Walky Love

Walky Love
Part 22~



Namun saat itu yang dilihat oleh Kendra bukanlah Vero, yang dilihatnya saat itu adalah seorang wanita yang berumur 36 tahun.


"Siapa kau huh, dimana Vero" tanya Kendra dengan nada kesal, "apa yang kau katakan hah, siapa Vero aku tidak mengenal nya." ucap Anni dengan nada marah nya, "Cih diam lah nenek tua, aku sedang bertanya apakah ada gadis muda yang berada disini tadi " ucap Kendra, "Nenek?!,hey aku ini masih muda tau, dan aku tidak melihat siapapun yang lewat!" teriak anni. "Jangan jangan kau mengira aku ini masih muda? terimakasih pujian mu nak." sambung Anni, "Najis, asal kau tahu ya kau itu berbeda dengan gadis yang kukejar kau ini keriput dan tua, tidak seperti wanita yang kulihat tadi cih terlalu berkhayal." ucap Kendra dengan nada malas, "apa kau bilang?! berani berani nya mengatai orang tua, kau harus diberi pelajaran, pergi dasar anak nakal pergi!" teriak Anni seraya memukuli Kendra agar dia pergi dari tempat itu.


Flashback


Bi Anni pun menghampiri Vero dan Marven, "ada apa tuan muda." tanya bi Anni dengan nada bingung, "cepat ganti baju mu." ucap Marven dengan nada panik, "apa ma-maksud mu Marven." ucap vero dengan nada terbata bata, "sudah cepat tukar pakaian kalian, aku tidak akan mengintip." Marven pun membalikkan badannya dan menutup badan nya.


Bi Anni yang tidak mengerti kondisi pun bertukar baju dengan Vero, saat selesai Marven pun menyuruh bi Anni untuk berjongkok dan bercerita dengan singkat tentang kondisi yang ada disana, Marven pun mengajak Vero untuk berlari dan bersembunyi dibelakang pepohonan.


Di tempat persembunyian Vero


Vero pun menghela nafas lega.


"Akhirnya dia sudah pergi." ucap Vero lega, saat ia menoleh ke arah marven,ia tersipu karena sedari tadi marven terpaku melihat pundak/dada Vero yang terbuka itu karena baju nya sedikit kebesaran., "MARVENN APA YANG KAU LIHAT!" teriak Vero. "A-aku ti-tidak melihat apapun kok, eh *** *** nanti kedengaran oleh mereka." ucap Marven seraya menutup mulut Vero, Vero pun menepis tangan nya


"apa yang kau katakan mereka sudah pergi, kau dari tadi melihatnya kan,dasar nakal." Vero pun mencubit lengan marven dengan keras, "aww sakit, iya iya maaf aku tidak akan melakukan nya lagi." ucap Marven dengan nada pelan, "baguslah hmph." Vero pun melipatkan tangan nya di dada, "Vero lebih baik kamu memakai sweater ku dulu, nanti kamu ganti baju lagi." ucap Marven. ia pun memberika sebuah sweater yang dipakai nya saat itu, "terimakasih." ucap Vero. Ia pun langsung memakai nya, "oh ya terimakasih ya sudah menolong ku, kalo tidak ada kamu huf mungkin aku sudah disentuh sentuh olehnya." ucap Vero dengan nada khawatir, "kya sama sama, tenang saja jika kamu berada di sisi ku pasti akan aman." ucap Marven,


"oh ya ngomong ngomong kenapa kamu bisa dikejar oleh Kendra dan juga kenapa kamu tidak meminta tolong kepada Gabriel atau pun Dion ata-" ucap Marven yang belum


menyelesaikan perkataannya, karena saat itu Vero memotong perkataan nya, "aku merasa tidak nyaman jika aku bersembunyi dengan mereka,juga mereka tidak tau tentang Kendra nanti mereka malah mendorong ku ke Kendra lagi, kamu ngerti kan." ucap Vero, "iya iya aku ngerti." Marven pun menepuk puncak kepala Vero, "yah begitulah, jadi aku memutuskan untuk bersembunyi dengan mu, karena ya aku merasa nyaman hehe." ucap Vero lagi, "hehe kamu diam diam nyaman dengan ku ya." ucap Marven dengan senyum menyeringai nya, "ih apaansi, udah lah ayo kita kembali pasti mereka menunggu ku." ucap Vero, Pas Vero melangkahkan kaki nya, dia ditarik kembali oleh Marven, "tunggu dulu,aku mau membicarakan sesuatu,kurasa ini saat yang tepat." ucap Marven, "baiklah katakan, aku akan mendengarkan mu." ucap Vero, "jadi begini pasti kamu sudah tau tentang masa lalu ku kan, dia masih menjadi tunangan kok belum menjadi istri ku." ucap Marven dengan nada khawatir,


