Why if I bitch

Why if I bitch
Bab 16



18+


Bijak ya dalam membaca dan jangan baper ok😄😅😅


"Kau terlihat cantik malam ini," puji George,  sehingga membuat kedua pipi Cintya merona.


"Hai kenapa kau lama sekali datangnya, apa kau tahu jika aku sudah tak tahan ingin bercinta denganmu. My bitch," lanjut George dengan senyum yang terlihat jahat.


Ketika Cintya mulai sadar dengan ucapan George, semua sudah terlambat.  Karena George menariknya secara kasar dan mencengkram lengan Cintya dengan  sangat erat.


Kekuatan Cinty tak sebanding dengan kekuatan George yang bertubuh kekar, George mendorong tubuh Cintya ke atas ranjang dan setengah menindihi nya. George mengambil seutas tali yang berada di atas nakas kamarnya, dan mengikat kedua tangan Cintya menjadi satu di ranjang.


"Tuan,  apa yang kau lakukan? " Tanya Cintya yang sudah terlihat panik dengan keadaannya.


George justru tersenyum dengan rasa puas,  karena melihat Cintya yang tertidur tak berdaya. George melepas kaos yang di pakainya sehingga tampak dada nya yang  bidang dan berotot, Cintya sempat terpesona melihat tubuh George.  Namun satu detik kemuduan dia tersadar jika dirinya dalam posisi yang berbahaya.


Dia mencoba berontak agar tali itu lepas,  tapi sialnya walau tubuh nya besar namun  tak ada tenaganya sama sekali.


"Selama aku bercinta denganmu, milikmu sangat panas dan memabukkan. Membuatku tergila - gila tapi kau kini mencari pria lain untuk kau tiduri, " ucap George.


"Dan kau tahu aku tidak suka itu, dan malam ini, aku ingin kau mengingat bagaimana rasanya bercinta denganku seumur hidupmu."Sambung  George.


* * *


Kini pria itu sudah berada di atas tubuhnya, dan George mulai mendekati bibirnya hingga Cintya bisa merasakan hembusan nafas pria itu.  George menciuminya dengan rakusnya sehingga membuat bibir Cintya agak bengkak, Cintya mencoba untuk menepisnya dengan namun tangannya terikat.


"Diamlah sayang,  tanganmu akan memar nantinya jika kau terus seperti itu! " bibir George terus menyusuri setiap detil tubuh Cintya hingga akhirnya mendarat di bibir Cintya.  Mengecupnya dengan lembutdan lidahnya pun menelusup masuk agar bibir Cintya terbuka sedikit, George merasakan bentuk bibir Cintya yang tipis dan lembab yang membuatnya ketagihan.


Didalam bibir Cintya dengan lihainya George memainkan lidahnya dengan sangat menggoda, begitu lama dan dalam. Saat George melepaskan pautan bibir mereka nafas Cintya mulai terengah-engah membuat George tersenyum puas.


"Apa kau menikmatinya? Kau menyukai Ciumanku bukan? Hm. " bisik George di dekat telinga kanan Cintya, dan membuat bulu kuduknya merinding.


"Aku sangat menyukai dan menikmati nya,  bibirmu sangat nikmat. "


Jemari milik George mulai membuka celana jeans milik Cintya dan masuk ke dalam organ intim Cintya,  dan mencoba menggoda gairah Cintya.


"Dan kau tahu, di sini milik mu yang sangat aki sukai,  dan selalu membuatku ingin memasukkan  milikku terus.  Sayang, "


"Dan pantas saja jika kau menjadi seorang pelacur, pasti sudah banyak pria yang juga ketagihan sepertiku.  Bahkan adik iparku pun sudah merasakan milikmu, "sambung George dengan tatapan yang dingin.


Sontak saja ucapan George sangat melukai hatinya dan harga dirinya, dia pun hanya bisa menangis dalam diam.


Lagi-lagi Cintya meronta igin melepaskan kaitan tali yang mengikatnya, tetapi tak bisa tubuh George menindihinya dengan kuat dan membuat Cintya tak berdaya.


George melirik ke arah ikatan tangan Cintya,  george tahu itu pasti sangat menyakiti Cintya namun amarahnya pada Jojo mengalahkan akal sehat nya,


"Jangan terlalu banyak bergerak,  bitch.  Ikuti saja permainannya dan kau akan aku puaskan. " ucap George.


Mendengar itu Cintya hanya bisa menangis, karena dia sudah tidak tahu harus berbuat apa?  Cintya merasa heran kenapa tiba-tiba George menjadi seperti ini. Apa salah nya sampai George tega merendahkannya?


"Sebenarnya ada apa?  Dan apa salahku George ?"


"Aku hanya ingin menyadarkan mu, siapa dirimu?  Dan apa posisimu sekarang. " George membuka kaos milik Cintya dan membuka kaitan bra nya,  George membiarkan saja payudara milik  Cintya terbuka begitu  saja tanpa sehelai benang pun.


