
"Cici, oh tidak maksudku Cintya maukah kau jadi pacar ku? "
"Ehm, aku.. , George aku tak yakin dengan ini. Apa sudah kau pastikan hatimu mencintaiku? "Tanya Cintya.
"Aku lebih dari yakin, kau pikir sejak awal kita bertemu kenapa aku memilih mu? Karena aku tertarik padamu dan semakin lama pesonamu membuatku gila. Sayang, " ujar George .
"Tapi aku masih tak tahu harus berkata apa di saat kau masih memilikki istri geo. "
"Tenanglah aku akan menceraikan nya, dan kita akan hidup bersama, jadi maukah kau jadi pacarku?"
"Cih, kau pikir kita anak remaja harus pacaran Geo. Bahkan aku sudah menjadi seorang ibu. Usia kita bukan untuk berpacaran."
"Baiklah kita menikah saja, maaf jika aku terlihat terburu-buru. aku bukan pria romantis atau lemah lembut. Tapi coba Mengertilah bahwa sikapku seperti ini karena aku mencintai mu, "
"Iya baiklah aku akan menerimamu. "
Cintya merasa kembali seperti seorang remaja, karena baru kali ini dia merasakan cinta dan bagaimana dahsyatnya cinta yang membuat orang menjadi buta.
"Bagus, kau tak akan kecewa memilihku. "
"Kemarin bahkan kau menyerangku seperti beruang kutub kelaparan, dan meninggalkan beberapa luka lebam di tubuhku." cibir Cintya kesal.
"Come on, itu semua juga salahmu. Jika kau tak bersama pria-pria itu aku tak akan marah padamu, " ujar George, sehingga membuat Cintya menelisik jauh lewat tatapan pria itu benar atau tidak yang dia ucapkan. Namun semakin dilihat tak ada sedikitpun kebohongan di mata pria itu.
"Wah leganya sudah mengatakan ini padamu, kau tahu aku selalu gila saat memikirkanmu, Ci. " lanjut George.
"Oh iya, bukannya kau tergila-gila oleh tubuhku. " ledek Cintya.
"Wah Nona percaya dirimu sungguh tinggi, untung saja aku mencintaimu jika tidak mungkin aku sudah muntah. "
Ucapan George membuat Cintya memasang wajah asam, George sangat membuatnya marah. Namun George bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Cintya, menunduk agar sedikit sejajar dengan Cintya dan mencium bibir Cintya dengan singkat.
"Ayo kita berkencan, kita akan berkencan seperti remaja lainnya, makan, nonton, jalan-jalan, dan ke tempat hiburan bersama. " ujar George.
Banyak pasang mata yang menatap mereka dengan iri, bagaimana tidak seorang pria bak pangeran me cintai wanita seperti upik abu dan bertubuh gendut.
Hanya satu pasang mata yang memandang mereka dengan penuh amarah, dan rasa benci karena melihat kemesraan mereka.
"Sial, jadi wanita seperti itu tipe mu. Kau bahkan menolakku yang lebih baik 100x darinya,"
* * *
Lauren berlari dengan cepat memasukki rumahnya, dia bahkan berlari tanpa memperhatikan sekitarnya. Sampai dia "Brukk.. " tubuhnya terjatuh terhuyun ke depan.
"Awwh.. Daddy, Daddy sakit. "😭😭😭
"Husst diamlah, suaramu membuat kupingku panas. Anak kurang ajar kalo jalan pakai matamu, "
Lauren terus saja memarahi gadis kecil itu.
"Hiksss.. Hiksss.. Daddy.. Daddy ..Yuna takut. "
"Diam! "Bentak Lauren.
"Kakak, apa yang kau lakukan. Kenapa kau memarahi anakku, "
Jojo segera berlari menghampiri putrinya, memeluknya agar tenang dan berhenti menangis.
"Husttt...hustt...Tenanglah sayang Daddy di sini, " Jojo mencium kening Yuna.
"Jadi ini anakmu dan pelacur itu, "
"Kakak jaga ucapanmu ada anak kecil di sini. " teriak Jojo, Jojo menutup kedua telinga Yuna.
"Kenapa ibu dan anaknya harus berhubungan dengan ku, dasar wanita jalang. " maki Lauren.
"Masuklah kak, tenangkan pikiranmu dahulu nanti kita bicara lagi."
Jojo pergi meninggalkan lauren dan membawa Yuna ke kamarnya, dia membaringkan Yuna di tempat tidurnya. "Daddy siapa wanita itu? " tanya Yuna.
