Walky Love

Walky Love
Part 3~Diterima?



Alarm pun berbunyi, ya tentu saja


alarm itu berasal dari kamar vero,


"huh....aku ngantuk sekali." ucap vero sambil menggeliatkan tubuhnya,


tapi bagaimanapun ia harus bangun agar pekerjaan rumah nya selesai,


Vero memulai dari mencuci piring mencuci baju memasak menyapu mengepel, dan pekerjaannya selesai pada pukul 5 pagi, Vero pun segera membersihkan badan nya, karena kalau Kaka nya terbangun ia akan menyuruh nyuruh nya lagi. Setelah selesai bersiap siap. "Akhirnya selesai juga, aku harus tepat berada disana sebelum jam 7." meyakinkan diri sendiri. Dia pun berjalan kaki menuju alamat yang dimaksud oleh Nenek Ghina. "Uh cape sekali, walaupun tidak panas tapi kenapa badan ku berkeringat ..." ucap Vero. Dia terpaksa berjalan kaki karena dia tidak memiliki uang sedikit pun untuk menaiki angkutan umum. Vero akhirnya telah sampai di alamat yang diberikan kepada nenek, dia sangat lelah setelah perjalanan yang lumayan jauh, saat Vero melihat rumah tersebut betapa terkejutnya ia dengan pemandangan disana, rumah yang mempunyai halaman yang


sangat luas dan banyak bunga


disekitar nya, Vero benar benar


terkagum saat itu, namun kagum nya dibuyarkan setelah ada seorang satpam yang menegur nya. "Hey apa yang kau lakukan disana." ucap nya dengan nada tinggi, Vero yang terkejut akhirnya menjauh dari pagar rumah tersebut dan satpam itu tiba dihadapan nya, "siapa kau Berani berani nya kau memegang pintu gerbang ini." ucap si satpam, "maaf aku hanya ingin mendaftar diri menjadi sekretaris." ucap Vero sambil membungkuk kan badan, satpam itu heran "sekretaris? sejak kapan tuan muda merekrut sekretaris, dan kau dapat darimana alamat rumah ini." ucap si satpam yang masih dalam keheranan, "hmm itu aku dapat dari Nenek Ghina, apa kamu mengenali nya?" jawab nya dengan hati hati,


entah apa yang ada dipikirannya, si satpam pun segera menyuruh vero masuk dan dipimpin oleh si satpam untuk menuju ruangan, seiring berjalan si satpam akhirnya memulai pembicaraan. "Ngomong ngomong nama non siapa, kenalin nama saya Jon." ucapnya dengan nada sopan. "Oh nama saya Vero, ngomong ngomong saya manggil kamu pak atau ..." ucapnya dengan tersenyum namun perkataan terpotong, "ya ampun non panggil saya pak Jon saja, kalo mas tidak enak didengar dengan satpam lain." ucapnya sambil menggaruk rambut nya yang tidak gatal. "Hahaha iya." jawab Vero dengan senyum tipis nya.


Sesampainya di ruang tamu


"Nona duduk saja dulu, nanti Nenek Ghina akan keluar." ucap pak Joo. "oh iya baiklah terimakasih sudah mengantarkan saya kesini." ucap Vero sambil tersenyum dan melambaikan tangannya, pak Joo hanya bisa menjawabnya dengan senyuman, setelah menunggu beberapa menit terdengarlah suara orang yang memasuki ruangan. "Tap tap tap" [bunyi sepatu], "seperti nya itu bukan Nenek Ghina." ucapnya dalam hati, Vero sangat gugup karena ini adalah pertama kali nya dia dapat penawaran kerja, dan seorang pria berjas hitam pun menghampiri Vero, Vero tidak bisa menyapa pria tersebut dia hanya bisa membungkuk badan nya lalu duduk kembali di sofa nya. Pria itu pun menatap vero dengan serius, "berkas nya." ucap nya singkat. Tentu saja ditanyai hal itu membuat vero kebingungan setau dia Nenek Ghina tidak pernah membahas untuk membawa berkas.


"Eh itu anu berkas apa?" Tanya vero dengan gugup, "kau kesini untuk mendaftar bukan?, lalu aku meminta berkas tentang informasi dirimu." jawab si pria dengan nada yang tegas. "Iya saya kesini untuk


mendaftar, tapi Nenek mu tidak pernah membahas soal berkas kepada ku." jawab nya dengan hati hati. Setelah mendengar jawaban dari Vero si pria itu pun menyandarkan tubuhnya ke sofa dan memijat kening nya, "dasar si nenek tua itu, lagi lagi dia seenak nya saja." gumamnya. Tak lama kemudian nenek Ghina pun datang, "eh sudah berkumpul ya, maaf ya menunggu lama." ucapnya sambil tersenyum, "tidak apa apa nek." ucap vero sambil tersenyum tipis. Nenek Ghina pun menghampiri si pria dan memberi sebuah lembaran kertas putih, "itu apa nek." tanya Vero pelan, "oh itu selembaran kertas tentang informasi dirimu." jawab nenek dengan santai, "oh informasi ya." gumam vero. Setelah beberapa menit, si pria menaruh berkas berkas itu di atas meja, Entah apa yang dia pikirkan dia seperti sedang melamun


"Baiklah syarat pertama


Kau tidak boleh membantu pegawai disana, kau hanya boleh melakukan pekerjaan dari saya, syarat kedua


Pakai pakaian dengan rapi dan bersih, syarat ketiga kau harus


membersihkan ruangan ku setiap pagi, aku anti dengan kotoran." ucap nya. Bagi vero bukankah persyaratan nya itu mudah, "baiklah aku akan menerima persyaratan itu." ucap nya sambil tersenyum. "Baiklah." ucap si pria, mereka pun berjabat tangan ...


BERSAMBUNG 🌺



\*how how how?


suka nga sama ceritanya


aku baru pemula hehe mungkin masih agak jelek tapi aku akan berusaha untuk memperbaiki kata kata yang mungkin tidak cocok dipakai



hope you enjoy and don't forget to vote


sampai jumpaaa 👋\*