
Dijalan pulang
Vero merasa sangat sangat bahagia, dia berlari kecil sambil mengayunkan tas kecil nya, dia merasa penerimaan sebagai sekretaris itu terlalu mudah, saat itu ada kebahagiaan yang tidak bisa dikatakan.
Sesampainya dirumah
Tak terasa dia sudah dekat dengan rumah nya, tapi dia terhenti karena dia melihat motor yang terparkir dirumah nya lagi, ya sudah pasti,pacar kaka nya ada disana, lalu vero pun sampai dirumah nya, dan
mengetuk pintu, "tok tok tok, aku pulang." ucap nya sambil tersenyum,
semua mata tertuju kepada Vero sekarang, mereka semua
melontarkan pandangan yang sinis ke Vero, tetapi ada 1 orang yang menatap nya dengan genit, Ya dia adalah pacar Kaka nya, Vero merasa tidak nyaman dengan tatapan seperti itu dia pun izin untuk balik ke kamar nya, dikamar ia menyiapkan pakaian yang harus dia pakai besok, vero memakai baju pemberian ibu kandung nya, ya itu pertama kalinya dia pakai, karena untuk apa memakai baju sebagus itu hanya untuk dirumah, saat Vero masih dalam pemikiran nya, tiba tiba suara pintu berhasil menyorot perhatian dia. suara pintu yang digedor dengan keras, saat dia menoleh ke belakang, ibu tiri nya sudah berdiri didepan pintu nya, dengan cepat vero menyembunyikan pakaian tersebut,
"ada apa Bu." ucap nya terbata bata
"Kau sedang apa, berani berani nya kau tidak berada dirumah tadi pagi,kau habis kemana." ucap Liana dengan nada kesal, "aku hanya berjalan jalan di sekitar pinggiran kota Bu." ucap Vero gugup, "woa enak sekali kau berjalan jalan, kau sekarang sudah tidak betah dirumah ya." ucap Liana sambil menarik kuping vero dengan kencang, "aduh Bu sakit Bu, maafin Vero." ucap Vero seraya merintih kesakitan. Lalu ibu pun melepaskan nya, "ini peringatan untuk kamu, jangan seenaknya pergi keluar tanpa izin, kerjaan aja belum selesai." ucap ibu tiri dengan nada kesal, "tapi aku sudah menyelesaikan nya." ucap Vero dengan nada pelan,
"apa Kau buta! pakaian belum kau setrika, jadi kami memakai baju lecek, ingat ya Vero kau disini hanya pembantu tidak lebih, dan kau harus menuruti perkataan keluarga mu." ucap si Liana sambil menjambak rambut vero, Vero hanya bisa merintih atas perlakuan ibu nya, dia tidak bisa melawan ibu tiri nya, jika dia melawan habis lah nyawa nya. Akhirnya ibu tiri pun melepaskan jambak kan nya itu, "oh ya ngomong ngomong hari ini adalah acara perayaan tunangan kakak mu, kau harus membuat rumah ini tampak rapih dan cantik nanti malam,dan buat banyak makanan." ucap si Liana
"Baiklah, ngomong ngomong, kaka nikah nya kapan Bu." tanya vero dengan gugup, "banyak tanya. ibu fikir mungkin menunggu keluarga kami banyak uang, dan rencana nya akan diadakan pesta mewah tapi itu belum pasti, yasudah lah cepat sana kamu pergi mempersiapkan nya, ibu mau keluar dulu." ucap ibu tiri nya. Lalu ibu pun keluar dari kamar Vero, Vero kini hanya bisa menghela nafas panjang, dia merasa hari ini akan menjadi hari tersibuk, dia pun segera bangun dari duduk nya dan pergi ke pasar.
18.49
"Huh, akhirnya selesai, hari ini begitu melelahkan." ucap nya yang tengah terduduk di meja makan. Vero hanya melamun menatap rumah yang sangat sepi, keluarga nya sibuk dengan pertunangan Kaka tiri nya, dia berpikir, "jika aku memiliki laki laki lalu bertunangan, apakah acara pertunangannya akan dirayakan juga,kurasa tidak, dia kan tidak peduli dengan kondisi ku huh." ucap nya dalam hati, Vero pun meneguk segelas air lalu pergi untuk membersihkan tubuh nya. Setelah ia selesai bersiap siap para tamu berbondong bondong masuk kerumah nya, Vero tidak ingin terlihat cantik dihadapan para tamu, karena identitas dirumah nya sebagai pembantu, ia pun segera menyapa para tamu dengan penuh senyuman dan sopan.
Saat acara makan makan tiba, vero tidak ikut makan dengan para tamu,padahal ada beberapa tamu yang sudah mengajak nya, bukannya tidak mau tapi jika dia makan dia akan mendapatkan hukuman dari ibu tiri dan Kaka nya, dan "puk" sebuah tangan mendarat di pundak nya, Vero refleks menoleh kearah tepukan itu,dan yang menepuk nya adalah tunangan Kaka nya, "hai, kamu kenal aku kan." ucap nya sok akrab, Vero takut Kaka nya cemburu jika melihat tunangan bersama nya, "maaf jangan memegang pundak ku seenaknya,dan aku memang mengenal mu karena kamu sering datang kesini,dan tolong jangan terlalu dekat dengan ku." ucap nya sambil
menghindari si cowo, "hey gadis jangan bersikap seperti itu aku juga tau batasan nya, kau pikir aku tertarik dengan mu." ucap nya sambil memegang dagu Vero, Vero pun segera menepis tangan laki laki itu, kemudian si Kaka pun menghampiri mereka, "hey sayang kenapa kamu bersama dia." ucap nya sambil memegang lengan si laki laki itu, "itu aku menunggu mu lama sekali jadi aku menghampiri pembantu mu." jawab nya, "ohh maaf ya sayang kalo kamu nunggu lama." ucap nya mencubit pipi laki laki nya, dan Nia pun menoleh kearah Vero, "oh ya kenal kan dia Kendra tunangan ku,dan ini Vero pembantu ku." ucap Nia sambil tersenyum, Vero hanya bisa tersenyum tipis dan beralasan dia harus pergi ke suatu tempat.
21.00
Semua tamu sudah pulang dan termasuk tunangan Kaka nya sudah pulang, selama acara pertunangan, Vero hanya bisa bersembunyi di gudang, dia lelah dan juga malas jika bertemu Kendra lagi, entah kenapa sikap nya begitu lancang apa dia tidak memikirkan perasaan Kaka nya, Vero hanya bisa menghela nafas.
00.30
Vero pun segera merebahkan dirinya dan menutup mata nya, dia berharap tidak ada halangan saat dia ingin berangkat kerja.
BERSAMBUNG🌺
Malam yang melelahkan bagi vero dan bahkan dia belum makan huh sungguh ibu tiri yang kejam
Apakah hari pertama dia kerja akan lancar?
Kendra suka sama Vero?
Kendra sebenernya agak genit sama perempuan,dan bahkan Nia saja pernah disakiti olehnya
Soo ya
Ikuti aja kisahnya yuk,aku setiap hari akan meng-upload secara double update
And don't forget to vote, and enjoy🌺
Sampai jumpaaa👋