
"Cepat angkat." gumam Luna.
'Telepon dimatikan', "ya Tuhan aku harus bagaimana, cepat angkat telepon nya pak." ucap Luna dengan panik, 'telepon dimatikan'
Di sisi Marven
"Ada apa dengan nya, mengganggu saja cih." ucap Marven dengan nada malas, karena Luna menelpon Marven terus menerus akhirnya Marven pun mengangkat nya, "Luna bisa tidak kamu tidak menggangu saya, saya itu sedang sibuk." ucap Marven dengan nada kesal, "maaf pak soal itu, ini penting pak, Vero diculik." ucap Luna dengan nada panik, "apa, kamu jangan membohongi saya ya, kamu mau saya pecat, jelas jelas dia tadi ada dikamar." ucap Marven dengan nada marah, "no pak, tadi siang nona Vero kesini dan bekerja bersama pak Dion,pulang nya saya melihat dia ditarik paksa oleh seorang pria." ucap Luna,
"kamu tidak berbohong kan?" ucap Marven lemas, "iya pak, cepat tolong nona Vero " ucap Luna di sebrang telepon, Marven pun langsung mematikan hp nya dan melihat kamera pengawas pada siang hari,dan benar saja Vero pergi dari rumah menggunakan tali, Marven pun langsung memerintahkan pengawal nya untuk mencari Vero, Diperjalanan Marven menelpon Luna lagi. "halo Luna, kamu melihat nomor plat mobil itu?" tanya Marven, "oh saya liat pak plat nya *****" ucap Luna, "baiklah,kamu tetap aktifkan internet kamu,barang kali saya ingin menanyakan sesuatu lagi." ucap Marven, "baik pak,semoga nona Vero cepat ketemu." ucap Luna di sebrang telepon, Marven hanya menjawab dengan kalimat "ya" lalu mematikan telepon nya.
**Di tempat Vero berada**
Vero merasakan pusing dikepala nya,dan dia membuka mata nya perlahan lahan, "wah sudah bangun anak ibu." ucap Liana[ibu tiri Vero], ia ingin berbicara namun tidak bisa karena mulut nya di lakban, "gimana enak tinggal sama seorang bos kaya raya,ingat ya kamu itu orang miskin yang ga punya harta apapun, jadi kamu ga usah deketin dia." ucap Liana, Vero hanya bisa mendengarkan perkataan dari Liana, seraya menahan air matanya, "nyonya lebih baik kita apakan dia." timpal jord, "aku ingin dia mati, dan sebelum dia mati, dia harus merasakan kesakitan yang begitu luar biasa, aku tidak peduli dengan rintihan nya, siksa dia sebelum mati." ucap Liana dengan senyum
menyeringai. Vero tidak percaya,bahwa pria pria itu adalah orang suruhan ibu nya, Vero merasa kesal,sedih, marah, pusing, sakit yang tercampur aduk, Liana pun keluar dari gudang itu, dan hanya tersisa Vero, jord dan Jacob, Mereka berdua pun menyiksa Vero, Vero hanya bisa berteriak karena kaki tangan dia diikat oleh tali., Dipukul ditampar dan lain lain, sampai akhirnya Vero pun pingsan. Vero berharap marven menyelamatkan nyawa nya, tapi dia tidak hanya mengharapkan kehadiran marven, dia juga berharap siapapun yang dia kenal menyelamatkan nya.
Di sisi Marven
Marven berusaha untuk mencari Vero, dia tidak sendirian teman teman kantor serta polisi juga mencari Vero dari berbagai arah, "Vero kuharap kamu baik baik saja." gumam Marven, Beberapa menit kemudian, "Selamat malam pak, kami sudah tau lokasi nona Vero disembunyikan, di rumah area dekat pantai alamat 24." ucap bodyguard,
"arahkan mobil nya ke pinggir pantai." ucap Marven kepada si sopir, "kamu tau lokasi nya dari siapa." sambung Marven, "kami mengetahui dari ayah nya nona Vero, kami sekarang berada dirumah sakit untuk merawat nya." ucap bodyguard, "baiklah rawat dia dengan baik." ucap Marven, Marven pun mematikan telepon nya, dan menghubungi yang lain agar menyergap tempat itu.
