Why if I bitch

Why if I bitch
Bab 19



Cintya Pov.


Keadaan apa ini,  kenapa?  Kenapa aku harus merasakan ini?  Seharusnya aku tak perlu pakai hati ketika aku bekerja seperti ini.


Hatiku selalu berdetak kencang saat bersamanya,  walau sikap nya yang kasar tapi justru membuatku semakin suka.  Oh tidak ada apa ini bodoh... Cintya bodoh pria itu memiliki istri dan dia hanya Tuanmu yang membayar tubuhmu,  sekali lagi aku menangis karena cinta yang tolol setelah sekian lama aku menjaga hatiku.  Tapi dengan pria itu hati ini tak bisa di kontrol.


Jojo benar mungkin aku harus melupakannya dan menjaga jarak padanya,  apa lagi setelah kemarin yang dia lakukan itu membuatku semakin rendah.


Lalu haruskah aku mengubur perasaan ini,  dan me coba menerima Jojo lagi.  Tapi rasanya hatiku tak cukup mampu melupakan masa lalu yang menyakitkan, oh Tuhan haruskah aku berdamai dengannya demi Yuna,  demi putri yang aku cintai.


Ting.


1 pesan.


Tn.  George


Datanglah nanti malam di restoran biasa,  pukul 07.00 wib tepat aku menunggumu Berhiaslah yang cantik.


Setelah aku membaca pesan itu, aku bertambah yakin jika George hanya membutuhkan tubuhku saja.


Baiklah Tn.  George aku akan profesional mulai sekarang.


Pov end.


* * *


"Daddy, bukankah ini cantik sekali?"Tanya Yuna.


"Hm,  itu cantik sekali dan cocok untukmu sayang. " Jojo melihat isi paperbag di berikan Cintya.


"Ini dari uncle Geo,  dia sangat baik pada Yuna dan mamah. " ujar Cintya dengan tersenyum memamerkan gigi putihnya.


"Oh iya,  apa uncle Geo sering datang ke apartemen Mamah? "Tanya JoJo dengan penuh selidik.


"Tidak kita hanya bertemu di mal saja, Dad. " jawab Yuna.


"Hufff.. "


Jojo menghembuskan nafasnya dengan kasar,  dia sangat lega mendengar itu karena pastinya mereka tidak berbuat mesum di depan Yuna.  Sekali lagi dia melamun merasa menyesal telah memyakiti Cintya,  bahkan dengan bodohnya dia mengambil keperawanan Cintya hanya untuk bahan taruhan.


Jojo pov.


"Woi,  Jo. "


"Kenapa lo kagak cobain tuh cewe,  pastikan dia masih perawan tuh secara badan kaya babon kagak ada yang mau. " ujar radit teman Jojo.


"Akh,  gila lo.  Otak lo miring kali ya , mana mungkin gue mau tidur sama dia.  Liatnya aja udah mau muntah gue. " Jojo membayangkan jika hal itu terjadi pasti akan sangat memjijikan melihat tubuh penuh lemak itu.


"Kalo lo bisa ambil nih iphone terbaru gue buat lo," ujar Tomo.


"Iya lo juga bisa ambil ps gue dah. "


"Serius lo. "


"Serius, " ucap Radit dan Tomo bersamaan.


"Ok deal. "


Setelah itu saat jam istirahat Jojo memanfaatkan waktu,  karena dia hanya perlu meniduri wanita itu tanpa mengencaninya.


"Hai Cintya kemari bisa bicara sebentar aku tunggu ya di taman sekolah. " panggil Jojo.


Cintya yang sudah sejak lama menyukai Jojo hanya bisa tersipu malu dan menghampiri Jojo ke taman belakang sekolah.


"Ehm,  ada apa ya Jo? "Tanya Cintya dengan hati yang berdetak kecang,  karen dia tak percaya bisa sedekat ini dengan Jojo.


"Apa kau mau jadi pacarku? "


"Apa? " Cintya mengernyitkan dahinya seakan tak percaya dengan pendengarannya.


"Apa kau tidak mau menjadi pacarku?"


Jojo menggenggam tanggan Cintya dan menciumnya. Cintya benar-benar merasa bingung melihat perubahan sikap Jojo,  padahal dulu dia sangat mmbenci Cintya.


"Jadi? " Jojo menaikan satu alisnya, dan meminta jawaban Cintya.


"Iya aku mau, " setelah mengatakan itu Cintya benar-benar malu,  dia menutup wajahnya dengan ke dua tangannya.


"Yeahh,  thank you Ci. Oh ya besok malam kita ngedate ya. "


Pinta Jojo dan di balas hanya dengan anggukan oleh Cintya.


"Bye aku ke kelas dulu ya. kita ketemu di depan sekolah ya pukul 10.00 wib," pamit Jojo


Setelah kepergian Jojo,  Cintya terasa sangat  lemas kakinya tak bisa untuk berpijak,  dia mencubit pipinya sendiri berharap ini bukan mimpi.