"Ini  sungguh indah! Bagaimana kau bisa memiliki nya. " George mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda  Cintya, dan mengecupnya dengan lembut membuat Cintya mengerang kenikmatan.


George  mengecup dengan lidahnya,  lalu bibirnya terus menyusuri area payudara Cintya dan memainkannya.  Sesekali George meninggalkan jejak merah di payudara Cintya


Cintya mencoba menghalangi pria itu,    dan menahan segala gairahnya tetapi tubuhnya tak bisa berbohong. Sensadi yang di buat George sangat memabukkan dan menggodanya hingga membuatnya tersiksa, George benar mencumbunya dengan lihai hingga Cintya merasakan gelenyar aneh dan panas yang membakar tubuhnya.


Jemari George kini memainkan organ intim Cintya,  menyentuhnya dengan intens dan memainkan nya. Tubuh Cintya menegang menerima perlakuan itu dia sudah tak tahan menerima sentuhan -sentuhan.


George memindahkan kepalanya sejajar dengan milik Cintya, dia merasakan sesuatu Yang hangat dan lembab,  namun Cintya merapatkan kedua kakinya agar George tak bermain-main disana karena sangat menyiksanya.


Tapi Cintya terlambat tangan George sudah menahannya, membuka kedua kaki Cintya dan bibir George mendekati milik Cintya mengecupnya lembut dan sesekali lidahnya bermain disana hingga membuat penahanna nya runtuh dan mengalami klimaks yang pertama.


"Semua milik mu memang indah,  dan kau milikku,  pelacurku. "


"George kenap kau lakukan ini? "Hanya kata-kata itu yang terucap dari bibir Cintya.


"Sttt,  bersabarlah aku akan mulai permainan ini. sayang, "


George mengecup lembut bibir Cintya dan dadanya sengaja di gesekkan ke payudara Cintya, dan Cintya merasakan sesuatu disana sesuatu milik George yang sudah menegang. Di antara ke dua paha Cintya sehingga menggoda Cintya yang ingin segera di masukkan ke dalam milik nya.


Dan tanpa kata George memasukkannya ke dalam milik Cintya dengan sekali hentakan dan kasar, Cintya yang merasakan milik George di dalam nya sekali lagi mengerang nikmat george mulai memainkannya memaju dan mundurkamnya secara terus menerus.


"Oh Cici, " George  mengerang nikmat di bawah sana,  milik Cintya sangat membuatnya  mabuk kepayang, dan selalu ingin masukinya. Milik Cintya begitu panas, basah dan nikmat. Hi gga menimbulkan sensasi luar biasa di organ intim George, benar sangat sempit.


George menggoyang dan menghujamkannya terus menerus,  dan teratur.  "Akhh Cintya aku ingin keluar. " george terus menghunjamkannya terus tanp jeda hingga mereka mengalami klimaks bersama.


* * *


George mengangkat tubuhnya dan meninggalkan Cintya sendiri yang masih kelelahan dan sisa sisa organisme, lalu membuka ikatan tali tangan Cintya yang menimbulkan memar kemerahan.


"Ingat ini seumur hidup mu,  jika kamu hanya milikku.  Pelacur ku,  dan aku yang  membelimu. Jadi jangan Coba-coba mendekati pria lain karena aku akan memberikan hukuman yang lebih berat, "


George menggunakan kembali pakaiannya dan sekilas menatap dingin ke arah Cintya,  di melihat air mata yang menetes di pipi Cintya.


"Dan kau jangan lupa ini,  karena malam ini sangat indah dan nikmat. "


George berlalu meninggalkan kamar itu tanpa menoleh kembali pada Cintya.


Dengan sisa tenaga Cintya pun mengenakan pakaiannya yang tercecer dimana-mana,  pria itu sungguh kejam melakukan ini sampai dirinya benar-benar jijik pada tubuhnya sendiri.  Karena diaberkali-kali menghinanya dan mengingatkan statusnya yang hanya seorang pelacur,  Cintya mengingat kejadian beberapa jam lalu. Saat dirinya membiarkan Yuna di bawa oleh Jojo,  hingga dirinya menghabiskan uang untuk ke salon melakukan perawatan.  Semua dialakukan untuk bertemu dengan George,  tapi apa yang dia dapatkan perlakuan sangat menyayat hati dan dia tak akan melupakan saat ini.


Cintya masih menangis dan dia berlari pergi meninggalkan apartemen pria itu,  dia tahu jika George ada di ruang tamu namun cintya tak memperdulikanya dan pergi.


Dia terus berlari tanpa henti bahkan Cintya tak memakai alas kaki,  kakinya penuh luka memar hingga dirinya jatuh di jalan dan tak sadrkan diri.


Maaf kalo di part ini terlAlu vulgar ya 😀😀😄😄 jangan lupa vote dan comentnya