
Hari Sabtu
'tringgggg⏰'
"Ughhh.." gumam Vero yang masih mengantuk, Karena takut mengganggu yang lain Vero pun mematikan alarm nya. '06.00'
"wah sudah jam segini, huh aku masih ngantuk ..." ucap Vero dengan lemas, "Tapi aku ingin berjalan jalan, yosh ayo mandi." sambung nya.
Setelah selesai mandi Vero pun berpakaian
Pakaian yang dipakai Vero:
"Nah selesai, hihi aku tidak sabar akan piknik bersama mereka pasti sangat menyenangkan, aku harus turun kebawah sekarang." ucap vero dengan bersemangat.
Sesampainya di ruang tamu
Perkiraan Vero salah, ternyata banyak pelayan yang sudah bangun dan sedang bersiap siap. Lalu Vero pun bertemu dengan Dyana, "nona Vero kamu sudah bangun syukurlah, ayo nona kamu sarapan pagi dulu." ucap Dyana, "aku sedang tidak lapar hm nanti saja, aku akan memakannya di mobil." ucap Vero, "Itu tidak baik nona, nanti kamu bisa muntah." ingat Dyana dengan nada khawatir, "tidak apa Dyana aku kuat kok hehe." ucap Vero seraya menepuk pundak Dyana,
"baiklah jika begitu, saya pergi ke dapur dulu ya." ucap nya dengan ramah, Vero hanya menganggukkan kepala nya, karena ia merasa bosan jadi ia menunggu Dion Ryan Gabriel di depan rumah.
Di halaman rumah
Beberapa menit kemudian terdengar
Suara klakson mobil yang terus menerus ditekan, dan ternyata didalam mobil itu adalah Gabriel dan Dion, Gabriel pun memberhentikan mobilnya tepat di depan Vero. "nona kamu sedang menunggu ku ya." ucap Gabriel seraya mengangkat satu alisnya, "haha iya, selamat datang ya,oh ya dimana Ryan, dia tidak bersama kalian?" tanya Vero, "oh dia sudah datang duluan, dan dia tadi bilang sedang pergi dengan marven dan Mark entah kemana." jawab Gabriel, "Oh begitu." ucap Vero seraya mengangguk anggukan kepala nya,
"yasudah aku mau masukan mobil ini ke parkiran ya." ucap Gabriel seraya melambaikan tangan nya. dan Vero pun ikut masuk ke dalam rumah,
Vero melihat Gabriel dan Dion keluar dari mobil, dan mereka seperti beradu mulut, karena Vero penasaran jadi dia menghampirinya. "Hey kalian kenapa." tanya Vero, "tadi Gabriel terus menerus menekan klakson di jalan, kamu tau kan itu sangat berisik juga banyak orang yang memarahi kita, karena terus menekan tombol klakson." oceh Dion, Vero yang mendengar nya pun tertawa, "hahaha ya ampun, Gabriel kamu bosan ya didalam mobil." ucap Vero dengan tawa nya, "ya begitulah hehe." ucap Gabriel, "Yasudah ayo kita masuk dulu, mungkin aja kalian mau minum? aku akan mempersiapkan nya." ucap vero seraya melangkahkan kaki, "wah boleh tuh, mohon bantuannya ya haha." ucap Dion
Mereka pun berjalan untuk masuk ke dalam rumah, dan yang seperti Vero bilang tadi, ia pun berjalan ke dapur dan mengambil air minum setelah selesai ia pun memberi nya ke Gabriel dan Dion, "hm enak banget." ucap Gabriel, "ih apannsi itu kan cuma air putih biasa."ucap Vero,
"hehhh begitu, ya kukira air dirumah orang kaya itu berbeda." ucap Gabriel seraya menatap gelas itu, "hahaha tidak lah, ada ada saja kamu." tawa Vero, Mereka pun berbincang bincang.
Beberapa menit kemudian Bus pun datang
"Wah kita memakai bus?" tanya Vero
"iya nona, Marven yang merencanakan nya." jawab Dion seraya merangkul Vero, Marven pun turun dari bus itu lalu menghampiri Vero, "sudah mulai nakal ya." ucap nya dia pun menyentil kening Vero dengan pelan, lalu berjalan melewati mereka, "ada apa dengannya."gumam Vero, "Nona, nanti di bus kita duduk bersama mau?" tanya Dion, "tentu saja aku mau." jawab Vero.
