Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
ALYTHREA THE MOON GODDESS



Chapter 15 Alythrea the moon goddess.


Xaver mendengar nyanyian di luar ruangannya. Nyanyian itu berasal dari penjuru arah. Tidak hanya nyanyian, lolongan serigala pun ikut terdengar. Xaver duduk di bangku yang ada di ruangan itu. Begitu ia menghadap ke langit-langit ruangan. Ada bulan purnama yang terlihat indah di langit-langitnya. Xaver merasa kalau tempat ini Seperti Altar.


"Heh... Jangan bilang aku di jadikan barang persembahan ke Dewi Bulan." Gumam Xaver.


Nyanyian yang di dengarnya membuat Xaver secara perlahan tertidur. Cahaya bulan purnama berpusat ke satu titik dan menyinari ruangan tempat Xaver berada seperti lampu sorot. Di tengah cahaya yang turun. Seorang wanita berambut putih dan bermata jernih turun dari bulan. Itu adalah wanita yang waktu itu muncul saat Xaver tertidur.


"Hehe... Baik kali pertama atau kedua bertemu, kamu masih saja tidur ya...." Gumam wanita itu.


Wanita itu duduk di sisi kanan Xaver yang tertidur. Wanita itu menatap Xaver. Lalu tangan kanannya mengusap pipi kiri Xaver. Sementara kepalanya ia usapkan ke leher Xaver. "Ahhh... Ini aroma yang ku rindukan... Hanya dengan kehadiranmu aku dapat kembali pulang Xaver Van Zeander"


Wanita itu mencium pipi Xaver. Tangannya memeluk Xaver seolah ingin Xaver menyatu dengan dirinya. Sayangnya Xaver yang tertidur tidak tau kalau ada seorang wanita cabul yang memeluknya. Dengan mata yang di penuhi kilatan posesif, wanita berambut putih itu menyentuh titik di antara kedua alis Xaver.


"Tidurlah Tuan Vampirku, tidur Hingga aku mendapatkan raga sejati."


Dengan mengatakan itu, kesadaran Xaver di selimuti oleh penghalang tipis yang mencegahnya untuk bangun. Melihat Bulan yang hampir di telan awan, wanita itu segera memegang bangku yang di gunakan oleh Xaver.


Dengan cahaya kuning yang lembut, bangku itu berubah menjadi peti mati. Peti itu berwarna putih dengan beberapa ornamen berwarna emas. Setelah memastikan posisi Xaver sudah nyaman, wanita itu segera menghilang.


Ruang keramat itu memang kecil. Namun ornamen putih dan emasnya yang khas, membawa kemewahan tersendiri. Bunga bunga Lily putih menjadi penghias sekaligus pengharum ruangan. Kini bangku yang berada tepat di bawah cahaya bulan berubah menjadi peti. Ketika kau mendekat kau akan melihat tutup peti yang transparan. Memperlihatkan pria tampan yang sedang tertidur.


Dengan berakhirnya ritual persembahan Dewi Bulan, langit-langit ruangan keramat juga akan tertutup. Bersamaan dengan itu ruangan akan kembali tersegel. Sampai Upacara penyembahan Dewi Bulan berikutnya tiba.


Di sisi lain, Ream yang berkeliaran di Atlantis merasakan sesuatu. Ada perasaan yang mencolek instingnya. Sepertinya itu pemberitahuan sistem utama EAC-Drime, yang di sampaikan ke kesadarannya.


Segala operasi sistem utama EAC-Drime membutuhkan verifikasi izin dari Xaver sebagai pemiliknya. Sekarang kesadaran Xaver di segel oleh benda asing. Sebagai perangkat yang terikat dengan Masternya, Ream tidak bisa pulang bahkan jika ia mau.


Ream hanya bisa pulang jika ia mendapat izin dari Masternya. Ream hanya menghela nafas pasrah dengan keadaan. Padahal data-data yang ia kumpulkan sudah di siapkan. Hanya menunggu izin dari Masternya untuk pulang.


Mengumpulkan data yang di minta Masternya memang menghabiskan banyak waktu. Namun ternyata ada perbedaan waktu antara dunia yang ia lewati, dan dunia tempat Masternya berada saat ini. Sehingga meski ia sudah terhitung beberapa tahun mencari data, di dunia tempat Masternya berada waktu hanya terhitung beberapa menit.


Ream hanya bisa menunggu Masternya sadar. Dan ia sangat yakin dengan ketebalan benda asing yang menyelimuti kesadaran Masternya, pasti membutuhkan waktu lama untuk membuat Masternya bangun. Ream memutuskan untuk mengelilingi banyak dunia sambil mengumpulkan data dunia-dunia lain.


Dengan begitu Masternya dapat berpindah ke tempat yang di ketahui sebelumnya. Tidak seperti sebelumnya, yang harus berpindah ke tempat antah brantah. Dengan kabar baik ini, seharusnya Masternya akan senang.


Pria di peti mati juga tidak berubah. Masih dalam keadaan sama, tertidur pulas tanpa ada tanda-tanda akan bangun. Ritual persembahan Dewi Bulan masih tetap diadakan setiap bulannya. Namun semakin waktu berlalu, ritual semakin jarang dilakukan. Yang awalnya sebulan sekali menjadi tiga bulan sekali. Kemudian berubah lagi menjadi enam bulan sekali. Hingga berubah setiap satu tahun sekali.


