When I With You

When I With You
When I With You 25



Arya membuka pesan dari kepala sekolahnya. Di sana tertera resume Aini yang Arya butuhkan. Mulai dari identitas diri dan juga identitas keluarganya ada di sana.


Arya tertegun saat melihat nama ayah Aini. Setahu Arya namanya sama persis dengan adik komandannya yang selalu berlatih sama Arya. Pak hasan, ayah Aini bernama hasan. Dan adik dari komandan Arya juga bernama hasan.


Bagi Arya dia adalah orang yang baik karena selalu membantu Arya walaupun Arya sering ketus padanya. Dia menemani Arya berlatih di saat kawanan Arya tak ada yang berani mendekati Arya. Dan saat ini Arya belum pernah bertemu lagi dengan pak hasan.


"Gak nyangka apa jangan jangan Aini keponakan komandan ya?", tanya Arya pada dirinya sendiri.


"Arghh mana mungkin", ucapnya lagi sambil menggelengkan kepala tak percaya.


"Tapi jika iya, ada masalah apa sampai gue di tugaskan buat ngelindungin Aini", Arya makin heran perkara misinya yang harus melindungi orang lain.


'Jika benar Aini adalah anak dari pak hasan, maka gue harus bener bener menjaganya sebagai tanda terima kasih gue sama pak hasan karena mengganggap gue ada di saat yang lain gak pernah melihat gue', tegas Arya dalam hati.


*****


"Ren lo mau kemana sekarang?"


"Gue kangen sama Aini Boy. Gue harus ngeliat dia"


Reno keluar dari ruangan gelap yang di jadikan markas olehnya dan Boy temannya. Reno pergi sendiri karena ia hanya ingin melihat Aini meskipun dari jarak jauh.


Reno sampai di villa kediaman Aini. Dia berhati hati untuk masuk agar tidak diketahui orang lain. Sesampainya di lorong villa itu, Reno melihat Aini tengah duduk menghadap tv sambil memainkan ponselnya.


Ditatapnya dari belakang wanita pujaannya itu. Ingin sekali Reno mendekat dan membelai rambut gadis itu, namun apa daya Reno tak bisa menampakan dirinya sekarang.


'Aini gue gak tahu harus dengan apalagi gue mencoba melupakan lo. Tapi gue gak bisa. Gue lampiasin semuanya dengan minum dan bersenang senang dengan orang lain di luar negri tapi tetap lo yang ada di pikiran gue', gumam Reno dalam benaknya.


'Aini sekali saja, lihat gue, lihat gue sebagai lelaki yang mencintai lo. Bukan Rey tapi gue Aini'


Aini menyadari ada seseorang yang tengah memperhatikannya. Ia masih memegang ponsel dengan posisi yang sama. Tangannya terus mengutak atik ponselnya, namun matanya melirik waspada ke sekelilingnya.


Kemudian dengan diam diam Aini melihat pantulan seseorang dari layar ponselnya. Sosok pria bertubuh atletis dibalut pakaian serba hitam tengah berdiri di balik lemari memperhatikan Aini dari belakang.


'Astagaa apa jangan jangan dia yang waktu itu masuk ke kamar gue?', tanya Aini dalam hati sambil was was.


'Mau ngapain lagi sih dia, bikin gue bergidik ngeri aja', Aini mulai panik karena takut orang itu akan berbuat jahat padanya.


'Ya ampun apa yang harus gue lakuin sekarang? Gue pergok terus getok pake panci kali ya? Arghh gue harus ke dapur dulu dong kalo gitu', Aini malah berbicara sendiri dalam hatinya.


Setelah beberapa lama orang itu tidak pergi juga, akhirnya jari jemari Aini beraksi. Ia segera mengetik sesuatu kepada Rey.


'Rey ada cowo berbaju hitam yang waktu itu gue ceritain di sini. Pliss bantuin Aini, aku takut bangett', ucap Aini dalam hati yang merupakan isi pesannya kepada Rey.


Situasi makin menegangkan. Rey tak kunjung datang ataupun membalas pesan Aini. Sudah beberapa menit ia tak bergerak dari tempatnya karena takut akan mengejutkan pria itu.


Drrttt.. Drrttt.. Drrttt..


Ponsel Aini bergetar karena ada panggilan dari Rey. Namun Aini biarkan, tidak ia jawab karena gak mungkin dia bilang di telpon kalau di rumahnya ada orang jahat.


Aini mengetik kembali pesan ke Rey. Ia menyuruh Rey untuk datang tanpa menelponnya lagi. Rey yang merasa khawatir bilang sedang bergegas ke kediaman Aini.


'Sepertinya Aini menyadari kehadiran gue di sini', batin Reno.


*****


Di basecamp tempat kediaman anak anak geng motor garuda berkumpul sedang risau melihat ekspresi Rey yang langsung terburu buru pergi.


"Rey lo mau kemana?", tanya salah satu dari mereka.


"Gue harus ke villa. Aini dalam bahaya", ujar Rey selagi bergegas bersiap siap.


"Apa? Ada apa sama Aini?", tanya mereka ikut khawatir.


"Gue jelasin nanti", ucap Rey yang kemudian menghilang dari pandangan mereka.


Ya sendari tadi Rey sedang berada di basecamp berkumpul dengan teman temannya setelah mengantar Aini pulang. Namun ia bergegas pergi saat mendapat kabar dari Aini.


*****


Ceklekk..


"Aini", teriak Rey saat memasuki rumah.


Rey terbelalak saat melihat seseorang di depannya. Memandang tajam padanya sambil berkacak pinggang.


"Dimana orang itu?", tanya Rey sambil celingukan.


"Telatttt", ketus Aini.


"Yahhh", Rey menundukan wajahnya karena datang terlambat.


"Lama banget sih, untung gue masih hidup gak di apa apain", gerutu Aini kemudian kembali duduk.


"Ya ampunn maaf sayang, aku dari basecamp ke sini jadi butuh waktu lama"


"Hmmm"


"Jangan ngambek dong, ntar cantiknya ilang", goda Rey sambil tersenyum melas.


"Berisik"


Brankkk...


Rey dan Aini terperanjat saat mendengar suara benda yang jatuh ke lantai. Keduanya menengok ke arah sumber suara secara bersamaan dengan mulut terbuka saking terkejutnya. Kemudian keduanya saling memandang dengan beribu pertanyaan dalam benak mereka.


Bersambung..