
"iya kemarin kan saya sudah janji untuk membelikan mu pakaian." ucap marven yang sedang fokus mengendarai mobilnya, "tapi kurasa tidak perlu pak, aku takut merepotkan mu." ucap vero gugup
"tidak, janji itu harus ditepati, sudah nurut saja dengan ku." ucap marven,
"baiklah." ucap vero kikuk. Vero pun bersandar di kaca mobil ia melihat pemandangan dari arah kaca itu, ia melihat air sungai yang sangat bersih, FYI : mereka lewatin jembatan. "Hey." ucap Marven, "ya ampun bapak bikin terkejut saja." ucap Vero, "kenapa terkejut? kamu sedang melamun?" tanya marven.
"iya hehe." jawab vero, "ngomong ngomong bapak memanggil saya ada apa." sambung nya, "tidak kenapa napa, saya hanya takut kamu kesurupan." ucap marven seraya mengalihkan pandangannya, "dih si bapak pikiran nya aneh aneh aja." ucap Vero, "jangan panggil saya bapak, saya belum tua tau." ucap Marven dengan nada kesal, "hahaha baiklah baiklah bos marven." ucap vero sembari tertawa.
Sesampainya di mall
Vero pun turun dari mobil, namun ia merasa mall itu sangat sepi, "pak kenapa mall nya kelihatan sepi." tanya Vero. "Mall nya saya sewa." jawab marven, "wahh bos saya memang tidak tertandingi haha." ucap Vero "Diam lah." ucap marven dengan nada kesal, sebenarnya marven tersipu namun ia
menyembunyikan nya, bagi nya cowok itu kan harus gentle.
Mereka pun memasuki mall tersebut
Setelah mereka memasuki mall nya, Vero kagum karena disana sangat luas sekali, "sudah cukup kagum nya ayo kita berbelanja." ucap marven, ia pun menarik tangan Vero.
Mereka pun pergi ke toko pakaian khusus perempuan
marven pun menemani Vero untuk memilih baju, namun Vero belum mengambil pakaian itu, karena bagi nya harga disana sangat mahal.
"Pak, ayo kita berbelanja di pasar tradisional saja, disini mahal sekali,saya takut menghabiskan uang bapak." Vero berbisik kepada marven,
"Ya ampun, pilih saja tidak apa apa." ucap marven pelan, "saya tidak bisa pak, membeli baju dengan harga semahal ini bisa boros pak." ucap Vero, Marven pun menghela nafas panjang, "sudahlah biar saya yang pilihkan." ucap marven, ia pun mencari cari pakaian yang cocok dipakai oleh vero, pakaian yang ia pilih sangat cocok dipakai oleh vero,
Dan mereka ke kasir untuk membayar.
Total harga dari pakaian yang mereka beli : 480 Yuan
[Atau sekitar 1 jutaan], mereka pun pergi dari toko itu. "Pak, apakah tidak apa apa membelikan saya baju dengan harga yang sampai 480 Yuan. " ucap vero tertunduk, "tidak apa apa,gaji mu tidak akan dipotong." ucap Marven santai, "bukan masalah itu,saya takut uang bapak habis." ucap Vero, Marven pun mengalihkan pembicaraan dan membawa Vero untuk membeli es krim, "disana ada tukang es krim, ayo kita beli." ucap marven.
Mereka pun menghampiri si penjual es krim
"Kamu mau rasa apa." tanya Marven,
"terserah bapak saja hehe, saya pemakan segala nya." ucap vero menyengir, "ada ada saja kamu." ucap Marven, "baiklah kalau begitu saya pesan rasa bubble gum dan coklat Oreo." sambung nya, "baik ditunggu ya." ucap si penjual es krim, mereka pun menunggu, dan beberapa menit kemudian es krim telah tiba mereka pun keluar dari toko tersebut dan duduk di salah satu bangku yang berada disana. "kamu mau rasa apa." tanya marven, "hm sulit." jawab Vero yang sedang memandangi kedua es krim itu, "kalau begitu kita makan bersama saja." Marven pun
memberikan Vero es krim rasa coklat Oreo, Vero pun memakan es krim tersebut, "wahhh enak sekali, yumm manis." ucap Vero, "sekarang coba yang bubble gum." Marven pun memberikan es krim rasa bubble gum,"hm manis, rasa nya kuat sekali." ucap vero, "pak marven juga mencoba rasanya ayo makan." Marven pun memakan es krim tersebut,dan waktu pun berlalu
Mereka menghabiskan waktu dengan jalan jalan dan membeli makanan.
Hal menarik
Vero pun melihat sebuah ruangan untuk berfoto, ia pun menarik narik,
"pak pak, pak marven ayo kita berfoto." ajak Vero, "tidak, saya tidak mau." ucap marven ia pun menarik tangan Vero tapi Vero menahannya.
"Ayolah pak sekali saja." mohon vero,
"tcih baiklah, hanya sekali ya," ucap marven terpaksa, "yey baiklah ayo pak." ucap vero ia sambil menarik tangan Marven, ketika di dalam, "pak ayo coba gaya peace✌️." ucap vero
Marven pun mengikuti gaya berfoto Vero, "1 2 3 ." ucap vero
Mereka pun banyak berfoto dengan gaya lain.