"lalu?" tanya Vero, "lalu .... jangan terlalu memikirkan perkataan mereka, aku bukannya tidak mencintai mu tetapi aku hanya hanya .... tidak bisa, Tolong jangan menjauh dari ku Vero ,dengan ada nya kamu,aku bisa melupakan tunangan ku dan membenci nya. "ucap nya lagi,


Kini Marven seperti menatap Vero dengan tatapan sedih, "Marven cukup jangan membicarakan itu lagi, aku tidak ingin mendengar nya, dan kamu boleh melupakan nya asal jangan membenci nya, itu tidak baik, dan juga mulai saat ini aku akan membatasi hubungan dengan mu,dan tolong jangan memanjakan aku lagi, aku ini sudah dewasa." ucap Vero dengan nada kesal, Marven pun hanya terdiam, "sudahlah aku ingin balik, jika kamu masih ingin berada disini yasudah aku sendiri saja." ucap Vero dengan nada malas, "Tu-tunggu aku ikut." ucap nya dengan pelan.


Mereka pun balik ke tempat semua orang berkumpul.


Sesampainya disana


"Jangan ikuti aku lagi, aku ingin pergi ke dalam bus, aku ingin tidur." ucap Vero, "baiklah." ucap Marven dengan singkat, Vero pun segera meninggalkan Marven dan memasuki bus, ia pun duduk di kursi yang tadi ia tempati namun dia bukan duduk ditengah namun duduk di kursi Dion[kursi dekat jendela]. Dia pun bersandar di kaca itu dan memejamkan matanya ... Vero pun tertidur.


1 jam kemudian


Vero pun membuka mata nya perlahan lahan, dan ia menoleh ke samping, "eh Gabriel maaf, aku sudah tidur di bahu mu." ucap Vero, "tidak apa nona hehe, oh ya besok Marven akan merencanakan untuk pergi berenang, nona ingin ikut tidak?" ucap Gabriel seraya tersenyum, "tentu saja aku mau hehe, oh ya dimana Marven dan Dion, dimana mereka ?" tanya Vero seraya menunjuk bangku, "oh mereka duduk dibelakang sedang mengobrol." jawab Gabriel sambil menunjuk ke arah belakang, "oh begitu, Gabriel tolong bangunkan aku ya kalau sudah sampai, aku ingin tidur lagi soalnya kepala ku pusing." ucap Vero,


"iya iya tenang saja." Gabriel pun memegang kepala Vero dan menyandarkan nya di bahu nya,


Perjalanan pun berjalan dengan lancar.


"Vero Vero hey bangun kita sudah sampai bangun." ucap Gabriel yang sedari tadi menggoyangkan bahu Vero, "ugh sudah sampai ya." tanya Vero dengan keadaan yang masih mengantuk, "iya kita sudah sampai,ayo kita turun, semua orang sudah turun tadi hanya tinggal kita berdua." ucap Gabriel, Vero hanya menganggukkan kepala nya dan keluar dari bus, Ia pun merenggangkan pinggang nya,


"uh lelah sekali." ucap Vero, dan tiba tiba Ryan datang menghampiri Vero,


"nona, ingin memakan gulali tidak?" tanya Ryan, "gulali? aku mau aku mau." jawab Vero dengan gembira,


"yasudah ayo kita keluar, disana ada orang yang menjual gulali." ucap Ryan dan ia pun memegang tangan Vero dan pergi keluar rumah, Mereka pun sampai di tempat penjual gulali,


"nona kamu ingin bentuk apa?" tanya Ryan, "hem bagaimana jika .... bentuk bulan sabit, iya bulan sabit aku sangat menyukainya." jawab Vero,


"baiklah pak bikinan dua gulali, aku bentuk kelinci saja." ucap Ryan,


"baiklah ditunggu ya." ucap si penjual.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengintip mereka melalui semak semak.


BERSAMBUNG 🌺



Siapa kira kira yang ngintip?


Don't know hehe


Kira kira rencana buat berenang nya jadi nga ya fufufu



Nantikan eps selanjutnya ya



Hope you enjoy,and don't forget to vote 💕


Sampai jumpaaa 👋