Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
WAS MARK BY SOMEONE



Was Mark by someone


Jarak Xaver dan yang lainnya menuju kota klan Manusia serigala hanya beberapa saat lagi. Namun karna matahari sudah mulai memperlihatkan dirinya, mereka terpaksa berhenti. Tuan Vampir tidak akan sanggup berdiri di bawah terik mentari.


"Eh, mengapa berhenti? Ayolah aku sudah mencium aroma serigala dari sini. Kerajaan kalian pasti dekat. " Ujar Xaver.


"Kita tidak bisa pergi sekarang. Matahari telah terbit, Anda dan pangeran kami bisa di bakar menjadi abu." Ujar Manusia serigala yang memimpin pasukan.


Xaver mengusap dagunya. "Nak, ayo ikuti aku. Lihat dan pelajari"


Xaver meminta vampir kecil menyaksikannya. Xaver melompat dan berubah menjadi kelelawar kecil. Pemandangannya saat berubah dari Vampir ke Kelelawar kecil, membuat takjub semua Manusia serigala. "Kenapa kalian terkejut?"


Xaver bingung. Bukankah yang baru saja ia perlihatkan adalah hal normal bagi Vampire?


"Anda adalah, Leluhur Vampir!?"


"Apa maksudmu?" Tanya Xaver.


"Secara umum Vampir tidak bisa melakukan itu. Hanya Vampir leluhur yang bisa melakukan itu. Menyatu kedalam kegelapan dan berubah menjadi banyak hal. Itu adalah kemampuan yang tidak di miliki Vampir biasa. " Ujar si Alpha.


Xaver adalah keturunan langsung dari Drakula. Seluruh Vampir di dunianya adalah keturunan langsung dari Drakula. Sehingga menyatu dengan kegelapan dan merubah diri menjadi banyak hal, sudah menjadi hal yang lazim terjadi. Mendengar bahwa Vampir di dunia ini tidak bisa berubah sepertinya, sekali lagi Xaver harus membuat alasan untuk kepada tuan Alpha.


Xaver membuat dirinya terdengar misterius saat berucap. "Ya, aku tidak ingat pasti apakah generasiku masih ada atau tidak. Aku tidak mengerti mengapa generasi sekarang lebih lemah. "


Xaver menghela nafas panjang seolah di penuhi penyesalan, hal itu membuat para serigala mempercayai omong kosongnya. Kelelawar kecil membentangkan sayapnya dan berdiam diri di sisi wajah si serigala. Sedangkan Vampir kecil merubah dirinya menjadi serigala. Dan ikut berjalan dengan keempat kakinya.


Karna vampir kecil ada dalam bentuk serigala, matahari sama sekali tidak akan menyakitinya. Lagi pula Vampir kecil bukanlah vampir murni. Sehingga ia bisa menjadi manusia serigala atau vampir. Dengan begitu perjalanan kembali berlanjut.


Aroma serigala semakin kuat di Indra penciuman Xaver. Melihat langit yang mendung, Xaver merubah dirinya kembali ke bentuk Vampir, sebelum memasuki kerajaan. Tentunya Xaver memakai jubah yang memiliki penutup kepala sebagai perlindungan pertama dari sengatan matahari.


Saat mulai memasuki kota banyak serigala yang bertanya tanya, siapa Xaver. Si Alpha hanya mengatakan kalau Xaver adalah temannya yang berkunjung. Mereka terus berjalan sampai ke pusat kota.


Di sisi kota menuju hutan, Xaver banyak menemukan Serigala yang berhubungan intim. "Ee... Itu, apakah itu hal yang normal?"


Xaver menunjuk salah satu pasangan serigala yang sedang berhubungan intim. Si Alpha mengangkat bahu seraya menghela nafas pasrah. "Ini musim kawin, wajar saja bila para Serigala sedang dalam masa panas." Ujarnya


"Aku mengerti itu, tapi apakah tidak malu berhubungan di tempat umum?" Xaver bertanya dengan nada canggung.


Si Alpha menyeringai bangga, ia menepuk bahunya seraya berkata. "Tidak ada kata malu dalam kamus Manusia serigala. "


Xaver meneguk ludah. Bisa-bisanya pikiran manusia serigala itu begitu. Jika itu Xaver, Xaver bahkan tidak berani memikirkannya. Tak lama kemudian ada Gadis serigala mendekati Xaver. Si Alpha tertawa kecil saat melihat Xaver.


"Halo Tuan, Aroma tubuhmu begitu unik. Maukah kamu membuat anak denganku." Gadis serigala itu berbicara tentang perkawinan secara gamblang. Membuat Xaver malu.


"Itu di sebut 'Undangan perkawinan'. Tuan Vampir apakah jawaban anda? Lagi pula Anda pasti belum pernah merasakan berhubungan intim dengan Serigala bukan?" Seringai mesum yang jelas, terlihat di wajah si Alpha.


Tidak ada kekecewaan di wajah serigala betina. Manusia serigala itu bahkan tersenyum dan berkata pada Xaver. "Baiklah, jika Tuan berubah pikiran, aku selalu ada di tempat ini."


"Mengapa Tuan Xaver menolaknya? Lihat tubuhnya, bukankah sangat indah dan menggoda." Ujar si Alpha.


