Walky Love

Walky Love
Part 6~



Setelah bertemu dengan Ryan, Vero pun balik ke tempat bos nya, belum sempat dia membuka pintu, ada seseorang yang membuka pintu dari dalam lebih dulu, ya dia adalah bos nya, dia pun menoleh ke arah Vero, "sudah balik, kenapa tidak masuk ke dalam?" tanya bos nya. "Aku baru saja sampai hehe, ngomong ngomong pak bos ingin pergi kemana?" tanya Vero, "saya ingin pergi makan dengan rekan kantor." jawab bos nya dengan dingin.Seketika mata Vero berbinar binar, dia berpikir jika ia ikut pasti disana banyak makanan enak, "bolehkah aku ikut." tawar Vero, Dia menawarkan dirinya untuk ikut, pria itu melamun dan berpikir sejenak, "baiklah, tapi jangan membuat keributan." ucap pria itu, "baiklah baiklah hehe." ucap Vero dengan tersenyum. Di sepanjang lorong kantor Vero terus menerus mengajak ngobrol bos nya dan selalu menyebut nya "pak bos." tentu saja itu membuat pria itu risih tapi dia terus mengabaikan Vero, selain itu banyak karyawan yang melihat kearah mereka, banyak tatapan sinis yang melihat kearah Vero, mungkin karena iri dengan nya.


Sesampainya di restoran


Saat Vero memasuki nya, tercium aroma yang sangat lezat yang ingin membuat perut Vero berbunyi tapi dia menahannya, lalu mereka berdua pun memasuki ruangan yang sudah dipesan oleh pria itu, dan ya ada beberapa rekan kerja yang sedang menunggu pria itu, "selamat siang pak ven." sapa Dion, "ya", jawab pria itu singkat, "ven tumben sekali kamu membawa seorang wanita."


tanya Andrian, "oh dia sekretaris ku,dan dia bilang ingin ikut, jadi aku ajak saja." jawab si pria itu, mereka pun saling mengobrol satu sama lain, dan tak terasa makanan pun sudah datang, Mereka pun melahap makanan yang berada disana, tapi hanya Vero yang tidak diajak, harapan Vero hancur, dia pikir jika dia ikut dia akan diberi makan tapi nihil. perut Vero akhirnya berbunyi, seketika mereka semua melihat ke arah Vero,


"memalukan." gumam si pria, "maaf pak bos." ucap Vero pelan. "Kamu lapar nona?" tanya Gabriel, Vero hanya mengangguk pelan, Gabriel ingin mengajak Vero tapi tidak sempat karena Vero sudah diajak oleh bos nya, "cepat duduk, dan makan lah bersama kami" ucap pria itu, "wahhh terimakasih pak bos." ucap vero dengan tersenyum,


"sudahlah jangan memanggilku pak bos, panggil saja pak Marven." ucap Marven, "baik pak Marven." jawab Vero. Mereka pun makan bersama,tetapi Vero tidak bisa makan


makanan yang ada disana atau tidak mengerti cara makan nya, jadi makanan vero dipilihkan oleh Marven.


Setelah selesai, mereka pun keluar dari ruangan tersebut


Pada saat vero berjalan ada seseorang pelayan yang menabrak dia dan menumpahkan kopi panas di baju nya, "aww." rintih Vero, "maafkan saya nona, saya tidak sengaja, Anda tidak apa apa kan." ucap si pelayan itu, Marven yang melihat hal itu, ia langsung memegang tangan si pelayan dan mencengkram nya, "saya tidak segan segan untuk memecat mu nona." ucap marven dengan nada kesal, "tolong jangan pecat saya tuan, saya minta maaf, saya tidak fokus saat bekerja." ucap si pelayan dengan nada ketakutan, "justru orang seperti kamu harus dipecat." ucap Marven dengan nada kesal, ia pun langsung menarik tangan Vero dan mereka keluar dari restoran itu.