"Dia kakak Daddy, panggil saja aunty lauren. "
"Baik Daddy. "
"Tidurlah sayang, Daddy disini bersamamu. " Jojo tahu pasti ada hal yang tak baik terjadi pada kakaknya, dia memang merasa kasihan pada kakaknya yang selalu di acuhkan oleh suaminya.
Setelah Yuna tertidur pula Jojo pergi menemui kakaknya, dia takut jika kakaknya akan melakukan hal bodoh lagi.
"Kak, ada apa denganmu? " tanya Jojo sudah duduk di samping lauren menengguk minuman milik Lauren, ini lah kebiasaan kakaknya yang tak di sukai Jojo selalu meminum minuman keras.
"Dia sangat jahat padaku Jo, pria itu tak pernah mencintaiku bahkan dia mencium wanita gendut itu di depan mataku. " isak Laurent.
Jojo tahu siapa wanita gendut yang kakaknya maksud itu, iya, dia adalah Cintya wanita yang sedang dia perjuangkan.
"Dia tak pernah menyatakan perasaannya padaku, bahkan dia tak sekalipun menyentuhku sejak pernikahan kami hinggga sekarang. Tapi dengan wanita itu dia melakukan semuanya, aku sangat membenci wanita itu Jo. "
"Sudahlah kak, jika memang itu menyiksamu lepaskan lah George kak. Aku tak ingin kau terluka lebih dalam kak, " Jojo ikut terisak dia juga merasakan sakit di dadanya melihat kakaknya seperti itu.
"Enggak... Enggak Jo, bukankah kau mencintai wanita itu Jo? Nikahi dia Jo, nikahi jauhkan dia dari George ku jo. Jauhkan, aku mencintai George jo." Lauren mengis sejadi-jadinya dia menumpahkan amarahnya pada Jojo, dia takut kehilangan George. Baginya tak di pedulikan George lebih baik dari pada dia harus bercerai dengan George dan melihat George menikah dengan wanita lain.
aku culik anak itu agar wanita itu tak mendekati George ku? Hah, " Lauren sudah akan berlari mencari Yuna, namun Jojo menahannya.
"Kak, dia anakku keponakanmu tak seharusnya kau seperti itu kak. "
"Sttt.. Sudah tenanglah kak. Ayo lah pergi ke kamarmu kak, "
Jojo memapah Lauren menuju kamarnya, kondisinya sangat berantakan sekali membuat hati Jojo teriris melihat kakaknya seperti ini., 😭😭😭
Jojo merebahkannya di kasur, dia menyelimuti tubuh kecil kakaknya. "Tidurlah kak, aku akan menjagamu di sini. " air mata Jojo mengalir dari sudut matanya, dia tak tahu harus bagaimana menjaga kakaknya dia lelah seperti ini bahkan George seolah tak mau tahu dengan keadaan kakaknya seperti ini.
* * *
Cintya dan George memilih untuk menonton film drama romance, mereka membeli popcron dan minuman dingin khas jika berada di dalam bioskop. Tangan mereka selalu bergandengan tanpa ada niat untuk melepaskannya.
"Apa kau bahagia? " tanya George.
"Hmm, aku bahagia karenamu Geo. " jawab Cintya malu-malu.
"Ehm, sayang bukankah ini membosankan haruskah kita lanjutkan di kamar. " ledek George.
"Baik Tuan putri. "
George terpaksa menonton walau dia tak suka tapi tetap menonton.
"Bagaimana bukankah ini menyenangkan berkencan seperti remaja labil. "
"Sangat, jadi seperti ini rasanya berkencan. Aku tak pernah merasakannya, "
"Lalu apa yang kau lakukan Nona? " tanya George.
"Mengasuh Yuna dan bekerja di club setiap malam. "😢😢
"Maafkan aku sayang, mulai hari ini kau tak perlu lagi bekerja, bersenang-senanglah dengan Yuna dan pakailah uangku semaumu. Karena kau akan menjadi istriku ibu dari anak-anakku!"
Cintya yang mendengar itu segera memeluk tubuh atletis George, dia menangis di pelukannya merasa beruntung karena mendapatkan pria seperti George.
"Jangan pernah menangis seperti itu lagi, karena aku tak menyukainya. Tersenyumlah Mommy. "
"Kenapa kau menjadi pria romantis hanya dalam semalam Geo? " tanya Cintya.
