
Cit cit cit🐦
Marven pun menghela nafas nya
"Cinta?" ucap Marven pelan, "apa aku mencintai nya?, sial aku tidak mengerti perasaan ku." sambung nya, Marven pun mengacak acak rambutnya, Tak lama kemudian ayah nya pun datang, "Nak, ada urusan di kantor kamu harus datang." ucap ayah nya, Marven pun menoleh ke arah pintu, "kenapa tidak ayah saja yang datang?, ayah kan sedang tidak sibuk." ucap Marven dengan nada dingin, "Haduh kamu ini, ayah berpakaian rapih seperti ini bukan pergi ke kantor." ayah nya pun menghampiri Marven yang sedang duduk di dekat jendela. "lalu?" tanya Marven, "tentu saja Untuk mengobrol dengan sahabat ayah, sudah cepat bersiap lah ayah akan menunggu mu di mobil." jawab Mark ia pun menepuk pelan rambut marven dan pergi dari tempat itu,
Marven hanya bisa mematuhi ucapan kedua orang tua nya. ia pun bersiap untuk pergi ke kantor, sebelum ia turun ke bawah ia tak lupa untuk mampir ke kamar Vero.
Di kamar Vero
"Bi bagaimana keadaan nya?" tanya Marven, "Dia tadi sudah terbangun tuan, tetapi kepala nya pusing dan tubuh nya panas jadi saya memberi nya obat dan menyuruh nya untuk tidur lagi." jawab Lina, "oh." ucap Marven dengan singkat, "lalu kenapa bi Anni tidak ada disini." sambung nya lagi, "Oh itu ... tadi Bi Anni sedang memasak untuk nona Vero, dia baru saja keluar." jawab Lina, "oh yasudah,selalu pantau kondisi nya ya." ucap Marven, ia pun berbalik badan dan melangkah keluar, "baik tuan." Lina pun membungkukkan badannya.
Sesampainya di kantor
Mark dan marven pun berjalan memasuki kantor. "Eh resepsionis Luna, sudah lama tidak bertemu." ucap Mark menepuk pundak Luna,
"E-eh pak bikin kaget saja." ucap Luna, "bapak kok ada disini,blagi senggang ya?" sambung Luna. "iya nih hehe." jawab Mark dengan senyum nya. Yora pun berbisik ke Luna, "Luna hati hati dia sudah punya istri, sifat dia memang playboy." ingat Yora, "ah iya iya." ucap Luna seraya mengangguk anggukan kepala nya,
"kalian jangan bisik bisik dong, mau saya keluarin dari kantor." ucap Mark usil, "eh pak jangan dong, kami hanya berbicara mengenai make up iya kan yor" ucap Luna gugup, "iya benar itu, biasalah pak perempuan itu penuh dengan private, jadi jangan terlalu ..." ucap Yora namun perkataan dipotong
"hahaha!" tawa Mark, "sudah sudah kalian ini ..., enak ya kerja disini sampai tidak mau dikeluarkan." ucap Mark, "ya begitulah hehe udah terlanjur nyaman pak, jadi sedih kalau misalnya keluar dari sini benar kan lun." ucap Yora seraya menyenggol bahu Luna, "iya itu benar pak."sahut Luna, "aduh kalian ini imut sekali tingkah nya, pengen jadiin istri"ucap Mark, "pa-pak jangan berbicara seperti itu, istri anda lebih cantik." ucap Yora gugup, "yah benar juga, tapi kalian ini masih muda jadi ya lebih cantikan kalian." ucap Mark menyengir, "pak cukup tidak baik berbicara seperti itu, bagaimana pun juga itu istri anda." ucap Yora dengan nada kesal, Lalu marven pun memotong pembicaraan mereka,
"yah, ingin naik ke atas tidak, genit banget sih, aku akan lapor soal ini ke mama." ucap Marven. ia pun meninggalkan ayah nya, "eh nak jangan gitu, eee Luna Yora saya pergi dulu ya dah sampai jumpa." ucap ayah nya dengan nada takut, Luna hanya bisa melambaikan tangannya.
