
Setelah dia melihat pertengkaran dua pria yang membuatnya marah, George semakin penasaran dengan Cintya dia berfikir jika Cintya pasti sudah bercinta dengan mereka. George memang tak bisa berbohong jika bercinta dengan Cintya membuatnya puas, iya. Dia puas secara batin juga, itu kenapa dia menyesal memperlakukan Cintya begitu kasar.
Dia menyadari jika perasaanya pada Cintya bukan hanya sekedar rasa nafsu, tapi juga karena dia menyukainya sebuah perasaan yang selama ini dia nantikan. Pencarian di mana hatinya akan berlabuh, tapi tentu saja sebelum menyatakan perasaannya pada Cintya dia harus menceraikan istrinya.
George terus saja mondar mandir di kamar, dia sedang berfikir bagaimana caranya untuk meminta maaf pada Cintya. Dia tak ingin melepaskan wanita itu, dia juga tak ingin kalah saing dari adik iparnya Jojo, dan rekan bisnisnya Jordy.
otaknya dipaksa utuk berfikir, biasanya dia tak selemah ini dalam berfikir. Tapi tentang Cintya diavselalu berpikir di luar logikanaya, dari mana dia memulai. Apakah dia akan mulai dari putri nya Cintya, "Great, itu bukan ide buruk. "
George berfikir lagi tapi Yuna pasti sudah lebih menyukai Jojo, karena Jojo adalah ayah kandungnya. "Tidak, tidak aku tak boleh menyerah dan harus memiliki Cintya. "
Iya George sudah bertekad dan semua harus terjadi, karena aku adalah George Hardvads.
Sepulang dari kantornya George meluncur menuju sebuah mall yang searah dengan apartemen miliknya, dia berkeliling menuju stand yang menjual perlengkapan anak-anak.
Dia berjalan menyusi satu-satu rak yang berjejer, melihat kanan-kiri pakaian yang tergantung. "Menarik, "
Dia sendiri tak mengerti kenapa mau berbuat seperti ini, sebenarnya dia sangat tak menyukai anak kecil.
"Itu dia, pasti akan cantik di pakai Yuna. "Tanpa dia sadari bibirnya melengkungkan senyum.
Sebuah gaun berwarna pink, dengan khas anak kecil, dan sepatu bening seperti kaca berwarna pink serasi dengan gaunya seperti cinderella, dia juga membelikan boneka barbie yang cantik.
"Maaf aku ambil ini, ini, ini, dan ini." Tunjuk George pada pelayan itu.
"Baik Tuan, apa ada lagi Tuan. "
"Tidak. "
Dia tersenyum dengan puas, berbelanja seperti ini membuat senang munhkin itu kenapa wanita senang sekali menghabiskan uang untuk berbelanja.
"Semuanya empat juta lima ratus ribu rupiah, Tuan. "
"Hm, ini. " George memberikan kartu kredit miliknya.
Setelah selesai dia meluncur ke apartemen Cintya, tak tahu kenapa dia segugup ini dulu dia tak pernah gugup jika harus berhadapan dengan wanita, tapi dengan Cintya hatinya pun bisa berubah-ubah.
"Ting-tong. "
"Ting-tong, "
"Ceklek, "
Ketika pintu itu terbuka, Cintya terlihat sangat terkejut melihat siapa yang datang ke apartemen miliknya . Wajah yang tadi terlihat tersenyum berubah pucat pasi seperti melihat hantu, "Ci, boleh aku masuk. "
"Ada apa lagi, Tuan George Harvads. "
"Aku ingin bicara sebentar, Ci. "
"Untuk apa? Oh iya aku lupa , aku adalah bitch mu. Jika kau menginginkan tubuhku lagi aku akan ke apartememenmu! Tuan, "ujar Cintya nada sinis. Cinty segera menutup pintunya, namun belum pintu nya tertutup tangan George sudah menahannya.
"Aku datang baik-baik, biarkan aku masuh dulu. " George membuka paksa pintunya dan masuk ke dalam apartemen Cintya, dia melihat gadis kecil itu yang sedang bermain di depan tv dengan boneka - boneka miliknya.
"Sore Yuna," sapa George segera berjalan menghampirinya.
"Uncle geo, " Yuna berlari dan memeluk George, George merasa hangat dengan pelukan Yuna.
"Uncle kenapa baru datang? "Tanya Yuna, dia sudah bergelayut di pangkuan George.
"Lihat ini, apa yang uncle bawakan untukmu. " George memberikan beberapa paperbag yang di bawanya.
"Wah uncle memang baik terimakasih, "
"Cup. " Yuna mencium pipi George.
Cintya yang sejak tadi berdiri di belakang George hanya menyaksikan itu, namun kemudian dengan vepat Cintya mengambil kembali paperbag itu dan memberikannya pada George.
