Walky Love

Walky Love
Part 17~ Didesak kedua orang tua



Sesampainya di rumah


Marven pun turun dari mobil dan memasuki rumah nya, di dalam ia sudah melihat kedua orang tua nya, namun tidak melihat keberadaan Nenek Ghina disana, dan ia mengabaikan keberadaan orang tua nya dan memutuskan untuk menaiki lantai atas, "tunggu." ucap Margaret [ibunya marven], Marven pun memutar bola mata nya namun tidak menoleh, "ada apa." tanya nya singkat, "setelah kamu menaruh Vero di kamar nya, kembali kesini, ada yang ingin ibu bicarakan." ucap Margaret, "ck."marven pun mendecih dan menaiki tangga, "hey ingat ayah dan ibu akan menunggu disini." ucap Margaret dengan teriak nya, Namun Marven tidak menjawab perkataan ibunya, "ya ampun, anak itu dari dulu sifat nya tidak pernah berubah rubah." ucap Margaret "tenang saja, kalau dia sudah menemukan cinta nya, sifat dia pasti akan berubah, seperti suami mu ini." ucap Mark bangga


"Ih ayah bisa aja." ucap Margaret seraya mencubit lengan suaminya,


"aww mami jangan dicubit dong, sakit tau." ucap Mark, "hehe maafin mami ya." ucap Margaret seraya mengusel usel di dada bidang suaminya.


Di kamar Marven


Marven menaruh Vero dengan perlahan lahan, lalu ia pun mengelus pipi Vero dengan lembut, dan pada saat itu bibi Anni dan bibi Lina pun datang, mereka yang melihat hal itu pun cekikikan, "udah ayo kita masuk kedalam, kalau ketahuan kita mengintip huff bahaya." ucap bibi Lina seraya berbisik kepada Anni, bi Anni pun menjawab dengan anggukannya 'Tok tok tok' "Permisi tuan muda, nyonya berkata ia ingin berbicara dengan mu diruang tamu." ucap bi Lina, "saya tidak bisa berbicara dengannya sekarang, saya harus menjaga Vero." ucap Marven,


"kami bisa menjaga nona Vero disini tuan, iya kan bi Anni." ucap Lina dengan cepat menyenggol bahu Bi Anni, "iya itu benar, tuan temui nyonya dulu nanti nyonya akan marah." ucap bi Anni seraya tersenyum, lalu tiba tiba Margaret pun berteriak, "Marven."teriak ibu nya dengan suara melengking, "aish yasudah lah, jaga dia dengan baik dan benar, jika kalian tidak menjaga nya dengan baik saya akan memecat kalian." ucap marven dengan nada dingin, "baiklah, kami akan menjaga nya dengan baik dan benar." ucap bi Anni, Marven pun keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah dan menghampiri kedua orang tua nya.


Di ruang tamu


"Cepat katakan." ucap marven yang sedang berdiri, "ayolah nak duduk disini sebentar." ucap Margaret


"tidak." singkat Marven, "Marven turuti perkataan ibumu." ucap Mark dengan nada serius, "tcih iya iya." jawab Marven dengan


pasrah, Marven pun duduk di tengah tengah Antara ayah dan ibunya, "cepat katakan, apa yang ingin kalian katakan." tanya marven, "nak jujur kepada ibu, kamu menyukai Vero kan." tanya Margaret dengan nada serius,


"apaan ini kenapa begitu tiba tiba." jawab marven dengan nada kesal.


"ayolah nak jujur saja dari perilaku mu terhadap Vero itu berbeda, jangan membohongi orang tua mu, orang tua mu ini lebih mengenal cinta." ucap Mark dengan nada santai,


"ayahh jangan bercanda dong, kita tuh harus serius demi masa depan anak kita." ucap Margaret


