Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
THE GROOM WHO RUNS AWAY



Chapter 10 the groom who runs away Rev


Perang usai dan vaksin untuk wabah para penduduk Atlantis juga selesai, keduanya selesai berkat bantuan Xaver. Raja dan penduduk Atlantis sangat berterima kasih kepada pemuda bernama Xaver itu. Jauh di dalam hati, Xaver juga berterima kasih pada mereka, dengan bantuan mereka, stok makanannya bertambah.


Raja menganugerahi penghargaan kepada Xaver di depan seluruh rakyat Atlantis. Rakyat Atlantis bersorak dengan penuh sukacita. Xaver sebenarnya tidak terlalu ingin sesuatu yang disebut penghargaan ini. Jika bisa, menerima beberapa tong darah duyung sepertinya akan lebih bagus. Namun itu hanyalah angan-angan belaka.


Yang membuat Xaver tidak percaya adalah selain menganugerahkan penghargaan, Raja juga menghadiahkan Putri bungsu kerajaan Atlantis kepadanya. Untuk di jadikan pendamping hidupnya. Xaver tidak ingin terikat, baik itu oleh organisasi, ataupun sebuah pernikahan. Itu hanya akan menghambat perjalanannya dalam petualangannya.


Lagipula ia juga sedang dalam pelarian, tidak mungkin ia akan menerima sebuah pernikahan. Apalagi pernikahan itu adalah pernikahan dari dimensi yang berbeda dari tempat tinggalnya. Xaver tidak tahu harus berbuat apa, semua berlangsung begitu saja.


Raja itu seenaknya saja menikahkan Putri bungsunya kepadanya. Xaver tidak dibiarkan sendirian, sehingga tidak ada waktu untuk melarikan diri. Sampai ia berada di kamar pengantin.


Putri duyung muda itu menatapnya dengan tatapan malu. Tapi ada asmara yang terbakar di kedalaman matanya. Xaver adalah seorang Vampir lajang, yang tidak pernah berhubungan dalam jangka panjang dengan lawan jenis. Sehingga ia tidak tahu harus melakukan apa di saat seperti ini. Rasa canggung menyelimuti keseluruhan tubuhnya.


"Aku... permisi dulu Tuan Putri" ujarnya. Ada nada canggung dan malu yang diam-diam muncul di kalimatnya.


Tuan Putri mengangguk malu, Xaver segera keluar ruangan. Kemudian menghela nafas lega, seakan-akan ia baru saja lepas dari mulut harimau. Sebelum ada orang yang melihatnya, ia segera merubah dirinya menjadi ikan hiu kecil dan berenang kabur melalui kisi-kisi jendela istana.


Ia segera kabur sejauh mungkin, namun mengingat pemindaian energi yang belum membuahkan hasil. Xaver segera melesat ke perpustakaan kerajaan Atlantis. "Oh bukankah kau pemuda penyelamat itu? Mengapa menjadi Hiu? Lagi pula bukankah kau seharusnya berada dalam kamar pengantin?"


Pertanyaan penjaga perpustakaan membuat Xaver terkejut. "Kau mengenalku?"


"Siapa yang tidak mengenal Xaver Van Zeander di seluruh Atlantis ini? Duyung muda yang berprestasi dan kemampuan merubah bentuknya yang khas. Lagi pula tidak kah kau lihat bentukmu. Apakah ada hiu yang hitam kelam seperti mu? Aku sudah sangat yakin saat pertama kali melihatmu" Penjaga perpustakaan tua tersenyum bijak.


Xaver merubah dirinya ke penampilan duyung. Ia mendekat ke meja penjaga perpustakaan. Kemudian mata merahnya mulai menghipnotis duyung tua. "Rahasiakan semua hal yang kau lihat tentangku hari ini"


Tatapan mata duyung tua itu kosong, dan ia mengangguk-angguk seperti orang bodoh. "Bagus, sekarang carikan aku peta mengenai situs-situs bersejarah lautan yang Atlantis ketahui."


Insting Xaver mengingatkannya bahwa situs bersejarah di lautan itu, mungkin saja energi alam yang dia cari. Sekarang Xaver hanya perlu berpikir cara apa yang harus ia gunakan untuk meninggalkan pusat kota Atlantis tanpa di ketahui siapapun.


Penjaga perpustakaan kembali bersama beberapa peta dan buku-buku tebal. Xaver memasukkan benda itu ke pelukannya. Kemudian pupil merahnya menatap Penjaga perpustakaan. "Kamu akan sadar saat aku tidak disini. Dan kamu tidak akan mengingat apa yang kamu lakukan tiga puluh menit terakhir"


Penjaga perpustakaan mengangguk dengan gerakan kikuk. Xaver berubah bentuk ke bentuk ikan Pari dan berenang dengan cepat menuju lab khususnya. Sayang sekali seseorang memergokinya. Itu adalah Vallen si penjaga laut.