Xaver menggeleng, "Aku tidak ingin membangun hubungan sembarangan, lagi pula bagi kami para Vampir sebuah pernikahan atau perkawinan adalah hal yang suci. Aku tidak bisa membuat keputusan sesuka hati."


"Hahahaha... Tidak perlu malu, katakan saja kamu masih perjaka. Hahaha.."


"Apa yang kau bicarakan, aku serius."


Si Alpha hanya mengiyakan saja. Sepanjang perjalanan ada banyak yang menawarkan 'undangan perkawinan' kepada Xaver. Tentunya Xaver menolak semuanya. Setiap kali betina itu mendekat nyeri di bahu Xaver semakin terasa, begitu dia menolak rasa sakit itu akan menghilang begitu saja. Si Alpha hanya dapat menggeleng geleng. Aroma Tuan Xaver memang menarik pikirnya.


"Lagi pula, Serigala memang berganti-ganti pasangan. Tapi itu hanya perkawinan sementara. Perkawinan resmi akan di adakan jika ada persetujuan diantara keluarga kedua belah pihak."


"Lalu apakah para betina tidak hamil setelah melakukan perkawinan sementara?" Tanya Xaver, jika benar maka bukankah tidak adil bagi para betina.


"Tidak, para betina hanya akan hamil bila perkawinan di lakukan dengan memberi tanda. Memberi tanda sama seperti memberi cincin pernikahan di dunia Vampir. Yang berbeda adalah Tanda itu tidak akan menghilang bahkan jika kau tiada. Dan setiap Serigala hanya boleh menandai satu betina saja. Dan jika sudah menandai seekor betina, maka pejantan tidak boleh melakukan perkawinan sementara lagi. Jika mereka berkhianat dari pasangannya maka yang berkhianat akan meninggal dunia." Ujar Si Alpha.


Berbicara mengenai tanda, Xaver mengusap bahunya. Apakah ia sudah di tandai oleh Charlotte? Mengapa tiap kali gadis-gadis mendekat padanya, bahunya akan terasa sakit?


"Itu... Jika kau sudah di tandai, apa yang terjadi jika lawan jenis mendekatimu? Atau mengirim 'undangan perkawinan' itu ?"


Si Alpha menyipitkan matanya. Melihat Xaver yang terkadang mengusap bahunya membuatnya berpikir mungkin saja Vampir ini sudah di tandai pasangannya. Bagaimanapun saat menandai pasangan, betina akan menggigit bahu jantan, dan jantan akan menggigit leher betina. Melalui gigitan masing masing akan mengirimkan feromon mereka kepada pasangannya. Sehingga kontrak kesetiaan akan terbentuk. Dan tidak ada yang akan berkhianat dalam hubungan itu. Tetapi jika proses penandaan di lakukan oleh salah satu pihak, dan feromonnya sudah menyebar ke seluruh tubuh, ini hampir sama seperti pemerkosaan. Orang yang di tandai akan terus memikirkan orang yang menandainya. Begitu pula dengan orang yang menandai, dia akan selalu ingin bertemu dengan orang yang di tandainya.


"Jangan-jangan Tuan Xaver sudah di tandai oleh seseorang?" Tanya Alpha.


Xaver memikirkannya kembali, lalu bertanya. "Memangnya menandai itu bagaimana?"


"Betina akan menggigit bahu pejantan dan pejantan akan menggigit leher betina." Ujar Si Alpha.


"Em... Itu... Apakah hanya Serigala saja yang menandai pasangannya?" Xaver memiliki firasat buruk.


"Tidak juga, sebenarnya hampir semua mahluk kecuali manusia bisa melakukan penandaan, terutama kaum-kaum leluhur. Apakah Tuan Xaver sudah di tandai seseorang?"


Xaver merasa panik, lalu menangkap bahu si Alpha. "Katakan padaku, apa yang terjadi jika hanya di lakukan oleh salah satu pihak?"


Sepasang mata merah yang terlihat panik, tanpa sengaja menimbulkan tekanan mengerikan kepada orang-orang di sekitar Xaver. Terutama kepada si Alpha karna ia yang paling dekat dan bertatapan langsung dengan Vampir itu.


Si Alpha meneguk ludah dengan rasa takut di sekujur tubuhnya. Dengan tubuh yang gemetaran ia berkata kepada Xaver. "Itu... Itu Hampir sama seperti pemerkosaan. Tanda itu tidak akan hilang hingga akhir hayatmu. Kau akan merasakan rasa sakit begitu kau bertemu atau dekat dengan betina lain, kecuali orang yang menandaimu, kau tidak akan mau repot-repot memikirkan betina lainnya. Namun rasa sakit itu akan menghilang begitu tidak ada betina di sekitarmu. Sebaliknya jika orang menandaimu bertemu denganmu, akan ada perasaan nyaman yang tidak terlukiskan di hatimu."


Xaver melepaskan kembali cengkeramannya kepada si Alpha. Auranya berubah menjadi frustasi. 'Apakah artinya putri duyung itu menandaiku!?'


Ream yang mendengar semuanya tidak bisa tidak ikut khawatir. Ia harus melakukan sesuatu untuk Masternya. Apalagi yang menandainya adalah orang yang berbeda dimensi dengan Masternya. Untuk saat ini Ream hanya bisa khawatir.