Walky Love

Walky Love
Part 7~



Mereka pun makan bersama


Sekarang Vero sudah mengenali kedua orang tua Marven, Vero sangat bersyukur karena ia bisa bertemu dengan orang orang baik, awalnya Vero mengira pertemuan pertama dengan orang tua nya akan sangat canggung, nyata nya tidak, ayah ibu Marven menyambut Vero dengan sangat baik, Mereka pun berbincang bincang, acara masih berlanjut tetapi Vero merasa gelisah karena Jarum jam menunjukkan pukul 18.00, Vero takut jika ibu tiri nya akan memarahi nya, jadi dia memutuskan untuk pulang dan mencari Marven. tak lama


ia pun menemukan nya, ternyata Marven sedang mengobrol dengan pak William, Vero pun memanggil Marven , "pak marven boleh saya bicara sebentar dengan mu." ucap Vero pelan, Marven hanya mengangguk pelan, dan pindah dari tempat itu, "pak Marven, bisakah kamu mengantar saya pulang sekarang?, saya takut orang tua saya marah." Vero berbisik ke arah marven,


"sekarang?, acara nya masih


berlanjut." tanya marven keheranan.


"Iya sekarang, maaf aku tidak bisa berlama lama." jawab Vero yang masih berbisik kepada Marven,


"baiklah, tunggu disini ya." ucap Marven dan kemudian dia pergi, entah kemana mungkin dia mengambil kunci mobil nya, beberapa menit kemudian ia pun kembali, "ayo." ucap Marven, Vero hanya mengangguk dan mengikuti Marven dari belakang.


Diperjalanan pulang


Vero merasa sangat ngantuk dan lelah, akhirnya ia pun tertidur pulas didalam mobil, melihat hal itu membuat Marven tersenyum tipis,


lalu marven membenarkan posisi Vero, karena saat itu kepala Vero bersandar di jendela. FYI : Vero sudah memberi tahu alamat nya tapi ia meminta diturunkan di pinggir jalan yang lumayan dekat dengan rumahnya, Vero tidak mau diturunkan didepan rumahnya, karena nanti keluarga nya akan memanfaatkan kekayaan bos nya.


Mobil pun sampai di tempat yang Vero inginkan


Marven merasa tidak enak untuk membangunkan Vero, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa, Karena ia juga tidak tahu dimana rumah Vero


Marven pun menyentuh bahu Vero dan menggoyangkan pelan.


"Hey bangun, kita sudah sampai." ucap Marven, Vero pun menggeliat dan membuka mata nya perlahan lahan, "oh sudah sampai ya." ucap Vero yang saat itu masih mengantuk,


"ya." singkat Marven, kemudian Vero pun turun dari mobil, "pak bos terimakasih sudah mengantar saya kesini." ucap nya sambil tersenyum


"Iya tidak masalah." jawab marven dengan senyum tipis nya, "oh ya, ini." sambung marven memberikan uang kepada Vero, "ini untuk ku?" tanya Vero, "iya ambil saja, dan gunakan uang itu untuk menaiki angkutan umum." jawab Marven, "wah terimakasih banyak pak bos, aku merasa senang karena kamu selalu baik kepada ku." ucap Vero seraya tersenyum bahagia, Marven hanya menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya, kemudian kaca mobil pun tertutup dan Marven segera menjalankan mobil nya, Vero menatap mobil itu yang lama kelamaan menjauh, ia pun berjalan untuk menuju rumah nya, ia sudah mempersiapkan mental jika ia harus di pukuli.


Sesampainya di rumah


ia melihat ruang tamu yang sangat berantakan karena ulah Kaka nya dan ibu tiri nya 'Tok tok tok'


"aku pulang." ucap Vero gugup


Mereka berdua pun menoleh ke arah nya. "Eh pembantu kita udah pulang ma, habis dari mana kamu." ucap Kaka nya dengan nada meledek,


"haduh dek, lebih tepat nya anak pungut." ucap Liana sambil tertawa dengan keras, Vero hanya bisa mendengarkan kedua orang itu mengatai nya, dia agak kesal dengan mereka berdua tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, dan dia


memutuskan untuk balik ke kamar namun keinginan nya itu tertahan saat Liana memanggil nya.


ucap Liana dengan nada kesal


Vero yang saat itu merasa kesal, ia langsung pergi ke kamar nya dan mandi, saat selesai mandi ia berpakaian seperti biasanya, dan pergi ke ruang tamu karena ibu tiri nya memanggil Vero terus menerus.