"Aww, ternyata benar  ini bukan mimpi ."


"Terimakasih Jo, " bisiknya dalam hati.


* * *


Setelah semalaman dia merasa kacau antara hatinya yang berdebar kencang, serta rasa gugupnya bertemu dengan kekasihnya pagi ini.


Shitt dia baru saja mengatakan jika Jojo kekasihnya.


Cintya berangkat dengan hati penuh kebahagiaan karena hari ini hari yang baru,  baru memiliki ke kasih yang tampan. "Sepertinya  hari ini aku akan bersenang-senang. " ucap Cintya lirih.


Dia sudah berada di depan gerbang sekolah tepat pukul 10.00 pagi, hatinya sangat gelisah menanti kedatangan Kekasihnya. 


"Hai lama sudah lama menunggu? "


"Tidak baru lima menit. "


"Sekarang kita mau kemana? "Tanya Jojo.


"Terserah kamu saja. "


"Kalo gitu kita jalan-jalan ke mall saja,  lalu ke apartemen ku sebentar."


"Iya boleh juga tuh. "


Cintya menaiki motor sport milik Jojo,  dulu dia hanya bisa bermimpi berboncengan dengan Jojo.  Tapi kini lihatlah dia membonceng Cintya bahkan sesekali dia mengusap lembut tangan gempal Cintya .


Mereka tiba di mall ada di kawasan Fatmawati, dia berjalan beriringan layaknya remaja yang lain.  "Ini sunvguh gila aku tak menyangka bisa seperti ini denganmu Jo. "Bisiknya dalam hati.


"Kita makan dulu yuk," tiba - tiba saja Jojo menggandeng erat tangan Cintya dan membawanya  ke salah satu restoran  cepat saji.  "Kau mau pesan apa? "


"Chikens wings dan jus jeruk saja, " jawab Cintya .


"Itu saja,  gak ada yang lain? " tanya Cintya.


"Iya, "


"Baiklah tunggu disini aku akan memesankannya. " Jojo tersenyum manis ke arah Cintya,  sehingga membuat kerja jantungnya meningkat.


"Maaf lama ya sangat antri,  oh ya nanti setelah makan kita ke apartemenku sebentar ya.  Tadi aku membeli beberapa dvd mungkin kita bisa lanjut berkencan di sana. "


"0k, " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Cintya.


"Kau tahu hari ini,  kau terlihat cantik." puji Jojo, sehingga membuat  pipi  Cintya merona .


"Terimakasih,  kau juga terlihat tampan. "


Cintya mengerjapkan ke dua matanya berkali-kali,  kepalanya terasa sangat berat hingga dia harus menopang dengan ke dua tangannya .


"Aku di mana?"dia tersadar ketika sehelai selimut menempel padanya tersingkap, "ada apa ini? " Cintya menutup kembali tubuhnya dan segera bangun dari kasur. "Awh, " ketika akan bangun dia meras nyeri di bagian miss V miliknya,  "dia mencoba mengingat kejadian yang terjadi,  sial karena semalam dia nerasa saangat kepanasan dan berakhir di sini bersama Jojo,  dia mengedarkan pandangan ke semua ruangan ini sepi hanya dirinya sendiri.  Apa Jojo meninggaalkannya Cintya semakin takut dan menangis, dia menemukan secarik kertas di atasnan.


Dear Cintya.


Terimakasih untuk malam yang indah,  kau memang seksi jika saja aku tahu bercinta denganmu sangat memuaskan pasti aku akan


Bercinta denganmu sejak lama.


Dan terimakasih  berkat kau aku dapat sebuah iphone dan ps,  jangan pernah datang menemuiku lagi.


"Hai jo,  bagaimana rasanya tidur dengan gajah pasti menyiksa bukan." ledek Tomi dan radit.


"Sudah jangan banyak bicara sini iphon lo,  mana ps lo?  Bukankah gue dah buktiin kalo gw bisa melakukannya."


* * *


Satu bulan kemudian.


Seorang wanita bertubuh subur itu berlari kencang dia membawa alat tes kehamilan dengan dua garis,  bahkan wajahnya sudah kacau sekali terus berlari menuju lapangan mencari seseorang.


"Jo.. Jojo.. " panggil Cintya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


"Sudah ku bilang jangan menemuiku."


"Jo,  aku hamil lihat ini. " terdengar isakan kecil dari Cintya.


"Kau bohong mana mungkin,  bahkan aku hanya satu kali menyentuhmu. Jangan pernah berbohong padaku hanya karena kau ingin menikah denganku."


"Tidak jo,  sungguh ini benar Jo aku tidak  bohong. "


"Cih walaupun  kau hamil anaku,  aku tak akan mungkin bertanggung jawab padamu. Gugurkan bayi itu dan jangan ganggu aku!" dia pergi meninggalkan Cintya,  dia tak mau lagi berhubungan dengan Cintya.


