Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
BE CAUGHT



Chapter 11 Be caught Rev


Karna sudah terbiasa dengan tubuh duyung, maka Xaver berenang dengan bentuk duyung. Untungnya Laut dalam yang gelap membuat Xaver benar-benar aman dari mahluk manapun. Xaver merasa luapan energi dunia semakin dekat. "Ream, tampilkan radar pemindaian energi "


Ada sinar di tembakkan ke udara, dari kalung Xaver. Sebuah panel hologram muncul di depan Xaver. Radarnya terus melakukan pemindaian energi, dan tidak jauh dari letak Xaver, ada titik yang menandakan keberadaan energi. "Simpan kembali radarnya."


Hologram menghilang, dan Xaver berenang dengan kecepatan tercepatnya. Sialnya, energi itu terpancar dari Trisula yang di bawa oleh Putri Charlotte. Melihat pengantinnya tepat di depan matanya, Putri Charlotte mengangkat Trisulanya.


Xaver tau, ini seharusnya tidak akan berakhir baik. Xaver segera berbalik dan berenang secepat yang ia bisa. Charlotte memerintahkan Tuan Toward dan pasukannya untuk mulai menyudutkan pengantin prianya. Tetapi Xaver bukanlah Vampir biasa, ia pernah melarikan diri dari ribuan kekangan yang orang tuanya berikan kepadanya. Melarikan diri dari kejaran beberapa duyung seharusnya bukan hal yang sulit.


"Dasar tidak berguna!" Putri Charlotte mengangkat Trisulanya, dan sihir terang seperti laser di tembakkan di ujung Trisulanya. Untungnya Xaver dapat menghindari semuanya.


Xaver berubah menjadi Gurita besar, dan menyemburkan tinta ke Putri Charlotte dan duyung lainnya. Memanfaatkan tinta yang semakin menipis, Xaver melompat menuju arus laut.


Putri Charlotte mendengus marah. Para Tentara mengibaskan tinta dengan ekor mereka. Putri Charlotte melihat Arus laut, "Bawa Hiunya! Biarkan Hiu itu mengendus Aroma suamiku!"


Arus laut itu membawa Xaver ke sebuah Palung laut yang dalam dan gelap. Kabar baiknya adalah energi yang dia rasakan semakin kentara. Portal semu juga membesar dengan dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


Xaver melihat Arus Laut yang membawanya kemari, sekelompok duyung ada di dalamnya. Kilau emas dari Trisula membuatnya tau kalau sekelompok duyung itu seharusnya adalah Putri Charlotte dan antek-anteknya.


"Mengapa harus datang sekarang?!" Xaver segera berenang menjauh dari arus.


Xaver memasuki gua karang di dalam Palung laut. Xaver tau kalau energi yang di butuhkan portal sangat melimpah di sekitarnya, tapi ia tidak tau di mana pusat energi itu. Ia harus menemukan energi sebelum Putri Charlotte menangkapnya.


"Ream keluarkan radar pemindaian energi."


Radar kembali di keluarkan, namun karna jumlah energinya begitu besar dan dekat dengan Xaver, Radar mengeluarkan suara berisik yang menarik perhatian putri Charlotte. "Gawat!"


Xaver melihat titik energi yang lebih besar di banding titik energi dari Trisula. Kemudian buru-buru meminta Ream menyimpan kembali radar.


"Ikuti aku!" Putri Charlotte memberi aba-aba, mereka mengikuti Putri Charlotte. Karna suara radar telah menghilang, Putri Charlotte tidak lagi dapat menebak keberadaan Xaver. Hiu mengambil kembali tugas mereka untuk mencium aroma milik Xaver.


Xaver mengikuti petunjuk yang di beritahukan oleh Ream menuju energi besar di kedalaman laut ini. Navigasi yang di berikan Ream, mengarah pada sebuah gunung mati yang berada di dasar laut. Ada sebuah gua besar tak jauh dari kaki gunung.


Xaver memasuki tempat itu. Gelombang energi yang Xaver rasakan semakin besar. Energi EAC-Drime meningkat hingga 58 persen. Dan jumlah energinya masih terus meningkat, tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Tidak jauh di belakangnya, Putri Charlotte mengejar baunya.


Xaver memasuki gua di dalam gunung, ia kemudian menemukan sebuah kerangka tulang binatang yang besar. Kerangkanya utuh, kerangka itu sepertinya adalah kerangka naga. Di bagian tulang dada, ada sebuah permata ungu yang besar dan di penuhi energi. Seharusnya inilah energi yang membuat radarnya berbunyi.


"Ream, serap seluruh energinya."


Mematuhi perintah Masternya, EAC-Drime menyerap habis seluruh energi dari permata. Xaver melihat permata itu mulai kehilangan warnanya. Hingga akhirnya pecah menjadi butiran-butiran kecil yang mengambang di laut.


"Akhirnya kita bertemu pengantinku."


