Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
MEET THE WOLF QUEEN



Meet the Wolf Queen


Sepanjang perjalanannya dengan Si Alpha menuju pusat kota serigala, di penuhi oleh rasa frustasi berat. Kalimat si Alpha terngiang di kepalanya. Terutama kalimat 'Itu... Itu Hampir sama seperti pemerkosaan. Tanda itu tidak akan hilang hingga akhir hayatmu.'


Sekalipun ia belum terlalu mengerti hubungan orang dewasa, ia masih mengerti apa yang di sebut pemerkosaan. Sejauh yang ia tau, laki-laki yang memperkosa wanita, tapi mengapa kondisinya terbalik?! Putri Charlotte menangkapnya dan membuat tanda di bahunya secara paksa! Bukankah itu artinya Xaverlah yang di perkosa oleh putri Charlotte.


Xaver tidak bisa berhenti merutuki dirinya sendiri. Jika ia tau perihal penandaan ini, dia mungkin akan lebih waspada. Sekarang mau bagaimana?! Peluang untuk kembali ke dunia yang sama hampir nol. EAC-Drime hanya dapat membawanya berpergian ke banyak tempat, dan pulang. Tapi ia tidak pernah memprogram untuk kembali ke tempat yang sama dua kali!


Lagi-lagi Xaver mengacak-ngacak rambutnya. Si Alpha melirik Xaver. Dirinya adalah Manusia Serigala terkuat setelah ratu, namun dengan sedikit usaha Tuan Vampir yang berjalan di belakangnya dapat dengan mudah mengalahkannya. Namun kini Vampir yang menurutnya adalah vampir leluhur itu tengah frustasi perihal 'Tanda' apakah dugaannya benar?


"Tuan Xaver, apakah kau sudah di tandai seseorang?" Karena rasa ingin taunya yang tinggi, si Alpha bertanya untuk yang ketiga kalinya.


"Gadis itu menggigit bahuku...." Gumam Xaver.


"Kalau begitu dimana dia? Apakah kalian sudah menikah?"


Dengan nada frustasi Xaver berkata. "Mau bagaimana?! Kami sudah berbeda dunia! Mau menikahinya pun aku tidak akan bisa!" Xaver kembali mengacak rambutnya dengan rasa frustasi.


Si Alpha merasa prihatin kepada Xaver. Ia mengira yang di maksud Xaver adalah, wanita yang menandai Xaver sudah tiada. 'Sayang sekali, pria setampan dan sekuat Tuan Xaver tidak akan bisa menikah' batin Si Alpha.


Tak lama kemudian mereka sampai di Istana Manusia Serigala. "Ayah,Ayah kita sudah sampai "


Bahkan jika Vampir kecil berteriak keras dan mengguncang Xaver, Xaver masih tenggelam dalam Lamunannya. Sampai suara Ream kembali menggema di kepalanya.


"Master, EAC-Drime memang tidak bisa membawa anda ketempat yang sama dua kali. Namun kesadaran Ream bisa pergi dari perangkat, dan menempuh dunia bahkan jika dunia itu adalah dunia yang sama. Namun tentunya tanpa kesadaran Ream, fitur utama EAC-Drime tidak akan berfungsi. Yang artinya anda tidak akan bisa mengaktifkan portal."


'Benarkah?'


"Benar Master"


'Kalau begitu pergilah. Cari cara agar dia dapat di bawa kemari dan berpindah ke dunia berikutnya. Atau cari saja cara untuk menghapus penandaan ini.' gumam Xaver.


"Izin di berikan, harap Master menjaga diri. Ream akan pamit untuk pergi"


'pergilah, jangan sampai tiada'


Tak lama kemudian kehangatan di perangkat portal mulai menghilang. Xaver tiba tiba merasa bahunya yang digigit terasa nyaman dan hangat. Tapi tidak mungkin Charlotte ada di dunia ini. Lagi pula dia Duyung, tidak mungkin ada di tempat ini. Kalau pun ada itu harusnya manusia serigala.


Tapi di tempat ini tidak mungkin ada seseorang yang tidak di ketahui menyelinap tanpa di ketahui pengawal bukan? "Tuan Vampir, terima kasih sudah mengantarkan putra saya kembali."


Suara Ratu Serigala membangunkan Xaver dari lamunannya. Xaver melihat Vampir kecil sudah bersama seorang wanita di sebuah kursi besar yang sepertinya tahta kerajaan. "Apa yang Anda inginkan sebagai balasannya tuan Vampir? Saya akan mewujudkannya sebisa mungkin. "


"Izinkan aku menginap sebentar. Aku ingin mempelajari kehidupan sosial Manusia Serigala." Ujar Xaver. Perasaan nyaman yang muncul di bahunya masih ada, Xaver ingin menemukan orang yang membuatnya nyaman ini.


Ratu mengangguk-anggukkan kepalanya. Ada seringai misterius yang di sembunyikan Ratu. "Baiklah, Anda bisa menetap selama yang anda mau. Mungkin Anda bisa menjadi tamu kehormatan di upacara penyembahan Dewi bulan nanti."


"Upacara Dewi bulan di lakukan di lapangan besar. Seluruh penduduk yang memasuki usia menikah atau yang sudah menikah akan mengikuti upacara. Upacara di lakukan saat bulan mencapai bentuk purnama. Jika beruntung, Dewi Bulan akan turun dan memberkati semuanya. Tetapi Dewi Bulan sejak dahulu bersemayam di tubuh keturunan kerajaan. Sebagai bentuk perhatiannya kepada kaum Serigala."


