
Cahaya mentari sudah berada di atas puncaknya, tak tahu kenapa Cintya terbangun di jam segini. Iya ini sudah pukul 9.00, biasa nya dia selalu bangun di awal dan Apa ini efek dari kejadian semalam? Apa ini mimpi?
Cintya mencubit tangannya sendiri, "aww, " dia baru tersadar jika semalam bukanlah mimpi tapi sebuah kenyataan, jika dirinya adalah milik George. Bibirnya pun menyungginggkan senyumnya dia sangat bahagia hingga tak berhenti bersiul, "George, tahukah kau hatiku sangat bahagia. " setelah merapihkan tempat tidur dia pun menuju bathroom,
1 Massage
From: George😍😍
Morning sayang, semoga hari ini menyenangkan untukmu.
Love you💑💑.
Cintya sudah keluar dari bathroom pun mengambil handphone miliknya, dia melihat pesan massage di layar telponnya. Cintya hanya tertawa geli melihatnya sejak kapan nama Tuan George menjadi George 😍😍, dan apa ini kenapa George berubah menjadi pria alay yang kekinian . "Pria ini, apa dia ikut-ikutan seperti pria jaman now. "
To : George😍😍
Morning to, priaku and love you to.
Aku tak percaya kau menjadi priaku.
Setelah membalas pesan singkat George, Cintya meletakkan kembali telphone miliknya. Hari ini adalah jadwalnya untuk menjemput Yuna dan pastinya dia juga akan mencari pekerjaan. Karena tak mungkin dia akan meminta pada George sedangkan hibungan mereka kini hanya sepasang kekasih bukan lagi antara Tuan dan pekerjanya.
Jika mengingat George senyum di bibirnya selalu mengembang, "Akh tidak ini gila, segini besarkah aku menyukainya. " Cintya menutup wajahnya dengan ke dua tangannya dia malu mengakui jika dia memang mencintai pria itu.
Jojo Caling...
"Halo jo, "
"Apa kau sudah jalan? aku ada pekerjaan penting. "
"Aku baru saja akan berangkat. "
"Sepertinya waktuku tak banyak, bisakah aku saja yang mengantar Yuna ke sekolahnya? Lagi pula ini sudah telat satu jam,"
"Iya, tidak apa-apa, maaf merepotkanmu. "
"Tidak Cintya, dia juga putriku hanya saja aku punya pekerjaan penting. Baiklah see you Haney, "
Klik.
Tidak, apa ini? Lama Cintya mencerna kata terakhir yang Jojo ucapkan 'honey'. Bagaimana bisa pria itu juga berkeras hati ingin kembali padanya sedangkan dia sudah mencintai George, " mungkin memang aku harus menegaskan kembali padanya tentang masalah ini." lirihnya.
Cintya menggelengkan kepala nya, itu tak terlalu penting baginya kini dia harus menemani dan menjemput Yuna, karena dia sangat merindukan putrinya itu.
* * *
"Apa begitu menyenangkan berkencan dengan pelacur itu? hm. " Laurent menatap tajam ke arah George.
"Ini masih pagi, dan aku tak mau bertengkar. " George masih saja acuh dia mengenakan dasi di depan cermin.
"Bertengkar kau bilang, bukankah memang kau yang selalu memasang tembok tinggi. Dan kau bersukap dingin padaku, " ucap Laurent dengan nada sinis.
George masih saja diam membatu, kali ini suasana hatinya sedang baik jadi dia tak ingin memulai pertengkaran sedikitpun. George memilih meninggalkan Laurent yang sedang marah, "George aku belum selesai, apa pelacur sialan itu yang mengubahmu seperti ini. Bahkan dia hanya pemuas nafsu pria hidung belang dan dia sejak SMA sudah menjadi pelacur JoJo." tariak Laurent.
George menghentikan langkahnya ketika laurent mengatakan "dia sejak SMA sudah menjadi pelacur JoJo."
Sifat seperti ini lah yang membuat George tak sekalipun bersimpati pada wanita ini.
"Is not your bisnis lau, urus saja dirimu karena aku pastikan kita akan segera bercerai. Dan dengarkan aku bahkan Cici lebih baik darimu," Setelah mengatakan itu George meninggalkan Laurent.
