Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
HALLWAY TIME



Chapter 28 Hallway time


Dengan Syarat dari dua Naga hitam yang entah muncul dari mana. Kini para Naga bisa pulang ke dunia asal mereka. Dari Eren, Xaver mengetahui kalau dunia kecil ini akan menemui kehancurannya dalam beberapa tahun. Tentu saja harapan sekecil apapun sangat berharga bagi penduduk Naga.


Memikirkan beberapa tong darah Naga, Xaver sangat bersemangat saat belajar terbang. Sebenarnya Avir sedikit takut saat Xaver meminta darah Naga. Namun Ibunya, Eren. Menenangkannya dan mengatakan jika Xaver berpikir untuk memakan Avir, nanti Erenlah yang akan bertindak untuk memberi pelajaran kepada Xaver. Melihat keganasan Ibunya, Avir sangat mempercayai apa yang di katakan Ibunya.


Dengan latihan beberapa hari, Xaver telah berubah dari penerbang yang payah. Menjadi sehebat akrobatik yang melakukan manuver pesawat dengan hebat di udara. Avir juga tak diam saja, ia belajar banyak hal tentang menjadi Naga atau Naga Humanoid. Para Wanita Naga juga sangat perhatian kepadanya karna Avir tak lagi memiliki Ibu.


"Ayah, aku tak yakin apakah aku bisa atau tidak." Avir berbicara saat siang hari tiba.


Xaver juga menghela nafas panjang. "Ayahmu ini Vampir, bukan Naga sungguhan, jadi Ayah sama sekali tidak tau ingin menasihati apa untuk masalahmu."


"Master Anda bisa bertanya kepada Madam." Ream menyarankan kepada Xaver.


Merasa di butuhkan Eren berbicara. "Apa yang ingin kau ketahui sayang?"


Suara menggoda Eren terdengar menggema di pikiran Xaver. Xaver menggelengkan kepalanya. Lantas segera bertanya, seharusnya Eren akan tau. Bagaimanapun Eren adalah Jiwa yang berkelana begitu lama di banyak dunia.


"Apakah Naga Hitam seperti Avir benar-benar mampu membuka gerbang ke dunia mereka?"


Eren mencoba mengingat-ingat. "Ya, Api Naga hitam murni sangat spesial. Naga hitam murni sangat kuat, baik dari segi sihir, kekuatan fisik atau energi khas yang mengalir dalam pembuluh darah mereka. Naga hitam sendiri melambangkan kutukan dan kehancuran. Rata-rata mahluk di dunia menolak kehadirannya. Tapi kita adalah Iblis, kutukan dan kehancuran adalah sahabat kita. Itu sebabnya aku berusaha sebaik mungkin membesarkannya dengan energi dunia."


"Intinya, Avir kecil bisa membakar ruang dan menciptakan gerbang dengan Api dan sebuah mantra sihir bukan?" Xaver bertanya lagi.


Eren menghela nafas. "Singkatnya, ya."


"Tapi aku sudah mengatakan kepada Kakek kalau kita membutuhkan darah Naga untuk pengorbanan. Ayah harus mau berbagi darah Naga itu sedikit nanti." Avir berbicara saat ia menelan kepingan kulit telur terakhir.


Wajah Xaver saat mendengarnya berubah menjadi tidak rela. Terlalu kentara untuk di katakan tidak peduli. Apakah Eren, Ream atau Avir, semuanya berpikir sama, Xaver Van Zeander hanyalah seorang tukang makan besar!


Setelah sepasang alisnya berkerut untuk waktu yang lama, akhirnya Vampir Pria itu menghela nafas pasrah. "Oke... Tapi sedikit saja ya."


"Ayah pelit sekali, baik aku, Ibu, atau Kak Ream sangat tau kalau Ayah memiliki begitu banyak darah dalam penyimpanan Kak Ream."


Saat melihat langit yang mulai Gelap, Xaver dan Avir terbang keluar rumah. Di tanah lapang yang lebar, ada begitu banyak Naga besar dan Naga dalam bentuk Humanoid. Mereka semua berkumpul dengan banyak barang berharga di sisi mereka. Mereka siap untuk pergi.


"Ayah apa aku benar-benar bisa? Karna hanya aku yang benar-benar Naga hitam di sini." Avir terlalu takut.


Xaver mengusap kepala Naga kecil. "Apa menurutmu Eren akan membohongimu? Aku tau Meski Eren bersikap buruk kepadaku, Eren tak pernah berbohong. Aku tau itu. " Ujar Xaver dengan senyum hangat di wajah pucatnya.


