
"Hah, bekerja sebagai sekretaris." ucap Vero, seakan akan tidak percaya hal ini. "Iya kamu mau tidak, kalau terima pekerjaan ini, besok saya ke rumah kamu untuk menjemput kamu." jawab si nenek dengan tersenyum. "Aku mau, tapi aku takut telat, sedangkan dirumah ku banyak yang harus aku kerjakan nek." ucapnya dengan raut wajah sedih. Nenek heran, "apa yang kamu kerjakan dirumah nak? apa boleh nenek tau?" Tanya nya keheranan. Seketika Vero menyilang kan tangan nya seakan akan dia menjawab "tidak." Nenek yang melihat hal itu pun tertawa. "Baiklah, tapi izinkan nenek untuk membantu mu nak, kamu bisa datang ke kantor jam 7, tidak lewat dari itu." ucap si nenek, "serius nek aku bisa datang ke kantor jam 7."ucapnya untuk meyakinkan si nenek lagi, "tentu saja," ucap nenek. Vero pun langsung menerima penawaran itu, nenek yang melihat hal itu sangat bahagia. Tapi dibalik itu, nenek tidak yakin kalau cucu nya memperbolehkan hal itu, sedangkan tugas di kantornya sangat padat, dia ingin memperjelas, tapi karena sudah melihat Vero senang nenek tidak jadi menjelaskan nya, "baiklah besok nenek akan menjemput mu." ucap si nenek, Vero mendengar hal itu, tentu saja berkata tidak Dan menjelaskan kepada nenek. "Jika orang tua ku mengetahui nya, dia tidak akan mengizinkan aku bekerja." ucap Vero. "Baiklah nenek mengerti, kalau begitu kamu datang saja ke alamat ini, jarak nya sedikit jauh." ucap nenek sambil mengelus rambut vero, Vero pun
iyakan perkataan nenek. tak terasa hujan sudah berhenti, kami pun saling berpamitan. "Oh ya ngomong ngomong nama kamu siapa nak." ucap nenek sebelum pulang, "Nama aku vero Liandy, oh ya kalo boleh tau nama nenek siapa ? hehe aku tau ini sedikit tidak sopan tapi aku hanya penasaran." tanya nya sambil tersenyum. "Oh nak vero, haha tidak apa apa nak vero ingat baik baik ya nama nenek, nenek Ghina." jawab si nenek. "Hehe, baiklah aku akan mengingat nama mu nek." ucap Vero sambil tersenyum, Kemudian mereka pergi ke rumah masing masing. Vero merasa hari ini adalah hari paling menyenangkan dan dia merasa bahwa besok lebih menyenangkan, tapi dia tahu pasti Kaka nya akan memarahi nya karena ia pulang telat, tapi dia tidak memperdulikan hal itu, sekarang dia hanya memimpikan bagaimana jika dia akan menjadi seorang sekretaris pasti sangat menyenangkan bisa melihat dunia perkotaan, selama ini Vero hanya tinggal di pinggiran kota dekat hutan, jadi baginya dia tidak bisa melihat pemandangan perkotaan yang sesungguhnya, dia juga dekat dengan pantai, dan rumah Vero berada di dalam sebuah hutan namun tak terlalu dalam.
Sesampainya di rumah
dia melihat ada sebuah motor yang terparkir dekat rumah nya, dia pun segera berlari, dan ketika sampai didepan rumah dia tidak langsung masuk tetapi dia mengendap untuk mengintip di jendela. "Kurasa dia pacar Kaka ku." gumamnya, karena Vero tidak ingin mengganggu
[ BERSAMBUNG ]
DOUBLE UPDATE🎉💮