"Bawa ini dan pergilah Tuan, nanti aku pasti akan ke apartemenmu. "
"Mammah, hikss... Hiks.. Mammah jahat ."Yuna menangis sejadi-jadinya.
"Berikan itu padanya, Ci! "Perintah George, bahkan kini ke dua matanya menyala kilatan amarah.
"Tidak, aku masih bisa membeli sendiri. Tuan" jawab Cintya tak kalah sengit.
"Sttt... Diamlah cantik. Masuk ke kamarmu, uncle ingin bicara dengan Mamahmu. " George mengusap puncak kepala gadis kecil itu.
"Baik uncle, "
Setelah Yuna pergi, George kembali menghampiri Cintya dan mengambil paperbag itu, lalu dia membuangnya ke tempat sampah. "Apa aku begitu jahatnya sampai kau seperti ini pada putrimu, hah. Dia sangat senang dengan pemberianku jika kau bermasalah jangan sakiti anakmu! "
"Diam Tuan, tahu apa kau tentang anakku. Aku yang paling tahu tentangnya bukankah kau datang hanya ingin tubuhku. "
George mengeraskan rahangnya, dia merasa marah dengan wanita di hadapannya. Jika dulu memang dia sangat menginginkan tubuhnya, tapi sekarang dia menginginkan hati Cintya.
"Jangan sok tahu kau, aku datang ke sini menemui putrimu. Kau pikir aku begitu menginginkan tubuhmu yang berlemak itu, hah. Kau salah Nona. Karena aku bisa dapatkan bitch yang lebih baik darimu, "
Sebenarnya George tak bermaksud mengatakan itu, tetapi wanita di hadapannya ini sangat pintar membuat amarahnya menyala.
Dia menyesal mengatakan itu dan mungkin kali ini dia benar-benar tak memiliki kesempatan bersama Cici.
"Sudahlah berdebat denganmu membuatku badmood, " George pergi meninggalkan Cintya yang sedang terisak.
"Brak, " ketika George membuka pintunya, ternyata Jojo sudah ada di depan pintu. "Ka, untuk apa kau kesini? " tanya Jojo.
"Menurutmu apa lagi, tentu bercinta dengan bitch ku." Tersungging senyum licik di wajah George.
"Kau gila ka, bagaimana dengan kakakku. "
"Terserah kau saja, "
Setelah mengatakan itu George benar-benar pergi meninggalkan mereka, tanpa memperdulikan panggilan Jojo.
"Bugh.. Bugh.. "
Jojo memukul George dari belakang, dia merasa marah karena dua wanita yang dia sayang di permainkan oleh George, "bajingan kau, kau pikir dirimu hebat dengar aku pasti akan membayar uangmu itu. Dan mendapatkan Cintya, "ujar Jojo dengan penuh amarah.
"Bugh... Bugh... "
George membalas pukulan Jojo hingga dia tersungkur di lantai, "kau pikir kau pria hebat meninggalkan kekasihmu yang sedang hamil, dan kini berpura -pura ingin kembali. Kau sampah jo, "
* * *
"Arghhhh, "
Cintya berteriak melepaskan amarah dalam hati, iya. George benar dia bisa mendapatkan wanita yang lebih baik darinya, sialnya hatinya merasa sakit mendengar itu dia tak rela jika George berpaling darinya.
"Oh Tuhan, ada apa dengan hatiku? "
Cintya kini menahan tangisnya dia tak ingin putrinya semakin takut padannya, "perasaan inj membuatku gila. "Lirih Cintya.
Ketika Cintya masih menangis dalam diam, Jojo masuk menghampirinya dia memeluk Cinty tanpa permisi. Sehingga membuat Cintya kaget, "apa yang kau lakukan, Jo? "
"Cintya aku mohon kembalilah padaku, kita mulai semua dari awal hanya aku, kamu, dan Yuna. Jojo masih saja memeluk Cintya dari belakang dia tak ingin melepaskan pelukannya itu walau berkali-kali Cintya ingin melepaskannya.
"Tolong Jo, jangan bebani aku dengan perasaanmu bukankah sudah aku katakan. Semua sudah terlambat Jo, " ujar Cintya.
"Apa karena George? "Tanya Jojo dengan nada kecil.
Cintya hanya terdiam dia tak berani menjawab nya, karen dia tahu ini hanya cinta sepihak.
"Kau tahu dia adalah kakak iparku Ci, dia juga orang paling brengsek, dia selalu membuat kakakku menangis dan aku tak mau kau mengalami nya."
"Apa bedanya dia dan kau jo, kau bahkan lebih menyakitiku ketika mempermainkan ku dan menyuruhku menggugurkan Yuna. Dan tanpa bersalah kau ingin memulai hubungan ini."
