
Special Chapter 1.1
"Tidak, aku tidak suka!" Serena Darkseala namanya. Gadis itu adalah Drakula wanita satu-satunya di dunia gaib ini. Dunia yang di ciptakan leluhur hantu dan monster untuk menjalani kehidupan tanpa manusia.
Arthur Darkseala menghela nafas pasrah. Ia adalah Kakak laki-laki Serena, hanya dirinya dan adiknyalah Drakula yang tersisa. Dunia manusia yang kejam itu telah memburu mereka semua, membunuh atas dasar perdamaian. Seperti mereka yang menciptakan dunia damai tanpa Monster atau hantu, maka Arthur juga memutuskan untuk membangun dunia seperti itu. Dunia tanpa adanya manusia jahat yang akan mengucilkan atau membunuh mereka.
Beberapa tahun berlalu terasa seperti beberapa hari. Dengan sihir kuat dari Naga dan Drakula wanita, dunia baru itu telah tercipta. Dunia baru yang hanya terisi oleh monster dan hantu. Dan tugas baru juga telah datang, yakni memperbanyak keturunan dan memperbesar populasi jenis masing-masing. Arthur sendiri telah menikah, masih dalam proses membuat keturunan.
Yang menyebalkan adalah setiap kali ia akan berhubungan, terkadang pintu kamarnya masih terbuka dan Serena sesekali akan mengintip atau main masuk saja. Tentu saja Istrinya malu. Lama kelamaan Arthur pikir ia harus menikahkan Serena dengan Vampir lain. Bagaimanapun juga hanya mereka Drakula yang tersisa, Bahkan istri Arthur adalah Vampir. Meski begitu Arthur membawa pelayan kastilnya ke dunia baru dan beberapa Vampir liar yang ia temui di dunia sebelumnya. Paling tidak populasi mereka saat ini ada sekitar kurang dari tiga ratus orang.
Hari ini Arthur membawa beberapa Vampir lajang untuk di jadikan pasangan Serena, sehingga ia tak lagi akan mengganggu Arthur untuk memperbanyak keturunan. Tapi tidak ada yang berhasil menarik perhatian Serena.
"Atau bagaimana jika dengan Ras lain?!" Arthur menawarkan lagi.
Serena tetap saja menggeleng. Lalu ia meninggalkan ruangan itu dengan sihir teleportasi. Drakula adalah Iblis yang di ciptakan dari kegelapan murni yang jahat dan kelam. Masing-masing Drakula punya kemampuan khusus di setiap garis darah keluarga. Drakula laki-laki di keluarga Darkseala memiliki kemampuan mengubah wujud. Sedangkan Drakula wanita di keluarga Darkseala memiliki kemampuan Bakat sihir yang hebat, apakah itu sihir jahat atau sihir baik. Kutukan atau keberuntungan, mantra atau ramuan. Dalam hal berbau sihir dan magis, Drakula wanita yang lahir di keluarga Darkseala adalah yang paling unggul.
Melihat adiknya yang lagi-lagi menghilang membuat Arthur sedikit kesal. Arthur mengabaikannya, paling-paling hari besok ia akan pulang, pikir Arthur. Siapa sangka bahkan hingga hari ke tujuh Serena masih tak di temukan di kastil!
Dengan segera Arthur memerintah pasukannya untuk menemukan Serena. Serena saat itu sedang bersantai di sebuah pohon Apel. Dirinya sedang memperhatikan beberapa anak Manusia Serigala yang masih muda. Hari ini ia merasa lapar. Belakangan ia hanya meminum darah binatang yang lewat sesekali. Hari ini ia tak ingin melewatkan sarapan yang lezat.
Serena sedikit kelelahan, begitu ia melihat pembulu darah yang terlihat di tangan manusia serigala kecil, air liurnya menetes. Tapi ia menahan diri untuk tidak melukai manusia serigala, mereka baru saja datang ke dunia baru, Serena tidak ingin ada perang pertama di dunia ini.
Lalu ia melihat ada kambing muda tak jauh dari anak Manusia serigala. Dengan tidak memperdulikan anak manusia serigala yang sedang ingin menangkap kambing, Serena melesat ke bawah dan menggigit leher domba. Kemudian menghisap darahnya hingga kering.
Anak Manusia serigala itu kesal saat mangsanya di rebut, namun saat ia bertatapan dengan pencuri mangsanya, ia malah gemetar ketakutan. Anak manusia serigala itu menangis dan berlari segera menuju desa kawanannya.
Serena mengusap mulutnya dan menepuk perutnya yang terasa kenyang. Lalu memilih untuk bersantai sesaat. Siapa yang mengira beberapa Pria dari klan manusia serigala itu datang dengan marah. Mereka menyerang Serena, Serena adalah Penyihir bukan petarung. Ia tak mampu meladeni pertarungan jarak dekat. Ia hanya bisa berlari sekuat yang ia bisa.
Berlari dan terus berlari. "Tolong! Kakak! Tolong!"
Di saat seperti ini ia sangat berharap kalau Kakaknya Arthur mendengar teriakannya. Meski mustahil ia ingin berharap. Lalu tak jauh darinya Serena melihat seorang pria Vampir yang tidak pernah di lihatnya. Pria itu telah menjadi harapan untuknya.