Di tempat Vero
"hahaha hahaha." tawa seorang pria bernada serak, Vero pun tersadar, ia pun terkejut karena sudah ada 6 pria yang tidak memakai baju disana, ruangan itu dipenuhi asap rokok, Vero pun segera duduk di tepi kasur,
"kalian siapa." ucap Vero dengan nada bentak, semua Pria yang berada disana pun tersenyum menyeringai,
"jika kalian berani macam macam,a-aku tidak akan ragu untuk membunuh kalian." ucap Vero dengan nada bergetar. "Cih kau pikir siapa dirimu nona, kau itu hanyalah perempuan lemah." ucap pria 1 dengan nada meledek, "tch asal kalian tahu ya tidak semua perempuan itu lemah." bentak Vero,
"jika kau tidak lemah mengapa kau berada disini haha." ucap pria 3.
Semua pria yang ada disana pun menertawakan Vero, dan salah satu pria pun menghampiri Vero dengan membawa 2 botol wine, "inii minum" ucap pria 2, "tidak akan pernah." ucap Vero dengan tatapan tajam nya.
Namun wanita lawan pria itu bukanlah mudah, Pria itu pun menarik rambut Vero dan dia menuangkan wine ke mulut Vero,Vero berusaha memuntahkan nya, namun pria itu menutup mulut Vero agar minuman itu ditelan oleh Vero,
dan 1 botol wine nya pun disiram ke tubuh Vero, "rasakan itu dasar lemah." ucap pria 2, ia pun langsung mendorong Vero dengan keras, Vero berusaha memberontak, Pria itu berusaha membuka jaket yang dikenakan Vero, Vero yang sudah mabuk pun hanya bisa menyaksikan perbuatan mereka, dan ia pun meneteskan air mata nya.
FYI :saat kerja Vero memakai jas dan dia memakai kemeja putih
Lanjut <3.
pintu pun di tendang oleh marven.
Dengan tatapan dingin nya marven pun memukuli pria pria itu. Singkat cerita marven tidak memukuli nya sampe mati, dia hanya membuat pria pria itu pingsan, Keenam pria itu pun dibawa oleh bodyguard untuk diintrogasi, marven pun menutupi tubuh Vero dengan jaket nya, saat Marven keluar dari rumah itu, sudah banyak pria lain yang mencoba melarikan diri namun tertangkap oleh polisi, Marven pun menaiki mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
Di dalam mobil
"Tuan, apa keadaan nona baik baik saja?" tanya William, "kurasa dia tidak baik baik saja, ditubuh nya banyak sekali luka, dan juga pria itu sudah menggigit leher nya, cih aku ingin membunuh mereka." ucap Marven dengan nada kesal, Dileher Vero sudah terdapat 2 bintik merah yang tidak terlalu besar, Seketika pembicaraan pun hening, William tidak berani memulai pembicaraan.
"Sial .... maafkan aku Vero, aku terlambat." ucap Marven didalam hati nya.
Sesampainya di rumah pribadi nya
Marven pun melangkahkan kakinya dengan cepat untuk memasuki rumah, saat sudah sampai didalam Marven teriak memanggil anni dan Dyana, "Bi Anni! bi dyana!, tolong segera ke kamar saya." ucap Marven dengan nada yang lumayan tinggi,
Dyana dan Anni pun langsung mengikuti Marven menuju kamar,
Sesampainya di kamar Marven pun meletakkan Vero dengan hati hati,
"tolong gantikan baju dia, dan buat ruangan ini terasa nyaman, dan kalian saya izinkan untuk beristirahat, tapi selama kalian beristirahat jaga dia dengan benar. panggil bi Lina juga untuk membantu kalian merawat Vero, saya mau keluar ada urusan." ucap marven dengan nada dingin, dan setelah itu Marven pun meninggalkan ruangan itu, Anni dan dyana pun mengganti baju Vero yang sudah basah, lalu mereka pun memanggil Lina untuk menjaga nya bersama sama.
BERSAMBUNG 🌺
bagaimana ceritanya?hehe Vero nga dilecehkan kok.
Oh ya buat kalian yang menunggu adegan romantis nya...sabar aja ya aku bakal ngebuat nya kok,aku ga pasti adegan nya muncul di eps berapa,jadi mungkin kalian nunggu aja hehe
Hope you enjoy and don't forget to vote 💕
Sampai jumpaaa 👋