Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
IT'S TIME TO PLAY A ROLE



Chapter 9 It's time to play a role! Rev


"Seharusnya, kalian bisa mempengaruhi cuaca bukan?" Xaver bertanya dengan gelisah.


Kenangan di bakar oleh sinar matahari membuatnya malas untuk naik ke permukaan. Tuan Toward melihat Xaver, lalu mengangguk. "Ya, Raja kami dapat melakukannya. Kenapa?"


"Aku memiliki penyakit bawaan lahir, aku tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Aku... aku bisa mati" ujar Xaver dengan nada gelisah dan gugup, karna berbohong.


"Tenang saja, kita para duyung umumnya sudah separuh ikan, sinar matahari bisa membuat sirip kita kering. Tentu saja Raja kita akan membantu dengan menciptakan cuaca hujan."


Xaver menghela nafas lega. Ia mengacungkan jempolnya. "Kalau begitu aku siap untuk berperang!"


Itu adalah apa yang Xaver ucapkan. Yang di pikirkannya adalah darah manusia di dunia ini. Tuan Toward pergi untuk menyampaikan Aba-aba kepada pasukannya. Saat itulah Xaver mengaktifkan Ream yang energinya masih tiga puluh empat persen.


Hologram kelelawar itu muncul di sisi Vampir berekor duyung. "Ream jangan hanya menyerap energi di sekitarku, jika kau bisa, lakukan pemindaian energi di seluruh lautan. Aku takut jika kita terlalu lama di sini, Ayah akan menyusul."


"Pemindaian energi menghabiskan dua kali lipat energi tubuh Master, apakah yakin ingin melakukan pemindaian energi?"


"Ya."


"Pemindaian energi disetujui. Memulai pemindaian energi." seperti biasa suara --BIIP-- Mengiringi EAC-Drime.


Hologram kembali memasuki bandul kalung. Bersamaan dengan itu, Tuan Toward kembali memasuki ruangan. Ia menepuk bahu Xaver, "Ayo nak, kita mulai."


"Oke" Xaver mengikuti Tuan Toward. Ia dalam suasana hati yang baik sekarang.


Mereka berenang menuju barisan pasukan duyung. Mereka bersiap meluncur menuju permukaan, dalam sebuah perang dengan kaum manusia. Xaver mengira bahwa mereka akan berperang dengan kapal-kapal, sayang sekali mereka tidak berperang dengan kapal. Melainkan langsung memerangi sebuah pulau yang berisi manusia.


"Kini adalah bagian mu untuk memulai Tuan Xaver"


Senyum bahagia muncul di wajah vampir berekor duyung itu, ia memutar tubuhnya dan berubah menjadi Naga berkepala Tujuh yang melesat menuju daratan dan berperan sebagai Naga yang mengamuk. Sebenarnya para Tentara hampir tidak mengerahkan tenaga mereka. Mereka lebih sering melihat Naga legendaris berkepala tujuh, yang sedang mengamuk dan menghancurkan pulau, yang ukurannya tidak terlalu kecil maupun besar.


Naga itu menatap Tuan Toward dengan tatapan tidak sabar. "Apa yang kau tunggu Pak tua! perintahkan mereka untuk membantuku mengumpulkan darah manusia. Aku akan menghancurkan mereka untukmu dan memastikan bahwa tidak akan ada lagi zat-zat radio aktif itu, sebagai gantinya kau harus mengumpulkan darah mereka untukku."


Suaranya menggema begitu keras di daratan maupun di lautan, ombak pun bergoyang karenanya. Tuan Toward tidak berani menolak keinginan Xaver saat dalam bentuk Naga. jauh dalam hatinya, rasa terima kasih nya sangat besar kepada Xaver. Kematian saudara-saudaranya di medan perang akan terbayar dengan sebuah kemenangan, dan dia sangat yakin dengan itu.


"Apa yang kalian tunggu?! Cepat lakukan apa yang Naga laut minta"


Xaver memikirkan ukuran pulau yang ia pijak, ia kemudian menoleh melihat Tuan Toward. Ia bertanya "Hei pak tua, apa kau ingin aku memusnahkan semuanya? Atau kau ingin aku melakukan apa?"


Tuan Toward mengepalkan tangan kanannya. Mengingat seluruh dendamnya dengan kaum manusia di pulau itu, hatinya benar-benar terasa panas dan sakit setiap kali mengingatnya. Tuan Toward mengangguk tanpa ragu. Ia berkata "Hanya pulau inilah yang mengetahui keberadaan Atlantis, untuk saat ini aku ingin mereka tiada. Agar tidak ada lagi manusia-manusia yang ingin menghancurkan Atlantis kami, ataupun menangkap orang-orang suku kami!"


Seperti seorang anak kecil yang mendapat mainan baru, Xaver menepuk kedua tangannya senang. Dalam hatinya, ia sangat senang, tentu sangat senang makanan datang begitu saja kepadanya. Kali ini stok persediaan kapsul darahnya akan meningkat drastis! Ia sangat berharap bahwa petualangan nya di dunia berikutnya akan lebih menyenangkan dari ini.