Suara khas wanita muda, mengejutkan Xaver. Putri Charlotte merasa senang dan marah bersamaan saat melihat pengantin prianya. "Ream, aktifkan portal!"


--BIIP-- "Mengaktifkan portal di dasar laut memungkinkan terjadinya pusaran air laut. Portal mungkin saja akan rusak dan para duyung bisa terseret bersama ke dalam portal. Apakah Master yakin ingin mengaktifkan portal?"


Pujian Xaver membuat Putri Charlotte agak tersipu. "Tapi, aku dan kamu tidak di takdirkan bersama."


Putri Charlotte mencengkram pegangannya pada Trisula. "Mengapa begitu!?"


"Putri, aku dan Atlantis sama sekali tidak memiliki hubungan apapun. Aku benar-benar hanya singgah di Atlantis." Xaver mencoba menenangkan Putri Charlotte, sambil terus berenang naik.


"Aku tidak peduli! Kamu sudah menikah denganku! Maka kamu tidak boleh meninggalkanku!" Putri Charlotte marah, ia mengayunkan Trisulanya ke arah Xaver.


Kali ini sinar dari Trisula berhasil menangkap ekor Xaver. Xaver di seret hingga tepat berada ke depan Putri Charlotte. Putri Charlotte menarik kerah pakaian Xaver. "Xaver Van Zeander! Kamu adalah pengantinku! Kamu adalah milikku!"


Xaver mencoba melepaskan cengkraman putri Charlotte dari pakaiannya. "Putri, dengarkan aku."


"Jangan beralasan lagi Tuan Xaver!"


"Ya! Mari ikut kami! "


"Benar Tuan, anda telah menikahi Tuan Putri Charlotte. Anda tidak bisa meninggalkannya!"


Karna kesal Xaver berkata. "Memangnya apa yang akan terjadi jika aku meninggalkan wanita ini?!"


"Penduduk Atlantis adalah makhluk yang di kutuk para Dewa. Terutama keturunan kerajaan. Jika para duyung sudah menikah maka harus bersama, jika tidak orang yang ditinggalkan akan mati. Semua duyung mengetahui ini, tidak mungkin Tuan Xaver tidak mengetahuinya 'kan?" Tuan Toward menjelaskan.


"Tapi aku bukanlah duyung! Jangan paksa aku berbuat jahat!" Xaver menghempaskan cengkraman tangan Putri Charlotte darinya.


Xaver kembali ke bentuk Vampirnya. "Aku bukan duyung. Tidakkah kau lihat penampilanku? Aku seorang Vampir! Kurasa kutukan itu tidak akan berlaku untuk Tuan Putri"


Keheningan mengelilingi mereka sesaat. Putri Charlotte yang tadinya terhempas, memeluk ekornya dengan penuh kesedihan. "Aku mungkin tidak akan terkena kutukan, tapi aku akan merasa kesepian."


Xaver selalu tidak tahan dengan apa yang di sebut simpati. Sebagai vampir berhati dingin, kelemahannya adalah ia memiliki simpati yang tidak di miliki Vampir Lain. Melihat wajah sendu hanya akan membuatnya lemah.


"Putri..."


"Master sebaiknya berhati-hati, duyung memiliki banyak trik di belakang ekor mereka!" Ream mengingatkan Xaver.


Seolah tersadar, Xaver mengepalkan tangannya. Lalu berenang dengan cepat menuju permukaan. "Maaf putri, aku harus pergi sebelum Ayah menjemputku."


Xaver terus berenang menuju permukaan, ia tidak tau kalau di belakangnya Putri Charlotte mengejarnya. Putri Charlotte memeluk Xaver dari belakang. Sebelum Xaver bereaksi, Putri Charlotte menggigit bahu Xaver. Xaver merasakan ada sesuatu yang memasuki tubuhnya dari taring Putri Charlotte.


Xaver mendorong Putri Charlotte agar menjauh darinya. "Kau boleh meninggalkanku Suamiku, tapi aku akan mengejarmu bahkan jika harus menyebrangi dunia!"


Kalimat Putri Charlotte membuat Xaver sedikit terkejut. Ream yang melihat Tuannya terdiam, memutuskan untuk bertindak. Hologram kelelawar itu keluar dan membentuk tubuh nyata. Ia menjadi Ream, Xaver versi mini.


Ream menarik Xaver ke permukaan, mengaktifkan portal dan membawa Xaver memasuki portal. Putri Charlotte menatap portal yang perlahan menghilang. "Tuan Vampir, kau tidak akan ku lepaskan lagi."


Ream mendengar kalimat bisikan yang nadanya terasa familiar, sebelum ia menghilang. Nada bicara itu terdengar hampir mirip dengan Kepala suku Liliana. Tapi itu tidak mungkin. Tidak mungkin orang yang sama muncul di dua dimensi yang berbeda. Kecuali orang itu adalah seorang traveler seperti Masternya.