
Bunyi alarm yang berhasil membuat Vero terganggu, ia pun segera mematikan nya karena takut keluarga nya akan terbangun, saat Vero melihat kearah jam, jam menunjukkan pukul 03.00. Seketika ia pun terkejut, dia telat 2 jam untuk bangun, dia pun segera bangkit dari ranjang nya dan melakukan pekerjaan, waktu demi waktu pun berlalu sekarang sudah pukul 06.00
Vero saat itu sudah menyelesaikan pekerjaannya, dan ia pun bergegas untuk mandi
Setelah selesai mandi
Vero memakai kemeja berwarna putih dan menggunakan celana panjang berwarna hitam, dan ia membawa tas selempang, setelah selesai bersiap siap, Vero sudah ingin berangkat tetapi dia melihat sang Kaka sedang berada di ruang tamu,
Dia pun segera bersembunyi dibalik pintu, untung saja pintu menuju
keluar ada 2, pintu itu berada didekat dapur, ia pun mengendap-endapan kakinya, naas nya lantai yang diinjak berbunyi, [FYI:rumah yang ditinggali oleh vero terbuat dari kayu], dan Kaka nya pun memanggil vero, "heh tumben kau berpakaian rapih, kau ingin pergi kemana lagi." ucap Kaka nya, "aku ingin pergi karena aku ada janji untuk bertemu dengan seseorang." ucap Vero berbohong, "kau tidak boleh pergi." ucap kaka nya dengan senyum smirk, "kenapa, pertemuan ini sangat penting kak." ucap Vero dengan cepat, "kau boleh pergi jika kau memijit ku dulu." ucap Kakanya, Vero pun melihat jam, dan jarum menunjukkan pukul 06.30, "baiklah tapi hanya sebentar ya." ucap nya dengan pasrah, waktu demi waktu berlalu jarum jam sudah berada di angka 7 lewat 20, Vero yang sedari tadi disuruh suruh, sekarang gelisah, bagaimana jika bos nya memecat nya. "Sudah sudah, aku ingin pergi ke kamar mandi, dan kau tetap berada disini." ucap Kaka nya, dan Kaka nya pun pergi ke kamar mandi, dan bukankah itu kesempatan untuk melarikan diri, Vero pun berjalan pelan setelah berada di pintu rumah dia pun berlari ,Kaka nya yang baru keluar dari kamar mandi melihat Vero dari kejauhan sedang berlari,dan Kaka nya pun berteriak, "dasar Vero,liat saja kalau kau balik aku akan menghukum mu." ucap Kaka nya teriak Vero menghiraukan perkataan Kakanya,Vero merasa, Tuhan sedang berpihak kepada nya.
Sesampainya di perusahaan
Vero tertegun karena melihat gedung yang berada disana sangat tinggi, dan pemandangan kota yang sangat bagus banyak mobil berlalu lalang, sebelum sampai di
perusahaan, sebenarnya Vero sudah merasa terkejut dengan pemandangan tapi dia tidak bisa menikmati nya karena dia harus sampai di perusahaannya.
Suasana disana berisik dan juga banyak asap dari kendaraan, dia merasa udara di perkotaan sedikit buruk, dibandingkan dengan tempat tinggal nya udara disana lebih bagus dan sejuk.
Saat memasuki ruangan tersebut
Vero pun berjalan masuk ke dalam perusahaan tersebut, dan menuju ke meja resepsionis, "permisi." ucap nya dengan lembut dan sopan, "ya? ada yang bisa saya bantu." tanya si resepsionis dengan sopan, "aku ingin pergi ke ruangan sekretaris." jawab Vero seraya tersenyum, namun si resepsionis pun bingung, "maaf nona setau saya ruang sekretaris sedang kosong, dan belum ada yang menempati nya." jawab si resepsionis, Vero pun bingung, resepsionis lain yang melihat mereka saling tatap tatapan pun langsung menghampiri nya, "permisi, ada apa lun, kamu seperti kebingungan gitu." tanya nya si resepsionis 2, "oh ini yor, perempuan ini meminta diantarkan ke tempat sekretaris." jawab Luna (resepsionis), yora pun menoleh kearah perempuan itu, "kamu karyawan baru disini ya, memang nya kamu sudah mendaftar menjadi sekretaris?" tanya Yora (resepsionis) kepada Vero. "Eh iya aku karyawan baru, kemarin aku sudah daftar oleh bos diperusahaan ini, dan dia menerimanya." ucap vero dengan nada sopan, mereka berdua pun terkejut, karena sudah lama bos nya itu tidak merekrut sekretaris, tidak tahu apa alasan, tapi bos nya selalu menolak ketika ada yang mendaftar, "baiklah mari saya antarkan, yor saya pergi dulu ya." ucap Luna dengan gugup, "ya hati hati ya." ucap Yora(resepsionis),
mereka berdua pun menaiki lift dan menuju ke lantai paling atas.