"Kita tak akan bercerai, Geo. Karena aku tak akan melepaskan mu demi pelacur itu, " laurent berteriak frustasi, membanting segala barang yang ada dikamarnya. Laurent menangis "kenapa...
Kenapa George tak bisa sekalipun mencintainya lagi? Dan kenapa wanita itu lebih menarik darinya yang jelas-jelas kalah jika di bandingkan dengan nya, "
Begitu banyak pertanyaan yang bergelayut di fikirannya, tapi kali ini dia hanya ingin mempertahankan George. Karena dia sangat mencintai pria itu dan pria itu adalah sumner kehidupannya, Laurent pun berfikir untuk memisahkan mereka lewat Yuna, Iya Yuna harus bisa dia dekati agar Jojo dan Cintya bisa bersama.
"Halo Jo, "
"Iya ka, ada apa? " tanya pria di sana.
"Bolehkah aku mengajak Yuna bermain, "
Mendengar kata itu dari mulutnya membuat si penerima telpon mengernyitkan dahi nya, karena kakaknya tipe wanita tak mau pusing dengan anak kecil.
"Jo bolehkah? "
"Oh iya ka, nanti aku akan hubungi Cintya. Aku tutup dahulu aku sedang ada klien."
Klik.
Setelah telpon tertutup pun, disini Laurent tersenyum penuh misteri tak ada yang tahu apa isi fikiran wanita ini Yang pasti dia akan mulai rencananya.
* * *
Cintya sangat tergesa-gesa dia turun dari taksi dan berjalan cepat ke dalam sekolah Yuna, dia ingin melihat Yuna di sekolahnya rasanya sehari tak melihat putrinya membuatnya sedih.
Benar saja putrinya sudah duduk di taman sekolah sedang bermainan ayunan, "Yunaaa, " teriak Cintya.
"Mamah, " Yuna turun dari ayunan dan berlari menghampiri Cintya.
"Putri kecil mamah, bagaimana malammu dan srkolahmu. Hm, "
"Menyenangkan Mah aku bahkan selalu bersama Daddy, kemanapun Daddy pergi aku selalu ikut. "
"Oh iya, apa Daddy mu. Begitu membahagiakan mu sayang? "
"Yes Mam, "
Cintya mencium puncak kepala Yuna dan memeluknya erat, Cintya merasa bahagia jika putrinya bahagia. Iya putrinya bahagia karena bisa merasakan kasih sayang ayah kandung nya, "Thanks Jo, sudah membuat putriku bahgia. " Ucap Cintya dalam hatinya.
"Mam, aku lapar. "
"Yuna mau makan apa? "
"Mam boleh aku makan Burger, aku ingin memakannya tadi temanku ada yang membawanya. "
"Oke sayang, kita makan itu karena Mamah juga mau. "
Cintya mengajak Yuna ke sebuah mall di sana mereka memasukki sebuah restoran cepat saji, "Yuna sayang, kamu duduk dulu. Mamah mau pesan burger dulu ya, " Cintya mengajak Yuna duduk sebelum kembali ke tempat pemesanan makanan itu.
"Baik tunggu sebentar pesanan kami kerjakan Nyonya. "
"Baik. "
Saat Cintya kembali dari menuju tempat Yuna, dia di kagetkan dengan kehadiran seseorang pria yang sedang bersenda gurau denga sang putri.
"Tuan Jordy, " pangil Cintya.
"Mamah, "
"Hai, aku tadi sempat melihatmu dengan gadis cantik ini. Jadi aku memutuskan untuk membuntutinya," ledek Jordy.
"Hai Tuan, putri ku masih kecil. Jangan kau goda, "
"Lalu apa ibunya yang harus aku goda, dan aku kencani. Hm," Jordy mengedipkan sebelah matanya.
"Uhukk....uhuk... " mendengar itu Cintya tersedak, dia tak percaya dengan pria ada di hadapannya, bagaimana mungkin pria ini bisa mengatakan itu membuatnya merona malu.
"Mamah kenapa? " tanya Yuna.