Beberapa Tentara bersyukur bahwa mereka tidak menyinggung pemuda bernama Xaver ini, jika itu terjadi takutnya sekarang mereka akan ada di lambung Naga legendaris yang besar itu.


Dengan bantuan Xaver, kemenangan dalam peperangan tentu saja jatuh ke tangan pasukan Atlantis. Kini pulau itu sudah tidak jelas lagi bentuknya, bangunan-bangunan di atasnya sudah hancur akibat ulah Naga raksaksa yang legendaris itu. Para tentara juga sudah melakukan tugasnya, mereka mengumpulkan begitu banyak darah dalam ember bersih.


Sekarang timbul pertanyaan baru di benak Xaver, bagaimana ia harus membawa


darah-darah ini ke dasar laut. Darah manusia dengan darah duyung berbeda, darah manusia lebih cair dibandingkan darah duyung. Dia takut membawanya ke dalam air justru malah melarutkannya. Xaver menatap langit, kemudian ia bertanya kepada Tuan Toward "Sudah pukul berapa sekarang?"


"Melihat posisi matahari, ku perkirakan sekarang hampir memasuki waktu malam" ujar Tuan Toward.


Naga berkepala tujuh yang legendaris itu berubah kembali ke bentuk semula, vampir yang berekor duyung. Xaver mengatakan pada Tuan Toward, dengan tambahan Hipnotis. "Aku akan kembali ketika aku selesai mengurus darah-darah ini, bisakah Anda membantuku pak tua? Bantu aku membawa peralatan-peralatan ku di lab khusus ku, dan jangan sampai ada yang rusak. Jika ada yang rusak kalian lah yang akan menggantikannya"


Tuan Toward mengangguk, ia segera memberi aba-aba kepada pasukannya. Sementara Tuan Toward dan pasukannya memasuki air kembali, Xaver membenahi darah-darah yang ditampung di ember. Xaver membawa ember darah itu satu persatu, menuju sebuah bangunan yang terbilang baik-baik saja, jika dibandingkan dengan bangunan-bangunan yang lain. Untuk memudahkan pergerakannya, ia berubah ke bentuk Vampirnya.


Sambil menunggu Tuan Toward datang, Xaver mencelupkan ujung jarinya ke salah satu ember. Kemudian memasukkan ujung jari tersebut ke dalam mulutnya. Seperti seorang kritikus makanan sejati, ia mengomentari cita rasa dari darah yang ia rasakan.


"Rasanya lumayan, sepertinya konsentrasi rasanya lebih murni dibandingkan darah suku Arqh yang pernah ku coba, dan sepertinya ini lebih enak. Aku jadi penasaran, apakah rasa darah dari setiap makhluk yang sama, namun alam yang berbeda itu rasanya juga berbeda? Jawabannya hanya dapat diketahui jika aku mencicipi, setiap darahnya. Jadi tidak sabar deh" gumam vampir konyol itu.


Mungkin hanya terhitung jam, Tuan Toward kembali bersama beberapa orang, membawa beberapa barang-barang yang diperlukan Xaver. Xaver melihat bahwa Tentara-Tentara itu tidak berniat untuk pergi. Untungnya mereka masih dalam keadaan hipnotis, sehingga tidak mempertanyakan Xaver yang memiliki dua kaki.


Author note; jadi kalau ada yang bingung, seperti apa duyung-duyung itu kalau sedang berperang dengan manusia? Biarkan Author menjelaskan. Biasanya mereka akan berperang dengan menggunakan kekuatan sihir dan fisik mereka. Dengan bantuan dan restu Raja, biasanya mereka akan memiliki sepasang kaki seperti milik manusia, untuk memudahkan mobilitas mereka saat berperang.


Xaver mulai membuat kapsul darah, prosesnya tidak memakan waktu lama. Yang membuat waktu semakin lama hanyalah proses untuk membuat kapsul nya, untuk proses pengisian darah, itu adalah hal yang mudah. Semua orang bahkan non vampire pun dapat melakukannya.


Kira-kira ada tujuh belas sampai dua puluh ember berukuran besar yang berisi darah. Ember nya pun tidak memiliki ukuran pasti. Ada yang besarnya sangat besar, ada pula yang ukurannya sedikit lebih kecil dari yang sebelumnya.


Saat bulan hampir turun, kira-kira jam menunjukkan pukul 04.30. Saat itu Xaver merenggangkan tubuhnya yang pegal, akibat kegiatannya dalam membuat kapsul darah. Ia bersorak dalam hati, stok makanannya kali ini terbayar tiga kali lipat dari yang hilang saat membuat vaksin untuk kaum Atlantis.


"Baiklah memperbanyak stok makanan selesai! Saatnya untuk mencari energi menuju dunia berikutnya." gumam Xaver.