Didalam mobil


"Pak William, urus surat mengundurkan diri untuk wanita tadi." titah Marven. "Baiklah tuan." jawab William, "pak Marven, kamu tidak perlu mengeluarkan nya, aku baik baik saja kok." ucap Vero, Walaupun sebenarnya Vero kesal, karena baju putih nya kotor, mencuci nya tidak mudah tau, "tidak, orang lalai seperti dia harus di pecat, sudah diam jangan ikut campur." ucap  Marven dengan nada dingin, Vero hanya bisa diam.


Sesampainya di kantor


"Pak Marven tugas ku apalagi." tanya Vero, "ikuti ku ke ruang rapat, dan mendengarkan tentang peningkatan perusahaan." jawab Marven, Vero hanya mengangguk pelan, dan mengikuti bos nya, disana sudah banyak yang menunggu kehadiran Marven, "baiklah segera mulai." ucap Marven, Vero pun mendengarkan tentang peningkatan perusahaan dan hal yang membuat perusahaan menurun atau bangkrut.


Setelah selesai rapat


"Huh lelah sekali, kurasa rapat tadi informasi penting." gumam vero,


Marven pun menghampiri vero dan memberikan sebuah buku, "ini." ucap Marven dengan singkat, "ini untuk apa." tanya vero, "ini buku yang harus kamu pelajari tentang perusahaan,jika nanti kamu sudah mengerti kamu lah yang akan menjelaskan kepada klien mengenai masalah mereka." ucap Marven, "oh baiklah, aku akan membacanya." ucap Vero,


Marven pun kembali ke tempat duduk nya, dan memainkan laptop nya.


Vero sibuk mondar mandir, karena banyak tugas yang harus ia kerjakan.


15.00


[Waktu nya pulang, kantor akan segera ditutup🔊], kata kata itu terus berulang, "wah sudah waktu nya pulang ya, tidak terasa." gumam Vero.


"Hey kamu tidak ingin pulang?"


tanya Marven yang sedang bersiap siap untuk pulang, "aku ingin pulang kok." ucap Vero tersenyum tipis, "baiklah ayo, dan jangan lupa mengunci pintu nya." ucap Marven seraya melempar kunci kearah Vero,


Vero hanya menanggapi nya dengan senyum, lalu ia pun mengunci pintunya dan pergi


Mereka pun berjalan melewati lorong yang sudah tidak ramai


"Nona." ucap Marven dengan ragu


"Ada apa?" tanya Vero. "Nenek ku menyuruh untuk mengundang mu makan malam bersama, apa kamu ingin menghadiri nya?" jawab Marven, "hari ini?" tanya Vero, "Iya." ucap Marven dengan singkat, "hmm baiklah, tapi aku hanya bisa sebentar disana." ucap Vero seraya tersenyum. "Tidak apa apa, kalau begitu hari ini kamu pulang bersama ku saja," ucap marven, "ah tapi bagaimana dengan baju ku?" tanya nya lagi, "nanti akan ku belikan baju untuk mu, tidak masalah." ucap Marven, "Hemm, terimakasih pak bos, maaf ya kalau merepotkan." ucap Vero dengan tersenyum, "ya." ucap Marven singkat.


Vero pun pulang bersama marven untuk menghadiri acara makan malam


Setelah sampai mereka disambut oleh para pengawal, benar benar sangat beda, rumah marven dipenuhi oleh cahaya lampu itu pemandangan disore hari, bagaimana dengan pemandangan malam nya, Vero sangat penasaran. Vero pun turun dari mobil, ia langsung di sambut oleh Nenek Ghina. "Sayang bagaimana kabar mu nak." ucap nenek sambil memeluk Vero, "aku baik baik saja nek, oh ya makasih ya nek sudah mengundang Vero ke acara makan malam." ucap Vero dengan senyuman nya, "iya sama sama." jawab nenek, "yasudah kalau begitu ayo nak masuk." sambung nya untuk mengajak Vero dan Marven.


[ BERSAMBUNG ]


wah gawat nih, Vero melupakan keluarga nya, bisa bisa ibu tiri nya marah besar kepada nya.


Nantikan saja eps selanjutnya


Enjoy