Avir juga tau itu. Ibunya sangat keren jika di bandingkan dengan Ayahnya. Dan Avir sangat yakin Ibunya bukan tipe pembohong. Apalagi nada bicara Eren saat itu tidak menunjukkan Kebohongan. "Yakinlah! Kau adalah telur Naga yang di besarkan oleh Eren, dan di rawat olehku! Dua Vampir keren ini membesarkanmu bersama, yakinlah! Bahkan jika apimu tak dapat berhasil, masih ada Ream bukan? Tidakkah kau lupa kalau ia adalah perangkat portal?"


Avir semakin yakin saat mendengar kalimat Xaver. Ia mengangguk mantap. "Baiklah, aku harus berani!"


Naga kecil itu meyakinkan dirinya sendiri. Lalu ia berdiri di sebuah altar besar yang di sediakan oleh Kakek Naga. Xaver menaiki Altar dengan Avir. Avir berjalan ke tengah Altar. Sebelum ia memulai beberapa orang membawa beberapa tong darah Naga. Liur Xaver hampir menetes saat mencium aromanya yang harum dan menggoda!


Xaver mengangkat tangannya dan menyimpan empat dari lima tong itu. Avir menggeleng kecil saat melihat Vampir tukang makan itu menyelundupkan makanannya. Avir menghela nafas panjang lalu menatap langit malam. Bintang berkerlip seolah mendukungnya. Sekali lagi Naga hitam kecil itu menatap Xaver. Xaver mengangguk. Avir tak hanya melihat Xaver, tapi juga melihat Ream dan Eren yang juga memberikan senyum semangat.


'Keluargaku telah memberiku semangat, aku harus berjuang!' Sekali lagi ia meyakinkan dirinya sendiri.


Avir menarik nafas hingga dadanya membusung. Lantas ia menembakkan nafas api hitam kemerahan miliknya ke udara. Sebuah bola api tercipta di udara. Api itu tak padam melainkan membesar. Avir membisikkan Mantra yang di ajarkan Eren. Kemudian api besar itu semakin menyingkir si samping, membentuk lingkaran besar dan lorong Ruang dan Waktu tercipta.


Avir menghela nafas lega. "Aku berhasil!"


Meski Naga kecil itu pintar dan berpikiran dewasa. Ia masihlah anak kecil yang baru saja menetas dari telurnya. Karna tingkahnya yang dewasa orang-orang perlahan melupakan kalau ia adalah Bayi Naga yang baru saja menetas. Begitu pula dengan Xaver, melihat Naga kecil itu berhasil, dan dengan segera Avir kecil jatuh pingsan. Tentu saja Xaver sangat panik.


Untungnya lorong Ruang dan Waktu yang tercipta tidak menutup dengan ketidak sadarannya Avir. Xaver mendekati Naga kecil. Ia melihat Naga kecil itu, ia masih terlalu kecil. Ukuran tubuhnya baru sebesar Anak manusia berumur lima tahun. Xaver menggendong Bayi Naga. "Kalian bisa pergi, Putraku telah menciptakan lorong yang menghubungkan kalian ke tempat yang kalian inginkan. Tunggu setelah kalian masuk seluruhnya, lalu bayangkan tempat yang ingin kalian tuju. Sebaiknya biar satu orang yang membayangkannya. Maka Api Hitam ini akan mengantar kalian ke tempat yang kalian inginkan. "


Xaver pergi meninggalkan para penduduk Naga dengan Avir dalam pelukannya. Naga kecil di pelukannya sangat mirip dengan dirinya versi Naga, tanpa sadar timbul rasa sayang yang besar dalam lubuk hatinya. Melihat Bayi Naga yang memaksakan diri, Xaver merasa kasihan. Sekaligus sedih. Avir bisa saja menolak permintaan Naga tua. Tapi demi dirinya, Avir menganggukkan kepala.


Melihat Aura kehidupan yang mulai melemah, Xaver memeluk Naga kecil itu dengan lebih erat. Jauh dalam hatinya sebuah tekad kuat terbangun. Ia berjanji kepada semua yang menyaksikannya, kalau ia akan menjaga dan menyayangi Avir. Dan mulai menganggapnya sebagai Putranya, bukan lagi peliharaannya.


Xaver membaringkan Naga kecil di pelukannya. Sebelumnya Xaver telah berubah ke bentuk Naga dan memeluk Avir. Besar harapannya agar Bayi Naga itu dapat hidup. Bahkan jika mulutnya setajam wanita yang sedang datang bulan, Xaver masih menyayangi Naga kecil.


Sebenarnya Naga kecil tidak apa-apa. Ia hanya kelelahan. Dan membuka lorong waktu membuatnya kehabisan banyak energi. Seperti Xaver yang akan tidur jika lelah, maka iapun begitu. Dengan tidur sejenak tubuhnya akan secara otomatis menyerap energi dunia untuk menjadikan energi itu sebagai energinya.