Pov end.


"Dad... Ada apa kenapa Daddy diam saja? " tanya Yuna dengan wajah sedikit khawatir.


"Tidak apa-apa sayang,  Daddy hanya beruntung memilikimu sekarang. "


* * *


Cintya memasuki  restoran tempat biasa mereka bertemu,  namun dia sedikit bingung  untuk apa dia bertemu di restoran jika pada akhirnya dia berada di ranjang melayani nafsu pria itu.


"Kau sudah datang duduklah. Ci. " George menggenggam tangan Cintya dan tersenyum sangat manis,  bahkan dia berbicara dengan lembut.


Cintya duduk dan diam,  dia masih tak tahu apa yang salah dengan pria yang di depannya.


"Kau ingin makan apa? "


"Terserah Tuan George saja. "


"Baiklah aku akan memesan untukmu. "


George memanggil pelayan dan memesan makanan,  sedangkan Cintya masih sibuk dengan fikirannya sendiri,  ada apa?  Dan kenapa pria itu berubah?.


"Ci,  aku ingin  meminta  maaf  padamu atas semua perbuatanku padamu. "


"Anda tidak salah Tuan,  kau berhak melakukan apapun karena kau sudah membeliku. " ujar Cintya.


"Tidak Ci,  aku salah maafkan aku.  Aku melakukan  karena aku cemburu,"


Mendengar ucapan Jojo,  Cintya mengernyit kan dahinya lagi.  Apa lagi ini kenapa seperti ini,  di saat dirinya sedang menguatkan hatinya agar tidak jatuh Cinta pada pria itu. Tapi dengan gampangnya George mengatakan cemburu,


"Ada apa sebenarnya Tuan George? "


"Tidak ada apa-apa,  aku hanys ingin mulai mengenalmu lebih jauh sebagai kekasih.  Itu saja, " jawab George dengan entengnya.


"Maksud Tuan apa? "


"Maksudku jadilah kekasihku,  dan terus di sampingku. "


"Uhuk.. Uhuk.., " mendengar itu Cintya terbatuk-batuk dan menjadi salah tingkah,  "tahu kah kau hatiku berdebar kencang saat kau katakan itu, "💓💓


"Kau memang lucu,  aku semakin menyukaimu. "


Tak lama pesanan mereka sampai,  sehingga sedikit  membuat Cintya lega , bahkan dia tak tahu harus menjawab apa nanti.  Ini gila hatinya tak berhenti berdetak sangat kencang.


"Makan lah dulu, sayang. "


"Oh tidah,  bahkan dia memanggilku sayang.  Apa ini mimpi?  Hatiku,  hatiku berhentilah berdetak berlebihan."bisiknya dalam hati.


Cintya hanya mengangguk senang dan mulai memakan makanan yang di pesan mereka, sesekali George menyuapi Cintya dengan hangat.


"Tuan George,  apa sebenarnya  rencanamu dengan ini? " tanya Cintya.


"Apa kau mau mempermainkan ku?" Lanjut Cintya.


"Habiskan makanan mu dulu,  setelah itu baru kita bicara. " jawab George tenang.


Cintya menuruti ucapan George, mereka makan dalam diam saling.  Walaupun dalam fikiran Cintya begitu banyak rasa ingin tahu tentang perubahan George padannya.


* * *


Setelah lama Cintya memendam banyak pertannyaan,  kini dia sudah tak tahan lagi untuk segera bertanya pada George.


"Bukankah  pemandangannya indah,  apa kau menikmati makanan nya?" Tanya George  pada Cintya,  bahkan matanya tak berkedip memandangi wajah wanita itu.


Cintya yang di tanya hanya bisa menganggukkan  kepalanya, dia mengagumi ketampanan pria itu saat tersenyum.


"Apa aku begitu mempesona bagimu,  Nona. "


"Ah,  maaf sebenarnya ada apa denganmu Tuan, apa kepalamu terbentur sesuatu atau kau habis kecelakaan. Sampai sifatmu berbanding terbalik, " Cintya mulai fristasi di buatnya. Bagaimana tidak semakin dia berdekatan dengan George semakin berdetak tak beraturan hatinya.


"Tidak,  aku sehat seperti yang kau lihat.  Dan panggil aku George,  Cintya. " pinta George.


"Kau sangat  ajaib Tuan, maaf George hanya dalam satu malam kau bisa berubah seperti ini. " ujar Cintya.


"Kau tahu kenapa aku berubah, karena kamu . Iya kau membuatku gila bahkan aku merindukan mu setiap malam, "


"Cici,  oh tidak  maksudku Cintya maukah kau jadi pacar ku? "


Selamat membaca ya,  maaf garing.  Please comen and vote ok😍😍😍😍💏💏