
30 menit kemudian
Orang yang ditunggu oleh vero pun datang, "wahh onnet akhirnya kamu datang." ucap vero seraya berlari dan memeluk nya. Ellis yang sedang minum jus nya pun seketika tersedak,"what the."gumam Ellis, dalam hati nya Ellis:apa apaan ini, dia kan marven, apa Vero tidak mengenal nya. dan Vero pun melepaskan pelukan dan memperhatikan onnet dari atas sampai bawah, "onnet kaki mu kekar sekali!" teriak Vero. "Haha jangan bilang begitu aku malu." ucap marven, "hehe aku jadi ingin pergi gym bersama mu." "Ya boleh saja...kalau aku sedang senggang aku akan mengajak mu" ucap marven,
"Baiklah, oh ya ayo minum jus nya dulu tadi aku sudah membuat nya untuk mu." ucap vero seraya menarik tangan marven, marven pun meminum jus buatan Vero, "hemm enak sekali, kamu pandai membuat minuman ternyata." ucap marven. Dan tiba tiba Ellis mengganggu pembicaraan mereka, "hey sudahlah ayo kita mulai berenang nya, aku sudah lama tidak bermain di kolam renang." ucap Ellis seraya menatap marven sekilas, "oh iya, ayo onnet kita berenang." ajak Vero Ellis pun melompat awalnya Vero ingin meniru nya tetapi ia tidak berani jadi dia memutuskan untuk turun melewati tangga, "wah segar." ucap vero. "Ayo onnet kemari kita bersenang senang." ucap Ellis dengan senyum menyeringai nya, marven akhirnya pun melompat dan menenggelamkan wajahnya ke air untuk membasahi nya. "Onnet aku melihat perut
mu"ucap vero seraya tertawa cekikikan, "ah benarkah aku jadi malu." ucap marven dengan gugup
"Mengapa harus malu, kita semua kan wanita betul tidak." ucap Ellis
"Betul." teriak Vero, "kenapa kau tidak menjawab jangan jangan kau pria" ucap Ellis dengan nada meledek.
"Apa tidak aku hanya sedang melamun tadi." ucap marven.
"Ah masa sini aku periksa, agar aku tau kamu perempuan atau bukan."
ucap ellis dengan jahil. Ia pun mencoba memegang megang marven namun tidak bisa, marven terus menerus mundur, dan saat marven sudah terpojok ellis segera ingin memegang nya namun di tahan oleh vero, "kak Ellis itu tidak sopan,dia pasti perempuan kok, juga mana ada pria yang secantik ini." ucap vero menghalangi ellis, "ya ampun kamu ini .... aku hanya ingin memeriksa otot nya." ucap ellis yang kemudian menjauh dari mereka, "uh adik ku tidak sopan." ucap marven, "adik?" tanya vero, "iya dia adik terakhir ku,kami tiga bersaudara marven pertama aku kedua dan Ellis ketiga."
jelas marven, "oh begitu, yasudah ayo kita bersenang-senang." teriak Vero.
Mereka pun bermain pistol air, lomba berenang, bermain lempar bola,memakan desert, jahil, dan lain lain.
Vero pun duduk di pinggir kolam renang dan dihampiri oleh marven,
"kenapa naik?" tanya marven, "aku tiba tiba kepikiran dengan Kaka mu ..." jawab vero, "Marven?" tanya marven,
"Iya dia ... " ucap vero dengan nada pelan, "kenapa kamu memikirkannya,bukannya kamu membenci pria"
"Yah ... tapi dia sudah baik kepadaku,aku juga belum sempat berterimakasih kepadanya." ucap vero dengan nada sendu, "ohhh,kenapa kamu tidak berterimakasih kepadanya, dan buatkan beberapa makanan untuknya"ucap marven. "Oh betul juga, aku akan membuatnya sekarang hehe." Vero pun
meninggalkan onnet yang sedang sendirian di pinggir kolam.
Ellis Hanya bisa memandang mereka berdua, setelah Vero pergi Ellis pun memulai pembicaraan, "hey bocah, kau merencanakan apa." tanya Ellis seraya melempar lempar air ke arah marven, "hmm entahlah, mungkin aku akan terus menjadi onnet." ucap marven, "dasar kau ini, apa kau tidak punya rencana lain?" tanya nya lagi.
"Tidak." singkat marven, "uhh membosankan hey bagaimana jika adik mu yang kecil nan imut ini membantu mu." tawar ellis, "baiklah asal kamu tidak mengacau." ucap marven. lalu ia pun keluar dari kolam renang dan masuk kedalam, "hey, kok aku tinggal sih dasar huh." ucap Ellis dengan nada tinggi.