Jarum jam pun sudah menunjukkan ke angka 07.20
Mereka semua pun sudah siap, dan memutuskan untuk segera pergi, Dion pun menggenggam tangan Vero dan mengajak nya masuk ke bus.
FYI:bangku di bus itu masing masing diisi 3 orang, dan luas nya lumayan.
Saat ingin memasuki bus, Marven menarik tangan Vero, "Dion lepaskan tangan mu, dia akan duduk dengan ku." ucap Marven dengan nada kesal,
"kau tidak boleh seperti itu ven, aku sudah mengajak nya terlebih dahulu,dan dia menerimanya, benarkan nona." ucap Dion dengan nada santai,
"iya." jawab Vero, ia tidak berani melihat wajah marven saat itu, Marven pun melepaskan genggaman nya dan membiarkan mereka masuk.
Di dalam bus
"Dion duduk disini saja." ajak Marven,
"aduh." rintih Vero, "untung saja aku menangkap mu." ucap Gabriel seraya tersenyum, "Dion perlakuan mu itu kasar." ucap Marven dengan nada kesal, "ah sudahlah berurusan dengan mu itu ribet, maaf ya bangku aku sudah penuh, jadi tidak bisa diisi oleh mu maksimal kan 3 haha." ucap Dion seraya menertawakan Marven,
Marven hanya bisa menggertakkan gigi nya dan dia memutuskan untuk duduk disamping bangku Gabriel.
FYI : posisi duduk nya
Dion di dekat jendela
Vero ditengah, Dan sisa nya Gabriel dekat dengan bangku marven namun jarak nya lumayan jauh.
Bus pun berjalan dengan lancar.
Di perjalanan
"Haduh perut ku sakit." gumam Vero
"Nona apa kamu baik baik saja?" tanya Dion dengan nada khawatir
"E-eh iya, aku baik baik saja." jawab Vero dengan terbata bata, "kalau perut kamu mual, katakan kepada ku saja." ucap Dion seraya mengelus rambut Vero, Vero pun hanya mengangguk, Lama kelamaan sakit itu berubah menjadi mual, Vero merasa ia ingin muntah saat itu,Gabriel pun mengkode kepada Dion,
Dion pun peka terhadap kode yang diberikan Gabriel, ia pun langsung mengeluarkan kantong plastik berwarna hitam. "Ini, muntah kan saja, nanti badan mu terasa nga enak kalau tidak dikeluarkan." ucap Dion.
Seketika vero pun langsung muntah,
Marven yang melihat itu pun panik,
"hey ada apa." tanya nya dari sebrang Gabriel, "tidak apa dia hanya muntah, mungkin karena mabuk." ucap Gabriel yang sedang mengelus punggung Vero, "Bagaimana sudah enakan?" tanya Gabriel kepada Vero,
Vero hanya membalas nya Dengan gelengan kepala nya, "A-aku pusing." ucap Vero, Gabriel dan Dion tak tahu harus berbuat apa, dan obat pun mereka tidak bawa. Marven pun memutuskan untuk menghampiri bangku Vero, "ini makan dulu, dan minum obat nya." ucap Marven dengan nada kesal, Belum sempat Vero mengambil nya, Gabriel dengan cepat mengambil kotak makan dan obat tersebut, "Terimakasih, sudah sana kembali ke tempat duduk mu."
Ucap Gabriel dengan tatapan malas,
"Tcih baiklah liat saja nanti."gumam Marven, Marven saat itu tidak ingin mencari masalah, karena ia lebih mementingkan kondisi Vero saat itu.
Beberapa menit kemudian
Bus pun sudah sampai di tempat tujuan.
BERSAMBUNG🌺
Muehehhe
Next eps mungkin agak lebih panjang karena banyak kejadian yang terjadi disana fufufu
Hope you enjoy and don't forget to vote 💕
Sampai jumpaaa 👋