Saat Vero sampai di ruang tamu, Liana langsung menarik kuping vero dengan keras, "kamu sekarang sudah tidak mendengarkan perkataan ibu mu lagi ya." ucap ibu tiri nya dengan nada marah, Nia sang Kaka yang melihat itu langsung memanaskan ibu nya, "pukuli saja dia ma, belakangan ini dia kurang ajar dengan kita ma." ucap Nia sambil tersenyum menyeringai, ibu nya yang mendengar perkataan itu langsung mendorong Vero ke lantai


Dan itu membuat vero kesakitan karena kepala nya terbentur lantai,


"maafkan aku Bu." ucap Vero yang sedang merintih kesakitan, "tidak ada maaf untuk mu, bukankah ini kesempatan untuk ku, karena ayah mu tidak berada disini, aku bisa memukuli mu sebanyak yang aku mau." ucap si ibu tiri yang tengah berdiri disamping Vero, sang Kaka melihat hal itu pun mulai mengikuti ibu nya, ia menendang wajah Vero lalu menarik Vero untuk berdiri.


Seketika ibu nya pun menampar Vero dengan keras, Air mata Vero pun mulai keluar. "Lihat lah ma, dia sangat cengeng, aku semakin ingin memukuli nya." ucap Kaka nya,


"kamu bebas memukuli nya sayang,ini hukuman untuk dia karena belakangan ini dia pulang larut malam." ucap ibu tiri nya dengan senyum menyeringai, "sudah cukup, aku minta maaf Bu, aku berjanji tidak akan melakukan nya lagi." ucap Vero yang sedang kesakitan dan mulai menangis, "tidak ada maaf untuk kamu Vero." ucap ibu tiri lalu mencubit lengan Vero dengan keras,Kaka nya pun mengikuti aksi ibu nya.


Tak lama kemudian ayah pun pulang dari pekerjaan nya


ia pun terkejut ketika melihat anak perempuan nya yang sedang dipukuli oleh kedua orang itu, "cukup apa yang kalian lakukan!" Bentak sang ayah yang lalu mendorong mereka berdua, "kenapa kau selalu membela anak mu yang jelek ini." bentak Liana balik, "karena dia adalah anak satu satu nya yang ku sayangi, kau tidak berhak menganiaya putriku." ucap ayah dengan nada kesal, Liana nya hanya bisa mengepal kan tangan nya lalu pergi ke kamar nya, "hari ini dan seterusnya kau tidak boleh tidur di kamar ku." ucap Liana dengan nada tinggi. Nia nya pun hanya bisa menghela nafas panjang dan balik ke kamar nya, saat mereka sudah tidak ada, ayah pun menggendong Vero dan dibawa ke kamar nya.


Di kamar Vero


"Nak kamu tidak apa apa kan." ucap sang ayah dengan khawatir, "aku tidak apa apa hehe." ucap vero dengan nada terbata bata, Ayah pun segera mengobati luka memar yang berada di wajah, tangan, kening, kaki,dan jari tangan nya. Ayah merasa sedih karena ia tidak bisa menjaga putri nya dengan baik, setelah selesai ayah pun menarik selimut dan menutupi badan Vero, ia lalu mengecup kening nya, "Vero besok jangan pulang larut lagi ya." ucap sang ayah, "Vero tidak bisa berjanji yah." ucap Vero dengan pelan karena mulut nya sakit akibat Luka lembab di bibir nya. Sang ayah yang mendengar jawaban itu langsung menanyainya, "mengapa? ayah dengar kamu menemui seseorang di dekat perkebunan?" tanya sang ayah heran. "Tidak yah, sebenarnya Vero bekerja di perusahaan yah, yang terletak agak jauh." ucap Vero pelan, sang ayah pun terkejut tapi ia bahagia karena putri nya sudah mulai bekerja, itu berarti ia akan mendapatkan hasil usaha nya sendiri, "itu bagus nak." ucap ayah nya, "iya tetapi tolong jangan beritahu kepada ibu dan Kaka ya." ucap Vero ketakutan, Ayah pun segera menghelus rambut putri nya, "Ayah ber janji tidak akan memberi tahu ini kepada mereka." ucap sang ayah


Vero hanya bisa menanggapi nya dengan senyum. "Ngomong ngomong kamu harus berangkat jam berapa." tanya sang ayah, "Jam 7." jawab Vero, "Wah pagi sekali, yasudah kalau begitu biarkan ayah yang mengerjakan tugas mu dirumah, ayah akan bangun subuh dan membersihkan rumah, sementara kamu beristirahat saja." ucap sang ayah, "baiklah." ucap vero


"Kalau begitu segera lah tidur agar kamu tidak telat." ucap sang ayah.


Ayah nya pun mengecup kening Vero untuk kedua kali nya dan menyuruh Vero tidur, ia lalu keluar dari kamar Vero, dan ayah nya pun tertidur di ruang tamu.


[ BERSAMBUNG ]


jika author berada di sisi Vero , author lebih baik tidak pulang ke rumah dan menginap saja dikantor wkwkkw


Semoga kalian enjoyy sama ceritanya , maaf kalo di ketikan aku ada salah kata😓🙏,soalnya aku setelah menulis ini tidak dibaca ulang 🙏


Hope you enjoy


and don't forget to vote


Nantikan up selanjutnya


See you👋