
Chapter 18 The Humanimal's World
Ada yang berbeda kali ini. Biasanya setiap kali memasuki Portal, Xaver akan dikirim langsung ke dunia berikutnya. Namun kali ini, setelah memasuki portal. Akan ada panel sistem, yang menawarkan tujuan destinasi berikutnya.
"Ream... Apakah ini fitur baru? Aku memang memasang update otomatis, tapi tidak ku sangka akan secepat ini." Gumam Xaver.
"Ini adalah hasil penyelidikan Ream selama Ratusan tahun Master. Jika di dunia ke tiga anda hanya melewatkan waktu hampir seratus tahun, Ream melewatkan waktu sampai hampir Seribu tahun. Sehingga Ream mengumpulkan banyak data mengenai dunia kecil yang dapat di jangkau perangkat portal."
"Hm... Ternyata begitu."
Xaver melihat tiga dunia yang di tampilkan panel sistem. Terdapat dunia Peri, dunia Manusia, dan alam Misterius. Masing-masing di bawah nama tertera gambar-gambar yang diambil Ream sebagai bukti. Di bawah gambar, terdapat beberapa kalimat keterangan yang di rangkum Ream mengenai masing-masing dunia.
"Hm... Gambar-gambarnya semua menarik. Keterangannya pun tidak ada yang bermasalah." Xaver bergumam.
Lalu perutnya terasa nyeri. 'Benar juga, aku hampir seratus tahun tidak makan setetes darahpun. ' Batinnya
Selain itu, entah bagaimana Xaver tiba-tiba merasakan hawa keberadaan Kakaknya, tidak jauh darinya. "Ream buka portal di titik terjauh dari dunia ke tiga. Lalu dengan populasi mahluk hidup terbanyak. "
Merasakan ketegangan hati Masternya, Ream segera membuka ujung Portal. Portal di buka di dunia asing yang berbau Kegelapan. Pohon-pohon tumbuh lebih tinggi dan besar di banding yang seharusnya. Xaver juga tidak mencium aroma kehidupan, baik dari manusia ataupun hewan.
"Dunia apa ini?" Gumam Xaver.
Hologram kelelawar kecil muncul di depan Xaver. Ream membentangkan sayapnya. Sebuah panel hologram, muncul di depan kelelawar kecil. Huruf besar dengan gaya aneh, menuliskan satu kata yang mampu membuat Xaver kebingungan.
"Humanimal?"
Xaver mulai membaca keterangan dunia. Dunia ini adalah dunia terjauh dari dunia ketiga. Judulnya di ambil dari dua kata. Human dan Animal. Di dunia ini, pernah terjatuh sebuah meteor hijau aneh. Setelah jatuh ke tanah, meteor berubah menjadi Gas. Gas itu menyebar ke seluruh dunia.
Tanaman bermutasi, mereka tumbuh sampai ke batas yang di sebut tidak wajar. Para Manusia dan binatang juga demikian. Manusia bersatu dengan binatang di sekeliling mereka. Tubuh secara alami berubah menjadi setengah binatang. Tidak ada Manusia murni atau binatang murni tersisa di dunia ini. Karna mutasi tanaman, gedung-gedung ataupun perumahan, hancur. Peradaban Manusia sekali lagi harus di mulai ulang dari awal.
Dan tempat Xaver muncul saat ini adalah wilayah hutan. "Kalau begitu aku juga harus merubah penampilanku bukan?"
"Benar Master. Sesuai selera Master, Ream sudah memikirkan rancangan penampilan setengah binatang yang cocok."
Panel hologram yang awalnya berisi keterangan dunia, berubah. Kini yang di tampilkannya adalah penampilan Xaver dengan banyak bentuk setengah binatang. Xaver menggulir layar Hologram, untuk melihat desain setengah binatang yang di sarankan Ream. Xaver memilih Serigala Hitam.
"Master, sebaiknya anda tidak berpakaian lengkap. Era Humanimal sudah berlangsung hampir beberapa abad di dunia ini. Pakaian mereka tidak lagi sama seperti Manusia pada umumnya. Rata-rata pakaian mereka di buat dari dedaunan atau bulu tubuh mereka yang rontok setiap bulannya. "
"Lalu bagaimana dengan pakaianku?" Tanya Xaver.
"Ream kini juga memiliki fitur lemari penyimpanan. Ini hampir mirip dengan kotak khusus milik Master yang berukuran kecil, namun mampu memuat banyak hal. Hanya ada tiga kotak dalam lemari penyimpanan. Satu kotak sudah berisi kotak khusus milik Master. Ream sempat mengambilnya dari dunia ke tiga, saat Alythrea sedang bermain-main bersama Master."
Xaver senang kalau camilannya sudah di angkut oleh Ream, namun wajahnya memerah setiap kali mengingat perlakuan tidak pantas dari Alythrea. Setiap kali memikirkan Alythrea jantungnya akan berdebar-debar dan memanas. "Tunjukkan pakaian seperti apa yang biasa di pakai Humanimal pria"
Hologram memperlihatkan gambar yang diinginkan Xaver. Xaver secara perlahan mengubah penampilannya menyerupai orang Humanimal. Karna Xaver mengambil bentuk separuh serigala, maka ia memakai pakaian dari bulu serigala. Lengan Xaver dari ujung jari hingga siku berubah menjadi cakar. Ada telinga Serigala di kepalanya, ekor besar serigala juga muncul di pantatnya. Mata merahnya masih sama, hanya saja memiliki pupil vertikal khas milik Serigala.