"Oh iya iya ayo kita serius." jawab Mark, "memang masa depan aku kenapa ma." ucap marven dengan nada kesal, "masa depan mu? kamu harus mempunyai istri, umur kamu sudah 27 tahun, kamu harus menikah dengan perempuan, dan kalau memang kamu tidak ingin menikah dengan Vero, yah terpaksa kamu harus dijodohkan." omel Margaret, "iya ma aku tau aku harus punya istri,tapi mencari seseorang yang tulus itu susah." ucap marven, "dan aku tidak ingin dipaksa menikah biarkan aku yang memilih wanita sendiri." sambung nya, "yasudah kamu mencintai Vero kan jujur nak." ucap Margaret, "tidak."gumam marven


"Marven cepat jujur kepada orang tua mu ini." ucap ayahnya dengan nada tinggi, "tidak aku tidak menyukai nya,aku hanya memanjakan nya." jawab Marven dengan terbata bata, "Ah masa sih jangan bohong gitu lah,dosa loh." ucap Margaret dengan nada menggoda anaknya, "iya ma aku jujur." ucap Marven, "hadeh anak muda bisanya menyembunyikan cintanya, tidak berani menyatakan perasaannya." ucap Mark, "Marven kamu kalau jadi laki laki itu harus gentle dan berani menyatakan perasaan mu." sambung ayah dengan nada santai nya, "ck memangnya ayah gentleman?, dulu saja mama yang menyatakan perasaannya duluan." ucap marven dengan senyum menyeringai nya, "e-eh tau darimana kamu"


"ayah udah ih, ngomong yang serius,kalo kayak gini lebih baik kamu dijodohin." omel Margaret.


"sudah cukup, aku tidak mau." ucap Marven dengan nada tinggi, "loh yaudah sekarang pilih mau dijodohin atau menikah sama Vero, pilih ya mama ga mau tau"


"ck aku tidak mau dua duanya."teriak Marven, Waktu pun berlalu kedua orang tua nya masih mendesak marven untuk mengaku


"Cukup." bentak marven yang membuatKedua orang tua nya pun diam, "Ayah ibu, aku masih belum bisa mencintai seseorang, aku masih takut dengan masa lalu ku." ucap marven dengan nada kesal, "dan jangan menjodohkan aku dengan seorang perempuan, aku akan memilih sendiri." sambung nya, lalu ia pun pergi meninggalkan kedua orang tua nya, Mark dan Margaret pun saling melirik


"Anak itu, apa dia benar tidak mencintai Vero." ucap Margaret


Ia pun menghela nafas kasar, lalu tiba tiba Mark mendapatkan ide.


"Sayang bagaimana jika kita menguji nya." ucap Mark, "Uji? uji apaan, ayah jangan macem macem deh." tanya Margaret dengan bingung, "yah begitulah, tadi William mengatakan kepada ku, Marven akan mengajak Vero berjalan jalan setelah ia sembuh."Mark merangkul istrinya


"Wahh begitukah?, lalu apa yang ingin


kamu lakukan." tanya Margaret dengan mata yang berbinar binar


"Sini aku bisikkan." Mark pun membisikkan kepada Margaret tentang rencana yang akan ia lakukan, Margaret pun senyum menyeringai, "Ide bagus." ucap Margaret


"Ayah emang the best kalo soal cinta,jadi makin cinta nih istri mu." Margaret pun memeluk Mark,


"ih ayah bisa aja,jadi keinget dulu masa remaja haha." ucap Margaret seraya tersenyum,


"ayah mau mulai rencananya kapan,mami ga sabar nih." sambung nya,


"rencananya hari ini ma, nanti ayah ke kantor sama Marven dan bertemu teman kantor nya si Gabriel itu loh ma." ucap Mark, "oh bagus lah makin cepat makin bagus."


"Gabriel kayaknya bagus aktingnya,suruh dia aja yah." sambung nya,


"iya makannya ayah mau talk talk sama mereka dulu." ucap Mark,


"sipp mama ikutin alurnya aja haha."


Mereka pun saling tertawa.


BERSAMBUNG🌺




\*rencananya apa ya?


idk?wkwkw ditunggu eps selanjutnya ya


oh ya selain di novel aku juga nulis di \*\*\*\*\*\*\* hehe,dua dua nya seru banget bisa menghabisi masa gabut



hope you enjoy and don't forget to vote and comment 💕


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa\*


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa


sampai jumpaaa