Di dapur
"Hey Vero kamu membuat apa."
tanya onnet[marven], "oh aku membuat kukis dan spaghetti untuknya, kuharap dia menyukai nya."
ucap vero, "ya kuharap juga begitu, yasudah aku ingin pergi dulu ya." ucap onnet [marven], "hey tunggu, aku masih belum berani untuk menemui nya, bisakah kamu yang mengantar makanan ini dan sampaikan salam ku padanya." ucap vero, "apa? hmph tidak mau, kamu harus memberanikan diri, sudah kubilang bukan? jika dia menyentuh mu aku akan memukulnya kalau perlu aku akan membunuh nya." ucap onnet [marven], "sudah ya aku ingin pulang, aku akan mandi di rumah ku saja." ucap onnet [marven], "baiklah."
ucap vero dengan pelan.
Vero pun ragu + tidak tahu ruangan marven. Dan Lina yang melihat hal itu pun langsung menghampiri vero, "nona kamu kenapa diam di depan tangga." tanya bi Lina, "hemm anu .... aku ingin mengantarkan makanan ini ke ma-marven tapi aku tidak berani." ucap vero, "Oalah ituu, tidak apa nona beranikan saja dirimu, suasana hati nya sedang baik." ucap Lina seraya tersenyum, "begitu ya, yasudah Lina bisa antarkan saya ke ruangan nya nga, saya ga tau ruangan nya dimana." ucap vero, "tentu saja bisa yuk"
Lina pun mengantarkan Vero sampai di depan kantor marven, "tok tok tok"
"Silahkan masuk" ucap marven dari dalam, "tuh nona, semoga berhasil ya,saya tinggal dulu." ucap Lina
Vero pun berdiri di depan pintu itu
Vero pun mencoba memberanikan dirinya untuk masuk ke ruangan marven, dan juga dia berpikir kan marven tadi sudah memberinya cutter jadi dia tidak perlu takut, akhirnya Vero pun membuka pintu ruang kerja marven, "loh kamu ada disini, bukannya kamu takut dan benci kepada lelaki." ucap marven Dengan nada meledek, "eh i-iya saya disini hanya untuk berterimakasih kepada mu marven, dan juga meminta maaf karena semalam aku sudah menggigit tangan mu." ucap vero dengan wajah tertunduk, tiidak apa, kemari lah duduk di sofa kita makan bersama." ucap marven seraya menepuk sofa yang diduduki oleh nya, seketika Vero pun bergetar ia takut jika marven berbuat macam macam, tetapi dia berniat untuk memberikan kukis dan spaghetti lalu pergi. Setelah dia menaruh makanan itu, dia pun berbalik badan tetapi marven menghentikan nya, "hey berhenti, jika kamu tidak ingin duduk di sofa, duduk saja di lantai sana tapi menghadap ke arah ku." ucap marven
"Aku tidak bisa berlama lama" ucap vero dengan gugup, "kenapa tidak bisa, ada yang ingin ku bicarakan kepada mu." ucap marven.
Vero pun dengan berat hati menuruti perkataan marven dan duduk di lantai yang hanya dibatasi oleh meja
"kamu ingin bicara apa." tanya vero dengan tangan yang sudah bergetar,
"oh itu, bentar ya." marven pun beranjak dari duduk nya dan mengambil tiga buah kotak, lalu ia memberikan nya kepada vero
"Ini" singkat marven, "ini untuk ku?" tanya vero. "Ya begitulah, buka cepat.", Vero pun membuka kotak kado yang pertama dan isinya adalah sebuah anting berbentuk kupu kupu.
"Wahh bagus sekali.... terimakasih marven"ucap vero, "mau aku pakaikan?" tawar marven, "tidak tidak aku akan memakai nya sendiri nanti." ucap vero, lalu vero pun membuka kotak kedua, isinya adalah sebuah boneka penguin
"Aaa lucu sekalii, okey aku akan membuka yang ketiga ya." ucap vero dengan gembira "tidak boleh!, kamu boleh membuka malam nanti." ucap marven yang panik, "Oh begitu ya,yasudah aku simpan hehe." ucap Vero seraya memeluk kotak tersebut, Marven hanya tersenyum melihat tingkah laku Vero yang begitu menggemaskan, "oh ya kamu ingin menemani ku ke supermarket tidak?" tanya marven dengan lembut "Eh hm
...." ucap Vero dia tampak sedang berpikir, "tch masih belum percaya ya, bawa saja pisau di dapur untuk berjaga jaga" ucap marven dengan nada kesal, "hehe baiklah kalau begitu aku mau." ucap Vero
Mereka pun pergi ke supermarket
BERSAMBUNG 🌺
HOPE YOU ENJOY AND DON'T FORGET TO VOTE 💕
SAMPAI JUMPAAA 👋