"Karen aku mencintaimu Cintya! "
Kring... Kring...
Jojo caling's
"Halo Jo, "
"Apa kau bersama George? "
"Hm, iya Jo. Ada apa? "
"Tidak, aku hanya ingin mengatakan jika Yuna malam ini tidak pulang. Dia akan bersamaku disini. "
"Tapi dia sekolah pagi Jo? "
"Biar aku yang mengantar nya besok."
"Hm, okay Jo. Bisa aku bicara dengan Yuna? "
"Dia sudah tidur. "
"Klik. "
Cintya mengernyitkan dahinya, dia berfikir kenapa sikap Jojo seprti itu
Dia menutup sebelum Cintya selesai berbicara, apa mungkin Jojo marah jika dia bersama George tapi untuk apa dia marah?
"Kenapa? "
"Yuna, dia menginap di rumah Jojo. "
"Ehmm.. Apakah harus seperti ini, kau akan sering bertemu dengannya?"
"Aku tak bisa melarangnya, dia ayah dari anakku setidaknya Yuna bahagia ketika bersamanya. "
"Baiklah, aku akan menahan rasa cemburuku untukmu dan Gadis kecilku. "
"Lalu katakan padaku kemana lagi kita pergi? " tanya cintya .
"Bagaimana jika kita jalan-jalan, dan belanja-belanja bukankah remaja seperti itu? "
Ketika George berkata seperti itu, di sampingnya ada sepasang remaja mereka menatap sinis ke arah George.
Membuat Cintya tertawa geli melihat tingkah George seperti anak-anak.
"Ayolah kita pergi, aku tak mau di keroyok anak remaja hanya karen kita meniru gaya pacaran mereka. " ujar George.
George dan Cintya memilih berjalan-jalan dan berbelanja, mereka sangat bahagia bahkan menikmati setiap detik kebersamaan mereka. Walau George mengajak Cintya berbelanja tapi nyatanya justru George lah yang lebih banyak membeli pakaian dan beberapa jaket.
Sepanjang waktu George terus saja menggandeng tangan Cintya, seolah-olah George takut jika Cintya akan pergi meninggalkannya.
Tak terasa hari bertambah malam, setelah berbelanja barang banyak untuk George mereka memutuskan untuk segera pulang.
"Sepertinya aku harus ke toilet lebih dahulu, " ujar Cintya pada George meminta izin ke toilet.
George tersenyum sendiri, " ternyata seperti ini rasanya memilikki seseorang yang kau cintai, merasa bahagia di saat apapun. "Bisiknya lirih.
Ketika George sedang menunggu Cintya, seseorang menghampirinya namun George segera memadang wajah datar dan dinginnya.
"Senang bertemu denganmu Tuan, George. "Pria itu menyapa George dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Nice to meet you, Tuan Jordy. Apa ini sebuah kebetulan. Atau kau sengaja membuntuti kami. "
"Hahahah, kau memang pandai Tuan, George. "
"Aku hanya ingin mengatakan ini, jika kau tak bisa membahagiakan nya, maka menyerahlah dan tinggalkan dia padaku! "
"Itu tidak akan terjadi karena aku akan membuatnya bahagia, karena aku mencintainya. " jojo menatap tajam ke arah Jordy, tanganya mengepal kencang mungkin jika ini bukan di tempat umum dia akan menghajar pria itu habis-habisan.
"Pastikan itu terjadi karena jika tidak kau akan kehilangan Cintya selamanya! " kali ini Jordy sangat terlihat serius, dia pun memperingati George dengan keras.
"Oh, Tuan Jordy sedang apa di sini? " tanya Cintya yang tiba-tiba sudah berada di dekat kedua pria itu.
Belum sempat di jawab George sudah merangkul pinggang Cintya, dia memperlihatkan kepemilikannya terhadap Cintya, sehingga membuat Cintya tersipu malu.
"Sepertinya waktu tidak tepat berbicara bisnis Tuan, Jordy. Kami masih harus berkencan. "
"Geo. " panggil Cintya lirih.
"Kami permisi Tuan. Jordy. "
Setelah mengucapkan perpisahan pada Jordy, George segera pergi meninggalkan nya. Karena bertemu dengan Jordy membuatnya marah.
Maaf ya lama update, ceritanya sedikit lebay nieh 😁😁😁😁 tapi semoga kalian suka yah. Terimakasih sudah membaca.
Jangan lupa vote 👍 dan comennya 😍😍