
Cit cit cit
Hari itu terasa sangat hangat dan cerah, yang membuat vero ingin tidur lebih lama, tetapi Dyana dan yang lain sudah membangunkan nya.
"5 menit lagi ya Dyana ...." ucap Vero dengan nada malas, "nona ini sudah lewat 20, nanti tuan marven akan marah jika menunggu sangat lama." ucap Dyana dengan nada khawatir.
"Ha .... yaudah 20 menit lagi." lantur Vero, "nona ayo cepat bangun."
Selimut pun dibuka oleh Dyana,ditambah gorden dibuka yang membuat sinar matahari masuk kedalam rumah, "Ughhh aku masih ngantuk." rengek Vero, Dan dengan terpaksa para pelayan pun menahan tubuh Vero agar tetap duduk.
Singkat cerita Vero pun selesai mandi, ia pun memakai gaun yang dibeli kemarin, dan para pelayan pun mulai merias wajah Vero, "wahh lihat bukankah wajah ku sangat fresh Dyana?" tanya Vero seraya menatap dirinya di kaca, "yap, itu karena mungkin nona sudah mandi jadi terlihat fresh." ucap Dyana. "nona Vero tolong jangan bergerak gerak nanti hasil make up nya tidak bagus." ucap Denise, "ih masa aku harus kayak patung sih, aku kan butuh gerak." ucap vero
Disaat mereka sedang berbincang bincang, seseorang pun mengetuk pintu 'Tok tok tok', "masuk!" sahut Vero dari dalam kamar, dan yang mengetuk pintu itu adalah Ellis, "eh Ellis kamu ngapain disini?" tanya Vero, "hehe tentu saja aku datang kemari untuk melihat Kaka." sahut Ellis, "oh, ngomong ngomong kamu diterima nga?" tanya Vero lagi, "ya ampun, kamu masih ingat yang aku bicarakan semalam ya." ucap Ellis seraya menyengir, "tentu saja, ayo ceritakan, oh ya aku sudah tidak ingin dirias kalian keluar saja." ucap Vero,
Para pelayan hanya bisa menurut walaupun sebenarnya mereka takut dimarahi oleh Marven. Di ruangan hanya sisa mereka berdua, dan Ellis pun mulai bercerita. "Jadi gini kak,kemarin aku nyatakan perasaan ke kak Dion dengan dibantu oleh kak Gabriel, tapi ...." ucap Ellis terpotong,
"tapi kenapa?" tanya Vero penasaran.
"Dia menolak ku ...."ucap Ellis dengan nada sendu, "Loh kenapa?"
"Dia bilang, dia sudah punya tunangan." ucap Ellis sendu, "ha ....,aku merasa sekarang kehidupan dia sangat private, bahkan ketika dia dekat dengan perempuan, tidak ada yang mengetahui nya." ucap Vero.
Namun Ellis hanya mengangguk pelan, "kamu yang sabar ya, kan masih ada Gabriel dan Ryan." ucap Vero seraya mengelus elus rambut Ellis, "emm iya sih, tapi dia cinta pertama ku kak."
"Iya Kaka paham, tapi kamu harus tetap sabar dan mencari pria yang lain."
"Heem, oh ya cinta pertama Kaka siapa?" tanya Ellis tiba tiba, "hm itu hehe ma-marven." jawab vero dengan gugup, "wah serius?, memangnya Kaka tidak pernah bertemu pria selain kak marven?" tanya Ellis heran,
"tidak pernah, karena dulu hidup Kaka terbatas dan tidak boleh keluar kecuali mencuci pakaian." jawab Vero
"Oh begituu ya."
Saat mereka sedang asyik mengobrol, William datang menghampiri mereka berdua. "Maaf nona mengganggu pembicaraan anda,acara akan dimulai kira harus berangkat sekarang." ucap William seraya membungkukkan badan nya
"Oh ya ampun aku sampai lupa, baiklah ayo pak William, Ellis kamu ikut dengan Kaka saja mau?" ucap Vero, "aku naik mobil sama Gabriel saja hehe." ucap Ellis, "Yasudah aku pergi dulu ya." ucap vero seraya mengangkat gaun nya supaya tidak susah berjalan.
Di perjalanan
"Oh ya pak William acara dimulai jam berapa." tanya Vero, "Jam 8 nona." jawab William, "ya ampun apa dengan waktu 15 menit kita sampai?" Vero pun panik, "Saya tidak bisa berjanji nona, tapi saya akan usahakan, nona
Pegangan saja, saya akan melajukan mobil nya dengan cepat." ucap William dengan nada serius
"Baiklah." Setelah itu William pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, untung saja saat itu jalanan tidak terlalu ramai .
Di gedung pernikahan
"Mereka lama sekali." gumam ryan. ia berniat untuk meminta maaf kepada vero atas kejadian semalam.Beberapa menit kemudian Vero Akhirnya sampai,dan para tamu diberi isyarat, Vero yang bingung pun bertanya kepada William, "pak wil, ini kenapa mereka semua pada menghadap ke arah mobil kita." tanya vero heran, 'Tok tok' Vero pun terkejut, karena orang yang mengetuk jendela tersebut adalah ayah nya, "Ayah ...." gumam Vero.