"Ohh, aku mengerti. Lalu apa yang di maksud dengan di jadikan tamu kehormatan?"


Si Alpha menatap Xaver bingung. "Aku tidak tau, tapi mungkin saja Anda bisa ikut upacaranya nanti"


Semoga hanya begitu. Karna Xaver merasakan firasat buruk di balik kenyamanan di bahunya. Xaver memasuki kamarnya untuk melihat-lihat, interior yang terbuat dari batuan putih membuat ruangan terkesan anggun.


Sebagai Vampir, Xaver menyukai hal-hal yang indah dan mewah. Hanya saja warna putih bukanlah warna yang di sukai Vampir. Rata- rata Vampir menyukai kegelapan. Bagi mereka itu adalah bentuk penghormatan kepada leluhur Drakula, yang merupakan pangeran kegelapan.


Xaver menatap tempat tidur putih yang terlihat hangat, tempat tidur itu tampak memanggilnya untuk berbaring. Xaver menutup seluruh jendela dan menggantung jubah hitamnya. Kemudian melempar dirinya ke tempat tidur empuk itu. Perasaan tenggelam di dalam tempat tidur menjadikannya seolah tertidur di awan. Hanya butuh beberapa waktu membuat Vampir itu tertidur.


Yang tidak Xaver ketahui adalah, sebuah asap hitam yang muncul dan berubah menjadi wanita cantik dengan rambut putih dan mata yang jernih. Wanita itu duduk di sisi Xaver yang tertidur pulas. Wanita itu membuka pakaian atas Xaver secara perlahan. Terlihatlah empat bintik merah yang tertera di bahu Xaver. Saat Wanita itu mengusap tanda itu ada sebuah gambar yang muncul. Gambar itu seperti akar merah yang menyebar ke seluruh tubuh Xaver.


"Hehe... Sudah menyebar rupanya. Inikah sebabnya kau merasa Frustasi? Tidak apa-apa, cepat atau lambat kita akan segera bertemu Tuan Vampirku"


Wanita itu memeluk Xaver, sebelum pergi wanita itu sempat menjilat tanda di leher Xaver. Xaver yang sedang tertidur pulas hanya merasakan perasaan geli yang ringan di bahunya. "Hm... Ream... Cepat kembali, aku merasa ada seorang cabul yang terus memandangiku"


Wanita itu tertawa pelan saat Xaver mengigau di sela tidurnya. Ia mengusap rambut Vampir yang tertidur. Kemudian memberikan kecupan ringan di dahi Xaver.


"Selamat tinggal Tuan Vampirku, kita akan bertemu saat upacara." Tak lama kemudian wanita itu kembali berubah menjadi asap hitam dan menghilang di udara.


Xaver bahkan tidak bangun hingga hari esok. Yah jika kelelahan Vampir bisa tidur hingga berhari hari. Karena rasa sakit yang menguar dari bahunya, Xaver merasa lelah secara mental. Tertidur adalah pengobatan yang paling sederhana di klan Vampir.


Xaver di bangunkan oleh Si Alpha saat akan menghadiri upacara. Atas perintah Ratu, Xaver diminta untuk menemui Ratu secara pribadi. "Sebagai tamu kehormatan, pakailah pakaian ini dan ikutlah dengan Razor"


"Em... maaf, Razor itu siapa?"


"Razor adalah serigala Alpha yang mengawal putraku, sudah cepat ganti pakaianmu. Dan ikuti Razor." Ratu memerintah Xaver. Anehnya ada senyum jahil di wajah Ratu.


Xaver tidak bisa tidak merinding. Ratu Serigala sangat misterius. Sayangnya Xaver lupa bertanya untuk apa dia di ruangan itu. Segera ia bertemu Si Alpha yang ternyata bernama Razor. "Untuk apa kau membawa pakaian putih itu, Tuan Xaver?"


Xaver mengangkat bahu pertanda tidak tau. "Ratu hanya memintaku untuk mengganti pakaian dan mengikutimu"


"Kalau begitu cepat ikuti aku Tuan, aku sudah lama tidak bertemu istriku aku ingin cepat cepat bertemu dengannya dan membuat anak lagi. Cepat ikuti aku." Razor berkata dengan terburu-buru.


Xaver mengikuti petunjuk Razor. Ia di bawa ke sebuah ruangan yang tampaknya bukan ruangan sembarangan. Xaver tidak tau mengapa ia di minta diam di ruangan itu. Tapi dengan patuh ia duduk di ruangan itu setelah mengganti pakaiannya. Ruangan kecil itu membuat seluruh tubuhnya terasa Nyaman.


Tetapi pakaian putihnya membuatnya tidak nyaman. Vampir terbiasa dengan pakaian khas bangsawan Eropa di abad pertengahan, dengan set yang entah berapa lapis tebalnya. Untuk pertama kalinya ia memakai pakaian tipis.


Pakaian putihnya adalah kemeja putih yang terbilang tipis. Belum lagi dua kancing teratas tidak ada di tempatnya. Vampir itu merasa udara dingin memeluk tubuhnya. Untuk celana, yang dikenakannya adalah celana hitam. Lalu ia juga menemukan sebuah kain yang menyerupai sapu tangan di set pakaian yang di berikan Ratu.


"Untuk apa ini?" Xaver memutuskan untuk menggunakan kain hitam itu di lehernya, agar tidak terasa terlalu dingin.