Why if I bitch

Why if I bitch
Bab 15



Cintya pov


"Apa kau cemburu, "


Kata-kata Dian terus berputar di dalam otakku,  'cemburu' mana mungkin aku cemburu. "Sepertinya  aku hanya sedikit menghawatirkan nya, bukan cemburu," ucap Cintya lirih.


Tapi dia tak bisa berbohong memikirkan pria itu sedang bersama wanita lain pun rasanya menyebalkan, Cintya tak bisa memejamkan matanya dia hanya membolak balik kan badannya sejak tadi, dan melihat layar handphone miliknya.


"Sial lalu aku harus apa sekarang?" umpatnya dengan rasa kesal.


"Akhhh..sudahlah lebih baik aku tidur." Cintya memukul-mukul kepalanya dengan tangan, karen sudah bermimpi terlalu jauh tentang George.


Cintya yang tadinya sudah memejamkan matanya, namun kini terbangun karena mendengar hand phone miliknya berbunyi, Dia berharap jika itu dari george.


1 massage.


+821 4567 XXXX


Selamat malam Cintya, sampaikan salamku untuk Yuna.


I LOVE U my princes Cintya and Yuna.


😘😘😘


Jojo.


Setelah membacanya Cintya kecewa karena bukan dari George tapi dari Jojo,  walau begitu senyum di wajahnya terlihat jelas saat dia membaca pesan itu.


"Kau memang tak berubah perayu ulung, " ucap Cintya.


Aku pun meletakkan nya kembali, aku sama sekali tak ada niat untuk membalasnya dan Bagiku semua sudah cukup.


Aku melanjutkan tidurku dan berharap esok akan bangun dengan suasana hati yang menyenangkan.


Pov end


* * *


Sedangkan di lain tempat George menghubungi Jojo, dan memintannya untuk bertemu.


"Ada apa, hm?" Tanya Jojo.


"Jauhi Cintya dan putri nya!" ucap George dengan jantan nya.


"No, Cintya adalah ibu dari anakku. Dan aku akan menikahi nya," ujar Jojo dengan lantangnya


"Bukankah kau sudah membuangnya,  jadi menjauhlah karena Cintya milikku dan aku sudah  membeli nya. "


"Bukk.. Bukk.. " George jatuh tersungkur di lantai.


"Bajingan kau,  akan aku berikan uang pengganti nya! Pria macam apa kau yang hanya memanfaatkan tubuh wanita. " setelah memukul George,  Jojo pun pergi meninggalkan nya sendiri. Dia sanggat marah dengan kata-kat yang di ucapkan George .


"Cih..kau pikir kau tak sama denganku? Kau meninggalkannya setelah menghamilinya."


"Hai kau dengar ucapanku, aku akan menceraikan kakakmu dan akan menjadikan wanita itu budak sex ku! Karena dia memang pantas diperlakukan seperti itu, dia hanya Pe-la-cur. " sambung George yang sudah berteriak sekencang mungkin agar Jojo mendengarnya, namun Jojo hanya menulikan kedua kupingnya.


"Sial, bajingan dia pikir dirinya siapa.  Aku tak akan melepaskan wanita itu  karena dia hanya milikku. "


Dia masih belum sadar akan perasaannya,  bahwa sebenarnya dia cemburu dan tak ingin kehilangan Cintya. George  berdiri dan berjalan dengan sedikit tertatih, pukulan di wajahnya lumayan sakit. Di mengambil handphone milik nya dan mengirim pesan pada Cintya,  malam ini dia sangat menginginkan tubuh Cintya.


To: Cici


Datanglah ke apartemen ku malam ini!!


George memasukkan kembali telphone nya ke dalam saku celana miliknya, dan pergi menuju ke apartemen nya karena dia ingin menunggu wanita itu.


* * *


From ; Tn. George


Datanglah ke apartemenku malam ini!!


Cintya membaca pesan itu berkali-kali hatinya sangat senang mendapat pesan dari George, karena sudah sejak tiga hari kepulangannya dari Bali George tak menghubunginya.  Cintya benar-benar seperti remaja yang sedang jatuh cinta,


"Tok... Tok.. Tok.. "


"Tok.. Tok.. Tok.. "


"Mamah ada tamu, " panggil Yuna,  hingga Cintya tersadar dari lamunannya.


"Hm,  maafkan Mamah ya sayang.  Mamah enggak dengar, " jawab Cintya.


Cintya pergi dan meninggalkan Yuna yang masih bermalas-malasan di kamar mereka,


Namun saat dia membuka pintu apartemennya,  ternyata Jojo yang sudah ada di depan pintu dengan membawa bungkusan di tangannya.


"Apa Yuna sudah bangun? " tanya Jojo.


"Ada perlu apa kemari?"


Bukannya menjawab pertanyaan Jojo,   Cintya balik bertannya.


"Ingin bertemu ke dua bidadariku,  Kamu dan Yuna. " jawab Jojo dengan senyum yang menggoda iman.


"Pulanglah, ini masih pagi dan dia masih tidur. "


"Biarkan aku masuk. "


Jojo mencoba mendorong pintu apartemen Cintya,  dan membuat Cintya terdorong kebelakang sehingga pintu terbuka.


"Uncle, " panggil Yuna yang sudah keluar dari kamarnya.


"Pagi Yuna," sapa Jojo,  sehingga membuat Cintya kesal.


"Uncle masuk, " ajak yuna


"Yuna kamu harus mandi dan ke sekolah,  "ujar Cintya,  dia sengaja mengatakan itu agar Jojo pergi.