Hal ini di karenakan keinginan Dewi Bulan yang di sampaikan melalui Gadis kuil. Ada perintah turun temurun kepada setiap pemimpin Manusia Serigala untuk menjaga ruang keramat. Para Vampir juga tau kalau satu dari beberapa Vampir leluhur ada di kerajaan Manusia Serigala. Namun karna perlindungan Alythrea sang Dewi Bulan, selalu ada hukuman untuk para Vampir yang menyusup ke ruangan keramat.


Para Vampir hanya dapat menahan diri. Terutama Vampir Leluhur yang tersisa. Sebagai sesama Vampir Leluhur, mereka akan dapat merasakan kehadiran satu sama lain. Aura Xaver yang mereka rasakan lebih kental dari Vampir leluhur lain. Jadi mereka menduga bahwa Xaver adalah legenda yang diam-diam mereka sembunyikan dari mahluk manapun.


Para petinggi Vampir menduga, kemungkinan Xaver adalah Dewa Vampir. Yang hanya ada dalam legenda. Sehingga para Vampir hanya perlu menunggu kesadaran Vampir kuat yang di anggap Dewa itu untuk bangun. Hanya dengan begitu mereka akan dapat melihat dan bertemu dengan Dewa Vampir mereka.


"Semuanya bersiaplah untuk melakukan ritual. Kali ini selain ritual persembahan kepada Dewi Alythrea, kita juga akan melakukan ritual pembangkitan. Kita akan membangkitkan Dewi Alythrea. " Seorang gadis yang di panggil Gadis Kuil berbicara di atas Altar untuk memimpin Ritual.


Meski rupa Dewi Bulan yang cantik sudah di ceritakan dalam berbagai kisah-kisah kuno, para Manusia Serigala masih ingin melihat seperti apa rupa Dewi Alythrea yang mereka puja.


Ritual persembahan di mulai dengan mematikan seluruh penerang di kerajaan Manusia Serigala. Lalu di lanjutkan dengan lantunan mantra dari Gadis Kuil. Kemudian para peserta Ritual akan menyanyikan sebuah lagu pemujaan, tentunya dengan di barengi lolongan para Manusia Serigala.


Ritual berlangsung hingga beberapa menit. Setelah itu Ritual kebangkitanpun dimulai. Di tengah Altar di nyalakan Api unggun, yang di sebut sebagai Api suci. Api suci berbeda dengan Api biasa. Api ini khusus di berikan oleh Dewi bulan, setiap kali Ritual persembahan di lakukan.


Lalu tiga orang gadis suci yang di besarkan dengan baik oleh Kuil, di perintahkan berbaring di sekeliling Api Suci. Gadis suci di pilih secara teliti oleh pihak Kuil, dan tidak ada paksaan. Para gadis suci ini sudah tau mereka akan di korbankan untuk kebangkitan Dewi Alythrea. Sehingga mereka dengan senang hati mempersembahkan diri untuk Dewi Alythrea.


Sekali lagi Gadis Kuil membacakan lagu pemujaan dan mantra-mantra asing yang tidak di ketahui siapapun. Para penduduk yang menghadiri Ritual melihat Api Suci yang tampaknya naik ke langit. Saat itu cahaya indah yang ada pada Bulan meredup. Kemudian Api suci turun kembali. Setelah beberapa saat, Api suci tampaknya membara. Api Suci juga terlihat lebih terang dari sebelumnya.


Api Suci itu bergerak menelan tiga gadis yang berbaring di sekitarnya. Lalu dengan cahaya emas yang selembut cahaya Bulan, Api mulai meredup dan menghilang. Di balik api muncul sosok terindah dari Klan Manusia Serigala.


Itu adalah Dewi Alythrea yang di puja seluruh Manusia Serigala. Rambutnya putih dengan kilau yang seindah bintang. Lensa kirinya berwarna kuning yang warnanya serupa dengan bulan, sedangkan lensa Kanannya sewarna dengan merahnya darah. Di kepalanya ada sepasang Telinga Serigala berwarna hitam, tentunya dengan ekor berbulu milik Klan Manusia serigala juga. Pakaiannya berwarna putih dengan ornamen merah dan hitam. Dewi Bulan yang muncul di Altar adalah sosok terindah yang pernah di lihat setiap orang. Ada keanggunan yang di miliki Serigala Omega, namun keagungan yang di miliki Serigala Alpha tidak tertinggal.


Rambut dan pakaiannya yang berwarna putih, membuat ekor dan telinganya terlihat indah. Bentuk setengah serigala adalah bentuk terindah yang di miliki Serigala betina. Biasanya hanya muncul saat berada dalam masa panas. Biasanya warna tubuh Manusia Serigala akan sama dengan warna rambut Manusia Serigala saat dalam bentuk manusia. Keunikan milik Dewi bulan membuat semua orang terpesona. Di tambah lagi Aura Dewi Alythrea yang berbeda. Mata kirinya memiliki Aura menyenangkan dan menenangkan seperti Api Suci. Sedangkan mata kanannya memiliki Aura yang kelam dan mencekam seperti kematian.


Namun itu tidak membuat para Manusia Serigala meninggalkannya. Mereka malah semakin memuja Dewi Bulan dengan jiwa mereka. "Yang Mulia Dewi Alythrea, selamat datang ke kerajaan kami."


Alythrea menatap Gadis kuil yang sering diajaknya bicara di masa lalu. "Lycenia, antar aku ke persembahan terkasih milikku"


Suaranya sangat tenang dan membuat dingin hati semua orang yang mendengarnya. Inilah Alythrea, Dewi Bulan yang para Manusia Serigala puja. Aura dingin dan kegelapan adalah ciri khasnya. Kabar ini menyebar ke seluruh penjuru dunia Mahluk Mistis.