Ada senyum tanpa ekspresi di matanya. Sepertinya Vallen sudah mengetahui berita pengantin Putri yang menghilang. Xaver kembali menggunakan hipnotisnya. "Bawakan aku buku-buku ini. Kemudian biarkan aku beristirahat di rambutmu."


Vallen terus berenang menuju Lab khusus Xaver. Sebelum pergi tentunya Xaver harus mengemasi barang barangnya. Xaver berubah ke bentuk Vampir, lalu bergerak secepat yang ia bisa untuk memasukkan barang-barangnya ke sebuah tas.


Xaver menduga berita tentang dirinya seharusnya masih beredar di kalangan penjaga atau sejenisnya. Jika beritanya sudah sampai ke rakyat umum, bisa berakhirlah nasibnya. Ia adalah Vampir yang mencoba terbang ke apa yang di sebut kebebasan. Jika ia terikat oleh pernikahan, apa artinya pelariannya ini?


Saat Xaver sudah bersiap-siap. Matanya tiba tiba terasa sakit. Intensitas penggunaan hipnotisnya yang terlalu sering membuat matanya kelelahan. Yang buruk adalah Vallen sepertinya mulai sadar. Xaver memutuskan untuk mengubah dirinya menjadi gurita, lalu menyemburkan beberapa kali tintanya kepada Vallen. Kemudian berenang menjauh dengan ke delapan tentakelnya.


Lab Khusus seharusnya akan menjadi tempat pertama kali yang di kunjungi untuk mencari Xaver. Untungnya Xaver telah berhasil menjauhi Pusat kota Atlantis. Saat ini ia beristirahat di dalam gua karang di dasar laut.


Sementara itu, Putri duyung sedang sedih di kamar pengantinnya. Ia menatap cermin, lalu kembali menangis. Mutiara putih terus berjatuhan di lantai. Putri duyung bertanya-tanya apakah dirinya tak cukup cantik, itukah alasan pengantin prianya melarikan diri darinya?


Pengantin prianya adalah seorang duyung pendatang baru. Meski wajahnya terlihat pucat, tapi sebenarnya cukup tampan dan mempesona. Yang paling membuatnya terpikat dengan Xaver adalah ekor hitam Xaver yang misterius dan indah. Ada pola ukiran-ukiran halus yang menambah keindahan ekornya.


Putri duyung cantik itu menatap bayangannya di cermin. Ia mengepalkan tangannya, karna pemuda itu sudah di nikahi olehnya, maka ia tidak boleh membiarkan pemuda itu kabur!


Raja duyung memasuki kamar dengan Trisulanya. Ia melihat mata sembab putri bungsunya. Kemudian melihat banyaknya mutiara indah yang berserakan di lantai. Putri Charlotte berbalik menatap Ayahandanya. Ada tekad yang kuat di sepasang matanya.


"Ayahanda! Aku ingin pengantin priaku kembali! " Putri Charlotte berkata dengan nada serius.


Raja tidak tau harus berkata apa. Dari penjaga laut, ia mengetahui kalau pemuda bernama Xaver itu sudah melarikan diri dari Labnya. Raja memeluk putri bungsunya.


'Lagi pula apa salahnya sih diam saja di kamar pengantin. Aku memberikannya penghargaan, harta, ketenaran dan bahkan aku memberikannya Putri bungsuku yang berharga! Mengapa dia menolaknya!' Raja Atlantis membatin.


"Ayahanda, izinkan Putrimu meminjam Trisula milikmu. Aku akan membawa kembali pengantin priaku dengan tanganku sendiri!"ujar Putri Charlotte.


Melihat ambisi yang terpancar di mata Putri bungsunya, Raja mengangguk. "Baiklah, tapi kau tidak boleh pergi sendirian. Pergilah bersama Tuan Toward, dia seharusnya bisa membantumu."


Dengan begitu Putri bungsu kerajaan Atlantis yang terkenal dengan kecantikannya, pergi membawa Trisula milik Raja Atlantis. Dengan bantuan pemimpin pasukan Tentara Atlantis, Putri pergi untuk menjemput pengantinnya yang kabur. Dan siapa yang bisa memberikan informasi mengenai Xaver, akan di berikan hadiah berupa uang dan barang berharga lainnya.


Dengan cepat berita itu menyebar ke segala penjuru lautan. Duyung-duyung bahkan para ikan kecil pun ramai membicarakan tentang Xaver, si pengantin pria yang kabur. Pikiran semua orang hampir sama dengan pikiran Raja atlantis saat itu. Mereka mengira bahwa Xaver tidak mensyukuri pemberian Raja Atlantis.


Xaver yang merubah dirinya menjadi gurita, terus berkamuflase menuju lautan dalam. Tempat dimana situs bersejarah pertama di petanya. Xaver melirik portal semu yang semakin membesar dengan kecepatan yang lebih cepat dari biasanya.


"Seharusnya aku hampir sampai." gumam Xaver, si pengantin pria yang kabur.