Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
THE LITTLE VAMPIRE



Chapter 12 The little vampire


Portal membawa Xaver ke sebuah hutan rimbun. Karna kanopi hutan yang tinggi dan lebar, sinar matahari yang memasuki hutan sangat sedikit, menjadikan udara lembab dan dingin. Tempat yang sempurna untuk Xaver.


Portal muncul dalam keadaan normal, seperti sebuah pintu yang menempel pada lantainya. Xaver berjalan keluar portal, perasaan aneh di bahunya membuatnya tidak nyaman. Setelah keluar dari portal, Xaver segera mendudukkan dirinya di atas salah satu pohon tumbang yang tergeletak di tanah.


"Ream bagaimana kondisi Sistem EAC-Drime?" Tanya Xaver saat duduk.


Ream keluar dengan tubuh nyata miliknya. Bocah kecil itu berkata, "Secara keseluruhan, Sistem EAC-Drime dalam keadaan yang sangat baik. Dunia kali ini di penuhi energi, sehingga energi untuk menjalankan portal, penuh dalam hitungan detik."


"Ya, itu bagus."


Energi melimpah adalah kabar yang bagus. Tapi kondisi Xaver sangat tidak bagus. Ream memindai Masternya dari atas sampai bawah. Ada yang salah dengan Masternya.


"Master, apakah Master baik baik saja?"


Xaver dapat merasakan energi asing yang memasuki tubuhnya terus beredar, dan itu membuatnya tidak nyaman. Energi asing itu berasal dari empat lubang di bahu Xaver. Itu adalah bekas taring Putri Charlotte yang menggigitnya.


"Aku tidak tau, saat Putri duyung itu menggigitku, ada semacam energi aneh memasuki tubuhku. Dan itu membuatku tidak nyaman."


Ream tidak tau harus berbuat apa. Dia hanyalah sebuah perangkat portal yang memiliki kesadaran, dia bukan mahluk hidup sungguhan. Sehingga pengalaman Ream tentang kehidupan benar-benar tidak ada.


Xaver melihat wajah bingung Ream. "Tidak apa-apa, jangan khawatir aku baik-baik saja. Sedikit istirahat mungkin membuatku lebih baik."


Xaver berubah menjadi kelelawar dan terbang menuju Hutan lebih dalam. Ream mengikutinya dari belakang. Bahkan jika Masternya berkata untuk jangan khawatir, Ream tidak bisa tidak khawatir. Masternya memiliki wajah yang tidak berwarna, pucatnya sangat pucat seperti orang yang sedang sakit. Tapi hal yang di sebut 'penyakit' itu jarang terjadi di antara para Vampir.


Kekhawatiran Ream benar, Kelelawar yang terbang di depannya tiba-tiba terjatuh ke bawah. Untungnya Ream berhasil menangkapnya. "Aku lelah, bisakah kau membawaku beristirahat di tempat gelap?"


"Baik master " Ream membawa kelelawar yang tertidur di telapak tangannya.


Ream selalu merasa ada sepasang mata yang mengawasi dirinya dan Masternya. Namun Ream tidak dapat mendeteksi keberadaan si penguntit itu. Ream harus membawa Masternya ke tempat beristirahat.


Tidak jauh darinya, Ream dapat melihat gua di depannya. Ream membawa Xaver ke dalam gua. Xaver beristirahat cukup lama. Dalam hitungan Ream, Xaver beristirahat selama empat kali matahari terbit. Dengan kata lain empat hari.


Saat bangun, yang pertama kali Xaver lakukan adalah makan. Perasaan tidak nyaman di bahunya menghilang sementara, di saat-saat tertentu perasaan tidak nyaman itu akan kembali muncul. Xaver melihat Ream yang terus waspada, Ream menghadap keluar gua dengan tatapan dingin dan di penuhi permusuhan.


"Ream, ada apa? "


"Master, sepertinya ada yang terus memperhatikan kita sejak kita muncul di hutan ini."


Xaver memicingkan matanya ke setiap penjuru, Xaver menemukan sesuatu. Ada bayangan kecil yang bersembunyi di kegelapan. Di antara semak belukar. Xaver melesat den menangkap 'sesuatu' itu.


Itu adalah Vampir kecil. Tampaknya Vampir itu adalah Vampir anak-anak, penampilan Vampir itu seperti anak manusia berusia empat atau lima tahun. "Nak, Mengapa kau sendirian di sini?"


"Ayah... " Panggil Vampir kecil itu.


Panggilan itu sontak mengagetkan Xaver dan Ream. "Katakan yang sebenarnya nak, nanti aku akan mengantarmu pulang"


Xaver mencoba yang terbaik untuk mencoba mendapatkan informasi dari vampir kecil. Namun Vampir kecil hanya memeluk Xaver dan tertawa bahagia, "Ayah... Ayah... "


Xaver tidak suka di panggil ayah oleh vampir tak dikenal. Dan Ream tidak menyukai Vampir kecil, Ream segera memasuki kalung Xaver tanpa melihat Vampir kecil. Xaver menghela nafas pasrah, itu artinya Xaver harus mengantarkan Vampir kecil ini ke keluarganya.


Xaver membawa vampir kecil ke pelukannya dan mulai melayang di atas tanah untuk memulai perjalanan. Vampir kecil sangat senang saat 'Ayahnya' memeluknya. Vampir kecil memeluk Xaver karna takut terjatuh. Xaver terus berjalan, ralat melayang, menjauhi titik awal mereka.