"Biarkan aku begini Jo, mencintainya saja membuatku bahagia dan aku tak akan merusak rumah tangganya. " lanjut Cintya.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, karena hanya aku yang bisa membahagiakan kau dan Yuna. " Jojo melepaskan pelukannya, hatinya merasa sakit mendengar Cintya mengatakan mencintai pria lain yang menjadi kakak iparnya.
"Sudahlah hentikan ini, aku ingin bertemu Yuna. "
"Yuna, Daddy datang. " teriak Jojo, dia berusaha mengendalikan dirinnya agar tidak terlihat marah.
"Daddy, "
Yuna yang sedang dikamar dan menangis pun, segera berlari menghampiri Jojo dengan wajah yang gembira. Sehingga membuat Cintya sedikit lega karena putrinya tak sesedih itu.
"Yuna ini, jika nanti bertemu uncle Geo. Jangan lupa ucapkan terimakasih, "Cintya memberikan paperbag yang tadi di bawa George, iya dia tak boleh egois pada putri nya toh George memang tulus datang untuk bertemu putrinya.
"Aku akan membawa Yuna pergi jalan-jalan, setidaknya dia butuh sedikit hiburan. "Ucap Jojo.
"Baiklah, "
"Ayo Yuna, ganti pakaianmu dan kita jalan-jalan. "
"Hore... " surak bahagia.
* * *
George pov.
Aku berjalan dengan lemah tanpa tenaga, sepertinya memang aku butuh istirahat memikirkan Cintya membuat seluruh tenaga ku habis.
Sebenarnya aku me yeaali perkataan ku yang tadi, aku sangat tidak enak hati. Tapi wanita itu pintar sekali membuat darahku naik.
Akupun tak bermaksud untuk menghinanya seperti itu, dan aku menyesali mulutku yang hanya bisa mengatakan kata yang menyakitkan bagi wanita itu.
"Argh sial, aku mencintaimu. " teriak George.
"Siapa yang kau Cintai?" ujar Laurent langsung mendudukan dirinya di sampingku.
Aku tak mengerti kenapa hidupku seperti ini, wanita di sampingku selalu membuatku pusing, dia memang baik, cantik, dan berkelas. Tapi sungguh aku tak pernah mencintainya sejak dia menjadi istriku tak pernah ada getaran yang muncul dalam hatiku.
"Ada apa kau datang ke sini? Dari mana kau tahu apartemen ini? " tanya George dingin.
"Aku istrimu, jadi aku tahu dimana suamiku berada. " laurent tersenyum pada George.
"Sudah aku katakan kita akan segera bercerai, jadi berhentilah bersikap seperti istriku. Dan jangan temui aku," ucap George dengan nada yang sangat dingin dan tajam.
"Apa kau mencintai wanita lain? "
"Iya, " jawabnya singkat.
"Apa dia pelacurmu itu? Hah. " tanya Lauren dengan nada yang sedikit membentak.
"Iya dia wanita yang aku cintai. "
"Bajingan kau, apa hebatnya wanita gendut itu dariku. Aku wanita terhormat, aku cantik, dan berpendidikan. Tapi wanita itu sangat jauh dari diriku. "Teriak laurent.
"Hebatnya dia bisa memiliki hatikku, membuat hatiku nyaman bersamanya. "
"Laurent lupakan diriku, dan jalani hidupmu dengan baik. " lanjut ku.
"Tidakkkkk, kau hanya milikku Geo. Hanya milikku, aku akan membunuhnya wanita sialan. "
"Keluarlah kau mengganggu kenyamanan apartemen ini. "Aku membawa wanitaitu keluar dari apartemenku, karena dia sungguh berisik.
Pov end.
* * *
Dilain tempat lagi masih saja ada seorang pria yang mencari tahu siapa pria-pria yang mendekati Cintya, tanpa orang lain tahu maksud dan tujuannya.
"Tuan, sepertinya George Hardvas membeli Nn. Cintya dari bar yang di miliki Bobby. Dia membayar uang yang sudah ayah tirinya Nn. Cintya ambil. " ujar ramond kaki tangan pria itu.
"Lalu bagaimana dengan Jojo? "
"Jojo dia adalah kekasih Nn. Cintya di SMA, dan dia ayah dari putri Nn. Cintya. Dia meninggalkan Nn. Cintya setelah tahu kehamilan Nn. Cintya. Dan kini pria itu ingin mendekati Nn. Cintya agar bisa menikahinya. "
"Baik terus pantau mereka, selama mereka tak menyakiti Cintya. "
"Baik Tuan. "
Maaf aku lama update semoga menikmatinya ya😁😁😁😁
Jangan lupa vote dan comennya aku tunggu lho.