, tubuhnya sudah sangat bergairah ingin melucuti semua pakaian wanita ini. Tapi tiba-tiba tangannya terhenti di kancing baju kedua Cintya, dia melepaskan ciumannya dan bersandar di kursi.
George menggeram kesal, dia sangat membenci ini sepertinya dia akan berendam di air dingin malam ini untuk menghilangkan gairahnya.
"Sial, ada apa denganmu?huh."
George mencengkram erat tangan Cintya, dia merasa tak suka jika Cintya bersikap seperti itu, hanya seperti peliharaan yang selalu menuruti majikannya. Dia menyukai Cintya yang sebelumnya berani, seksi, dan selalu bergairah.
"Aku hanya mengikuti perintahmu, bukankah aku hanya pemuas nafsumu saja." Cintya mengatakan dengan takut-takut.
"Iya, tapi apakah tak bisa kau bersikap denganku seperti biasa saja." George memijat kepalanya, dia sangat tak suka dengan wanita penurut. dia lebih suka dengan wanita yang sedikit nakal karena pasti sangat menyenangkan.
"Kau tahu, aku memilihmu dan membayarmu dari Bobby. Karena aku tertarik padamu, dan aku ingin kau memuaskanku." George menekankan ucapannya dan kedudukan Cintya.
"Then be a naugthy bitch, and make me exited always. so as not to regret paying you," lanjut George.
"Well if what's what you want, I'll folow." setelah mengatakan itu Cintya berusaha menjadi seperti yang George inginkan, dia menjadi wanita liar toh semua pria sama saja hanya ingin di puaskan. Dan siang itu menjadi siang yang sangat panas dan penuh gairah, Cintya tak memperdulikan apapun yang dia mau hanya menyelesaikan pekerjaannya dan pulang bertemu putri kecilnya.
* * *
"Tante, apa Mamah pergi bekerja? Kenapa di siang hari. Biasanya Mamah bekwrja malam hari?"
"Mungkin Mamah punya pekerjaan penting yang sangat mendesak, jadi harus ke kerja." Dian mencoba menjawab pertanyaan Yuna dengan tenang agar tidak terlihat dia berbohong.
"Cintya cepatlah pulang, anakmu terlalu cerewet aku akan mati jika terus menjawabnya dengan berbohong." lirih nya dalam hati.
"Jadi, Mamah sangat sibuk ya tante?" tanya Yuna dengan wajah polos.
"Iya begitula."
Setelah percakapan singkat Dian menidurkan Yuna Di kamarnya, dia hanya ingin sedikit menjadi wanita yang baik untuk Yuna, yang sudah di anggap seperti putri kandungnya sendiri.
Di sisi lain Cintya berjalan dengan lemas, dia merasa sangat lelah setelah melayani George, karena dia harus berkali-kali melakukannya. Tapi di dalam lubuk hatinya dia merasa sedikit tercubit, karen George juga memandang nya rendah hanya sebagai pemuas nafsu saja.
Ya Tuhan, tolonglah aku. Aku hanya ingin memiliki kehidupan yang layak sebagai wanita dan ibu yang terhormat, Bukan sebagai wanita murahan seperti ini, Cintya menangis dalam hati nya menyesali setiap perjalanan hidupnya yang menyebabkannya terjerumus di dunia pelacuran seperti ini.
Dulu Cintya pernah berharap pada pria yang begitu dia cintai, tapi pria itu pergi ketika menghamilinya janji-janjinya hanya omong kosong. Dia memang menyesali pertemuannya denhan pria itu, tapi Cintya sama sekali tak menyesali hadirnya Cintya dalam hidupnya.
Sekali lagi dia pun bersyukur tak terjerat pesona pria kaya seperti George, walau tak di pungkiri hatinya sedikit tertarik pada pria itu.
Cintya hanya bisa berharap pekerjaan nya ini tak menimbulkan benih-benih cinta yang akhirnya akan menyakiti hatinya.
Maaf kalo kali ini bener-bener garing ceritaku 😊😊😊😊✌✌✌✌. Diharapkan vote dan comentnya ya untuk mengkoreksi terima kasih.😍😍😍😍