Sesampainya di lantai 4
Saat sedang berjalan menuju ruang rapat, mereka bertemu dengan Gabriel Ryan dan Dion. "wahh sobat kalian semakin ganteng saja." ucap Mark seraya memeluk satu persatu dari mereka, "oh jelas dong pak." ucap Gabriel dengan nada santai, "tumben pak Mark ada disini, lagi melihat lihat kantor kah?" tanya Dion, "Yoi, ingin melihat hasil kerja anak saya." kata Mark seraya merangkul Marven, Marven yang merasa risih pun memutuskan untuk pergi duluan.
"Tcih sudah lah, aku pergi dulu, aku tidak ingin membuat orang menunggu." ucap Marven, ia pun melangkahkan kaki nya dengan cepat, "Yasudah lah huff." Mark pun menghela nafas nya, "oh ya ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian bertiga, mari ikut saya ke ruangan Marven." sambung nya, "tapi pak ....bukankah kamu harus rapat." ucap Ryan dengan ragu, "hadeh udah itu mah urusan anak saya, kalo saya Dateng ke ruang rapat, mereka semua pada ga fokus, fokus nya malah ke wajah saya." ucap marven dengan percaya diri, "Ha-hahaha, ada benar nya juga." ucap Dion, "Iya kan,yaudah ayo ikut saya." ajak Mark.
Mark pun mengunci pintu tersebut,dan menghampiri mereka yang sedang duduk di sofa. "Apa yang ingin kau bicarakan." ucap Gabriel dengan santai, "Eh riel tidak sopan." Dion pun menyenggol lengan Gabriel.
"Haha tidak apa bro, pak Mark sudah akrab dengan kita." ucap Ryan tersenyum, "Yoi, nih jadi begini, kira kira 2 Minggu lagi kalian libur kerja nga." tanya Mark, "tidak pak." jawab mereka bersamaan, "Memang nya ada apa pak." tanya Ryan, "saya ingin kalian ikut jalan jalan." jawab Mark dengan senyumnya, "Apa jalan jalan!?" jawab mereka bertiga bersamaan lagi., "Kenapa kalian terkejut, tidak pernah dikasih cuti yah,tapi saat diperjalanan kalian harus membuat marven cemburu." ucap Mark, lalu ia pun merangkul Ryan,
"membuat marven cemburu? memang nya kenapa?" tanya Dion,
"yah ... untuk tau perasaan dia ke Vero, kalian pasti tau kan tentang nya, saya ga mau anak saya jomblo selamanya, juga umur dia sudah 27 tahun dia harus menikahi perempuan." ucap Mark dengan nada sedih,
Mereka pun melirik satu sama lain.
"tenang saja pak kami akan membantu mu, untuk mengetahui hati si kutub itu." ucap Gabriel,
"Yosh betul itu." timpal Dion, "aaa makasih para sobat ku, kalian selalu mengerti perasaan saya." Mark pun terharu, "Jadi pak rencananya apa." tanya Ryan, "oh tentang rencana,kalian harus mendekati Vero dan jangan buat anak saya mendekati Vero, dan saya dan istri saya akan melihat reaksi nya dia bilang dia tidak mencintai perempuan itu, jelas saya tidak percaya, intinya kalian harus bergantian mendekati Vero, ingat itu tidak boleh serakah." Mark pun menjelaskan rencana nya, "Tch itu mudah sekalih." ucap Gabriel, "tapi pak, kita akan berlibur kemana?" tanya Dion, "itu sih terserah Vero, saya tidak tahu akan pergi kemana." jawab Mark, "hadehh yasudah mari buat janji kelingking." ucap Ryan lalu mereka pun membuat janji, "Janji janji kelingking, kita akan berhasil membuat marven cemburu janji janji kelingking, kita akan berhasil!" ucap mereka bertiga. "Ya ampun kalian seperti anak-anak saja." Mark pun gemas melihat tingkah mereka bertiga.
BERSAMBUNG 🌺
kira kira mereka bakal pergi kemana ya?
Ikutin eps nya terus ya
Hope you enjoy,and don't forget to vote 💕
Sampai jumpaa👋