"Ini minumlah kau bahkan belum memakan itu, tapi sudah tersedak apa kehadiranku mengganggu mu? "
Cintya yang di goda seperti itu hanya bisa tersenyum malu, pria ini sangat terang-terangan.
"Apa aku terlalu mengagumkan bagimu, "lanjut Jordy.
"Akh... Sudah lah Tuan, kau membuat ku seakan terbang ke angkasa. Apa kau mau Burger nanti aku pesankan lagi? "
"Tidak aku sudah makan, aku hanya ingin lihat dua bidadari ini. "
"Sudah berhentilah menggoda, nanti aku bisa mati tersedak. "
"Hahahaha, "Yuna dan George tertawa bersamaan, sampai membuat Cintya kesal.
"Uncle bukankah Mamahku lucu? " tanya Yuna.
"Iya your mom, funny, cute, and beautiful. "
Mendengar dirinya dipuji Cintya seakan seperti gadis remaja, dia tersipu malu bahkan Cintya menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya.
"Mamah, why? " tanya Yuna.
"Enggak, Mamah enggak apa-apa. "
"Mamah suka ya sama Uncle,"
Cintya dan Jordy saling pandang karena mendengar ucapan Yuna, bahkan kini mereka tertawa bersama sambil menatap wajah imut Yuna.
"Lalu apa rencanamu sekarang?"
"Aku akan mencari pekerjaan paruh waktu, untuk kehidupan kami. "
"Kenapa kau tak nekerja di perusahaan George saja, atau bekerja di perusahaanku. "
"Akan aku pikirkan tawaranmu, Tuan. "
"Call me Jordy, Ci. "
Saat mereka masih tertawa bahagia seakan terlihat seperti keluarga harmonis, namun pemandangan itu membuat seseorang merasa geram dan segera ingin me ghampiri mereka.
* * *
Sayang dia memiliki hal yang dianggap penting, iya saat ini di sedang rapat dengan klien nya sehingga harus mengesampingkan perasaan pribadi nya. Sekali lagi pria itu Jordy terselamatkan dari pukulannya, "Sial, kenapa pria itu selalu mendekati kekasihku. " bisikknya dalam hati.
"Mr, Hadvards. Saya menyukai proposal dan desain bangunannya, saya fikir di jawa tengah memang kita harus banyak membangun resort atau hotel. "
"Terima kasih Mr, Hartono. Pasti ini akan menguntungkan karena di daerah itu sedang di promosikan tempat wisata di sana. "
"Baik Mr. Hardvas saya percayakan semuanya. Dan seger kerjakan proyek ini. "
"Baik , kalo begitu saya permisi Mr, Hartono saya ada kepentingan lain. "
Setelah berpamitan George berjalan menghampiri meja Cintya, "Apa kalian sudah mau pulang? "Tanya George.
"Uncle Geo, "
"Halo manis, apa kabarmu. Hm? "
George segera memggendong Yuna, dia tak perduli dengan tatapan bingung Cintya baginya kini bagaimana dia bisa menjauhkan pria itu dari Cintya.
"Maaf Mr. Jordy sepertinya kami hatus pergi, dan satu lagi Cintya pasti akan bekerja di perusahaanku. "
George menggandeng erat tangan Cinya dan berjalan meninggalkan Jordy, "Tuan maafkan aku, " .
Jordy yang melihat kepergian mereka hanya tersenyum, tak ada yang bisa mengartikan senyuman Jordy itu.
* * *
"George lepaskan, aku bukan anak kecil." Pinta Cintya.
"Aku tak akan melepaskamu, bisakah malam ini kita bercinta aku hampir gila merindukanmu. " bisik George di telinga Cintya.
"George ada Yuna. "
Cintya tak mengerti jika dulu dia membenci kata-kata seperti itu, tapi kini saat di ucapkan George sangat menggoda membuatnya merasakan gelenyar aneh.
"Cup, " George mencium kening Cintya.
Namun saat mereka akan pergi seseorang mehannya,
" Yuna, "
"George, "
Mendengar itu mereka hanya terdiam saja, tanpa ekspresi.
Maaf ya klo ini cerita ga asjkkk. 😀😀😀😁, vote n comennya.