Pintu pun terbuka, "ayo nak." ucap si Ayah seraya memberikan tangannya
Sesampainya di Wedding venue
Vero pun gemetar karena ia seperti belum siap, dan tak lama kemudian pengantin pria pun naik ke tempat venue tersebut dan menggenggam tangan Vero , "Bagaimana apa anda Bersedia untuk menjadi kepala rumah tangga?" tanya si pengacara,
"saya bersedia." ucap Marven, "Bagaimana apa anda siap menjadi ibu rumah tangga? "tanya nya kepada Vero, "A-aku bersedia." ucap Vero dengan gugup, Semua pun bersorak,dan keduanya diizinin kan untuk mencium satu sama lain, saat Marven mendekatkan wajahnya, Marven pun berbisik, "jangan gugup,aku akan menjaga kamu seumur hidup." ucap Marven, yang lalu ia mencium Vero, Panas panas hareudang, ada seseorang yang cemburu melihat hal itu, dia adalah Ryan, Ryan masih belum menerima,jika Vero akan hidup bersama marven. "Terimakasih untuk para tamu yang sudah menghadiri acara pernikahan saya dan istri saya, dan saya juga ingin berterimakasih kepada kedua orang tua saya, yang selalu meng support hidup saya selama ini, dan saya berharap hubungan antara saya dan Vero akan bahagia selamanya,dan silahkan untuk menikmati acara pernikahan ini." ucap Marven seraya tersenyum,
Para tamu pun bersorak gembira
namun berbeda dengan kedua orang tua marven, Mark dan Margaret pun terharu karena anak lelaki nya sudah menikah, dan juga ayah Vero pasti bahagia melihat anak tunggal nya sudah mempunyai pasangan hidup.
Disisi lain
"Lis lu bahagia ga liat Abang lu nikah." tanya Gabriel seraya memakan sepotong kue, "hmya bahagia lah." jawab Ellis, Saat sedang mengobrol Dion pun datang dengan membawa seorang perempuan, "Hai Lis, Hai el." sapa Dion, "Eh dia siapa on?" tanya Gabriel, "Ini tunangan gw El,maaf ya udah gw sembunyiin dari kalian hahaha." ucap Dion seraya menyengir,
"oh ya kenalin dia Hana, 1 bulan lagi acara pernikahan gw sama dia,Dateng ya nanti." ucap Dion, "halo hehe, kalian pacaran ya." tanya Hana
"A-ah enggak kok, cuman sahabat aja." ucap Ellis, Jujur dari hati yang paling dalam, sebenarnya Ellis sakit hati kepada Dion, juga buat apa dia membawa tunangan nya di depan Ellis, sedangkan baru kemarin ia ditolak, "Kami cocok ya kak." timpal Gabriel, "tentu saja, aku lihat dari jauh, kalian sangat akrab."ucap Hana seraya tersenyum, "haha bisa aja si Kaka." ucap Ellis, "yaudah aku mau ke kak marven dulu ya, ayo Gabriel ikut." ucap Ellis terburu buru, "oh iya hati hati ya." ucap Hana dan Dion.
Ellis bukan ke tempat Marven Vero berada melainkan dia ke tempat ibu dan ayah nya, "Bu, sesi foto nya kapan?" tanya Ellis, "oh iya ibu lupa." jawab Margaret, Margaret pun bergegas ke tempat Marven untuk mengadakan sesi berfoto, marven pun setuju, dan Margaret pun memanggil seorang photography untuk memfoto mereka. Singkat cerita, sesi berfoto antara teman selesai, dan juga dengan para tamu selesai, terakhir tinggal berfoto dengan keluarga, Margaret Mark marven dan Vero pun berbaris, hanya tinggal Ellis yang belum berada disana, Ellis tampak sedang mencari seseorang dan tak lama hap ia akhirnya menemukan nya, Ellis pun langsung membawa Gabriel untuk berfoto bersama. Gabriel yang masih bingung pun hanya mengikuti Ellis. setelah selesai baru dia bertanya kepada Ellis, "Lis, emang aku bagian dari keluarga kamu?" tanya Gabriel,
"ah i-tu, aku merasa iya karena kamu
selalu mendengarkan curhatan aku hehe." jawab Ellis dengan gugup
"juga dulu kamu sering menolong dan menemani aku bermain jadi aku sudah menganggap mu sebagai keluarga sendiri hehe." sambung nya,
namun Gabriel hanya mengangguk anggukan kepala nya, "peka dikit kek. " gumam Ellis. Namun gumaman nya terdengar oleh Gabriel, ia hanya tersenyum menyeringai, "kenapa senyum senyum, jelek muka lu." ucap Ellis, "tcih ga jelas." ucap Gabriel.
Saat mereka sedang beradu mulut, Vero pun memanggil mereka, "hey kalian ayo kemari, kita foto bersama mau nga." ajak Vero, "Mau kak!" jawab Ellis yang dibuntuti oleh Gabriel, Mereka berempat pun berfoto ✌️
TAMAT 🌺
Sumpah bener bener ga nyangka banget....,karya pertama ku tamat,agak sedih sih tapi ya mau gimana lagi:)
Dan bener bener waktu itu berjalan cepet banget, perasaan baru buat kemarin dan sekarang udah tamat wkwk
Oh ya di eps selanjutnya author mau kasih tau tentang kelanjutan hidup Ellis Ryan Gabriel dan Dion nih
So ya,sampai jumpaaa 👋