"Aku yang akan mengantarnya, dan Cintya ijinkan Satu hari ini Yuna bersamaku." Lanjut Jojo.


"Baiklah untuk malam ini, "


"Horee..Mamah makasih ya. "


Cintya hanya memeluk tubuh putrinya dan mencium dahinya,  "kalau begitu kita mandi dan sarapan ya sayang. "


"Ok Mam, "


Jojo yang melihat keakraban antara Cintya dan Yuna sangat bahagi, dia tahu jika Cintya adalah calon ibu yang baik.


Saat Cintya merapihkan Yuna, Jojo menuju dapur dia menyiapkan sarapan yang dia beli di salah satu toko,  hanya beberapa potong roti donat dan tiga gelas susu.


Menyenangka jika bisa melakukan hal ini setiap harinya,  bersama ke dua wanita yang penting dalam hidupnya .


"Uncle,  aku sudah selesai. "Teriak Yuna.


"Oh ya, kau terlihat cantik.  Kita sarapan dulu lalu berangkat ke sekolah,  ok. "


"Ok,  uncle. "


Cintya hanya memperhatikan mereka berdua,  Yuna tampak sangat nyaman bersama Jojo mungkin karena ikatan batin mereka tetapi tetap saja dia tak suka.  Cintya takut suatu saat nanti Jojo akan mengambil Yuna darinya.


"Ayo duduklah temani kami sarapan!" Ajak Jojo pada Cintya.


Dan Cintya pun duduk bersama mereka,  andai orang melihat kebersamaan mereka seperti satu  ikatan keluarga, tapi nyatanya bukan.


Pagi ini begitu ramai dan menyenangkan karena putrinya yang biasanya tak pernah banyak bercerita pun,  kini selalu berbicara tanpa henti menceritakan sekolahnya dan sahabatnya pada Jojo. Sesekali terdengar canda tawa mereka hingga membuat Cintya tersenyum bahagia.


"Ayo uncle kita berangkat nanti telat,  and Mam jangan rindukan Yuna ya.  Yuna akan tidur di rumah uncle, "ujar Yuna dengan celoteh khas anak kecil.


"Ok my princes,  jangan nakal dan jangan bikin uncle repot ya. "


Mendengar  nasihat Cintya, Yuna hanya menganggukkan kepalanya.


"Kami pamit dahulu. "


"Hm, tolong jaga Yuna. " pinta Cintya.


"Jangan khawatir dia juga putri ku dan pasti aku akan menjaganya. "


Setelah berpamitan mereka berdua pun pergi meninggalkan Cintya sendiri.


* * *


Cintya sungguh tak sabar menanti sore hari,  dia ingin sekali bertemu dengan George.  Tak mengerti dalam hati ada perasaan yang menggebu-gebu ingin bertemu dengan George,  senyuman di wajahnya tak pernah sirna sejak dia menerima pesan singkat dari George.


"Sepertinya hari ini aku harus ke salon, pasti  akan menyenangkan." bisiknya dalam hati.


"Dian,  bisakah kau menemaniku ke salon."


"Apa Cici ingin kr salon?  Wah sebuah kejutan besar,biasanya kau tak pernah mau ke salon.  Ada apa, hm? "


"Diam dan tak usah banyak bicara,  mau atau tidak menemaniku? " tanya Cintya dengan nada yang sedikit tinggi.


"Ok baiklah tuan putri, aku akan menemanimu sayang. "


"Terimakasih Dian, I Love You. "


Setelah menutup telp miliknya, Cintya   bersiap-siap dia akan menjemput Dian di apartemen miliknya.


* * *


Dian dan Cintya memasuki  sebuah salon, salon ternama yang ada di sebuah mall di pondok indah. 


"Ceritakan padaku kenapa kau bisa ke salon. "


"Aku akan bertemu George. "


"Apa? Uh gila baru kali ini ada pria yang bisa bikin hatimu bergetar dan kau juga sampai pergi ke salon. " Dian nampak sangat terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu.


"Silahkan Nona ada yang bisa kami bantu? " tanya si pemilik salon.


"Aku ingin perawatan seluruh tubuh dari atas sampai bawah." Jawab Cintya


"Whoaaa,  really. " ujar Dian takjub.


Namun Cintya memberikan tatapan mematikan.


"Baik Nona , silahkan ikut karyawan kami. "


Cintya dan Dian pun mengukuti perawatan yang sama namun tetap sajamerek berbeda tempat,  sehingga mereka tak bisa saling bercengkrama.


Satu jam.


Dua jam.


Lima jam.


Tn. Geore.


Ini sudah jam berapa kenapa kau lama sekali.


Cintya membaca pesan itu dan sialnya perawatannya masih setengah jam lagi,  dengan perasaan yang tak menentu Cintya memutuskan untuk enyelesaikannya dan pergi ke apartemen George dengan segera. Karena dia tahu George tak suka menunggu.


Cintya meninggalkan Dian di. Sana, Cintya menaiki taksi yang sudah ada di depan mall dan segera meluncur


Untungnya dia tak butuh lama sampai di apartemen itu.


Cintya membuka  pintu apartemen itu dan menemukan George duduk di ruang tamu di dalam kegelapan.


"Kau terlambat, "


"Malam ini kau terlihat sangat cantil."


Cintya masih tak menyadari bahwa akan ada bencana yang terjadi.


Maaf ya ceritaku ga ada tantangannya 😄😄😄