Walky Love

Walky Love
Part 23~Bertengkar & diculik



📱📱


"Nyonya, kami sudah me mata matai kegiatan Vero, saya akan mencari waktu yang tepat dan rencana akan dimulai jika Vero berjalan keluar sendiri." ucap seseorang, "oh ya hati hati, Vero itu selalu dijaga oleh bodyguardnya, tetapi bodyguard itu mengawasi dengan cara bersembunyi." ucap nyonya, "tenang saja nyonya, nyonya tidak perlu khawatir kami akan menyelesaikan masalah ini dan nyonya hanya tinggal membayar kami." ucap seseorang,


"baiklah saya percayakan kepada kalian berdua, dan ingat buat dirinya tersiksa dulu sebelum mati." ucap nyonya dengan nada tegas lalu ia mematikan telepon itu, *Kita sebut saja disini pembunuh bayaran.* kedua pemuda itu pun mulai mengawasi Vero lagi, "hm enak ya kak." ucap Vero, Ryan hanya mengangguk, mereka pun masuk ke dalam rumah, saat diruang tamu


Marven, Gabriel, Dion, Mark, dan Margaret sedang duduk disana, "eh nak sini duduk bareng ibu." ucap Margaret, Vero pun menuruti perkataan ibu Marven dan duduk di sampingnya, "kalian lagi membicarakan apa?" tanya Vero yang sedang asik memakan gulali, Margaret pun menghela nafas kasar.


"Besok kita tidak jadi berenang sayang." ucap Margaret dengan nada sedih, "loh kenapa Bu." tanya Vero dengan nada kaget, "penjaga rahasia dirumah ini bilang, kalau ada dua orang pemuda yang sedang memperhatikan mu, jadi dia mengatakan sebaiknya kamu tidak boleh keluar dari rumah." jawab Margaret dengan nada khawatir, "hah,siapa mereka?" tanya nya dengan nada takut. Saat Margaret ingin menjawab perkataan Vero, Marven menyela nya, "kami belum tau siapa kedua orang itu, dan aku akan berusaha untuk mengetahui siapa mereka." ucap Marven dengan nada serius, Vero pun hanya terdiam, sementara orang-orang yang berada disana sibuk berdiskusi mengenai masalah itu. Setelah selesai mereka pun balik ke rumah mereka masing masing. Marven pun menghampiri Vero yang sedari tadi diam, "jangan khawatir aku akan menyelesaikan masalah ini." ucap Marven seraya mengelus rambut Vero, "tapi aku takut .... aku tidak ingin diculik oleh mereka." ucap vero dengan nada bergetar, Marven pun segera memeluk Vero dan menenangkan nya, Beberapa menit kemudian tak disangka Vero tertidur didalam pelukan marven, Marven yang menyadari hal itu pun berinisiatif untuk membawa Vero ke kamar.


Sesampainya di kamar


Marven pun menaruh Vero dengan perlahan lahan dan menutupi tubuh nya dengan selimut, saat ia ingin pergi dari kamar tersebut, Vero menarik jari Marven, "jangan tinggalkan aku." ucap Vero dengan pelan, Marven yang berniat meninggalkan Vero dikamar, ia pun langsung membatalkan niat nya dan dia memutuskan untuk tidur bersama Vero, "aku akan mencari tahu siapa mereka." gumam Marven. ia pun mencium kening Vero dan memejamkan matanya.


3 Minggu pun berlalu


"BERISIK!" teriak Vero, "aku tidak ingin mendengar perkataan mu, aku hanya ingin kembali berkerja aku bosan dirumah ini, aku sudah lelah kau tidak mengizinkan aku ke supermarket,berjalan jalan, dan bahkan kekantor saja tidak boleh." omel Vero, "Vero bukankah sudah kukatakan, dirimu itu dalam bahaya, kamu tidak boleh keluar, dan kamu harus meningkatkan kemampuan bertarung mu, jika kamu bisa mengalahkan fei fei, aku akan mengizinkan mu." ucap Marven.


FYI: Fei Fei guru yang mengajar Vero untuk berkelahi.