Suatu malam vampir kecil memegangi perutnya yang terasa sakit. Karna ia bahkan belum bisa berbicara dengan benar, vampir kecil hanya menangis terisak. Xaver merasa yakin kalau Vampir kecil sedang lapar. Maka Xaver memberikan vampir kecil dua kapsul darah.


Bahkan jika perutnya tidak lagi sakit, vampir kecil masih menangis. "Ada apa? Mengapa kau menangis nak? Apa yang kau inginkan?"


"Hiks... Hiks... Ibu... Ibu..."


'Apakah dia merindukan ibunya?' batin Xaver.


Xaver merasa bingung, bagaimana ia harus menenangkan vampir kecil. Tiba-tiba tombak kayu di lemparkan ke arah Xaver. Untungnya Xaver dapat dengan mudah menghindar. Ada sekelompok Manusia serigala di belakang Xaver. Mereka semua memandangi Xaver dengan tatapan permusuhan.


Vampir kecil berhenti menangis dan diam diam berpegangan erat pada 'Ayahnya'


Xaver berada dalam posisi bertarung. Seorang manusia serigala yang memiliki bulu paling gelap berkata "Semuanya! serang Vampir itu!"


Manusia Serigala itu mengelilingi Xaver. Xaver melayang lebih tinggi, tombak-tombakpun di lemparkan. Vampir kecil sangat ketakutan, Xaver menggunakan satu tangannya untuk memeluk Vampir kecil. Dan satu tangannya yang lain untuk mengubah arah tombak.


Beberapa berhasil tumbang. Yang lainnya tidak menyerah, mereka mengubah diri mereka menjadi Serigala besar dan melompati dahan pohon untuk menyudutkan Xaver. Dengan beberapa tendangan, Xaver mulai menjatuhkan beberapa dari mereka. Xaver menggunakan pukulannya untuk menjatuhkan si Serigala Alpha.


Mereka semua menyerah dengan badan babak belur di penuhi rasa sakit. Xaver melirik vampir kecil di pelukannya. Anehnya itu berubah menjadi bola bulu berwarna putih. Dalam sekali pandang Xaver tau kalau bola bulu ini adalah serigala.


"Apa-apaan ini?! Kau Vampir atau Manusia serigala?" Tanya Xaver bingung.


Sang Serigala Alpha berubah kembali ke bentuk separuh serigalanya. Karna ia tidak memiliki kekuatan untuk berdiri ia memegang kaki Xaver. "Tuan Vampir, berikan anak itu kepada kami. Dia adalah pangeran kami"


"Huh???" Xaver semakin bingung dengan penuturan Serigala Alpha.


Para manusia serigala meminum ramuan berwarna terang yang mencolok. Luka mereka membaik. Serigala Alpha itu menjelaskan kepada Xaver banyak hal.


Ternyata Vampir kecil adalah anak dari ratu mereka dengan seorang Vampir bangsawan. Ayah Vampir kecil harus pulang untuk beberapa hari ke area Vampir. Vampir kecil sangat merindukan Ayahnya. Vampir kecil menyelinap diam-diam keluar dari wilayah teritorial Manusia Serigala, untuk mengejar Ayahnya.


"Lalu mengapa dia malah mengikuti aku, bukan Ayahnya?"


"Dia hanya pernah melihat Ayahnya, dan belum pernah melihat Vampir lain. Tentu saja anda akan di kira Ayah oleh pangeran kami."


Xaver menggaruk kepalanya. Sekarang ia mengerti semuanya. Manusia serigala menyerangnya karna mengira Xaver akan menculik pangeran mereka. Sedangkan Vampir kecil mengikutinya karna mengiranya adalah Ayah Vampir kecil. "Oke, nak kembalilah ke keluargamu "


Serigala kecil tampak enggan melepaskan keempat cakarnya dari Xaver. Raungan kecil khas anak serigala terdengar dari serigala kecil. "Yang Mulia Pangeran sepertinya tidak ingin berpisah dengan Anda"


"Tapi aku bukan Ayahnya, lagi pula bagaimana bisa, mengapa manusia Serigala menikahi Vampir. Ini membuatku bingung"


"Awalnya memang benar, itu tidak di perbolehkan. Namun setelah perang yang panjang antara kaum Manusia serigala dan Vampir. Akhirnya perdamaian di putuskan. Sebagai tanda perdamaian, masing-masing pihak akan menyerahkan putra atau putri mereka ke pada masing-masing pihak lainnya. Ayah dari Yang Mulia Pangeran adalah salah satu pangeran Vampir. Sedangkan dari pihak kami, saudara perempuan Ratu di berikan ke klan Vampir. Maka terbentuklah perdamaian yang sekarang ini. Mengapa tuan Vampir tidak mengetahui hal ini?"


Xaver menggaruk kepalanya, mencoba memikirkan alasan yang tepat. "Um... Aku tertidur beberapa ratus tahun dan baru bangun beberapa hari lalu."


Serigala Alpha itu mengangguk-angguk paham. Karna pangeran mereka tidak ingin melepaskan diri dari Xaver, mereka terpaksa membawa Xaver ke daerah teritorial Manusia Serigala. Xaver juga ingin melihat Manusia serigala di sini, apakah itu sama dengan manusia serigala di dunianya.