Dengan segera Serena berteriak. "Tolong Tuan Vampir! Tolong aku!"
Pria itu mendarat tepat di atas kepala manusia serigala yang mengejarnya. Saat Serena masih mengatur nafas, seekor anak Naga kecil datang kepadanya sembari memegangi tangannya. Naga kecil itu berkata. "Kakak tenang saja, Ayah angkatku sangat kuat! Ia pasti mampu melindungi Kakak!"
Serena begitu terkejut saat melihat Bayi Naga itu bisa berbicara, karna Naga baru bisa berbicara saat usianya mencapai usia tiga tahun. Seolah bayi Naga itu mampu membaca pikirannya, Bayi Naga berkata lagi. "Karna Avir adalah Naga yang pintar!"
Menggemaskan rasanya saat melihat bayi Naga berbicara kepadanya. Serena melirik Pria Vampir yang menyelamatkannya. Tadi ia tak bisa merapal sihir karna perutnya sedang sakit. Saat ini perutnya masih sakit, namun Serena akan memaksakan diri untuk merapal sihir teleportasi jika seandainya pria Vampir itu kalah.
Terutama saat Pria Vampir itu memanjangkan kuku-kuku hitamnya. Dan mulai bertarung dengan Manusia Serigala yang tersisa. Sayang sekali saat para manusia Serigala itu bersujud meminta ampun, Vampir itu malah melepaskannya. Saat para manusia serigala itu berlari ketakutan, Serena mendekat untuk mengatakan terima kasih.
"Terima kasih Tuan Vampir! Aku tidak tau mengapa Tuan yang hanya seorang Vampir biasa mampu bertarung melawan Alpha. Bahkan aku yang Putri Drakula saja tak mampu melakukannya." Serena berujar dengan mata di penuhi kagum yang syarat akan cinta.
Pria Vampir itu tampak tersipu saat ia memendekkan kembali kukunya. "Em... Mungkin karna Lapar?"
Serena hanya terkekeh kecil melihat Vampir konyol di depannya. Ia mengulurkan tangannya. "Aku Serena Darkseala, Putri bungsu Raja Drakula. Salam kenal Tuan Vampir. Panggil aku Eren!"
"Eren?!" Pria Vampir itu tampak terkejut saat mendengar nama panggilannya.
Serena segera bertanya lagi. "Kenapa Tuan? Katakan Nama Tuan siapa?"
"Tidak apa-apa, namamu mirip dengan seseorang yang ku kenal. Aku Xaver, Xaver Van Zeander."
Serena melihat kegugupan di mata Pria itu, Serena bertanya-tanya mungkinkah Tuan Vampir itu pemalu? "Apa kau sudah makan? Aku ingin makan sekarang, apa yang ingin kau makan?" Xaver bertanya dengan gugup.
"Hihihi..." Serena hanya tersenyum misterius.
Serena pikir jika benar maka akan lebih mudah untuk mendekatinya. Serena menyukai Xaver dan ingin Xaver menjadi miliknya. Vampir kuat yang keren dan tampan! Serena sangat ingin!
Serena melihat Xaver yang mengambil sulur hijau aneh yang tadi di letakkannya di mayat manusia serigala. "Kau bilang kau seorang Putri Drakula bukan? Dimana pengawalmu? Apakah kau melarikan diri dari kastilmu?"
Serena mengangguk-angguk, Kakaknya memaksanya menikah terus menerus, ia kesal dan ingin menghirup udara kebebasan. Lalu ia menyusun kata-kata sedih di kepalanya. Ia harus membuat Pria bernama Xaver itu juga menyukainya. Lalu ia berkata "Sejak aku kecil, Ayah telah tiada. Yang tersisa di keluarga kami hanya aku dan Kakak laki-lakiku. Ah, aku sangat sedih. Kakak laki-lakiku menikah dan aku di tinggal sendiri, yang lebih parahnya lagi aku di larang keluar kastil. Bukankah itu kejam?"
"Katakan saja kau hanya ingin bermain keluar, dasar anak nakal. Kakakmu pasti khawatir. " Xaver tertawa kecil saat berbicara.
"Tidak apa-apa! Lagi pula ada Tuan Xaver yang kuat! Aku tidak lagi takut akan bahaya!" Serena tersenyum, senyumnya sangat tulus. Namun di baliknya, Serena masih mencoba berpikir siasat lain untuk membuat Pria Vampir itu juga membalas cintanya.
Serena melihat Xaver yang memandangi langit, lalu bergumam halus kepada seseorang yang tak terlihat. Ekspresi wajah Xaver terlihat berubah-ubah.
"ARRGGGHHH!!! ERRREEEEN!!!" Xaver berteriak kesal.
Serena merasa terpanggil. "Tuan memanggilku?"
Xaver memandang Serena, ada kekecewaan kecil di matanya namun ia berkata dengan nada Canggung. "Tidak-tidak, aku hanya kesal kepada temanku Eren yang lain. Ia meninggalkanku sendirian, jadi aku sedikit kesal."