"Tcih bagaimana mungkin aku bisa mengalahkan dia, dia itu kan besar dan berotot aku tidak bisa


mengalahkan nya." ucap Vero dengan nada kesal, "kamu bisa kalau kamu belajar tentang perkelahian." ucap Marven dengan nada yakin, "berisik cepat keluar dari kamar ini aku bosan mendengar perkataan mu." ucap Vero, ia pun mendorong Marven untuk keluar dari kamar nya, 'Brak brak brak', "Hey ini kan kamar ku,kenapa sekarang menjadi milik mu, harusnya kau yang keluar." teriak Marven, Vero pun membuka pintu lagi, "aku boleh keluar?" tanya nya sambil tersenyum, "tidak boleh." singkat Marven 'Brak' Vero pun menutup pintu dengan keras. "Dasar wanita keras kepala, awas saja kalau sampai ketahuan keluar dari rumah ini, aku akan menghukum mu." ucap Marven dengan nada kesal, Marven pun memilih pergi ke ruangan kerja nya.


Beberapa menit kemudian


'Tap'


"Yes aku berhasil melarikan diri." ucap Vero pelan, Dia pun mengendap-endap untuk keluar dari rumah tersebut, Dan Yap dia berhasil.


"tcih dasar Marven, keamanan dirumahnya saat rendah." ledek Vero,


Vero pun segera pergi menuju kantor.


Sesampainya di kantor


"Ya ampun Vero, kami mencari mu dari kemarin, aku kira kamu sudah di pecat oleh bos Marven, ternyata tidak syukurlah." ucap Luna menghela nafas lega, "Luna seperti kamu lupa." ucap Yora dengan senyum tipis nya.


"Lupa kenapa?" tanya Luna heran,


"kamu ga liat status nya Gabriel, dia berfoto di sebuah taman bunga dan ada Vero juga disana, pak marven serta pelayan nya juga ada disana mereka berlibur tau." ucap Yora menjelaskan, "hehe iya itu benar." ucap Vero, "wahh kok nga ngajak kita huhu." ucap Luna dengan nada sedih,


"Luna kamu sepertinya amnesia, Vero kan sudah mengajak kita, tapi kita menolak, ingat tidak?" ucap Yora seraya menarik kuping Luna. Luna pun terdiam dan berpikir, "oh, iya aku ingat .... hehe maaf ya Vero, maklum aku orang yang pelupa." ucap Luna dengan nada khawatir, "iya tidak apa,oh ya aku ingin membantu kalian boleh tidak, hari ini pak Marven tidak datang ke kantor jadi aku bingung harus ngapain disini, jadi bolehkah aku membantu kalian disini." ucap Vero dengan nada khawatir, "Maaf Vero, kita mempunyai tugas masing masing, dan tidak boleh membantu karyawan lain." ucap Yora, "iya tapi dia tidak ada disini jadi bagaimana?" tanya Vero, "oh kalau begitu kamu datang saja ke lantai 3, di pintu itu tertulis [khusus ruang kerja] Ruangan itu hanya diisi oleh Dion, kamu pergi kesana aja, biasanya jika bos marven tidak masuk, Dion yang menggantikan nya." ucap Yora menjelaskan, "oh baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya, terimakasih untuk penjelasan nya Yora, sampai jumpa Luna Yora." ucap Vero seraya melambaikan tangannya.


Sesampainya di ruangan Dion


'Tok tok tok', "silahkan masuk." ucap Dion dari dalam, Vero pun masuk ke ruangan itu, "selamat siang pak." ucap Vero, "oh ternyata kamu, pasti kamu ingin meminta perkerjaan kan." ucap Dion to the points, "hehe iya pak, kira kira apa yang harus saya kerjakan." tanya Vero, "hm ada,antarkan berkas ini ke semua karyawan." ucap Dion. Vero pun sibuk mondar mandir karena tugas yang diberikan Dion.


Waktu nya untuk pulang


Vero pun berpamitan ke Dion dan dia pun pulang dengan berjalan kaki menuju halte bus, saat sedang menunggu ada sebuah mobil hitam yang berhenti di depan Vero, Vero pun panik karena ia takut jika itu adalah mobil Marven, namun dugaan nya salah, seseorang pria berbadan gagah pun menarik Vero dan membungkam Vero dan itu menyebabkan Vero kehabisan nafas dan pingsan.


BERSAMBUNG🌺



huh apa Vero akan selamat, apa ada seseorang yang melihat dia diculik?



Ikutin episode nya terus ya



Hope you enjoy and don't forget to vote 💕


Sampai jumpaaa 👋