Pakaiannya mirip dengan pakaian suku ethnic di dunia pertama. Yang hanya sebuah rompi tanpa kancing atau lengan, dan sebuah celana pendek yang di baluti kain, yang berfungsi sebagai ikat pinggang.
Semuanya terbuat dari bulu Serigala Hitam. Karna penampilannya sudah menyerupai Humanimal. Xaver ingin mengisi perutnya. Sebelum itu Xaver menaiki salah satu pohon besar di sisinya. Lalu duduk di dahannya yang tinggi. Lalu merenggangkan cakarnya di udara. "Ream berikan aku lima kapsul darah. Aku ingin yang darah duyung"
Tak jauh dari tempatnya ada sebuah desa Humanimal. Dengan penglihatannya yang tajam, Xaver dapat melihat penduduk desa dari pohon. Penduduk desa rata-rata adalah Humanimal Herbivora.
"Wah... Yang itu kelinci ya, imut sekali. Bahkan yang pria juga terlihat feminim" gumam Xaver saat melihat Humanimal Kelinci.
Lalu Xaver memasukkan Seluruh kapsul darah yang tersisa ke mulutnya. "Hm... Darah duyung memang menyegarkan..." Gumam Xaver.
Lalu Xaver melompat ke pohon yang lain, karna ini masih siang hari, Xaver hanya bisa berkeliaran di bawah kanopi hutan. Mengelilingi pohon satu ke pohon besar lainnya. Sesekali ia memperhatikan dan mempelajari lingkungan di sekitarnya.
Saat mulai bosan, Xaver berkata. "Ream laporkan kondisi Sistem Utama EAC-Drime."
Suara khas milik Ream menggema di pikiran Xaver. " Secara keseluruhan kondisi sistem utama sangat baik. Hanya saja energi sistem terkuras sampai ke titik nol. Bahkan energi cadangan yang Master siapkanpun habis. Hal ini di karenakan jauhnya jarak teleportasi kali ini. "
Xaver menghela nafas pasrah, bagaimanapun ini untuk keselamatannya. Xaver bertanya lagi. "Berapa lama kira-kira waktu pengisian akan berlangsung?"
"Menghitung perkiraan waktu --BIIP-- "
"Menjawab Master, waktu yang di perlukan masih tidak pasti. Energi dunia untuk saat ini tidak stabil, Ream menyarankan Master untuk melakukan pemindaian energi. "
"Haih... Kalau begitu lakukanlah."
"Memulai pemindaian energi --BIIP-- "
Xaver mulai melompati pepohonan untuk bergerak ke tempat lain. Xaver merasa di awasi sejak ia mulai berhenti bergerak. Rasanya kemanapun ia pergi akan ada sepasang mata yang memperhatikan setiap gerak geriknya. Tatapannya berbeda dengan tatapan cabul dari si Jiwa itu. Tatapan ini hanya sekedar tatapan mengawasi.
"Ream, apakah si jiwa itu juga terlahir di dunia ini?"
"Benar Master. Namun untuk Saat ini Sistem Utama EAC-Drime, tidak dapat melacak keberadaannya. Energi tidak cukup untuk melakukan pelacakan. Jika Master ingin bertemu, hanya bisa mengandalkan tanda di bahu Master untuk saat ini. "
"Tidak perlu mencarinya! Aku juga tidak ingin bertemu wanita posesif itu" gumam Xaver kesal.
Ream hanya menggeleng geleng. Meski saat ini Xaver tidak menyadarinya. Ream sebagai kesadaran yang berwawasan, tau kalau Xaver saat ini sedang memikirkan si Jiwa itu.
"Tunggu, Ream. Si Jiwa itu wanita'kan?"
"Benar Master, Anda tidak perlu khawatir akan menyimpang dalam perjalanan Cinta Anda."
"Ya ampun... Lain kali saat kita sudah pulang akan ku reset data data tidak berguna, yang kau kumpulkan dari basis datamu Ream." Xaver berujar dengan sedikit rasa kesal di hatinya.
Sejak Kesadaran Ream kembali setelah terpisah sekian lama. Ream-nya selalu mengatakan kata kata tidak berguna. Bahkan suara datar Ream mulai menunjukkan emosi. Ream adalah kesadaran Perangkat portal Ciptaan Xaver. Xaver menganggap Ream seperti anaknya sendiri. Melihat 'anaknya' berubah dari kesadaran tanpa emosi, menjadi kesadaran yang mulai menyerupai mahluk hidup. Tentu membuat Xaver senang.
Namun sesekali ia juga tidak terlalu senang. Bagaimanapun kini anaknya yang biasanya berbahasa sistem, mulai melontarkan kata-kata omong kosong. "Master, berhati-hatilah. Seseorang di balik pohon di depan sana membawa biji beracun."
Xaver mendengar peringatan segera menghentikan loncatannya. Xaver segera berbalik Arah. Humanimal tupai yang memegang biji beracun mendecih kesal. Saat ia berpindah posisi hendak menembakkan biji beracunnya, Xaver menghentakkan ekor serigalanya. Lalu bulu ekornya yang jatuh berubah menjadi jarum tajam yang melesat ke Humanimal di belakangnya.
Jarum bulu serigala telah menancap di lengan Humanimal tupai. "Akh... Sial... Hati-hati semuanya, Humanimal serigala itu bukan Humanimal biasa." Humanimal tupai menyampaikan pesannya kepada rekan-rekannya dengan sebuah telepati.