Saat berada di dalam lift
"Nona kamu orang yang sangat beruntung." ucap Luna sambil tersenyum, "ah kenapa." ucap vero bingung, "karena kamu bisa dipilih menjadi sekretaris, banyak karyawan disini yang ingin menjadi sekretaris,tapi mereka tidak bisa." ucap Luna tersipu, "ohh begitu ya hehe." ucap Vero, "oh ya nama mu Luna ya?" tanya Vero. "Iya, oh ya nama mu siapa." ucap Luna, "nama ku vero, senang bertemu dengan mu." ucap Vero dengan tersenyum, "iya senang bertemu dengan mu juga, ku harap kita bisa menjadi teman." ucap Luna sambil tersenyum juga, itulah percakapan mereka didalam lift, Luna pun sampai mengantarkan nya,
"baiklah kalau begitu kamu masuk saja dulu, setau ku bos sedang rapat" ucap Luna, "ah baiklah, terimakasih sudah mengantarkan ku kesini." ucap Vero seraya tersenyum, "tidak masalah." ucap Luna, lalu Luna
perlahan menjauh, dan vero pun memasuki ruangan tersebut.
Di dalam ruangan
Saat dia sudah berada didalam ruangan tersebut, dia terpesona melihat ruangan yang begitu luas dan kaca yg sangat besar mengarah ke jalanan yang lumayan macet, entah kenapa belakangan ini banyak hal yang dia kagumi. Vero pun menaruh tas nya di sofa yang berada disana dan dia tidak lupa dengan persyaratan, dia pun pergi keluar ruangan mencari sebuah alat yang dia perlukan, ia pun segera membersihkan ruangan bos nya itu,dia akan memastikan lagi agar debu debu tidak berada di dalam ruangan itu. Vero telah selesai membersihkan ruangan itu dan duduk di sofa untuk meregangkan pinggang nya.
Disisi Vero
Dia sudah pindah ke lantai 2, Vero sudah mencari pintu yang bertulis [ruang rapat], namun ia tidak berhasil menemukan nya, pada saat itu banyak karyawan yang sedang bekerja melihat Vero yang sedari tadi mondar mandir, namun mereka tetap fokus pada pekerjaan nya, dan mengabaikan Vero, Vero merasa sakit karena tumpukan berkas nya lumayan banyak, tanpa ia sadari ada seseorang laki laki yang menabrak nya. Tumpukan yang Vero pegang pun terjatuh, "aww." ucap Vero, "ah maafkan saya nona, tadi saya terburu buru." ucap si laki laki itu sambil mengambil berkas berkas yang jatuh,
"ah iya tidak apa apa." jawab Vero.
Ia juga sama mengambil berkas yang jatuh, setelah selesai laki laki itu bertanya, "apa kamu karyawan baru disini, aku tidak pernah melihat mu sebelumnya." tanya nya, "iya aku karyawan baru disini." jawab Vero sambil tersenyum, "ohhh, ngomong ngomong kamu ingin membawa berkas ini kemana?" tanya nya lagi,
"aku ingin membawa berkas ini ke ruang rapat, oh ya apa kamu tau ruang rapat berada dimana?" tanya Vero. "Oh aku tau, bagaimana kalo kita bersama saja kesana, aku juga ingin pergi ke ruang rapat, ada perlu, ngomong-ngomong biar kan aku saja yang membawakan berkas ini." ucap si laki laki itu, "haha baiklah, tapi maaf ya kalau merepotkan." ucap Vero
"tidak apa apa." ucap si laki laki tersebut sambil tersenyum, Mereka pun berjalan menuju ruang rapat, ruangan itu berada di lantai 3 paling ujung.
Sesampainya di ruang rapat
"Makasih ya sudah membantu ku membawakan berkas ini." ucap Vero sambil tersenyum riang, "haha tidak apa apa, santai aja." jawab si laki laki sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tiba tiba terdengar suara bel, itu pertanda bahwa waktu istirahat, Vero pun pamit untuk pergi, dan laki laki itu hanya mengangguk, saat Vero berjalan menuju keluar
Laki laki itu berkata "nona siapa nama mu." ucap nya, "ah nama ku Vero."ucap vero, "oh salam kenal ya," jawab si laki laki itu, "Iya." jawab Vero tersenyum. saat dia ingin membuka pintu nya, laki laki itu berkata lagi, "kamu tidak ingin mengetahui nama ku?" tanya si laki laki itu, "oh iya aku lupa hehe, siapa nama mu." tanya Vero, "nama ku Aaron Ryan, panggil saja Ryan." jawab Ryan, "oh baiklah, aku harap kita bisa bertemu lagi." ucap Vero seraya mengedipkan mata nya, "ya." jawab Ryan sambil tersenyum, dan mereka pun berpisah.
•BERSAMBUNG 🌺•
Gimana gimana,agak panjang ya ceritanya maaf ya wkwk,menurut kalian apakah Vero dan bos nya akan pergi makan bersama?
Nantikan update nya ya \>\_•
HOPE YOU LIKE IT
Hope you enjoy💮
And don't forget to vote