
Cerita ini menceritakan sebuah wanita yang hidup bersama dengan ibu tirinya. dan dia selalu diperlakukan kasar dan bahkan ia dijadikan babu/pembantu, namun sang ayah tidak mengetahui nya karena sibuk dengan pekerjaan nya. wanita ini berharap dia masih disayangi oleh ayah nya namun itu salah, ibu tiri nya selalu mencegah hubungan suami nya dengan anak tiri nya itu. wanita itu setiap hari menjadi pembantu dirumah tanpa diberi makan. ia hanya makan sisa makanan dari ibu tiri, ayah nya dan kaka nya. perempuan ini bernama Vero Liandy.
Di suatu pagi yang dingin akibat hujan deras yang tak henti henti.
Ada seorang perempuan yang masih tertidur, (karena cuaca nya dingin pasti lebih enak untuk tidur kan).
Vero telat bangun pada saat itu, Nia yang sedari tadi memanggil Vero dengan keras namun tak muncul muncul, akhirnya Nia pun pergi ke kamar vero karena merasa heran,
"apa perempuan ini tuli?! Daritadi dipanggil tidak menjawab." ucap nya dalam hati. Saat Nia memasuki kamar adik tiri nya, dia terkejut tentu saja saat itu Vero masih tertidur dengan lelap namun itu membuat Nia kesal, "berani sekali jam segini masih tertidur, kau tidak ingat pekerjaan mu!" bentak nya, Nia yang masih melihat Vero tertidur amarah nya semakin meluap, "baiklah jika kau tidak bangun aku akan menyiram mu dengan air dingin." ucapnya dalam hati, Nia pun mengambil se ember air dingin lalu menyiram ke seluruh tubuh nya, Vero pun terkejut karena tubuh nya merasa sangat dingin,
ia sudah tau itu pasti Kaka nya yang melakukannya, Nia pun senyum menyeringai dan berkata,
"gimana, puas tidur nya? inget ini udah jam berapa, sarapan aja belum disiapin, rumah juga masih berantakan dan pakaian belum di cuci, lo harus nya tanggung jawab dong." Vero hanya bisa mendengarkan Kaka nya dan melihat ke arah jendela, "kak tapi ini hujan deras aku ga bisa nyuci baju di sungai, nanti baju aku basah." ucap Vero. "Gua ga peduli, pokoknya besok baju yang mau gw pake harus ada, ga ada penolakan." ucap Nia tidak senang. Vero hanya bisa menghela nafas panjang dan pergi mengambil baju kotor dan ia memasuki nya kedalam keranjang kayu, ia tidak tau harus berbuat apa, bahkan payung pun dia tidak punya, dengan terpaksa Vero harus berjalan ke sungai tanpa menggunakan apapun untuk menutupi kepala nya.
Di perjalanan
Suasana saat itu benar benar sejuk dan dingin. Vero pun memutuskan untuk berjalan perlahan lahan, karena kondisi jalanan saat itu licin, karena jalanan yang di injak Vero adalah tanah. Sepanjang perjalanan Vero terus menerus menundukkan kepalanya, dia merasa rindu dengan almarhum sang ibu, namun dia tidak bisa pergi ke kuburan, karena Liana (ibu tiri) selalu melarang Vero untuk menjenguk almarhum ibu kandung nya. tapi karena ia sedang sendirian, Vero memutuskan untuk mampir ke kuburan ibu nya, sesampainya disana, Vero pun terduduk lemas, ia mulai menetes kan air mata nya. hati nya saat itu sangat sedih, ia sudah tak tahan dengan kehidupan nya.
Sesampainya di sungai
Sungai yang biasa dipakai oleh vero untuk cuci baju cukup jauh, tapi dia sudah terbiasa dengan keadaan nya, sungai itu memang sangat indah, jalanan yang diatas nya tertutup bebatuan, jadi siapapun bisa meneduh ketika hujan turun.
Vero pun mencuci baju dengan tenang, tapi tidak dengan hati nya, Vero merasa lelah dengan keadaan nya, dia ingin pergi dari rumah itu selama lamanya tetapi bagaimana? dia saja tidak punya cukup uang untuk menyewa rumah, dia ingin bekerja pun tak bisa karena pekerjaan yang di rumah sudah sangat banyak dan cukup melelahkan, dia pun hanya bisa meratapi nasib nya. Tanpa ia sadari ada seseorang yang memperhatikan nya, Vero yang terbawa lamunan tiba tiba di kejutkan ketika ada seseorang yang memegang pundak nya, dia pun mengalihkan pandangannya kebelakang, ternyata yang memegang pundak nya adalah seorang nenek-nenek, Vero heran karena nenek itu berpakaian sangat elegan, nenek itu melambaikan tangan di depan muka Vero. "Hey nak ada apa dengan mu, apa kamu terkejut karena aku memegang mu secara tiba tiba?" tanya nya. Vero pun tersadar dan meminta maaf. "Maaf nek, aku tadi melamun habisnya nenek sangat elegan dan cantik." puji nya. "Hahaha ada ada saja kamu, ngomong ngomong saya tadi memperhatikan kamu dari jalan bebatuan itu, kamu kelihatan tidak fokus dengan cucian mu. Kamu sepertinya terlihat sedih, kamu baik baik saja kan nak." ucap si nenek, Vero menghela nafas panjang. "Begitu ya, hehehe aku baik baik saja kok nek." ucapnya. "Jangan membohongi hati mu nak, ceritakan saja kepada nenek apa yang terjadi. Kalau kamu tidak ingin bercerita tidak apa apa, mungkin karena kita baru bertemu." ucap si nenek sambil mengelus punggung Vero, Vero terdiam sejenak apa dia harus memberi tau masalahnya, Vero menatap sang nenek dan berkata.
"Aku ingin mempunyai pekerjaan nek agar aku bisa mendapatkan uang." ucap Vero. Nenek itu pun langsung tersenyum, "baiklah, kebetulan cucu ku lagi tidak memiliki sekretaris, kamu ingin menjadi sekretaris dia?" ajak si nenek.
[ BERSAMBUNG ]
hope you enjoy and don't forget to vote 💕
sampai jumpaaa 👋