Diperjalanan pulang
Marven pun menoleh dan menjawab singkat, "Ya." ucap Marven, "ah bapak tidak seru, kenapa hanya menjawab ya." ucap vero dengan nada kesal.
"Lalu saya harus menjawab apa"ucap marven heran, "terserah, asal jangan menjawab dengan singkat." ucap vero sambil mengalihkan pandangannya. Marven pun menghela nafas nya, "tidak perlu mentraktir ku, pakai saja uang mu untuk keperluan yang kamu butuh kan." ucap Marven, "Puas?"sambungnya, Vero pun tertawa, bos nya itu sangat penurut,entah kenapa hari itu Vero merasa bahagia, "pak bos kenapa kamu sangat baik kepada saya." ucap vero seraya menatap marven yang sedang fokus mengendarai. "karena kamu karyawan saya " ucap Marven
"Hm, apa karyawan lain mu sudah pernah ditraktir?" tanya Vero, "sudah memang kenapa, kamu meremehkan saya ya." jawab marven dengan senyum menyeringai nya, "tcih bukan begitu." ucap Vero "Lalu?"tanya Marven dengan singkat, "pak bos adalah orang kedua yang baik kepada saya, setelah ayah saya." ucap vero memandangi Marven, Marven pun secara tiba tiba menghentikan mobil nya, untung saja saat itu kepala Vero tidak terbentur, "kenapa bapak berhenti tiba tiba, itu berbahaya tau." ucap vero kesal, "ck iya maaf." ucap Marven dengan nada kesal nya. Vero pun memandangi area sekitar, "pak kenapa kita berhenti disi-"ucap Vero yang tiba tiba terpotong karena marven secara tiba tiba menarik dagu Vero, tentu saja itu membuat vero heran, karena tingkah bos nya yang secara tiba tiba, "ituu gara gara kamu." ucap marven dengan nada dingin,
"kenapa saya?" tanya vero dengan gugup. "kamu kenapa memandangi saya terus." ucap marven dingin, Vero pun mengalihkan pandangannya nya,karena saat itu ia merasa jantung nya berdetak dengan cepat, "jawab saya." ucap marven, "i-itu k-karena rambut mu tertata rapih." Vero beralasan,
"benarkah?" tanya marven ia merasa tidak percaya, "sungguh, aku kagum dengan rambut mu." jawab vero, ia berusaha menenangkan diri nya sendiri. "Pembohong." ucap marven dengan nada kesal, Saat itu marven membelai rambut vero dan menyingkirkan nya ia pun menekan luka memar yang berada di belakang leher Vero, "sakit pak." rintih Vero,
"sakit ya?, kenapa kamu berbohong dan terus berkata bahwa tidak ada luka memar yang lain." ucap marven dengan kesal, "m-maaf." ucap vero dengan pelan, Marven pun melepaskan tangan nya yang sedari tadi memegang dagu vero, "beritahu aku dimana luka memar yang lainnya." ucap marven
Vero pun menunjukkan bagian yang ada luka nya, dan ia tiba tiba terhenti berbicara, "Lalu?" tanya Marven, "tidak ini tidak baik dibicarakan."ucap vero gugup, "Oh aku tau pasti di bagia-" ucap marven dengan jahil
Seketika Vero pun menutup mulut marven dengan erat, Marven pun mencubit tangan Vero dengan pelan, lalu Vero pun melepaskan tangan nya. "hahaha." Marven tertawa dengan keras, "kamu pikir aku akan berbicara apa." sambung nya ia pun tersenyum menyeringai, "t-tidak t-tidak, aku tidak berpikir aneh aneh kok." ucap vero gugup, "aku tadi ingin berkata, luka nya pasti ada di belakang badan mu kan." ucap marven dengan senyum smirk, "iya itu benar." ucap Vero, "aku kira dia berpikir yang aneh aneh huh." gumam Vero. Namun gumam nya terdengar oleh marven, dia hanya bisa tersenyum melihat tingkah Vero,
"Yasudah kalau begitu, kita jalan lagi ya." ucap Marven, "iya"jawab vero
Mereka pun melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di toko buah
"Pak bos terimakasih untuk hari ini." ucap vero tersenyum, "tidak masalah, dan jangan lupa untuk mengobati luka mu." ucap marven mengingatkan. "Siap pak bos." ucap Vero, mereka pun berpisah.
Vero pun sampai di rumah nya
Untung saja hari itu ibu tiri nya dan Kaka nya tidur lebih awal, Vero pun pergi untuk mandi dan beristirahat,
di kamar ia memikirkan hal yang terjadi ketika pergi bersama Marven.
mulai dari
marven menyeka es krim dari bibir Vero
Bermain di play time,
memperingati nya untuk mengobati luka.
memilihkan baju untuk Vero
Berfoto bersama.
dan bertatap dengan jarak yang dekat.
Vero mengingat kejadian itu membuat dirinya salting ia pun berguling guling, dan menggigit bantal, Ia merasa dia sedang jatuh cinta dengan marven
Tapi apakah cinta nya bisa tercapai.
BERSAMBUNG🌺
Hope you enjoy and don't forget to vote